The first 200 lines.
TOKOH, TEMPAT, ORGANISASI, KEJADIAN, GRUP,
DAN LATAR FILM INI ADALAH FIKSI, PANDUAN KESELAMATAN ANAK JUGA DITERAPKAN
PROGRAM INI DIDANAI OLEH DANA PENGEMBANGAN KOMUNIKASI
KEMENTERIAN SAINS DAN TIK
PUSAT MEDIS HARAPAN MASAN
FEBRUARI 1993
- Pengobatanmu sudah selesai hari ini. - Baiklah.
- Kau tak perlu diopname. - Nona Kim Yeong-hui.
Kau hanya mendapat satu resep obat, dan...
- Ini luar biasa. - Benar.
- Halo, Dokter. - Halo, Dokter.
Kau baik-baik saja?
- Apa dia putrimu? - Ya, dia putriku.
Dia cantik sekali.
- Kau datang untuk menemui ayahmu? - Ya.
Sampai jumpa.
- Baik. Teruskan kerja kerasmu. - Terima kasih.
Ayo.
Astaga, lihat betapa cantiknya dirimu.
Kami menyiapkan camilan
untuk nona kecil ini.
- Astaga. - Silakan lewat sini.
- Mati! - Tidak!
Tidak!
- Panggil polisi! - Cepat!
Panggil polisi!
Panggil polisi!
- Lepaskan! Kalian berdua! - Lari!
Keamanan!
Hei!
Mati!
Astaga.
Astaga. Panggil polisi.
Tidak!
Tidak...
Apa yang kau lakukan?
Cepat hubungi polisi!
Berengsek!
Dasar bedebah gila!
MEI 2023
37, Youngin-ro 291-gil.
37, Youngin-ro 291-gil.
37, Youngin-ro 291-gil.
37, Youngin-ro 291-gil.
37, Youngin-ro 291-gil.
37, Youngin-ro 291-gil.
- Hei, kenapa kau menelepon? - Kau sudah tiba?
Aku belum lama tiba.
Kau bilang ikuti aba-abamu.
Kau bersembunyi dengan baik di tempat terpencil, bukan?
Apa?
Tentu saja.
Tapi aku masuk selarut ini?
Kau yakin ini tidak apa-apa?
Ya. Aku akan memberimu aba-aba saat waktunya tepat.
Tapi sudah lewat pukul 23.00...
Apa?
Ada apa?
Sial.
Apa? Apa yang terjadi?
Tunggu.
Apa yang terjadi?
Sial. Ada apa, Myeong-jun?
Halo? Myeong-jun!
Astaga, ini lagi?
Kim Myeong-jun! Apa yang terjadi?
Pak, bangunlah.
Tutup teleponnya.
Sial.
Ada apa lagi?
Apa maksudmu?
Kau tiba-tiba menutup teleponku.
Aku tidak akan menutup telepon tanpa alasan bagus.
Aku tidak sempat bersiap karena kau tiba-tiba meneleponku.
Aku sudah menyuruhmu bersiap untuk bergerak kapan saja.
Aku sudah siap!
Itu sebabnya aku bisa...
Apa-apaan ini?
Ada apa lagi kali ini?
- Myeong-jun, kau mau mati? - Kita dalam masalah.
Seseorang tiba-tiba keluar dari gang dan pingsan.
Apa maksudmu? Siapa yang pingsan?
Tenanglah dan katakan lagi. Apa katamu?
Tunggu sebentar.
Hei, Kim Myeong-jun.
Kim Myeong-jun!
Hei, ini anak itu.
Apa?
Gadis yang akan kita culik.
BAB 1. PENCULIKAN
BERDASARKAN NOVEL HARI PENCULIKAN KARYA JEONG HAE-YEON
Sial.
PANGGILAN MASUK
- Hei. - Bagaimana anak itu?
- Dia sudah siuman? - Belum.
Kurasa aku harus membawanya ke rumah sakit.
Kau sudah gila? Rumah sakit? Apa kau sudah gila?
Aku mengatakan ini karena memang sudah gila.
Haruskah aku diam saja meski dia mungkin terluka?
Kau bilang tidak melihat luka.
Mungkin ini yang terbaik.
Apa maksudmu?
Kau pikir orang yang berpikiran lemah sepertimu
akan menculiknya jika dia tidak pingsan?
Ini mungkin yang terbaik.
Bagaimana kau bisa bilang begitu?
Dia terluka!
Hentikan omong kosong itu dan lakukan saja perintahku.
Jangan memutuskan apa pun sendiri dan memperumit keadaan.
Mulai sekarang,
aku akan membuat keputusan sendiri dan melakukannya dengan caraku.
Aku tahu kita melakukan ini demi Hee-ae, tapi ini salah.
Hei, Kim Myeong-jun!
Astaga, kau mengejutkanku.
Katakan.
- Apa? - Kubilang beri tahu aku.
Tentang aku?
Untuk apa tali itu?
Tali ini.
Ini...
untuk mengganti tali jemuran yang putus.
Omong-omong...
Kau baik-baik saja?
Apa maksudmu?
Kau tidak terluka?
Kurasa bukan itu yang penting.
Apa?
Ada apa?
Kenapa kau tidak menjawab? Kubilang beri tahu aku.
Tentang aku? Itu...
- Begini, aku... - Bukan kau, aku.
- Apa? - Aku membicarakan diriku sendiri.
Siapa aku?
Kau tidak ingat apa pun?
Tidak.
Sungguh?
Ya.
Ini tidak menyenangkan.
Bagaimana kondisimu?
Kenapa kau terus menanyakan hal tidak berguna?
Kubilang aku tidak ingat.
Katakan.
- Tentangmu? - Kau.
- Aku? - Ya, kau.
Aku...
Omong-omong...
Kenapa kau bicara santai dengan orang dewasa?
Itu tidak penting sekarang.
Kau benar.
Tidak penting.
Sial.
AYAHKU TERSAYANG
Baiklah.
- Ayah? - Apa? Ayah?
Ya! Aku ayahmu!
Benar. Ini ayah.
Apa yang kau tertawakan?
Putrimu kehilangan ingatannya.
Benar.
Maaf.
Siapa aku?
Siapa namaku?
Hee-ae.
Kim Hee-ae.
Hee-ae.
Coba panggil aku.
Hee-ae.
Tidak terdengar menarik.
Lalu apa yang terjadi?
Apa kepalaku terbentur?
Atau aku terjatuh dari suatu tempat? Ada apa denganku?
Begini...
Aku kehilangan ingatan.
Pasti ada alasannya.
Terkadang itu terjadi. Itu datang dan pergi.
Kau pikir aku menderita demensia?
Kenapa ingatanku datang dan pergi?
Apa kau sungguh ayahku?
- Makanan. - Apa?
Kau tidak akan memberiku makanan?
Maksudku,
apa dia benar-benar hilang ingatan?
Astaga, terserahlah.
"Kim Hee-ae".
Hee-ae.
Itu tidak terdengar familier.
Hee-ae, ayo makan.
Kau menyebut ini makanan?
Ya.
Aku lupa membeli nasi.
Mari makan ini untuk hari ini.
Aku akan membuatkanmu makanan yang layak besok.
Baiklah.
Ini menarik.
Benarkah? Ini, makanlah.
Enak?
Lumayan.
Begitu.
Bukan berarti aku puas.
Aku makan ini karena lapar.
No comments yet. Be the first to leave one.