The first 183 lines.
Selamat, Senator. Kau menjadi seorang kakek.
- Mana putra anakku? - Putri.
Cucumu perempuan.
Rambutnya kehijauan.
Seperti rambut Rosa.
Tak disangka, kelahiranku membawa keharmonisan baru dalam keluarga.
Aku menjalani tujuh tahun pertamaku dengan kebebasan penuh โฆ
Albita.
โฆ dalam tempat penuh pengembara yang dulunya Rumah Besar di Pojok.
- Hai, Nenek. - Halo.
Nenekku, Clara, adalah mesin yang membuat dunia ajaib itu bekerja.
Tempat penuh orang tercerahkan yang mencari jawaban spiritual.
Kakekku tak pernah cocok dengan dunia itu.
Aku baru mengerti alasannya bertahun-tahun kemudian.
Kakek?
Putri kecilku. Rupanya kau di sini.
Nenek tak suka Kakek berada di bagian sini.
Bagaimana kalau kita rahasiakan?
Pendengar yang terkasih, dengan senang hati kami mengumumkan
seri konser di markas serikat pekerja logam terusโฆ
Ibuku tak membicarakan masa lalu, apalagi tentang kakekku.
Dia menyibukkan diri, merapikan rumah dan mendandani makhluk uniknya,
tak menyadari dia membuat kerajinan tanah liat
yang dulu disulam oleh bibinya, Rosa, pada taplaknya.
โฆdan memikat hati para gadis muda.
Mari dengarkan singel pertamanya.
Dari negeri pekerja keras di Selatan,
inilah Pedro Garcรญa.
Ayam-ayam terjaga semalaman.
Perlahan saat fajar.
Sayap mereka mengepak berjaga.
Melindungi masa depan.
Datanglah sang rubah Setiap malam.
Untuk merebut, mencuri harga diri mereka.
Kau tak akan bisa, Kawan Kita semua saksi mata.
Kau sendirian Kami lebih banyak.
Dan bahkan jika kuubah suaraku.
Di lubuk hatiku, pikiranku masih sama.
Aku akan menghilang.
Dan yang lain akan mengikuti seruanku.
Kita lebih banyak Kita lebih banyak.
Kita lebih banyak.
Kita lebih banyak Kita lebih banyak.
Kita lebih banyak.
RUMAH ARWAH
"Nikmati keelokan Bumi dalam sifat kristalmu."
Penyair, bisakah kau ganti "keelokan" dengan "wangi"?
Wangi paling kuat di sini adalah wangi bawang.
Di mana Clara? Aku harus bertemu Clara.
"Wangi."
Clara!
Kau ingat itu disebut apa?
Itu bukan bintang, tapi Venus.
Bagus.
Ingat nama tiga itu di sana?
Las Tres Marรญas, seperti pertanian kita.
Apa yang kau pikirkan.
Ayahku.
Terkadang, aku bermimpi dia tak mati di gurun.
Lalu dia datang mengunjungiku.
Kau tahu?
Nenek percaya jika seseorang menginginkan sesuatu segenap hati,
apa pun bisa terwujud.
Sayangku.
Pada saat itu, aku tak tahu salah satu keinginan terakhir nenekku
adalah agar aku bertemu ayah kandungku, yang masih hidup.
KONSER PEDRO GARCรA
Kita lebih banyak.
Sudah waktunya Kami tak akan menunggu lagi.
Permisi.
Mari angkat tangan.
Mari lindungi hidup dan kebebasan kita.
Jika kita bersatu Kita lebih banyak.
Kita lebih banyak Kita lebih banyak.
Kita lebih banyak.
Terima kasih, Kamerad. Hidup rakyat! Hidup pekerja!
Kakekku selalu mengatakan, sebuah lagu juga bisa digunakan sebagai senjata.
Aku mengambil gitarku, muak melihat ketidakadilan di pertanian.
Menurut beberapa orang, itu pengecut dan mudah, mungkin mereka benar.
Namun sekarang, jika berkenan, aku ingin membawakan lagu cinta.
Karena hidup bukan cuma bekerja.
- Hebat! - Ini untuk kalian.
Aku mencintai sebuah bulan Tinggi di langit.
Bulan yang begitu putih Memancarkan cahaya di ladang.
Begitu indahnya di ladang.
Aku melihat berbagai hal di dunia.
Seorang pria kaya.
Pemilik ladang Hingga waktu dan detiknya.
Bintang dan bulanโฆ
- Bersulang, Kamerad! - Bersulang!
Bersulang. Terima kasih.
Terima kasih banyak.
Berada di sini penting.
Bersulang.
Pedro, Sayang!
Kau luar biasa!
Clara meninggalkan kita.
Clara meninggalkan kita!
Marta, kembalikan dia.
Baik.
- Senang rasanya tertawa seperti itu. - Ya.
Dari semua sesi memanggil arwah kita, ini favoritku, tertawa.
- Nenek, kau baik-baik saja? - Ya, Sayang.
Kemari, Nak.
Sudah berakhir. Yang berlalu sudah tiada.
Apa maksudnya?
Waktu itu fiksi, Nak.
Maksud Nora, masa lalu dan masa depan tidak benar-benar ada.
Cuma ada "sekarang."
Bayangkan semua hal terjadi bersamaan.
Jadi, kita bisa memengaruhi masa lalu dan menciptakan masa depan sesuka kita.
Misalnya, pergi ke dapur untuk mencari makanan.
Itu ide bagus! Aku lapar setelah kegiatan spiritual ini.
Aku juga. Kau?
Ayo.
- Hai. - Halo, Clara.
Apa yang terjadi kepada Ibu?
Ibu, tolong berhenti mengundang orang.
Aku tak bisa mengurus semuanya sekaligus.
Kau menemui Pedro.
Sudah Ibu bilang, memendamnya tak ada gunanya.
Begitu juga terus membenci ayahmu.
Apa maksudnya itu?
Ibu cuma ingin kau bahagia.
Nenek!
Apa yang kau katakan sampai dia tak mau pakai jam tangan?
Jika tak mengukur waktu, bagaimana kita merayakan ulang tahunmu?
Kita tetap merayakannya.
Ya.
Beri tahu Kakek, dia boleh di sini jika tak menyebalkan.
- Kata Nenek, Kakek bolehโฆ - Ya, Kakek dengar. Terima kasih, Alba.
Merpati pos kecil ini harus tidur.
Halo.
- Apa kabar? - Kabarku baik.
- Paman! - Hei, Nak.
Apa terjadi sesuatu?
Sudah lama kita tak berkumpul.
Hari ini makan malam keluarga.
Ibu baik-baik saja?
Aku akan menunggumu.
Fรฉrula meninggal.
Kami semua melihat Fรฉrula, bahkan kami yang menghindari hal gaib.
Maaf aku tak membawamu lebih cepat, Clara.
Dia menyuruhku berjanji merahasiakan keberadaannya.
Sulit kupercaya.
Aku baru menemuinya dua hari lalu dan dia baik-baik saja.
Mana semua uang yang kukirim kepadanya?
Apa maksudmu, Esteban?
Maafkan aku.
Dia suka mengenakan gaun dan wig seperti itu.
Namun, dia tak menyakiti siapa pun.
Dia berdoa setiap hari demi pengampunan para pendosa.
Aku tak paham kenapa dia bisa hidup seperti ini.
Dia punya cukup untuk hidup nyaman.
Namun, kau kekurangan hal lain.
Tahu siapa yang membantuku mengurus rumah?
Blanca.
Terkadang aku merasa ada yang berubah darinya.
Namun, dia menemukan bakat membentuk tanah liat.
Jaime bekerja di rumah sakit umum.
Dia akan menjadi dokter.
Kau tahu?
Aku suka menjadi seorang nenek.
Albita adalah bintang bersinar yang lahir untuk melakukan hal yang kita takuti.
Dia yang memberitahuku hortensia yang kita tanam
telah mekar dengan indah.
Aku tak pernah kembali ke Las Tres Marรญas.
Setiap aku melihat hortensia, aku teringat kepadamu.
Aku selalu memikirkanmu, Fรฉrula.
Karena sejak kau pergi, tak ada yang menyayangiku sekuat itu.
Kita akan segera bersama.
Aku mengutukmu, Esteban.
Tubuh dan jiwamu akan menyusut. Kau akan mati sendirian seperti anjing.
Esteban, kau tak apa?
Sampai jumpa di klub.
Tidak usah.
Aku ditunggu di rumah.
Bagi nenekku, kunjungan Fรฉrula adalah konfirmasi akan nasibnya,
meski cuma dia yang memahaminya.
Jadi, dia diam-diam bersiap sebelum meninggalkan kami
tanpa diketahui siapa pun.
Sedang apa kau di sana?
Ini persembunyianku.
No comments yet. Be the first to leave one.