The first 200 lines.
Dada, Lai Jing.
Sudah kubilang jangan sebut nama panggilanku di sini.
Dada, Jing, aku berutang maaf kepada kalian.
Ada apa? Sekarang apa lagi?
Setidaknya selesaikan masa percobaan lebih dulu.
Dengarkan aku.
Maaf. Aku merahasiakannya terlalu lama.
Terima kasih atas kenangan indah yang kalian berikan kepadaku.
Kalian akan selalu jadi sahabatku.
Nikita!
- Nikita? - Nikita?
- Mill, itu menakjubkan. - Aku tercengang.
Jaga diri kalian, ya?
Habisi mereka!
Kau ikut denganku.
Ayo ikut denganku!
- Mill Fong! - Baiklah, aku akan ikut denganmu!
Maksudku, ada yang bisa kubantu?
Ada yang bisa kau bantu?
Ini temanmu, 'kan? Ada apa dengannya?
Sebelum makan siang, sudah ada tumpukan di sini.
Sekarang setelah makan siang, tumpukannya makin tinggi.
Kau tahu aku berdiri di sini memanggil namamu cukup lama?
Namun, itu seolah tidak terdengar.
Apa harus ditoyor baru mulai kerja?
Sudah cukup. Aku bisa melaporkanmu.
- Aku bukan menoyormu. - Coba saja.
Semuanya tenang dulu.
Maaf, Bos, aku akan mengawasi mereka lebih baik.
Di awal, kau sangat memuji mereka dan bilang kerja mereka bagus.
Namun, yang satu seharian main internet...
...dan yang satu lagi bahkan tak bisa tetap terjaga.
Apa kontribusi mereka untuk perusahaan ini?
Kau juga seharian menonton video di dalam sana, entah video apa.
Benar, 'kan?
Baiklah, sudah cukup. Kalian berdua dipecat.
Kembalilah bekerja.
Kau membela mereka?
Kalian bertiga silakan pergi. Sekarang juga.
Baiklah, ayo kemasi barang kita dan pergi.
Ya, ayo.
Entah ada apa dengan anak zaman sekarang.
Jangan ada yang pernah salah berbuat seperti si dungu itu.
Hei, apa masalahmu? Dasar pencandu porno.
- Dasar dungu! - Dasar pencandu porno!
Maaf, Kawan-kawan.
Kenapa kalian harus melakukan itu? Aku benar-benar marah saat ini.
Kau terlalu baik untuk marah. Kurasa kau belum pernah marah.
Lihat ekspresinya, manis sekali!
Kau bilang ingin cari uang agar bisa beli komputer lebih canggih.
Dan kau bilang ingin lepas dari ibumu.
Ini menakjubkan. Aku beri kalian pekerjaan dan kini aku dipecat.
Apa yang kau cemaskan? Kau akan segera dapat pekerjaan baru.
Ya, aku yang tamat. Ibuku pasti akan memarahiku malam ini.
Lupakan itu. Cakrawala baru!
Bagaimana kalau kita belanja?
Bantu aku beli komputer baru. Kutahu kau bisa diandalkan.
Kau mau pinjam lagi?
Kadang, entah kenapa aku bergaul dengan kalian.
Lihat, mereka mewawancarai seseorang di sana.
- Kau benar. - Kalian sangat berisik.
- Permisi, apa pekerjaan impianmu? - Menjadi pemain basket.
Kau ingin menjadi apa ketika sudah dewasa nanti?
Pilot!
- Apa pekerjaan impianmu? - Aku ingin menjadi penyanyi.
Dulu, aku sangat ingin jadi polisi. Menangkap penjahat.
Aku ingin jadi penyanyi terkenal ketika dewasa.
Kurasa itu impianku.
Impianku adalah menjadi astronaut.
- Apa pekerjaanmu saat ini? - Aku menjual presto.
Jadi, pekerjaanku butuh ruang, tetapi ruang bertekanan.
- Apa pekerjaanmu saat ini? - Aku punya kios pinggir jalan.
Apa kau berhasil jadi penyanyi terkenal?
Tentu saja tidak. Aku hanya ibu rumah tangga.
Kenapa kau tidak bisa mewujudkan impianmu?
Tidak ada waktu untuk bermain dan latihan basket.
Kau pernah ikut dalam lomba atau kompetisi bernyanyi?
Meski mau, aku tak akan berani. Orang tuaku akan menghabisiku.
Astaga.
- Kau tahu apa tugas pilot? - Tidak.
Hai! Boleh aku wawancarai kalian?
- Tidak, terima kasih. - Tentu. Kami bisa lakukan bersama.
- Dia pemalu. Tanya aku saja. - Maaf, bisa geser sedikit?
Apa pekerjaan impian kalian?
Bukankah ini sudah jelas? Aku akan jadi juara dunia Esport!
- Apa pekerjaanmu saat ini? - Tanya dia.
- Kami pengangguran. - Benarkah?
Kami bertiga pengangguran.
Kalian ingin menjadi apa?
Aku ingin menjadi agen khusus.
CALL ME AGENT
Apa kau sedang terburu-buru?
Tidak. Apa aku terlihat seperti sedang terburu-buru?
Katakan, ada apa lagi kali ini?
Kami bertiga dipecat.
Apa?
Tiga orang dalam waktu yang sama?
Aku benar-benar salut, entah bagaimana kalian melakukannya.
Kau bahkan tak bisa mempertahankan pekerjaan sekretaris sederhana.
Dulu, Ibu mulai bekerja sejak 12 tahun!
- Dan aku terus bekerja sejak itu! - Tapi aku tak mau jadi sekretaris.
Jika tak mau jadi sekretaris, lalu kau ingin menjadi apa?
Aku...
Berhenti, jangan beri tahu Ibu.
Ibu takut pembuluh darah pecah dan mati di meja ini.
Bersihkan meja ini, lalu turun dan bantu Ibu buka gerai.
Mill, ada beberapa hal...
Bagaimana Ibu mengatakannya...
Contohnya, hantu.
Banyak orang mengaku pernah melihat hantu.
Kau pernah melihat? Ibu belum pernah.
Namun, kau sudah melihatnya atau belum...
...itu tidak ada bedanya dengan kebanyakan orang.
Namun, jika kita bicara tentang agen khusus, misalnya.
Itu jauh lebih buruk daripada hantu!
Hantu setidaknya bisa menampakkan wajahnya dan kadang menakuti orang.
Namun, agen khusus? Apa ada orang yang pernah melihatnya? Di mana?
Ibu, aku sudah benar-benar mempertimbangkan ucapanmu.
Benarkah?
Tentu itu ada. Dan pasti ada cara untuk menemukannya.
Contohnya, mereka harus selalu menyembunyikan senjata mereka.
Tak peduli betapa panasnya di luar, mereka selalu pakai mantel.
Bagaimana jika mereka mudah pilek dan karena itu pakai jaket?
Kau akan bisa lihat dari matanya.
Jika pernah butuh orang, tatapan matamu akan beda dari orang lain.
Apa? Pembuluh darah matanya tambah dua?
Mungkin dia hanya kurang tidur.
Jika kau tertarik soal mata-mata, tidak masalah.
Agen khusus. Itu berbeda dari mata-mata.
Terserah. Mata-mata atau agen khusus, itu tak penting.
Bisakah kau berjanji tidak akan benar-benar menjadi agen khusus?
Maksudku, bagaimana mungkin bisa? Itu takkan pernah sungguh terjadi.
Ibu tak pernah minta kau membantu secara finansial ketika Ibu tua.
Namun, kau tak mungkin begitu kejam...
...berharap Ibu masih mendukungmu ketika sedang sekarat, 'kan?
Aku mengerti. Aku akan mulai mencari pekerjaan besok.
Kapan kau pernah bisa mempertahankan pekerjaanmu?
Ibu tahu. Kenapa kau tidak menikah?
Apa? Tiba-tiba? Aku bahkan tak punya pacar.
Itu mudah. Besok, panggil dua karibmu itu.
Apa?
Bukankah itu sebutan anak-anak zaman sekarang? Sahabat karib?
Lalu, Ibu akan menelepon Ny. Chan dan minta dia mengajak putranya...
...dan putranya bisa mengajak beberapa temannya...
...dan kita bisa pergi makan malam bersama. Itu bisa seperti kencan.
Namun, Ibu peringatkan kepadamu.
Jika kau tidak datang...
...Ibu akan membuang semua barang tak berguna di kamarmu itu.
Mengerti?
Ibu harus mengambil sesuatu dari rumah. Jaga gerai ini.
Dasar dungu, memakai jaket di tengah musim panas.
Bagaimana kau bisa hidup saat ini? Ini kesempatanmu.
Ayo, makan.
- Apa kau anak sulung? - Bukan, anak bungsu.
Namun, aku sudah biasa menjaga mereka.
Bagaimana denganmu?
Aku bekerja di IT.
Mill, kau sangat pendiam.
Dia hanya pemalu. Lebih introver.
Jay, apa minatmu?
Aku bekerja di bank, tetapi bukan berarti aku membosankan.
Aku sering berkumpul dengan rekan band-ku dan bermain musik.
Aku penyanyi utama.
Benarkah?
Kadang, kami tampil di jalanan.
Kau suka musik seperti apa, Mill?
Anak muda zaman sekarang selalu bermain dengan ponselnya.
Jay, jika kau ada waktu...
...kau harus ajak dia keluar agar dia bisa mengenal dunia.
Baiklah, kau melakukan apa?
Maaf, ada hal penting yang harus aku lakukan.
Kau bahkan belum makan! Kau tidak sopan!
Kita bertemu lagi lain waktu. Maaf.
Maafkan aku. Mill!
Apa yang terjadi?
Berhenti!
Ada apa denganmu? Kau pergi di hadapan semua orang.
Kau tahu kau membuat Ibu terlihat buruk?
Kencan buta itu sangat kuno. Aku bahkan tak kenal dia.
Ini namanya Ibu memaksaku.
Dari mana Ibu memaksamu? Ibu bukan menyuruhmu menikah dengannya.
- Kalian bisa berteman lebih dulu. - Bisakah Ibu tak menggangguku?
Baik pekerjaan atau hubunganku, bisakah Ibu biarkan aku yang pilih?
Membiarkanmu memilih sendiri?
Dengar, Ibu bukan orang yang pemilih, tetapi lihat dirimu.
Nilai-nilaimu jelek, kau tak bisa mempertahankan pekerjaan.
Kau terus bilang ingin jadi agen atau omong kosong itu.
Kau pikir ini di mana? Uni Soviet?
Kau kadang sangat bodoh, Mill.
Ibu tak mau selalu mendesakmu tentang beberapa hal.
Ibu hanya khawatir kau fokus pada tujuan yang tak nyata...
...dan tak akan bisa bertahan hidup di dunia nyata.
Kau tahu Ibu sudah tidak muda lagi. Ibu bisa meninggal tiba-tiba.
Siapa yang akan menjagamu ketika Ibu tak ada, Mill?
Mill? Mill!
Dia habis berkelahi?
Dia hanya mabuk.
Jika dia muntah, kau harus bayar ekstra.
Semoga dia sudah tidur.
Hei, tunggu! Siapa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.