The first 200 lines.
TANGAN TUHAN
Dia sedang apa?
AV-Dua di lokasi. Ada kemungkinan status 5150.
Diterima, AV-Dua. Paramedis menuju lokasi.
Sial.
AV-Dua ke Pusat Kendali. Aku tak bisa tunggu bus.
Apa masalahnya, AV-Dua?
Itu Pernell Harris. Aku harus bawa dia.
Hakim Harris? Hakim Harris!
Kau bisa dengar aku?
Hakim Harris, namaku Sersan Kessler, dari Kepolisian San Vicente.
Biar aku membantumu.
Apa namanya dicantumkan di berkas?
Dia Pria Tak Dikenal yang diobservasi. Bahkan tak diopname.
Bagaimana keadaannya?
Kami melakukan tes diagnostik secara menyeluruh.
Selain mengalami dehidrasi ringan, kesehatannya baik.
Dia ditemukan bugil di tengah air mancur.
Pasti tak beres.
Maksudku kesehatan fisik. Secara mental dan emosi,
mungkin kau bisa jawab itu lebih baik dariku.
SUMBANGKAN DARAH GRATIS
Bajumu bagus.
Kau baik-baik saja?
Sebaiknya kau katakan kau baik-baik saja.
Aku baik-baik saja.
Ayo pulang.
Aku perlu bicara dengan PJ lebih dulu.
Pernell, kita sudah bahas ini.
Kau tak berhak menentukan, Dok. Jangan tersinggung.
Kurasa dokternya hanya bertindak hati-hati.
Kau perlu istirahat.
-Kita akan temui PJ nanti. -Tidak.
Tunggu, Pernell. Aku harus bersikeras.
Kau bicara dengan nada yang menyiratkan otoritas.
Kurasa kau tak punya otoritas, dr. Williams.
Memangnya aku sedang ditahan?
Kalau begitu, diamlah dan enyahlah.
Hai, Nona.
Hai.
Bagaimana keadaanmu?
Cukup baik.
Di mana putraku?
Kamar 757.
Lewat lorong ini, di sebelah kiri.
Kukira dia tak mau menemui PJ.
Kurasa dia berubah pikiran.
Apa dia baik-baik saja?
Aku tak tahu.
Hai, PJ.
Aku di sini.
Kukira sekarang kau sudah siuman.
Harusnya aku bisa tebak.
Kau memang selalu tahu cara memanfaatkan situasi.
Jika kau bisa dengar aku,
remaslah tanganku.
Satu remasan kecil.
Ayolah, Nak. Tunjukkan sesuatu kepadaku.
Kau tak bisa memberiku satu remasan kecil?
Terima kasih.
Kata dr. Chatwin
PJ masih sangat muda dan sehat, dia...
Dia bisa menjadi donor organ dan menyelamatkan delapan orang.
Jika dia tak selamat.
Kata dr. Chatwin, dia sudah jelas takkan selamat.
Kita hanya perlu putuskan kapan akan mematikan mesinnya.
Sebaiknya kau tutup mulut soal aku menangis saat kau siuman.
Asal tahu saja,
saat kau siuman,
kau dapat apa pun yang kau mau.
Aku akan tawarkan apa saja.
Bahkan uang untuk modal bisnis barumu.
Kau mau menangkap petir?
Aku bersedia membayar botolnya.
Tapi kau harus siuman dulu. Setuju?
Bagaimana jika kita mulai dengan janji yang kau buat untukku?
Katamu kau akan pastikan dia membayar.
Ingat itu?
Ya, aku ingat, PJ. Aku akan lakukan.
Tapi mereka harus temukan orangnya dulu.
Kau saja yang temukan.
-Apa? -Pernell?
Dia...
Kau harus bicara dengannya seakan-akan dia siuman, walaupun tidak.
Aku pernah dengar itu.
Kau sudah berjanji kepadaku.
Tepati janjimu.
Ayo kita pergi.
RUMAH MASA DEPAN BROOK$ INNOVATION$
Ada yang merusak plangnya. Sial. Bagus sekali.
Asa, hubungi Burke di Kementerian Pekerjaan Umum.
Suruh dia segera minta plang ini diperbaiki.
Kau punya nomornya?
-Aku akan segera kembali. -Baik.
Terima kasih telah datang secara mendadak, Guy.
Tak apa, Pak Wali Kota. Tapi apa aku salah membaca undangannya?
Aku tak tahu ini acara formal.
Aku akan antar putriku ke altar dalam waktu sejam,
tapi aku ingin tunjukkan sesuatu kepadamu lebih dulu.
Kau pernah dengar Ardenwood? Kebanggaan Fremont.
Pertanian besar dan tua yang sama seperti 120 tahun yang lalu.
Di sana, kau bisa mengaduk mentega atau memerah sapi.
-Terdengar menyenangkan. -"Kunjungi tempat waktu berhenti."
Terdengar seperti rumah bagus untuk Brooks Innovations?
Tn. Brooks lebih memilih kantor pusatnya di San Vicente.
Kurasa itu sudah cukup jelas.
Lalu kenapa kau buka ulang negosiasi dengan Fremont?
Tn. Brooks ingin punya banyak pilihan, untuk berjaga-jaga.
Ada hal-hal yang tak bisa ditarik lagi, bukan?
Banyak uang telah berpindah tangan dan tak bisa ragu lagi.
-Prosesnya sudah berjalan! Paham? -Aku paham.
Tapi apa semua yang kita perlu masih sepakat?
-Tentu saja. -Bahkan Hakim Harris?
Kami dengar dia tak masuk kerja beberapa hari pekan lalu, tanpa kabar.
Kudengar dia juga ditemukan kemarin.
Putranya menembak kepalanya sendiri.
Jika dia melewati masa sulit, kurasa dia berhak cuti.
Tentu saja. Siapa saja juga begitu.
Tapi bagian besar rencana kita membuat San Vicente
pusat Brooks Innovations tergantung pada hakim itu.
Berduka bisa merupakan proses panjang.
Pernell bisa lakukan banyak hal serentak.
Saat sudah tahu pasti, kami akan berhenti melihat pilihan lain.
Ya.
Maaf karena menyela permainanmu, Pak.
Mengingat kondisi, lebih baik kutelepon.
Tak perlu minta maaf. Di mana dia?
Ruang tim detektif.
Maaf, Pak Hakim. Aku tak berhak menunjukkan berkasnya kepadamu.
Baik. Tak perlu tunjukkan apa pun.
Katakan saja secara verbal isi daftar tersangkanya.
Setidaknya kau bisa lakukan itu?
Santailah, Pernell.
Kami pihak yang baik, ingat?
Toby, kau harus bicara kepada orang ini.
Dia tak mau ceritakan apa pun soal kasus Jocelyn.
Karena dia tak menangani kasusnya.
Bukankah harusnya dia tangani?
Harusnya seluruh kepolisian tangani!
Ini prioritas utamaku. Tiga detektif terbaikku menanganinya.
Sungguh?
Ada pria berengsek yang memerkosa menantuku,
memaksa putraku menyaksikan semuanya,
tapi dia masih berkeliaran selama tujuh bulan?
Kami sudah berusaha maksimal.
Tahu bisa apa saja dalam tujuh bulan, jika berusaha?
Bisa membangun rumah dari nol.
Bisa keliling dunia dengan perahu layar.
Bahkan bisa punya bayi dalam tujuh bulan, jika ditekan!
Kasus ini sudah kutekan keras, seakan-akan dia putriku.
Kalau begitu, pasti kau tak peduli soal putrimu.
Kau sedang merasa tertekan. Aku bersedia mengabaikan ini.
Aku tak mau kau mengabaikannya.
Aku mau kau membiarkanku melihat berkasnya!
Tidak bisa, jika kasusnya masih aktif.
Kenapa tidak?
Aku adalah hakim.
Aku keluarga korban.
Kau cemas ada orang yang memeriksa pekerjaanmu?
Ambil berkasnya.
Buat salinan untuk Hakim.
Kau membuat kita melewatkan upacaranya.
Aku tak berniat menghadiri pernikahan.
Kau pikir aku mau?
Hanya saja ini putri sahabat karibmu,
jadi, untuk menghormati, harusnya kau datang.
Jadi, aku menyiapkan diriku.
Tapi kau justru pergi ke kantor polisi?
Harus ada orang yang menekan Toby.
Harusnya kau bilang kepadaku.
Aku sudah hampir menelepon 911 lagi.
Crystal, aku pria dewasa.
Kau tak perlu menelepon polisi tiap kali aku pergi dari rumah.
Maaf.
Tapi terakhir kali kau pergi, kau tak kembali selama tiga hari.
Tidak, sebenarnya kau tak kembali. Kau ditemukan.
Bugil, di tengah air mancur. Tapi setidaknya kau masih hidup.
Setidaknya aku tak kehilangan suami dan putraku pada pekan sama.
Harusnya aku meninggalkan pesan.
Kau baik-baik saja?
Kau mengharapkan terlalu banyak dariku.
Aku minta maaf.
Jadi, mau ceritakan kau menghilang ke mana selama tiga hari?
Kejadiannya
terasa samar-samar.
Baik. Mari kita mulai dengan di mana pakaianmu?
-Kutinggalkan di gereja. -Apa?
Kurasa aku dibaptis.
Oleh siapa?
-Halo. -Hai.
Hai. Aku punya cek yang dikeluarkan dari bank ini dan ingin kucairkan.
Harap tunggu.
Tanda tangan sudah diverifikasi dan jumlahnya tak masalah.
Aku yakin rekening Tn. Harris bisa cairkan 100 kali lipat jumlah ini.
Benar, bukan?
Hakim Harris pasti merasa murah hati saat itu.
Dia dipenuhi Roh Kudus.
Maksudnya, Tuhan memanggil dia dan dia menjawab. Puji Tuhan.
Itu bagus sekali.
Tapi kami tak bisa mencairkan cek sebesar ini dalam sekejap.
No comments yet. Be the first to leave one.