Beth Stelling: If You Didn't Want Me Then

Beth Stelling: If You Didn't Want Me Then

Download Indonesian Subtitle

Release info

Beth Stelling If You Didnt Want Me Then 2023 WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 59m Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-10-03
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa kabar, Dayton?

Terima kasih.

Aku mau siapkan kantor kecilku di sini.

Aku butuh kacamata ini nanti. Penglihatanku memburuk dengan cepat.

Ada yang merasa mereka menua di tahun-tahun anjing?

Bagiku, semuanya tampak seperti cermin toilet umum taman

yang cuma lembaran logam buram?

Saat aku bersiap-siap, "Aku cuma melihat siluetnya."

"Itu cukup."

Saat kecil, aku punya cara apresiasi baru untuk guruku yang berusia 60-an,

yang selalu punya maskara di wajahnya

dan potongan rambut cepak.

Aku paham. Bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.

Dan ini juga waktu yang tepat untuk mengumumkan

bahwa aku berencana menua.

Terima kasih.

Tentu, idealnya dari kenyamanan rumahku sendiri.

Harus ada yang mau.

Kita butuh kelompok kontrol di Los Angeles.

Jika tidak, kita takkan tahu seperti apa rupa wanita tua.

Aku mengajukan diri.

Jika aku dioperasi, aku memilih lobotomi.

Temanku Monica juga mau,

dan aku bilang, "Persetan, ayo bereskan kepala kita!"

Ayo bereskan kepala kita.

Aku mencoba lelucon itu ke ibuku dulu,

dan jawabannya adalah,

"Bukankah itu bagus?"

Diane Tak Terduga.

Pandemi berat bagi kita semua.

Dulu, aku bisa mengejutkannya.

Kini tak lagi.

Aku bersyukur atas ibuku.

Dia membesarkanku dan dua kakakku

yang sangat akrab denganku.

Aku bertemu mereka lewat ibuku di akhir '80-an,

dan kami tetap dekat.

Ibuku keren.

Dia benar-benar

menyukai Olimpiade.

Dia terobsesi.

Sangat suka O. Itu kata-katanya.

Dia juga penggemar beratku. Dia tak berhenti mengirim pesan.

Dan...

Dia suka menyemangatiku sebelum pertunjukan.

Sebelum pertunjukan, dia pernah bilang,

"Bethy, kau pandai berkomedi stand-up.

Jika itu acara Olimpiade,

kau pasti memenangkan emas

dalam komedi stand-up wanita."

Dia membesarkan kami di sini, di Dayton, Ohio.

Aku tahu kalian akan senang untukku.

Orang-orang tak memberi kami rasa hormat yang selayaknya.

Kami adalah tempat kelahiran penerbangan.

Ya.

Carolina Utara telah lama mengincar kami.

Plat nomor mereka mengatakan, "pertama dalam penerbangan."

Aku membatin, "Oke."

Itu dibuat di Dayton.

Kami cuma memanfaatkanmu untuk angin.

Penerbangannya singkat. Itu tak berarti apa-apa!

Hawk sialan.

Kegemaranku berubah sejak terakhir kau melihatku.

Kini, aku sangat suka penerbangan.

Kami habiskan beberapa tahun terakhir dengan cara berbeda.

Secara pribadi,

aku mencari Wright Bersaudara di internet beberapa kali.

Hanya untuk belajar tentang warisanku, kota asalku.

Lucu bagaimana moto kami berasal dari dua pria

yang benar-benar ingin terbang pergi.

Tapi mereka tak bisa.

Meski begitu,

pada tahun 1892,

Wilbur dan Orville, mereka punya toko sepeda.

Mereka berguling sebelum terbang.

Kukira mereka membuat popcorn, tapi itu Redenbacher.

Sekarang, kalian masih bisa mengunjungi toko sepeda itu...

Yang pertama sudah dirobohkan, aku yakin semua orang di sini tahu.

Kurasa ada koperasi kredit atau semacamnya,

tapi kau masih bisa mengunjungi yang keempat di Williams.

Kau bisa masuk ke sana

dan lihat semua foto Wilbur dan Orville saat mengerjakan sepeda itu.

Ada pria lain yang membantu.

Tak ada wanita yang bekerja di toko sepeda.

Jika kami boleh masuk,

kita akan punya Peloton lebih cepat.

Kursinya juga akan lebih nyaman.

Tidak, aku sadar menjadi yang pertama tak terlalu penting.

Dia yang pertama lakukan sesuatu, karena kau harus bertanya,

"Kau yang pertama atau cuma kau yang diizinkan melakukannya?"

Suaraku serak.

Ini teh Sleepytime.

Aku cuma...

Aku...

Ibuku seorang pianis,

itu lucu untuk sementara waktu.

Dia mengajar musik di sekolah dasar selama 34 tahun,

aku sering mengunjungi kelasnya dari kecil bahkan sampai kuliah.

Suatu kali, aku mengunjungi kelasnya.

Ada kelompok kelas dua SD. Dia mengajari mereka lagu,

satu, dua, ikat, sepatuku, tiga empat tutup... Kau tahu, klasik.

Semua anak berada dalam lingkaran.

Lingkaran sangat penting dalam industri musik.

Ibuku biarkan mereka menyelesaikan, satu, dua, tiga, empat, lima, enam.

Dia sampai ke sembilan, sepuluh, lalu menunjuk anak kecil ini.

Ibuku bilang, "Sembilan, sepuluh,"

dan anak itu bilang, "Bajingan gendut."

Aku harus menahan diri di kusen pintu. Aku tertawa terbahak-bahak.

Ibuku bilang, "Jonathan, duduk di dekat pintu!"

Aku menjawab, "Jangan di sini. Dia hebat."

Sembilan, sepuluh, bajingan gendut?

Bahkan tak berima.

Anak ini genius.

Apa dia menyimpannya seharian untuk kelas Diane?

Sambil tahu hal terburuk yang akan menimpanya cuma,

"Jonathan, duduk di dekat pintu.

Kau terlalu muda untuk sendirian di lorong,

tapi kau ke luar lingkaran!"

Aku bahkan tak tahu berapa umur anak kelas dua.

Jangan beri tahu aku.

Aku berpikir, "Dari mana inspirasinya?

Apa itu tantangan?"

Aku menduga dia mungkin mendengarnya di rumah,

atau versi lainnya.

Tapi imajinasiku liar.

Aku suka berpikir mungkin itu ibunya...

yang mengatakan itu ke ayahnya.

"Kau pergi dari pukul 09,00 sampai 22,00, dasar bajingan gendut!

Aku butuh bantuan.

Terutama pukul 17,00 sampai 18,00, saat kau mungkin mengulum di luar!

Coba pulang awal lagi,

akan kututup pintu itu di depan wajah bajingan gendutmu!

Oh, Jonathan, maaf kau harus lihat itu."

Itu nama aslinya.

Aku...

Aku sebut nama aslinya kalau-kalau dia perlu menemuiku.

Aku ingin tahu cerita aslinya. Dia harus naik ke panggung stand-up,

dan aku akan tanyakan sendiri.

Ibuku juga mengajar paduan suara SMA, itu sepulang sekolah.

Aku ke sana agar tak perlu punya pengasuh.

Dan dia mengajari lagu ke barisan anak-anak.

Sementara aku di lorong, jungkir balik, berjalan mundur,

melakukan split, dan lainnya, coba menarik perhatian siswa SMA.

Aku naksir mereka semua.

Mereka di sana, bernyanyi sepenuh hati.

Itu seksi.

Entahlah, aku mungkin kelas tiga atau empat.

Kau jago senam saat masih kecil karena tak sadar

lehermu bisa patah dalam banyak cara.

Ada banyak keuntungan menjadi ahli senam.

Kau kuat, lentur, baju ketat, dan lainnya.

Ibuku biasa menggambarkan kakiku sebagai batang pohon,

yang membuatku sakit hati jika harus menjelaskan,

tapi kini aku suka.

Kau bisa parkur di kakiku.

Aku mungkin akan melakukan peti mati dengan kaki terbuka.

Jadi...

Paduan suaranya di sini.

Aku di lorong.

Aku sangat menyukai seorang bariton bernama Tim.

Dan ibuku membuat kesalahan dengan membiarkan Tim mengasuhku.

Sangat berbahaya.

Baginya. Bahasa cintaku adalah pelecehan seksual.

Sebagian besar waktu untuk mengasuhku, dia habiskan dengan menahan kepalaku.

Sementara aku...

coba menyentuh kemaluannya.

Semua anggota keluargaku perempuan. Aku penasaran.

Tapi Tim...

Tim sangat baik padaku.

Dia mengajakku ke SPBU untuk beli permen.

Dia memberiku kado boneka gajah untuk ulang tahunku.

Intinya, dia baik.

Dan makin... Mungkin karena tawanya.

Itu benar.

Baru-baru ini, aku bertemu Tim

di toko kelontong, di Dorothy Lane Market.

Penggemar Killer Brownie.

Kami bertukar cerita,

dia bilang, "Bee, astaga, sudah lama."

Kami terus mengobrol.

Dia berkata, "Ya ampun, aku turut senang dengan semua rencanamu."

Lalu Tim mengajakku kencan.

Terima kasih.

Aku menatapnya dan bilang,

"Jika kau tak menginginkanku dulu..."

Sedikit lelucon pedofil. Menurutku itu lucu.

Hati-hati dengan pedofilia karena kau bisa tertular

cuma dengan menyentuh anak kecil.

Kami punya tikus belanda saat kecil, kami menyimpan mereka di garasi.

Di musim panas Ohio yang membara, mereka mati di sana.

Kakakku mengingatkanku,

kami menamai salah satunya Brownie, yang jika dipikir, sangat menyedihkan.

Brownie terpanggang pada suhu 190 derajat Celsius.

Dan ibuku merasa bersalah.

Kami diizinkan menguburkannya dengan layak di halaman belakang.

Aku dan saudariku mengambil tikus belanda keras itu...

Bukan berotot, tapi kaku. Lalu...

Kami kubur di tempat yang paling mudah digali.

Kami taruh di kotak pasir.

Lalu anjing tetangga datang dan memakan mereka.

Beth Stelling: If You Didn't Want Me Then subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left