The first 200 lines.
MAD CONCRETE DREAMS
9 TAHUN LALU
KHUSUS TIM HR
DAFTAR TARGET RESTRUKTURISASI 2017
Kau sudah datang.
Kerja bagus, Pak Gi.
Bagaimana jika kita minum setelahnya?
Belum bisa. Kita harus finalisasi daftar restrukturisasi.
Hei.
Tak masalah siapa yang kau pecat. Semuanya sama saja.
Kita sudah memilih satu grup
dan Wakil Presdir sudah menyetujuinya.
Tentukan saja dan putuskan separuhnya.
Mengerti?
Su-jong, apa aku termasuk dalam restrukturisasi mendatang?
ASISTEN MANAJER, SUNG JIN-YONG
Ini.
Tepat satu dekade lalu
aku melakukan apa yang kau lakukan sekarang.
Ini trik yang diajarkan atasanku.
Apa ini?
Lempar koin.
Kita melakukan restrukturisasi dengan melempar koin?
Hei, apa salahnya melempar koin?
Tidak ada yang lebih adil daripada itu.
Tidak ada prasangka atau emosi.
Tak ada keberpihakan almamater atau regionalisme.
Depan atau belakang? Ya atau tidak?
Itu saja.
Mengerti?
Kau juga butuh promosi.
Selesaikanlah.
Jangan terlalu dipikirkan.
Astaga.
Seon, apa kata ibu anak itu?
Da-rae.
Kau bekerja dengan baik. Lanjutkan.
Begini
kudengar Da-rae mengabaikan anak itu lebih dulu.
Tapi itu tidak masuk akal.
Kau benar. Dia tidak akan melakukan itu.
Mereka jelas mengabaikannya.
- Sudah berapa kali ini terjadi? - Benar.
Biar dia sekolah di luar negeri.
Di luar negeri?
Kau tahu Da-rae berbakat.
Sistem di Amerika bagus
dan Da-rae juga akan suka di sana.
Ya, tentu saja dia akan menyukainya.
Tapi kita tak mampu.
Kita harus mencari cara.
Keadaan di kantor sedang sulit.
Kau ingat Jin-yong?
Dia masuk daftar restrukturisasi
dan aku tak tahu apa aku akan selamat.
Ikuti saja perintah perusahaan dan bertahan sebisa mungkin.
Aku bukan budak.
Aku harus mencari produk bisnis dan memulai bisnisku sendiri.
Su-jong.
Kita budak.
Masih ada 20 tahun lagi sampai kita bebas.
Hidup tidak pernah mudah bagi kita.
Pikirkan Da-rae dan bertahanlah.
Aku akan cari tahu apa ada sif malam di IGD.
Baiklah.
Butuh 125.679.200 won lagi...
Apa yang akan terjadi kepadaku?
ASISTEN MANAJER, SUNG JIN-YONG
Keluar atau selamat.
Selamat.
Tidak.
Sial.
Sedang apa kau?
Koin apa ini?
Apa? Hei.
Kenapa kau mengabaikan pesanku?
Kau mengirimiku pesan?
Kau tahu aku ditipu tuan tanahku.
Anakku sudah berusia tiga tahun dan kami mungkin berakhir di jalanan.
Aku sungguh tak bisa pergi dari sini.
Ya, benar. Tentu saja.
Kau mau makan malam?
Maaf, aku harus menemui seseorang.
Kau menghindariku?
Apa maksudmu?
Lihat?
HWAL-SUNG AKU SUDAH SAMPAI, AYO MAKAN
Baiklah.
- Mari minum kapan-kapan. - Baik.
Jangan bekerja terlalu keras.
Tidak akan.
Hei, kenapa di pojok sekali?
Sudah kubilang jangan memesan mi lebih dulu.
- Nanti akan lembek. - Aku memesan begitu saja.
Dasar kau.
Minum dahulu, mi nanti?
Tidak.
Kuterima, tapi tak minum.
Aku harus bangun pagi besok.
Yi-gyeong ingin aku mengikuti ujian PNS.
Aku tak pernah belajar seumur hidup, bagaimana aku bisa ikut ujian?
Lupakan saja. Kau akan lebih heroik dengan melakukan hal lain.
Aku setuju.
Demi negaraku, aku tidak akan menjadi PNS.
Kenapa kau tiba-tiba ingin menemuiku?
Kawan.
Kau mau menjadi tuan tanah?
Apa?
Bagaimana menurutmu?
Aku tahu apa?
- Bukankah gedung ini terlalu tua? - Hei.
Ini soal lokasi, bukan gedungnya.
Inti real estat adalah lokasi.
Apa istimewanya lokasinya?
Ini informasi terbaik.
Ini hanya untukmu.
Kau melakukan ini lagi.
Hei.
Seluruh kawasan ini akan dibangun ulang.
Pembangunan ulang?
Ya, di sini, lokasi utama di tengah Seoul.
Kenapa kau membaginya denganku?
Semua orang bilang aku harus menolak saat seseorang mengatakan itu.
Kita bukan orang asing.
Itu karena aku tidak mampu membelinya sendirian.
Mari berinvestasi bersama.
SALON RAMBUT DARAE
SALON RAMBUT DARAE
Hei.
Kita bagi rata 50-50.
Kau simpan 1,2 miliar aku juga.
Tapi aku ingin kau membayar 200 juta sebagai uang muka.
Kau bisa menutupi bunganya dengan sewa bulanan.
Tetaplah bertemu di sini sampai kawasan ini dibangun ulang.
Aku tak punya 1,2 miliar won.
Kau bisa mengambil pinjaman.
Kau bisa dapat sampai 80 persen saat membeli gedung.
Bagaimana kau akan membayarnya?
Aku menantu Nyonya Jeon Yang-ja.
Aku tidak disukai olehnya
sampai sekarang, dan aku tahu aku tidak diterima.
Tapi keadaan tampak berubah
setelah Yi-gyeong hamil.
Kenapa aku harus membayar uang muka? Bagaimana denganmu?
Aku tidak punya arus kas saat ini.
Tapi mari kita buat akta atas namamu.
Kau percaya padaku?
Tidak.
Aku selalu dua langkah di depanmu.
Saat kau ingin menusukku dari belakang, lihatlah punggungmu.
Astaga.
MARKAS KLUB BADUK
KENAPA AS
BIAYA STUDI DI LUAR NEGERI
TERGANTUNG JENIS SEKOLAH, KAWASAN, DAN PEMUKIMAN
300 JUTA HINGGA 500 JUTA 180 JUTA HINGGA 300 JUTA
Haruskah kita hidup sebagai tuan tanah?
Ada apa denganmu kali ini?
Kau serius?
Kau bilang kita harus mencoba.
Aku tidak bilang begitu.
Kubilang kita harus menghasilkan uang jujur tanpa tipu daya.
Apa maksudmu dengan uang halal?
Da-rae tak seperti kita.
Kita harus besarkan secara berbeda.
Begini masalahnya...
Itu tawaran Hwal-sung
dan kita hanya perlu membayar uang muka.
Dia cepat tanggap dalam hal ini
dan ibu mertuanya kaya raya.
Bagaimana dengan pekerjaanmu?
Aku harus terus bekerja.
Hwal-sung akan mengelola gedung itu.
Orang tua Da-rae?
- Ya. - Ya.
Ayo.
INSTITUT STUDI LUAR NEGERI SEJEONG EDU
Kenapa aku ingin makan manis seperti bocah setelah tak merokok?
Aku tidak percaya Da-rae membuatku berhenti.
Kau pria penyayang keluarga.
Seon sudah memberitahuku. Apa 200 juta cukup?
Ya, aku dapat persetujuan pinjaman dari bank
jadi, dengan 200 juta, beres.
Akhir yang bahagia.
Baiklah.
Begini saja.
Sudah masuk.
Terima kasih banyak.
Aku akan segera mengembalikan uangmu dengan bunganya.
Sudahlah. Aku tidak butuh itu.
Aku tidak butuh uang.
Kau tidak berutang bunga kepadaku.
Aku sungguh berpikir kau ini tidak biasa.
Kau perwujudan manusia dari kata baik.
Sudah kubilang kau akan sukses.
Apakah ini berarti kakakku sekarang istri tuan tanah?
Ya.
Dan itu semua berkat kau.
Itu karena kau hidup giat.
Terima kasih banyak.
No comments yet. Be the first to leave one.