The first 200 lines.
Kak Krisna minta Wini fotonya kasih senyuman yang manis, ya. Oke?
Oke, Wini senyum. Satu, dua.
Nah, begitu. Cakep, Adik Manis.
Sekali lagi.
Semangat, Wini!
Wini kenapa lemas banget?
Kita mulai lagi, ya? Oke.
Satu, dua, tiga.
- Wini! - Wini!
Orang bilang, aku keras hati.
Tapi menurutku keras kepala.
- Pagi, Pak! - Pagi.
Semangat!
Membawa impianku bisa bekerja di tempat ini.
Kantor pos.
Ya, kantor pos!
Karena kantor pos pula, aku bertemu banyak keajaiban.
- Kris. - Bu.
Maaf, kita belum boleh masuk ke dalam.
Bagaimana keadaan Wini?
Maafkan aku, ya, Bu.
Aku tidak sadar kalau kondisi Wini sedang drop.
Aku terlalu memaksakan diriku untuk terus memotret Wini.
Aku minta maaf, ya, Bu.
Mudah-mudahan tidak ada yang serius, ya, dengan Wini.
Dokter Rebecca sebenarnya sudah mengingatkanku, Bu,
untuk terus menjaga kondisi Wini.
Aku terlaluβ¦
Aku terlalu egois, Bu.
Ya.
Dok, bagaimana kondisi Wini, anakku?
Kondisinya stabil, Bu.
Tekanan darahnya drop.
Trombositnya masih bagus.
Hatinya sepertinya kelihatan senang, tapi fisiknya dia tidak mendukung.
Wini kelelahan.
Ayo, Kris! Ingat SOP.
Peraturan perawatan pasien terdiagnosis kanker.
Kau itu jangan terlalu memaksa.
Ya, Dok. Aku minta maaf, Dok.
Aku terlalu egois dan tidak sadar, Dok,
kalau kondisi Wini sedang drop.
- Maafkan aku, Dok. - Baik.
Terima kasih banyak, Dok.
- Terima kasih, ya, Dok. - Ya, sama-sama.
Permisi.
Bapak Rumi.
Bulan ini sudah tiga kali Pak Rumi mampir ke sini.
Buat sahabat yang jauh di mata, ya?
Pak Rumi bisa saja.
Ini surat seperti biasa, dari sahabat pena.
Soalnya sudah empat tahun Pak Rumi antar surat dengan alamat yang sama.
Dari Bang Reza.
Jangan-jangan sudah segudang rayuan cintanya ini.
Pak Rumi sok tahu.
Semoga Bapak tidak bosan mengantar surat buat Ruth.
Ya, selagi surat masih bisa membahagiakan, Pak Rumi ikut senang.
Pak Rumi doakan semoga yang jauh, dekat di hati.
Sudahlah. Pak Rumi mau antar surat lagi.
Hai, Ruth, sahabat jauh yang begitu dekat.
Hari ini aku tandai sebagai 18 tahun persahabatan kita.
Ya?
Dunia makin sempit,
makin mempersingkat jarak antara kita.
Aku tahu 18 tahun itu bukan waktu yang singkat.
Aku ikuti setiap rencana Tuhan dan setiap ketentuannya.
Termasuk perjumpaan denganmu.
Jadi, mari kita rayakan persahabatan kita
dengan berjuta cerita dan kenangan ini.
Cita-cita itu passion. Hasrat.
Aku selalu ingin jadi dokter
dan aku harus wujudkan.
Kalau kau ingin bekerja di kantor pos,
wujudkan, Ruthie!
Aduh, itu kerjaan sudah menumpuk, masih saja balas-balasan rindu.
Balas-balasan rindu bagaimana, Mbak?
Ini cuma cek notifikasi masuk saja, kok.
Siapa tahu ada yang penting.
Pasti dari Yayang Reza, sahabat pena terbaik di dunia, 'kan?
Mana mungkin yang seperti itu berteman saja?
Atauβ¦
Pacar, tapi berkedok teman.
Apaan, Mbak Dewi?
Pakai mogok lagi.
- Ya, Nay? - Kris, kenapa harus molor begini?
Aku sudah bersusah payah buat meyakinkan pemilik merek.
Aku yang memberikan jaminan kepada mereka agar dapat hasil pemotretan yang bagus.
Ya, Nay, sabar.
Ini juga lagi di jalan.
Ini sudah dekat lokasi, kok.
Sebegitu gilanya kau sama kerjaan menjadi relawan.
Tak ada uangnya, Kris.
Sekarang realistis saja.
Jangan pernah, ya, singgung soal hasrat atau tujuan hidup aku.
- Atau kau⦠- Atau apa?
Atau apa Kris?
Tolong, ya, kalau kau sudah pegang komitmen,
simpel saja, kok, buat menentukan masa depan kita.
Bawel.
Kok susah, ya?
Biar aku bantu, Nek.
Oh ya, terima kasih.
Ya, sama-sama.
- Terima kasih, Mbak. - Sama-sama.
Ini kalau tidak serius, kita bisa lama selesai kerjanya.
Ini sudah serius kali.
Satu, berikutnya!
Oke, rehat dulu.
Kenapa telatnya hari ini lama banget?
Tadi aku habis dari kantor pos. Ada urusan.
Ketemu sama Ruth? Pujaan hati semasa SMA.
Dasar, Tuan Pengagum Rahasia.
Ini bagaimana modelnya?
Senyumnya jelek banget semuanya.
Ini kita pemotretan untuk merek ternama.
Ini fotonya seperti model film horor.
Kau ini tidak ada bosannya, ya, mendekati Ruth.
Yah, namanya juga usaha.
Kalau dapat, ya, syukur.
Kalau tidak dapat juga tidak apa-apa.
Tapi aku yakin, ya.
Mungkin Ruth bakal mau jadi modelmu.
Tapi pas prewedding -nya dia sama Reza.
Jelek banget doanya. Tidak lucu, tahu!
Tidak lucu, ya?
Oke. Kita lanjut foto lagi, ya.
Tolong konsentrasi, ya, soalnya aku ingin hasilnya bagus.
Senyumnya kasih yang bagus.
Berikutnya. Pose. Ganti.
Di mana karakternya? Oke. Senyum.
Oke, kita rehat sebentar.
Mbak, Ratu tolong dirapikan riasannya.
- Mbak. - Ya, Kak?
Ini paketnya.
Paketnya benar bisa sampai besok, 'kan?
Ya, Kak. Pos Express merupakan layanan next day,
jadi, besok paketnya sudah sampai.
Soalnya aku punya toko daring, Mbak.
Nah, jadi, kalau aku telat mengirimkannya, pelangganku bisa pergi.
Kalau saranku, Mbak,
lebih baik Mbak unduh aplikasi Pos Aja.
Nah, di sana, Mbak bisa COD, bisa pick-up dari rumah,
bisa lacak juga kurirnya ada di mana, garansinya juga ada.
Ternyata kantor pos sudah ada aplikasi sekeren ini, ya.
Besok aku unduh.
Terima kasih infonya, ya, Mbak.
Resinya.
Barangnya aku terima, ya.
Oke. Terima kasih banyak, ya.
- Terima kasih. - Ya, permisi.
INI BUKAN KENCAN.
Hei, kenapa itu senyum-senyum sendiri?
Tidak. Ini, Krisna iseng banget.
Kalau saran aku, lebih baik kau terima saja Krisna.
Daripada menunggu pacarmu yang tidak pulang itu.
Bagaimana, ya?
Krisna itu pemberontak banget, Mbak.
Masih belum bisa komitmen.
Itu dulu kali.
Kalau sekarang, mungkin saja sudah berubah.
Begini, ya, Krisna itu lebih santai.
Kalau jadi kau, aku akan pilih Krisna yang jelas-jelas bucin.
Mbak, ini masalah hati.
Tidak bisa segampang itu diubah.
Tadi katanya sahabatan saja.
Terus sekarang bahas hati?
Hei.
Dasar!
Kris.
Kris, kau serius mau langsung pergi? Tidak mau pamit aku dulu?
Sama Tuan Putri saja yang belum.
Kris, aku serius.
Kau tidak biasa bersikap begini kepadaku.
Kris.
Karena kau itu menyebalkan.
Kau yang menyebalkan, Kris.
Kris.
Kris.
Kris.
Kris.
- Susah. - Ya, agak susah.
Susah, 'kan? Sudah penuh.
Ruth.
- Ya, Pak? - Bisa ke ruanganku sebentar?
- Sekarang, Pak? - Ya, sekarang.
Ya, nanti aku ke sana.
- Mbak, aku ke sana, ya? - Tidak apa-apa. Sudah sana!
Ruth. Senyum.
Naik kereta api Tut, tut, tut
Siapa hendak turut?
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
- Seperti kita kecil dulu, ya, Bu. - Ya.
Lucu banget.
Keretaku tak berhenti lama
Permisi.
Silakan masuk.
Ya. Selamat siang, Dok.
Selamat siang.
Halo! Ini dia pelukis dan model kita yang paling cantik.
No comments yet. Be the first to leave one.