The first 200 lines.
Barangsiapa meninggikan diri, IA AKAN DIRENDAHKAN
Dan barangsiapa merendahkan diri, IA AKAN DITINGGIKAN
12
29 April, 2012.
JEMAAT NEW YORK
Itu Minggu pertamaku di Gereja Hillsong.
Aku punya tato tanggalnya.
7.000 hadirin menghadiri satu dari tujuh kebaktian tiap hari Minggu.
Gereja ini kerap dikunjungi selebritas seperti Justin dan Hailey Bieber.
Pesohor bola basket.
Chandler, mereka perlu berbicara!
Selena Gomez dan Kendall dan Kylie Jenner.
Ketika aku menemukan Gereja Hillsong, rasanya seperti...
PUSAT KESENIAN SPIRITUAL
...aku diterima.
SELAMAT DATANG KEMBALI
Bukan sekadar gereja. Ini adalah suatu pengalaman.
Hillsong adalah gereja raksasa. Jemaat mingguannya 150.000 orang.
Di dalam sangat gelap.
Tak ada jendela kaca patri, piano, atau organ.
JEMAAT NEW YORK
Ada juga anak muda.
JEMAAT
- Semua tampil kece. - Band besar di panggung.
Semua bertepuk tangan.
"Siapa bersemangat hadir hari ini?"
Itu...
Terasa ajaib.
Kemudian Carl naik panggung.
Pesannya...
Disusun dengan begitu indah.
Aku mencintaimu. Senang melihatmu di gereja. Asal kau tahu.
Kau mengidap depresi? Telepon aku.
- Telepon aku jika kau membutuhkanku... - Ya!
...karena aku takkan mengabaikanmu.
Sampai kita menemukan solusinya, aku bersamamu, mendukungmu.
Dia berulang kali melantangkan poin-poin memukau.
Aku ingin masalah baru.
"Aku ingin masalah baru."
Benar bahwa ada masalah.
Tapi berbeda dengan yang dibahas di panggung.
Carl Lentz.
Carl Lentz, si "pendeta selebritas",
kejatuhannya memicu gelombang skandal bagi pihak gereja.
Lentz dipecat dari Gereja Hillsong
atas dugaan "kegagalan moral".
Cerita terungkap
dan membuat kami bertanya kenapa Carl dipecat seperti itu.
Seperti kasus Watergate. Dalih lebih parah dari tindakan.
- Penasihat spiritual Justin Bieber. - Dia itu bodoh. Penipu.
- Keadaannya sekarang prihatin. - Semuanya runtuh
ketika Lentz mengakui perselingkuhan.
Dari anak emas ke anak buangan dalam waktu 33 detik.
Carl Lentz mengupayakan pengendalian dampak negatif.
Jika ceritanya hanya soal perselingkuhan,
kita takkan duduk di sini, hari ini.
Pemecatan Lentz di New York membuka pintu masalah baru bagi Hillsong.
Carl memang problematik, namun ada pengaruh di luar itu juga.
Ada masalah kebudayaan.
- Yang sebenarnya. - Yang sebenarnya.
- Tidak lain daripada sebenarnya. - Tidak lain daripada sebenarnya.
Perilaku sangat tidak Kristiani.
Pelecehan anak, eksploitasi pekerja, dan kekerasan seksual.
Kami tahu pasti ada tuduhan serius.
Ada lebih dari satu orang korban.
Mereka tahu ini akan buruk bagi kehumasan.
Apalagi, ini terkait dengan gereja.
Lalu Carl tiba-tiba menghilang.
Kami menghubungi Carl dan Gereja Hillsong dan tak dapat jawaban.
Tapi, jemaat Carl,
orang-orang yang amat bergantung padanya,
mereka merasa ditelantarkan.
Terombang-ambing.
Aku muak melihat orang hebat
merusak hidupnya karena hal yang dapat dicegah.
Itulah mengapa kau harus lakukan semuanya di hidupmu malam ini...
Aku sudah jadi jurnalis...
MAJALAH VANITY FAIR
...utamanya jurnalis investigatif, selama sekitar 15 tahun.
Lindungi identitasmu, lindungi...
Aku suka ketika saat mengerjakan berita,
berita yang ditugaskan lebih dahulu
ternyata bukan yang akhirnya kau ikuti.
...soal itu malam Ini. Kalian di sini berkat Tuhan...
Dan kurasa itulah yang terjadi padaku dan Dan.
Aku mulai meliput Hillsong saat Carl Lentz dipecat.
Editorku, Matt Lynch, mengirimiku pesan suatu malam...
MAJALAH VANITY FAIR
...bilang kita harus menyelidiki lebih lanjut.
Bermula dari skandal selebritas.
Kemudian dengan cepat jadi skandal yang menyangkut gereja.
Aku belum pernah melihat kasus begini.
Kebusukannya terus terkuak.
"Apa tindakanmu saat pendeta juga terlibat?"
Menurutku gila ketika... diawali oleh Carl.
Aku dibesarkan sebagai Katolik tradisional.
Banyak Salam Maria dan Doa Bapa Kami.
Bagiku itu keyakinan keluargaku,
yang diturunkan kepadaku.
Namun, aku menemukan Gereja Hillsong, aku melihat-lihat
dan ada orang-orang seumuranku.
DATANG APA ADANYA
Carl Lentz naik panggung, aku bertanya, "Siapa ini?"
Tak mungkin dia seorang pendeta.
Ingat, kami tak tahu ketika pindah ke apartemen ini...
PENDETA PIMPINAN
...bahwa di sebelah kiri kami adalah komunitas pengedar narkoba,
dan di sebelah kanan juga ada komunitas pengedar narkoba.
Aku tahu pada suatu hari, karena saat aku duduk
pukul 02.00 hari Sabtu,
sedang main Call of Duty sebagai pria dewasa, atas kehendak Tuhan,
dengan putriku, Ava, yang sedang tidur di lantai atas.
Dan aku dengar letupan keras.
Lima belas, 16, 17 letupan. Sudah pasti suara tembakan.
Kulakukan perbuatan pria tangguh,
teriak dan sembunyi di bawah sofa.
Ada saat di mana empat detektif melihat ke arah rumah kami.
Mereka duduk, aku menghampiri.
Kubilang, "Pak, sedang lihat apa?"
Mereka jawab, "Kami tak percaya tak ada satu lubang pun
di lantai dua rumahmu.
Karena dari posisi penembakan, harusnya tidak hanya ada satu atau dua,
tapi banyak sekali lubang yang dihasilkan.
Apa ada orang di atas?" Kujawab, "Ya. Putriku di sana.
Putriku, ia tidur di atas." Ini gila sekali.
Kemudian tetanggaku yang tua, usia 70-an,
keluar hanya bersinglet dan celana dalam, pakai sandal Crocs.
Katanya, "Kalian tahu, Kristiani. Dia orang beriman.
Rumah itu takkan bisa dirusak. Itulah alasannya."
Begini.
Ini bukan karena aku pendeta.
Ini bukan karena aku beriman.
Kalian bisa tenang malam ini
karena Tuhan melindungi kalian dari hal-hal yang belum tampak.
Dia melindungi kalian dari kekuatan yang tak bisa dilawan sendiri.
Ini Tuhan kami!
Ayo, seseorang...
Rasanya seperti ia berkhotbah hanya untukku...
Ini pesan terakhirku malam ini.
- ...dan itu berdampak besar. - Ingat ini adalah gereja kalian.
Penuh belas kasihan dan berkah.
Seperti aku hilang dan kini ditemukan.
Bakat Carl, menurutku, adalah pesona.
JEMAAT NEW YORK (2010 - 2017)
Dia bisa terlihat sangat tulus.
Ada sesuatu padanya. Dia mendengarkan pidatomu...
Dia aktor yang hebat.
Aku merasa canggung saat pertama kali ke Hillsong.
JEMAAT NEW YORK (2011 - 2016)
Awalnya aku tak mau pergi. Ashley memaksaku.
Ashley itu putriku.
Kau mau berdoa?
- Ya. - Baiklah.
Kubilang, "Kau harus ikut." Dia bilang, "Tidak mau."
JEMAAT NEW YORK (2010 - 2016)
Itu orang tertua di sana.
Kurasa dia senang karena aku merasa sangat terhubung.
Dia mulai datang untuk kebaktian, dia amat populer.
Mau tahu bagaimana aku bertemu Carl?
Baiklah.
Aku keluar gereja lewat tangga belakang,
Carl dan Laura sedang turun,
kubilang, "Pendeta Carl, aku berharap bertemu dirimu. Aku Mary Jones."
Dia bilang, "Aku tahu siapa dirimu.
Aku sangat ingin bertemu, senang aku dan istriku bertemu denganmu."
Ketika berbicara dengan Carl, jika ada kesempatan bertemu,
kau akan merasa istimewa.
Kalangan gereja mengenalku sebagai Mama Jones.
Aku merasakan kebaikan di dalam diri Carl.
Setahuku dia selalu menangis setiap khotbah.
Aku mencintai kalian. Aku tak mau menangis.
Namun, aku akan bilang ini.
Menurutku, Carl bisa atur kapan dia menangis.
Memegang mikrofon, dia bilang...
Kutahu ekspresiku tak mirip, tapi...
Jika ia lihat ini, ia mungkin kesal karena aku bilang ini, tapi ia lucu.
Khotbah yang baik. Kau tak perlu jadi megabintang...
Aku sangat tersentuh olehnya.
Bersyukur Yesus menyelamatkan hidup kalian.
Siapa saja.
Jangan siarkan ini, Byron. Air mata buaya.
Carl Lentz memiliki kepercayaan diri yang amat spesifik.
Carl, dia mahir sekali.
Kali pertama aku jumpa Carl, aku tak ingat ucapannya,
namun, Carl Lentz sangat memesona.
Semua yang melajang, lambaikan tangan.
Oke. Aku paham. Aku mau ikuti orang ini ke mana saja.
Kerumunan pemuda berjumlah 7.000 orang tiap hari Minggu.
Dia dikerumuni jemaat bak selebritas pada umumnya.
Suami dan ayah berusia 35 tahun ini bukan pendeta biasa.
Dia tinggi, tampan, berbadan bagus.
Berselera mode,
mengenakan jaket kulit hitam Yves Saint Laurent.
Bertato, celana jin hitam ketat dengan...
Pakaian berpotongan V yang rendah.
Sangat, sangat rendah
meskipun tidak sedang berada di gym.
Tunggu. Apa... Ada apa dengan celana pendeknya?
Dia memang enak dipandang.
Tetap berfokus pada Yesus.
No comments yet. Be the first to leave one.