Sisterakas

Sisterakas

Download Indonesian Subtitle

Release info

Sisterakas 2012 FILIPINO WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-01-19
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

DI MASA LALU...

- Boy. - Pak.

Rafael, putra kami, Bernardo. Panggil saja dia Boy.

Apa kabar?

Ibuku baru meninggal. Kita kini tak punya tempat tinggal.

Kau tak apa-apa jika kembali bersama Boy dan menjadi pembantu lagi?

Tak apa-apa.

Ini medaliku! Terbaik dalam Kesenian.

Andai tadi Ayah ada di sana mengalungkan medaliku bersama Ibu.

- Seakan ayahmu bakal punya waktu. - Cara!

Ayah selalu punya waktu buatmu.

Ayah terlambat karena ibumu yang gila ini tak membangunkanku.

Akan kutebus lain waktu, ya?

Liburan berikutnya, kita akan pergi ke Disneyland.

- Sungguh, Ayah? Aku sayang Ayah. - Disneyland.

- Disneyland. - Aku sayang Ayah.

Ada apa ini?

Kau pembohong!

- Boy. - Boy juga dapat medali.

Wah, banyak sekali.

Boy.

Terbaik Dalam Matematika, Terbaik Dalam IPA,

Terbaik Dalam IPS,

Paling Ceria, Terbaik Dalam Musik, Berpenampilan Terbaik, Bintang Malam,

Bintang Tahun Ini,

Gigi Terputih, dan Terbaik Dalam Debat.

Akan kuberi hadiah nanti saat aku pulang.

- Kau mau apa? - Barbie!

- Boy, sedang apa kau? - Jadi peragawati.

Seperti yang selalu kulihat di TV.

- Peragaan busana. Biar kutunjukkan. - Kita berdua suka mode.

Aku suka membuat sketsa desain. Lihat ini.

Wah! Kau sungguh hebat.

Kau berpotensi menjadi terkenal.

Dan kau bisa menjadi model kelas dunia.

Ajari aku cara menjadi model dan aku akan mengajarimu menggambar.

- Aku suka itu. - Baiklah.

Kau suka sesama jenis?

- Apa kau punya dagu yang panjang? - Ya.

Jika begitu aku juga.

- Dasar kau ular! Lancang! - Berhentilah memukulnya!

- Kumohon ampuni aku, Nyonya. - Tidak!

- Ibu? - Boy, kembali ke kamarmu.

Tidak, tetap di sana! Aku ingin kau mendengar ini!

Ibumu adalah selingkuhan suamiku.

Beri tahu ayahmu!

Rafael adalah ayah putraku.

Aku tak tahan lagi.

Aku akan bunuh diri, Rafael!

Nyonya, jangan!

- Baiklah, kau saja kalau begitu. - Ibu!

- Ayolah, Rafael. Pilih. - Ibu...

Maukah kau memilih orang-orang miskin tak tahu diri ini...

dan kehilangan semua kekayaanmu...

atau kau akan melupakan semua mengenai pembantu menjijikkan ini?

Pilihlah, Rafael!

Kalian semua, berhenti. Jangan menolongnya!

Siapa pun yang mencoba menolong mereka, tak akan mendapat bonus Natal.

Ibu! Ibu!

Kalian tak berperasaan.

Aku bersumpah...

suatu hari, aku akan membalas dendam.

Aku akan bekerja keras! Aku akan menjadi kaya.

Aku akan menjadi terkenal.

Aku akan menemukanmu. Akan kubuat kau merasakan penderitaan yang sama.

Ibu.

Ibu...

- Ayo makan. - Ibu.

- Putri-putriku akhirnya sudah bangun. - Selamat pagi, Ibu.

- Ibu... - Ayo makan.

Desainmu sangat bagus.

Kapan ini akan menjadi pakaian sungguhan?

Mungkin ini belum terkenal.

Desainnya melampaui masanya.

Tetapi aku yakin suatu hari, dia akan terkenal karena ini.

- Aku setuju! - Oh, kau...

Kalau ayah kalian adalah pembawa nahas,

maka kalian berdua adalah azimat keberuntunganku.

Itu si Nyonya.

Lari!

Oh, tidak. Buka pintunya!

- Hai, Nyonya. - Selamat pagi, Nyonya.

Ayo.

Tekan.

Nyonya, kita ada masalah.

Janet, asisten eksekutifmu, akan melompat dari atap.

Kenapa?

- Aku akan loncat! - Janet.

- Sedang apa kau di sana? - Tentu saja aku akan bunuh diri.

Menurutmu? Apa aku hanya mencari udara segar?

Nyonya, tolonglah dia.

- Jika tidak, dia pasti akan loncat. - Nyonya...

maafkan aku.

Aku tak bisa menyelesaikan presentasinya

karena aku harus selesaikan makalah Angelo.

Dan kau juga menyuruhku mencari ulat sutera.

Karena itulah aku tak bisa menyelesaikan presentasi PowerPoint.

Karena kau akan membunuhku, biarlah aku yang melakukannya sendiri.

Hentikan dia! Bakal menambah biaya jika dia mati.

Otak dan perutnya akan terhambur.

Kau harus membersihkannya sebelum klienmu datang.

Tolong, Bernice.

Dia akan menjadi asisten eksekutif ke-387 yang hengkang.

- Kumohon. - Ayolah.

Nyonya.

Nyonya.

- Kemarilah. - Nyonya.

Maafkan aku.

Janet!

Hai, biar aku yang kerjakan. Bersiaplah ke kantor.

Tidak apa-apa, Bon.

Salah satu trik dalam bisnis adalah

orang-orang pasti tertarik pada wajah cantik.

Jadi, akan ada lebih banyak pelanggan.

Kau beruntung masih pagi sekali.

Aku masih tak ingin mengkritik atasanku.

Oh, sungguh...

Hari ini adalah hari gajian.

Aku juga mungkin lagi tak ingin menggajimu.

Berhati-hatilah.

Wah. Kau berbicara seolah gajiku di atas upah minimum.

- Tolong. - Ada apa? Apa katamu?

- Tolong aku. - Apa yang terjadi?

- Ada apa? - Tolong...

Apa yang kau bicarakan? Aku tak bisa dengar.

- Kau tak dengar suaraku? - Suaramu kurang keras. Ada apa?

Tolong! Siapa pun.

Kami baru saja dirampok! Tolong!

Oh, ternyata karena itu!

Lalu kenapa kau tak menelepon polisi,

kapten desa, atau hansip?

Polisi!

Hansip!

- Hansip. - Hansip!

Pencuri!

Di mana perampoknya?

Di atap! Ikuti aku.

Ayo kita pergi.

- Cepat! - Lekas!

- Detty, bereskan mereka. - Ya!

Di mana mereka?

Ke sini?

Dasar bedebah.

Akan kutangkap kau sekarang.

Di sana! Ini ikanmu!

Selamat petang, Nyonya.

Bagaimana kabar Ibu? Dia sudah makan?

Dia makan apa? Sudahkah dia minum? Berapa sendok?

Tonton saja. Aku telah merekamnya.

Apa Angelo sudah pulang?

Dia tiba 17 menit 15 detik lalu.

- Kerja bagus, Simsiri. - Terima kasih.

Selamat petang, Nyonya.

- Halo. - Hai, Paman.

Ibu.

Kenapa kau pulang cepat? Kau tak ada kelas?

Guru ada urusan darurat, jadi aku pulang saja.

Langsung pulang? Tak ke mana-mana?

Aku melewati ke beberapa teman.

Melewati? Kau tak berhenti?

- Tentu saja. Kami jalan sebentar. - Hanya nongkrong? Tak bergerak?

Tentu kami bergerak, Paman. Kami jalan-jalan.

- Hanya berjalan? Kau tak lari? - Paman, hanya Itu yang kulakukan.

Kuperingatkan. Jangan sampai kudapati kau menggoda perempuan.

Jika sampai kutahu, akan kuberi tahu ibumu.

Paman, ibuku sudah mati.

Apa? Lantas siapa dia?

Berlebihan! Hanya bercanda.

Aku tahu ibumu meninggal.

- Dan kubunuh dia. - Paman.

Aku bercanda! Terlalu serius.

Tetapi aku benar-benar memberitahumu.

Jangan main-main. Jangan menggoda cewek.

Atau kubuat ibumu menghantuimu.

Ibu, bagaimana kabarmu hari ini?

Apa gunanya rumput segar jika tak ada kuda untuk dimakan?

Ibuku tampaknya sakau lagi. Obat apa yang dia minum?

Ada yang aneh dengan perkataanmu, Bu.

Boy, apa artinya semua kekayaan ini...

jika kita tak bisa bahas kuda-kuda

yang menendang kita dan membuat kita menderita?

Ibu, apa yang harus kulakukan dengan gaun ini jika kau terus panggil aku "Boy"?

Tolong panggil aku Bernice, jika boleh?

Baiklah. Boy Bernice.

Sungguh mengagumkan.

Nyonya Francisco?

Ny. Francisco, apa itu benar-benar kau?

Kau terlihat 15 tahun lebih muda.

Pas sekali.

Pas sekali, ya?

Kemarilah.

- Apa kau sudah mengukurnya? - Ya, sudah kuukur.

Tunggu sebentar.

Ny. Francisco, berapa ton beras yang kau makan

sampai beratmu tambah begitu banyak dalam beberapa hari?

Hei! Sekadar informasi,

aku menjalani diet pantai timur laut barat laut.

Akui saja kalian sangat buruk dalam membuat pakaian.

Entah mengapa aku bisa tahan dengan kalian.

Dan sekadar tahu, Paul Cabral adalah sepupuku.

Sisterakas subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left