The first 200 lines.
KEDIAMAN ASUDA
KEIICHI NAGIKO
YUI KAKERU
KAITO KII
Zip! Sekarang pukul 06,30.
Bagaimana cuaca hari ini?
Selamat pagi.
Hari ini akan cerah. Tidak terlihat satu awan pun.
Mungkin terasa agak hangat karena sinar matahari,
tapi suhu hari ini hanya 13 derajat Celsius.
Saat angin berembus dari utara...
Selamat pagi.
Berita hari ini.
Pagi.
Kaito, kau sudah cuci muka?
Baiklah.
DAFTAR BELANJA
Hei, tidak ada mentega.
Kau bisa saja membelinya.
Menakutkan sekali!
Kii. Kau akan terlambat ke sekolah jika tidak bangun sekarang.
Aku tidak mau pergi.
Cepatlah bersiap.
Ayolah...
Yui!
Kau mencuci seragamku tanpa pelembut lagi, ya?
Kaku sekali, menjijikkan!
Kaus kakiku juga tidak seputih sebelumnya.
Kalau begitu, belajarlah memakai mesin cuci sendiri.
Sungguh. Kau sebut dirimu anak sulung?
Hei, Kakeru!
Bukankah sudah kubilang jangan minum susu langsung dari kotak?
Benar juga! Sejak tadi aku ingin ke toilet.
Siapa yang lama sekali?
Ayah! Sampai kapan Ayah akan tetap di dalam?
Aku bisa kencing di celana!
Maaf! Ayah akan segera keluar.
Baiklah.
Maaf. Sebenarnya, ada yang ingin ayah sampaikan.
- Ayah mau berapa lama di dalam? - Apa?
Kalau begitu, ayah tunggu sampai kau selesai!
Yui. Sepertinya kita kehabisan tisu toilet.
Kapan Ayah akan ingat?
Bukankah sudah kubilang aku menaruhnya di sini...
Yang benar saja!
Tidak apa-apa. Biar ayah yang beli sepulang bekerja.
Ibu akan membantumu memakai gaunmu.
Kii, kau akan terlambat jika tidak bergegas.
Bagaimana sekolahmu, Kaito?
Ayah tidak perlu mengajukan pertanyaan yang tidak jelas.
Kau benar.
Waktunya sarapan!
Tunggu, Kakeru. Kau sudah mencuci tanganmu?
Apa?
Jorok sekali. Sulit kupercaya!
Jangan kesal begitu!
Sudahlah.
Sebenarnya, ada yang ingin ayah sampaikan.
- Makan yang benar, Kii. - Jangan makan berantakan.
- Diam! Tidak tumpah ke arahmu. - Ini kotor.
Semuanya, bisa dengarkan ayah?
Sebenarnya, hari ini...
Siapa yang datang sepagi ini?
Akan kubuka pintunya!
Sebentar!
Ini Transportasi Suzuka. Kami datang untuk mengantar barang-barang Anda.
Maaf, di sini agak berantakan.
Kemarilah, Kii. Itu berbahaya.
Ayo.
Permisi.
Kami letakkan di mana?
Di atas meja rias di ruang tatami.
Kalau begitu, kami lepas bungkusnya di sini.
Hei, apa itu?
Altar Buddha. Kau tidak lihat?
Altar Buddha itu apa, Ayah?
Apa? Itu...
- Tanda tangan dan cap Anda di sini. - Tentu.
- Apa itu altar Buddha? - Apa?
Mulai hari ini, bayangkan Ibu ada di dalam sana.
- Kita akan berdoa setiap hari. - Terima kasih!
Terima kasih.
Tapi kenapa? Ibu tidak ada di sana!
Apa? Seperti yang ayah bilang...
Kenapa Ayah membeli sesuatu seperti itu?
Hari ke-49 ibu kalian sudah berakhir.
- Kita tak bisa sedih selamanya. - Apa itu hari ke-49?
Apa? Begini...
Jadi... Itu...
Sudah hampir pukul 07,00.
Kami terus berjuang membawakan berita terbaru.
Mari makan.
Siapa kali ini?
Biar aku yang buka!
Sebentar!
Kii!
Aku Mita, asisten rumah tanggamu.
Aku dikirim oleh Agensi ART Harumi.
Apa?
Halo.
Boleh aku masuk?
Tentu. Maaf, di sini agak berantakan.
Kukira mereka akan mengirim orang yang terlihat seperti ART.
Sandalmu.
- Jangan khawatir. - Apa?
Aku bawa sendiri.
Begini. Itu Yui, putri sulung.
Ini Kakeru, putra sulung. Itu Kaito, putra keduaku.
Ini Kii, putri bungsuku.
Aku Mita, asisten rumah tangga kalian.
Hei. Apa itu asisten rumah tangga?
Itu...
Mulai hari ini,
Mita akan
membersihkan rumah, mencuci pakaian,
dan memasak makanan kita seharian.
Apa?
Aku tidak tahu soal ini.
Kau tahu, Yui?
Kurasa begitu.
Kenapa kau tidak memberi tahu kami hal sepenting itu?
Maaf. Itu salah ayah, Kakeru.
Bukankah ini bagus?
Di sini tak ada yang bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.
Kau tidak keberatan membiarkan orang asing masuk ke rumah kita?
Pasti biayanya juga mahal, 'kan?
Jangan khawatir, semua akan berjalan lancar.
Ingat? Kita punya uang dari asuransi ibu kalian...
Maksud ayah, hari ke-49 sudah berakhir.
Hei, jadi, apa itu hari ke-49?
Apa? Itu...
Begini...
Ada yang bisa jelaskan?
Hari ke-49 merujuk pada hari di mana arwah mendiang,
yang ada di dunia ini selama 49 hari,
pergi ke dunia lain.
Jadi, kalian ucapkan perpisahan dan melupakan orang tersebut.
Ini hari yang secara egois diputuskan oleh yang hidup.
Tapi Ibu masih di sini!
Ibu masih di sampingku!
Maafkan aku.
Mendadak kehilangan ibu mereka,
mereka masih sulit menerimanya.
Dia tenggelam di sungai dekat sini.
Lalu?
Apa?
Aku harus mulai dari mana, Pak?
Untuk saat ini...
Bersihkan rumah atau cuci pakaian.
Apa pun yang menurutmu perlu.
Boleh aku melihat-lihat rumah?
Ya, tentu.
Setelah mengantar Kii ke sekolah pukul 09,00,
aku akan mencuci pakaian dan menjemur selimut.
Sepertinya jamur tumbuh di kamar mandi dan toilet,
jadi, aku akan membersihkannya.
Pelembut, tisu toilet.
Mentega.
Sampo, kantong sampah...
Kalian kehabisan.
Setelah menjemput Kii pukul 15,00,
aku akan membelinya saat berbelanja bahan pangan.
Aku akan mengganti bohlam di sini.
Bagaimana aku harus merapikan kamar anak-anak?
Apa?
Itu...
Untuk saat ini, aku akan mencoba merapikan kamar
tanpa terlalu mengubahnya.
Bolehkah?
Ya.
Aku mengerti.
Aku akan menyiram dan memberi pupuk tanaman di pot.
Jendelanya tampak kotor,
jadi, aku akan menyekanya.
Kalian mau makan malam apa?
Ya, soal itu...
Kuserahkan kepadamu.
Satu hal lagi.
Ya?
Apa yang harus kulakukan dengan kamar itu?
Benar juga...
Aku memang berpikir untuk membereskannya...
Kau tidak perlu membersihkan kamar itu!
Kalau begitu, kau berencana membiarkannya begitu saja?
- Kau ingin membuangnya? - Aku tak bilang begitu!
- Hentikan. - Bagaimana menurutmu, Yui?
Apa?
Bisa dibiarkan saja untuk saat ini?
Sesuai permintaanmu.
Aku akan mulai bekerja sekarang.
Yui harus naik bus pukul 07,52.
Kakeru dan Kaito akan terlambat
jika tidak berangkat pukul 08,00,
jadi, kalian berdua harus bersiap.
Kusarankan kau berangkat lebih awal, Pak Asuda.
Tadi diberitakan
lalu lintas akan padat hari ini.
Baiklah.
- Gawat! - Astaga!
- Cepat! - Aku tahu!
No comments yet. Be the first to leave one.