The first 200 lines.
Tidak.
Demi bertemu Gold Boys, yang sibuk dengan tur dunia mereka,
aku jauh-jauh ke New York.
Gold Boys, senang bertemu kalian!
- Dua, tiga. - Halo, kami Gold Boys.
Pertama, selamat.
Kudengar tiket konser tur dunia kalian sudah terjual habis,
lalu berkat respons yang baik,
tur kalian diperpanjang.
Sebelum kita bahas, ada pesan untuk Goldy, penggemar Korea kalian,
yang telah menantikan Gold Boys?
Semuanya.
Semoga kalian sehat.
Meski kami tak di sana, aku yakin kalian menjaga kesehatan.
Kami berusaha keras agar bisa segera kembali kepada kalian secepatnya.
Jadi, sampai saat itu, jangan lupa makan,
jangan sampai sakit,
dan tetaplah sehat.
- Aku rindu Goldy. - Kiriman ayam!
Mari bicarakan album baru kalian.
Kudengar kali ini semua anggota ikut menulis dan menggubah.
- Bersulang! - Bersulang!
Aku masih harus berkemas
dan mau makan ayam bersamamu.
Selamat sudah mencoba mengajukan banding.
Bagaimana denganmu belakangan ini? Sudah siap?
Kantorku segera buka.
Aku sudah mencetak kartu nama.
Coba lihat.
Ini dia!
Mampirlah saat pembukaan. Bantu promosikan sedikit.
Kau memberiku paha ayamnya? Tumben.
Kau sudah punya tempat sendiri,
punya usaha sendiri.
- Aku bangga. - Hei!
Tanganmu berminyak.
Hentikan. Cukup.
Ayolah. Aku sudah dewasa.
Aku tak bisa mengikutimu selamanya.
Kau tahu aku tinggal di sini selama lima tahun?
Sudah lima tahun?
Ini menyenangkan.
Kita selalu bertengkar,
seperti teman dan keluarga.
Aku juga.
Bersamamu seperti teman dan keluargaโฆ
Membuatku tenang.
Kau ada di sisiku dalam situasi sulit
dan menjagaku diam-diam.
Berkat itu aku bisa bertahan.
Setelah kau pergi, tak ada yang bisa kusuruh lagi.
Rasanya hampa.
Benar, kan? Kau pasti bosan tanpa aku.
Teleponlah sesekali.
Kabari aku jika butuh sesuatu untuk bandingnya.
Omong-omong, tarifku sudah naik banyak.
Benarkah?
Aku detektif resmi.
Ini hangat.
Kau masih minum seperti ini?
Ini semua catatan dari kasus ayahmu.
Ini semua kontak orang yang bersaksi waktu itu.
Kau menyimpannya sampai sekarang?
Ini kasus yang selalu membebaniku.
Aku tahu
kau akan menanganinya suatu hari.
Aku baru mulai.
Kau pasti bisa.
Ayolah. Aku tahu kemampuanmu.
Bahkan saat kasus Do La-ik,
semua orang mengatakan itu mustahil,
tapi kau terus maju dan membuktikan dia tak bersalah.
Kau juga akan berhasil dalam kasus ayahmu.
Jika butuh sesuatu, beri tahu aku.
Pak.
Terima kasih.
Aku tak bisa sampai sejauh ini tanpamu.
Sudahlah.
Kau tahu,
meski aku lulusan terbaik,
aku menolak tawaran lowongan bagus demi masuk firmamu karenaโฆ
Aku tahu.
Tentu saja aku tahu.
Aku menjagamu sejak kau masih pelajar,
aku yang memberimu makan,
membelikanmu buku untuk ujian advokatmuโฆ
Bisa dibilang, aku ayah keduamu,
benar, kan?
Kau malah mengucapkan semuanya? Baru mau kukatakan.
Benarkah? Apakah terlalu jelas?
Pokoknya,
jangan anggap kau pergi selamanya.
Aku bukan mengusirmu.
Selesaikan kasus ayahmu
dan segeralah kembali.
- Paham? - Ya.
Baiklah.
Dia menjadi pengacara terkenal berkat kasus Do La-ik,
- sekarang malah mau cuti? - Ya. Padahal nilainya sedang di puncak.
Jika jadi dia, aku akan buka kantor sendiri
dengan namaku di pintu dan meraup banyak uang.
Tidak.
Jelas tidak.
Ini bukan soal uang.
Sidang ulang ini menyangkut keluarganya!
Mengungkapkan kebenaran, memulihkan keadilanโฆ
Itu tugas sakral pengacara.
Kau sangat senang soal merebut jabatan rekannya
saat dia pergi.
Apa? Senang?
Maksudkuโฆ
- Sebagai kolegaโฆ - Ya.
- Tidak, Ye-sol, sebagai kolegaโฆ - Ya.
Sudahlahโฆ
Ye-sol, aku sudah rapikan dokumennya.
Bisa ke kantorku nanti?
Ya.
Laluโฆ
Aku tahu telah membuat kalian repot dan khawatir.
Terima kasih
atas pengertiannya.
Dia berterima kasih kepada kita?
Tak kusangka dia akan berterima kasih.
TERIMA KASIH TELAH MELINDUNGI LA-IK
Aku mau mengambil dokumennya.
Ya. Ini.
Mau kubantu?
Tidak, aku sudah selesai.
Tapi, Ye-sol.
Terima kasih atas segalanya.
Aku pasti sangat kesulitan tanpamu.
Aku tak melakukan apa-apa.
Sebenarnyaโฆ
Ada yang mau kusampaikan kepadamu.
Ingat saat aku mengatakan
akan menjelaskan semuanya nanti?
Terima kasih, Ye-sol.
Aku akan jelaskan semuanya nanti.
Ya.
Aku terus berpikir bahwa aku tidak jujur waktu itu.
Akuโฆ
Sebenarnyaโฆ
Aku jugaโฆ
- Goldy. - Apa?
Aku Goldy, aku penggila Gold Boys. Favoritku La-ik.
- Apa? - Maaf aku menyembunyikannya.
Aku tak bermaksud menyembunyikannyaโฆ
Kukira akan jadi masalah
jika orang tahu pengacaranya penggemar kliennya.
Aku juga punya aturan merahasiakan idola pujaanku.
Sebenarnyaโฆ
Aku sudah tahu.
Aku tak yakin, tapiโฆ
Kurang lebih aku tahu.
Tak mungkin.
Kau merasa menyembunyikannya dengan sempurna, tapiโฆ
Silakan.
Bahkan sebelum kasus Do La-ikโฆ
Pengacara Maeng, ada surat.
Setiap La-ik mengunggah cerita di medsos, notifikasimu menyala bersamaan denganku.
GOLDY - NIKMATI HARIMU!
Lalu di kantormu
ada banyak barang berwarna ungu, warna khasnya.
Kata orang, batuk dan idola pujaan tak bisa disembunyikan.
Aku cuma berpikir, "Penggemar mereka memang ada di mana-mana."
Aku berusaha menyembunyikannya.
Aku cuma tahu karena aku juga Goldy, kalau tidak, mungkin takkan tahu.
Karena itu, aku selalu berterima kasih.
Kau mengizinkanku membantu La-ik dari jauh,
lalu berkatmu,
Gold Boys bisa kembali bersama.
Kau tahuโฆ
Bagi penggemar,
jika favorit kami bahagia, itu cukup.
Cuma itu yang kami mau.
Agar mereka bahagia
di mana pun mereka berada.
La-ik,
apa kabarmu?
DARI SIDANG PERTAMA
TERSANGKA UTAMA - PAK MAENG
Hari-hariku sangat sibuk belakangan ini.
Apa konflik mereka tampak serius sampai bisa mengarah ke pembunuhan?
Terkadang waktu berlalu begitu cepat,
terkadang bergerak sangat lambat
sampai aku tak bisa melihat akhirnya.
Video di balik layar tur luar negeri Gold Boys sudah diunggah!
Setiap itu terjadi,
aku melihatmu.
Laluโฆ
Meski dari jauh,
rasanya seperti kau ada di sisiku.
Seolah-olah suaramu
mengatakan kepadaku, "Tak apa-apa. Kau pasti bisa."
PENGAJUAN KASUS PIDANA
PETISI SIDANG ULANG
PEMOHON - MAENG SE-NA
Itu yang memberiku kekuatan untuk melewati hari iniโฆ
Dan memberiku keberanian menghadapi hari esok.
Aku merindukanmu,
No comments yet. Be the first to leave one.