The first 200 lines.
Hari ini cerah dan hangat.
Suhu di Seoul 21 derajat Celsius.
Besok, suhunya 24 derajat.
Pada 1 Mei, lusa, akan panas
dengan suhu 26 derajat Celsius.
Suhu di Daegu hari ini 25 derajat.
Besok, suhunya 27 derajat.
Lusa, suhunya 30 derajat Celsius.
Cuacanya agak kering...
Kita sudah sampai.
- Kita sudah sampai. - Ya.
Aku tahu.
Kertas dindingnya rusak.
Tempat ini...
Tempat ini pasti sudah lama kosong.
Ini lantai paling atas dan tak ada lift.
Ini bahkan tak dipakai sebagai gudang.
Namun, kau bilang
ingin tempat termurah.
Apa toilet ini bisa kugunakan?
- Ini terlalu... - Duduklah.
Itu toilet berukuran standar.
Mari coba ini.
Geser kakimu seperti ini!
BAB seperti ini tak akan nyaman.
Begitukah?
Pak, aku sungguh minta maaf...
- Bisa turunkan harga sewaku? - Sedikit saja?
Diskon!
Diskon?
Pemiliknya yang berhak memutuskan, bukan aku.
- Tidak akan muat! - Gunakan kekuatanmu!
- Hei. - Aduh!
Kenapa seorang bujangan butuh ranjang berukuran besar?
Ini namanya persiapan.
Kau mungkin membujang sepanjang hidupmu.
Namun, aku akan menikah.
Kenapa kau begitu lemah?
Sulit membeli kasur bekas sebesar ini.
Aku menggunakan aplikasi untuk membelinya
dengan harga murah.
Berapa harganya?
- Harganya 3 juta rupiah. - Ini 3 juta rupiah?
Mahal sekali!
Kau terlalu miskin untuk bertemu wanita!
Setidaknya cobalah menyamaiku.
- Apa? - Haruskah kuterima ini?
Kau terlalu jelek
untuk mengatakan hal seperti itu.
- Aku mau ke toilet. - Apa? Jangan!
- Jangan konyol. - Ada apa?
Itu tak memungkinkan bagimu.
Kau bahkan tak bisa main gitar.
Kenapa mengoleksinya? Berat sekali.
Kenapa kau memanggil kami,
alih-alih truk tangga?
Yoonseong, wajah dan mulutmu
kotor.
Lihatlah Jaeyoung.
Dia jelek, tapi kepribadiannya bagus.
Tirulah dia!
Kau lulus audisi untuk 'Dream Again'?
Ya.
Maka itu aku pindah ke sini.
Aku perlu bersiap untuk babak kedua.
Ini saatnya berhenti, 'kan?
Kau tak akan sukses menjadi penyanyi solo.
Dia lulus babak pertama!
Dia bekerja keras,
jadi jangan bilang begitu.
Apalagi saat dia sedang makan.
Seungjin, ini kesempatan emas.
Lakukanlah.
Akan kusediakan semua suplemen yang kau butuhkan.
Rumah sakit itu bukan milikmu.
Jangan cari masalah.
Itu rumah sakit ayahku,
jadi bisa dibilang punyaku.
Keraskan suaramu!
Kau seharusnya memesan alkohol juga.
Kau pencandu alkohol
yang pemarah?
Kenapa kau selalu berteriak?
Hentikan. Ayo makan saja.
Seungjin, anggaplah ini
kesempatan terakhirmu.
Kalian berdua, terutama kau!
Jangan mendesaknya.
Dia sudah putus asa.
Mari bersulang.
Dream.
Again!
Lumayan.
Suasananya misterius.
Ini benar-benar...
Lumayan.
Apa...
Tidak mungkin.
Ayolah!
Hantu tak ada!
Hantu tak ada!
Memalukan sekali.
Ini hari pertamaku di sini, tapi malah ada hantu...
Tidak. Hantu tak ada.
Sial.
Permisi.
Kau di sini, 'kan?
Aku baru saja pindah ke sini.
Jika kau menghantui tempat ini, tolong perlihatkan wujudmu.
Kumohon!
Kau pasti ada di sana.
Aku akan membebaskanmu.
Aku mungkin menangis, tapi aku suka keadilan.
Tunggu.
Ada semua alat ini.
Aku akan membebaskanmu!
Maaf.
Ini tengah malam.
Dan hari sudah gelap.
Semua orang tertidur.
Aku akan membebaskanmu besok pagi.
Selamat tidur.
Aku baik-baik saja.
Hantu itu harus kubebaskan.
Matahari sudah terbit.
Aku akan membebaskanmu sekarang.
Jangan takut.
Hei!
Menyedihkan sekali.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Siapa kau?
Kau hantu?
Sudah kuduga kau bodoh.
Apa?
Bodoh?
Aku bisa marah!
Hei, di sini.
Tunjukkan saja dirimu!
Aku tetangga sampingmu!
Apa?
- Tetangga samping? - Ya, tetangga samping!
Jadi, tolong jangan berisik.
Dindingnya sangat tipis.
Kau manusia?
Kau meremehkanku
setelah tahu aku bukan hantu.
Kau meremehkanku lebih dahulu!
Hei.
Kenapa kau menakutiku?
Dindingnya terlalu tipis, jadi tidak kedap suara.
Apa?
Percuma protes kepada pemiliknya.
Kita tinggal di gedung berbeda dengan alamat yang berbeda.
Pemiliknya harus bersepakat untuk memperbaiki dindingnya,
tapi mereka saling membenci.
Begitu rupanya.
Namun, kenapa aku mendengar suara hantu?
Aku tak tahan lagi, jadi...
Sebodoh apa kau?
Kau berusaha membuatku pergi?
Hei, apa kau psikopat?
Kaulah yang gila!
Dinding tipis, tak ada lift, dan kamar mandi yang kotor!
Bagaimana kau bisa tinggal di sana?
Kamar mandinya luas!
Kau pernah melihatnya?
Agen propertiku bilang
aku bisa seberisik mungkin di sini.
Kita berbicara lewat dinding.
Kau yakin sanggup tinggal di sini?
Mendekatlah.
Kenapa aku harus mendekat?
Yang terpenting...
Yang terpenting?
Aku tinggal di sini lebih dahulu!
Kau tak pernah mendengar 'siapa cepat dia dapat'?
Siapa cepat dia dapat?
Aku tak peduli.
- Pergilah! - Kau saja yang pergi!
Mengerti?
Hei.
Jangan membuang waktu dan emosi.
Kita harus berkompromi.
Misalnya bergantian.
Apa gunanya itu?
Aku bisa mendengarmu buang air kecil!
Kau mau buang air kecil bergantian?
Omong kosong.
Akan kubuat kau berkompromi.
Rock and roll, Sayang!
Kau bahkan tak bisa main gitar!
Bagaimana kalau berkompromi?
Dasar psikopat...
Psikopat itu...
Kita lihat saja berapa lama kau bisa bertahan.
Si, fa.
Si fa, si fa.
Kau tidur, Si, fa?
Sendirian, si, fa?
Dokter Jang!
No comments yet. Be the first to leave one.