The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
Jika tak menikah, hubungan kita selesai.
- Aku butuh waktu. - Waktumu tiga minggu.
Kalian di sini karena salah satu dari kalian mengeluarkan ultimatum.
Aku lelah menunggu. Jika tak menikah, kami selesai.
Kau mencintai pasanganmu, tapi apa kalian benar-benar berjodoh?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kalian akan bertukar pasangan.
Aneh rasanya berpikir
Scott akan menghabiskan tiga minggu dengan gadis cantik.
Kalian akan membangun rutinitas baru, hubungan baru.
Aku menjalani hidup terbaikku. Aku menyukainya. Sekian.
Ada perasaan dan hubungan yang nyata.
Dan kalian harus menjawab ultimatum itu.
Aku mau cincin.
UNTUK PILIHAN SEUMUR HIDUP
Aku yang memberi ultimatum kepada Richy.
Aku mau menakutinya, tapi kini aku yang takut.
Dia seperti aku, aku suka itu. Apa aku bersama wanita yang tepat?
Kita hanya tak berjodoh. Kita berdua baik.
Hanya tak cocok bersama.
Aku seharusnya tak membiarkan itu, tapi sebagai wanita,
ada yang tertarik padaku membuatku senang.
Kau sama berengseknya. Sungguh.
Aku pergi.
Mungkin kalian tak cocok.
Aku kesal jika kami melakukan ini untuk bertunangan,
tapi malah pergi melajang.
Ini keputusan terpenting dalam hidupku.
Kau memintaku menunggu lagi, aku tak bisa.
Ini omong kosong.
Aku ingin menunjukkan aku akan selalu ada untukmu.
Jadilah istriku.
Namaku Sophianne. Usiaku 31 tahun.
Aku penyanyi dan penulis lagu, aku menjalin hubungan dengan Lina.
MENJALIN HUBUNGAN SELAMA DUA TAHUN
Sejak kecil, aku bermimpi tinggal di AS,
sukses di industri musik, bekerja dengan mereka
yang menginspirasiku sejak kecil.
Aku ingin Lina menikah denganku dan mengikutiku bertualang di AS.
Masalahnya, dia tak mau pergi.
Untuk saat ini.
Takkan pernah.
Aku tak siap menjalani impian orang lain.
Ini menjadi masalah yang tak satu pun dari kami mau mengalah.
Aku tidak, dia juga. Kami berdua tak mau mengalah.
Ini bagus sekali.
Aku sudah mencoba berkompromi dengan Lina, tapi belum berhasil.
Itu alasanku mengeluarkan ultimatum.
- Halo. - Hei.
- Halo. - Aku Sophianne.
- Aku Lina. - Théo dan Romane.
- Senang bertemu kalian. - Sama-sama.
MENJALIN HUBUNGAN SELAMA DUA TAHUN
Saat kami bertemu, aku langsung menyukainya.
- Saat itu, sekitar pukul 04,00, itu... - Ayahku tak boleh tahu soal ini.
Orang tuaku sangat ketat soal menikah.
Jadi, aku tak mau hidup dengan pria tanpa menikah.
Itu tak bisa ditawar bagiku.
Aku sudah banyak berkorban untuk keluargaku,
kini saatnya aku menikmati hidupku.
Aku mau meluangkan waktu bagi diri sendiri sehingga pernikahan jadi nomor dua.
Aku takkan mau dipaksa menikah. Aku hanya akan menikah jika ingin.
Aku tak bisa bertahan dalam hubungan ini tanpa menikah.
Apalagi setelah empat, lima, enam tahun.
Ini alasanku mengeluarkan ultimatum.
Aku siap mengambil risiko kehilangan dia,
jadi, setidaknya dia sadar kami harus lanjut ke langkah berikutnya.
Agar setidaknya aku bisa dinikahi.
MENJALIN HUBUNGAN SELAMA LIMA SETENGAH TAHUN
Lindsay dan aku bertemu di pesta kecil di kota kami.
Aku sedang berdansa, lalu berbalik dan apa yang kulihat?
Gadis cantik.
Cinta pada pandangan pertama.
- Halo. - Hei!
Nama kalian?
Scott dan Lindsay. Terdengar sangat Amerika.
- Ya. - Tapi kami tak bisa bahasa Inggris.
Lindsay memberiku ultimatum.
Dia ingin sekali menikah, tapi aku sangat menentangnya.
Pernikahan adalah impian masa kecilku.
Aku ingin menikah dan punya anak.
Dia sama sekali tidak,
jadi, jujur saja, itu sangat sulit.
Aku tak mau karena semua menjadi sepele dalam kehidupan pernikahan.
Tak ada usaha dan rayuan lagi.
Segala hal kecil yang membuat suatu hubungan berhasil.
Aku mencintai Lindsay lebih dari apa pun, tapi pernikahan tak bernilai bagiku,
dan itu mustahil, sesederhana itu.
Kuharap Scott akan berubah pikiran soal pernikahan dan punya anak
dan mungkin menerima ultimatumku.
Aku mau punya cincin.
Di sini.
Cincin yang indah.
MENJALIN HUBUNGAN SELAMA LIMA SETENGAH TAHUN
Ada lagi...
Halo.
Halo.
Tak terlalu stres? Sedikit?
Selamat datang di Ultimatum.
Enam pasangan.
Kalian semua berbeda, tapi menghadapi masalah yang sama.
Karena salah satu dari kalian memberi ultimatum kepada pasangan.
Menikah atau melupakan.
Kami sudah bersama selama dua tahun.
Setelah dua tahun, aku ingin menikahinya.
Aku mengajukan ultimatum untuk Sarah hari ini
agar kami menikah dan punya anak.
Aku dan Sarah bertemu di media sosial.
Aku sangat tertarik padanya dan segera menyampaikannya
dengan menyukai fotonya, dia pun menerimanya.
Maksudmu "memahaminya".
- Ya. - Maaf.
Aku terpaksa.
Saat bertemu, kami langsung akrab.
Besok harinya, kami ingin bertemu dan tinggal bersama.
Sejujurnya, kami sangat bahagia saat itu.
Ibuku tak setuju saat aku tinggal dengan Sarah.
Aku tumbuh dengan ajaran bahwa pria dan wanita harus menikah
sebelum tinggal bersama.
Ibuku mendidikku seperti itu.
Dengan Sarah, kupinggirkan ajaran itu karena cinta.
Dua tahun berlalu, tak ada yang berubah.
Aku tahu dia cinta sejatiku.
- Itu... - Itu manis sekali.
Aku tak pernah merasakan perasaan ini pada orang lain.
Aku tak mau menikah. Ide itu membuatku takut.
Bagiku, itu seperti penjara. Kau berkomitmen pada orang lain.
Seolah kau tak bisa kembali.
Terus terang, soal anak dan pernikahan,
itu tak mudah.
Bahkan dalam sepuluh tahun, aku akan tetap menolak.
Pada akhirnya, jika Sarah belum siap,
ini berakhir karena aku tak tahan lagi.
- Dia blak-blakan. - Dia tangguh.
Ultimatum tak selalu jadi cara terbaik untuk dapat keinginan.
Tapi itu cara yang baik untuk mendapatkan jawaban yang kau butuh.
Kau mencintai pasanganmu, tapi apa alasannya tepat?
Apa kalian benar-benar cocok?
Untuk mencari tahu,
kalian akan bertukar pasangan.
Bertukar pasangan membuatku tertekan.
Ini meresahkan.
Aku akan mencoba sekuat mungkin...
agar tak menggila.
Kalian punya lima hari untuk memilih partner pengalaman ideal.
Kalian akan tinggal dengan partner ini selama tiga minggu.
Kalian akan kenalkan dia ke keluarga kalian.
- Teman kalian. - Tidak.
Selama terpisah, kau akan punya kesempatan unik
untuk menemukan apa yang kau inginkan lebih dari apa pun dalam cinta.
Siapa tau? Mungkin rumput tetangga lebih hijau.
Ini yang paling hijau.
- Rumput. - Tidak.
Dengan pengalaman ini, aku ingin melihat sudut pandang lain,
demi mencari solusi yang tak bisa kulihat soal masalah hubungan ini.
Tujuannya bukan pergi dengan orang lain.
Tapi kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Lina mungkin bertemu seseorang dan langsung jatuh cinta,
itu juga bisa terjadi padaku.
Setelah masa tinggal bersama,
kalian kembali ke pasangan asli kalian untuk membahas hubungan kalian.
Setelah dua minggu,
kalian harus menjawab ultimatum yang diberikan.
Berat.
Hari ini, kalian bebas.
Bebas menolak.
Mengerikan.
Bebas jatuh cinta dengan orang lain.
Atau pergi bersama dengan lebih bahagia dan menikah.
Itu akhir yang bagus.
Menjijikkan!
Kuharap begitu.
Semuanya mungkin terjadi.
Aku bisa bertemu orang yang lebih kusukai.
Aku senang dan cemas pada saat yang sama, tapi kita akan tahu
apa rumput tetangga lebih hijau atau aku akan yakin hidup dengan Lindsay.
Apa pun yang terjadi, akan ada "sebelum" dan "sesudah" ultimatum.
Pengalamannya dimulai sekarang. Ini malam terakhir kalian bersama.
Catherine tampak sangat stres.
Dia mengambil risiko karena aku tahu dia berpikir,
"Akankah Richy tetap bersamaku?
Apa dia akan menyukai gadis lain?"
Kurasa itu akan sangat rumit baginya.
Jauh dibanding aku.
PASANGAN ASLI MALAM TERAKHIR BERSAMA
Mari bersulang dengan sup kita.
Untuk malam terakhir kita bersama.
Sophianne mengeluarkan ultimatum untuk menikah
dan pergi ke AS bersamanya.
Masalahnya, keinginan Sophianne untuk ke sana membuatku takut.
Kita hanya hidup satu kali,
jadi, aku atau dia yang harus berkorban?
Ini kesempatan untuk mengungkap semuanya, mengatakan perasaan, keraguan,
kekhawatiran, dan keinginan kami.
Kesempatan terakhir.
Tujuannya agar kau sadar bahwa, saat bersama orang lain,
kau berpikir, "Aku merindukan Sophianne. Aku ingin pergi dengannya."
Atau kau akan sadar, "Aku tak bisa tinggalkan Lina, jadi, aku akan tinggal."
Ya, tapi kau tahu...
Atau kau akan memprioritaskanku dibanding keinginanmu pergi ke AS.
No comments yet. Be the first to leave one.