Bukayo Saka: The Time Is Now

Bukayo Saka: The Time Is Now

Download Indonesian Subtitle

Release info

Bukayo Saka The Time is Now 2026 DSNP WEB H264-SHIIIT
A Commentary by tedi
Retail DSNP | 42:10

Tags

webdl
Published on: 2026-07-11
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saka adalah jimat kami.

Dia yang membuat kami bersemangat ke depannya.

Dia adalah pria sejati.

MASA DEPAN SEPAK BOLA

Dia telah menjadi pemain pro terbaik setidaknya selama setengah dekade.

- Playmaker… - Dia diangkat kapten…

- …pencetak gol… - …langkah cerdas…

…dan Starboy.

Aku suka Bukayo Saka. Namun, performanya agak menurun.

Dalam setengah dekade itu, dia tak berhasil.

- Angkanya tak bagus. - Dia tak sehebat itu.

Dia sudah sering cedera.

Dia belum pernah juara Liga Champions.

22 tahun sejak mereka

juara Liga Inggris, mereka bisa.

Tak ada pemimpin Arsenal di lapangan.

Gol atau umpan diharapkan di setiap laga.

Dia luar biasa.

Tak banyak yang bisa kita minta.

Semua ada di pundaknya.

Saka!

Aku nyaris mencapai kejayaan, kesuksesan, dan piala…

untuk klub dan negara.

Aku harus cari tingkat berikutnya.

Thierry Henry, salah satu pemain terbaik.

Dia mencapai level yang masih kuimpikan.

Dia punya banyak impian, impian besar.

Anak itu pikir bisa menyatukan lima kehidupan.

TUNANGAN BUKAYO

Satu yang diajarkan ayahnya

adalah menjadi yang terbaik di setiap jalan yang kita tempuh.

Tekanan yang diberikan pada dirinya

dan dunia dan semua yang dia lakukan,

aku tak pernah bisa berpura-pura mengerti.

Dia sebenarnya agak rapuh.

Henry tahu itu.

LEGENDA

Dia mengerti dan mengobrol

dengan Bukayo, tak seperti orang lain.

Dia sangat berarti. Dia sudah ada sejak lama.

Aku merasa mungkin dia sudah ada selama aku hidup.

Mereka saling memahami dan bertemu.

Seperti kembaran.

Mereka bisa bicara berjam-jam.

Setiap kali, itu seperti pengalaman yang mendalam dan berarti.

Itu sangat baik baginya.

Hanya tahu dari mana asalku…

tahu apa yang dibutuhkan…

KITA ADALAH ARSENAL

…impianku adalah punya warisan,

memenangkan gelar,

mencetak sejarah.

Aku tak akan mendapatkan momen ini lagi.

BUKAYO SELALU MENGANDALKAN DUKUNGAN DESANYA

SAAT MOMEN PENENTU KARIERNYA SEMAKIN DEKAT,

DIA KE SATU ORANG YANG TAHU YANG DIBUTUHKAN.

Lihat dia.

Kau menunggu siapa?

- Dirimu. - Sungguh?

Kau tahu nasi Jollof?

Kau tahu dari mana asalnya? Senegal.

Jangan bicarakan ini.

Ini dari Senegal.

- Tahu dari mana? - Kau perlu tahu semuanya.

Namun, bagaimana kau tahu itu?

Jollof adalah kata Wolof. Wolof, itu bahasa sehari-hari Senegal.

Masa?

- Jelaskan… - Kau harus tahu itu.

- Beras, kacang, pisang tanduk. - Ya…

Sama seperti makanan Karibia.

Itu kesukaanmu? Karibia?

Dalam hal makanan, tak ada yang melampaui

masakan ibuku.

Itu mengembalikan kenangan.

- Begitulah. - Ya.

- Ini dia. - Ya!

Aku tumbuh bersama ibuku. Ayahku berbeda.

Dia lebih disiplin. Itu yang harus kau miliki

untuk mencapai tingkat yang tak kusangka akan kucapai.

Dia keras soal disiplin.

- Ya. - Bagiku, memuji ayahku

jauh lebih sulit dari pria yang mau bicara denganku.

Ayahku juga sama, sangat menuntut.

Selalu memotivasiku setiap hari.

- Apa katanya sekarang? - Sekarang?

Ya.

Jika ada pertandingan dan dia berpikir aku bisa lebih baik,

dia akan bilang, "B, bla-bla-bla." Tak mau bicarakan hal lain.

- Masa? - "Saat di sana,

kenapa tak pura-pura? Lalu dia meluncur, lalu kau cetak gol."

Dia benci. Yang paling dia benci

adalah saat tembakanku diadang.

Penyelamatan luar biasa oleh Donnarumma!

Dia sering mengeluh saat aku ditendang. "Jika dia menendangmu,

kau harus membalas."

- Kataku, "Dengar…" - Tidak bisa.

- Bukan begitu. - Dahulu, mungkin,

- tetapi tidak lagi. - Tak seperti itu, dia bilang, "Ya."

Setiap kali terjadi, aku langsung memikirkannya.

Aku selalu berpikir, "Tunggu sebentar."

Ayahku keras.

Namun, lihat di mana kau berada.

Kau membela Prancis.

Juga Arsenal.

Yang sulit adalah sebelumnya.

Kau harus menerima orang memintamu melakukan lebih banyak hal.

Kurasa sebaliknya. Contohnya,

begitu kau membela Prancis, pencetak gol terbanyak Arsenal,

Liga Inggris, kurasa lebih sulit

mempertahankan itu daripada meraih itu.

Dengan tekanan, ekspektasi, dan…

- Tentu. - Kau tak setuju?

Ya, aku merasa situasimu sama.

Kau punya ekspektasi, Prancis.

Ya, agak aneh

karena kami tak punya ekspektasi pada tahun 1998.

Kau tahu saat wartawan dan mantan pemain membuat prediksi tim?

- Ya. - Aku tak termasuk.

- Kau tak ada di "prediksi"? - Tak ada yang menjagokanku.

Agak aneh karena aku masuk tim U-17,

U-18, U-19, dan melewati stadion.

Aku berdoa, "Semoga aku bisa dapat tiket."

PIALA DUNIA

Itu Piala Dunia pertamamu.

- Kau menang? - Ya.

Hei, itu keren.

Dampaknya luar biasa bagi orang Prancis.

- Ya. - Melihat sejuta orang lebih

datang ke Champs-Élysées…

- Sejuta orang? - Ya, jauh lebih banyak.

Ada yang bilang terakhir kali Champs-Élysées seperti itu

adalah untuk pembebasan Paris.

Tiba-tiba, saat itulah ekspektasi kepadaku muncul.

Karena kami tak diharapkan menang.

- Aku mengerti. - Jika kau tahu maksudku.

Tetiba, kau juara lagi dan, "Ayo menang lagi."

Prancis nol, Senegal satu.

Lalu, "Ayo menangkan lagi."

Italia juara dunia.

Lalu, "Ayo menang lagi."

Namun, Afrika Selatan mengalahkan Prancis hari ini…

Lalu tak pernah menang lagi.

Hingga akhirnya itu menjadi norma, sesuatu yang biasa,

hingga mencapai tingkat kau mati rasa terhadap kebahagiaan.

Itu tak pernah cukup.

Aku selalu ingin tahu. Ini belum pernah kutanya.

Jelas, kau bisa duduk denganku sekarang dengan dua Piala Eropa.

Dua Piala Eropa, satu Piala Dunia.

- Dua final? Piala Eropa? - Ya, dua final.

Kau belum pernah.

Aku bukan mengkritik.

Bagaimana kau kembali ke turnamen

berpikir, "Kita harus menang sesuatu"?

Bagaimana kau berpikir tahu apa rasanya

bermain untuk Inggris dan tekanan media?

Bagaimana kau melakukannya?

Saat kami pakai seragam Inggris, sudah ada ekspektasi.

Kami harus menang, meski hanya laga persahabatan.

Harus menang di atas 1-0. Jika tidak, pers mengkritik.

Apalagi saat orang membahas Piala Eropa

dan kejadian terakhir saat kuambil penalti, kritik makin keras.

Itu berat.

Momen luar biasa lainnya dalam tahun yang luar biasa.

Bagaimana pertama kali masuk timnas Inggris?

Saat mendarat, kumatikan mode pesawat dan melihat pesan.

"Kami mau mengabarkan kau terpilih untuk tim nasional Inggris."

Aku menatapnya selama lima menit karena terkejut.

Aku sangat bahagia.

Suatu kehormatan dipanggil membela Inggris

karena aku memimpikan momen ini, jadi aku sangat bahagia.

Keluargaku bahagia, kami tak bisa menjelaskan perasaan itu.

Selamat - Bukayo Saka masuk TIM EURO 2020!

Perkembangan pemain muda, jika mereka bermain di posisi teratas,

HUMAS BUKAYO

sulit mempersiapkan mereka sampai menjalaninya.

Saat pertama bertemu Bukayo, usianya mungkin sekitar 14 tahun.

Aku bekerja untuk Arsenal.

Semua orang bersemangat dengan bakat muda yang ada di akademi.

Dia pemain yang sangat ingin tahu dan baik hati,

serta tampak sangat yakin akan dirinya dan percaya diri.

Tetap saja, dia orang yang sangat lembut.

Lalu, dia mengambil langkah ke dalam tim pertama.

Gol luar biasa dari remaja, Bukayo Saka.

Kita bisa melihat performanya makin berkembang.

Orang sulit memahami kecuali menjalaninya.

Aku ingin melindunginya

dari bagian industri yang cukup menantang.

Ada Saka lagi! Starboy terus bersinar!

PIALA EROPA

Di Piala Eropa,

aku tahu jika dia bermain bagus,

seluruh dunianya berubah musim panas itu.

Ini Kane.

Bukan hanya bermain untuk klubku, tetapi seluruh negeri.

Mungkin bolanya ditendang Saka!

Gol internasional pertama di tingkat senior untuk Bukayo Saka!

Inggris berpeluang menang Euro. Kami belum pernah menang.

Aku hampir merasa bertanggung jawab untuk membalas

keyakinan dan kepercayaan mereka.

Saka. Berusaha menghindari tekel. Ada Sterling.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left