The first 196 lines.
Baiklah, dengarkan Ibu.
Ibu mau bertanya apakah kalian tahu apa organisme hidup terbesar di Bumi?
- Zebra? - Ya?
Paus dan... Atau gajah.
Kurasa paus adalah yang terbesar.
Namun, paus bukanlah ikan, melainkan mamalia.
Benar, tetapi paus adalah hewan hidup yang terbesar.
Lantas menurut kalian, apa organisme hidup terbesar?
Organisme hidup terbesar yang pernah ditemukan di Bumi adalah Pando.
Kalian pernah dengar tentang Pando?
- Tidak. - Tidak.
Tidak? Maksudku bukan beruang panda,
tetapi Pando dengan huruf P besar.
Inilah Pando.
Ya, itu hutan poplar di Amerika Serikat.
Dan itu satu organisme hidup.
Itu memakan banyak ruang dan terdiri dari 40.000 batang pohon.
Beratnya 600 juta kilogram.
Dan mungkin bahkan berusia sejuta tahun. Bisa kalian bayangkan? Coba bayangkanlah.
Semua pohon itu tumbuh dari satu akar raksasa.
Seperti, entahlah, lima jari yang tumbuh di telapak tangan Ibu
atau ribuan helai rambut di kepala Ibu, padahal Ibu masih satu organisme hidup.
Sama seperti ini, ini adalah satu organisme hidup.
Jadi, saat orang berjalan melewati hutan itu,
mereka kira ribuan pohon mengelilingi mereka
padahal sebenarnya itu satu pohon yang sama.
Permisi sebentar. Ibu akan segera kembali, ya?
Sudah berapa lama kulakukan ini untukmu?
Lebih dari setahun!
Lebih dari setahun. Benar.
Kita tak bisa terus begini.
- Kau bekerja untuk kami. - Memang!
Kita akan pikirkan sesuatu.
- Mustahil. - Kau mengambil uang kami.
Kau penipu. Kau hanyalah penipu.
PUSAT MEDIS PELABUHAN PZOZ GDYNIA
Ada apa?
Aku melihatmu berdebat dengan detektif swasta semalam.
Ya, sedikit. Kenapa?
Kenapa kau tak memberitahuku?
Kenapa harus kuberi tahu?
Dia sedang mengumpulkan bukti. Memajukan kasusnya.
Intinya, dia tak begitu. Dia kehabisan ide.
Dia pun sudah menghabiskan setengah KPR kita.
Ceritakan semuanya, Piotr.
Tentu saja.
Mungkin kita bisa bicara dengan agen real estat?
Kita jual yang tersisa dari rumah kita.
Kita pindah ke suatu tempat, ganti alamat kita.
Kebetulan,
salah satu pasienku bekerja di agen real estat.
Tolong berhenti, aku harus keluar.
Piotr! Ponselnya!
Halo?
Halo, Piotr. Ini Janina.
Halo.
Aku menelepon secara tidak resmi
untuk bertanya apa kau mau datang ke inspeksi TKP?
Mungkin kali ini kami harus menunggu sampai ada informasi lagi?
Tentu saja. Aku melakukan itu untukmu.
Janina, kau tak yakin ini tentang putri kami, 'kan?
Tidak, tetapi...
Kau tak yakin.
Kami akan datang.
Dia sudah dihukum karena pembunuhan.
Di penjara, dia mengakui satu pembunuhan lagi.
Dia belum memberi kami detailnya, jadi, kami tak punya bukti yang kuat.
Ya.
Apa di sini?
Dingin sekali.
Ya.
Dingin.
POLISI
Aku mengirimnya kemarin.
Terima kasih banyak.
Kepala, kita harus bagaimana?
Kejar dia.
Ayo pergi.
Halo?
Selamat malam.
Maaf menelepon selarut ini. Aku dapat nomormu dari iklan baris.
Putrimu belum ditemukan, bukan?
Sayangnya, belum.
Aku bermimpi tentangnya.
Dia bilang dia berada di tempat yang jauh, dan dia baik-baik saja.
Dia masih hidup, tetapi tak bisa pulang.
Dia tak bilang alasannya.
Dia hanya minta mengabari keluarganya. Dan dia terus tersenyum kepadaku.
Apa dia memberimu detail? Nomor telepon, lokasinya?
Kubilang dia datang ke mimpiku.
Benar.
Terima kasih banyak.
Selamat malam.
- Ya? - Halo?
Ini Hanna Wróblewska. Aku ingin bertemu Adam.
Dia tak ada di sini.
Kau seharusnya tak menuduhnya membunuh putrimu.
Namun, aku tak menuduhnya. Aku bilang dia mencintainya
dan tak bisa lakukan apa pun padanya.
Bisa beri tahu dia aku ingin menghubunginya?
Tapi kau tahu di mana dia sekarang?
Tidak.
Bisa beri tahu dia bahwa aku masih mencari?
Dan aku butuh bantuannya.
Letakkan itu, ya?
Ibu bicara pada kalian.
Kami sudah selesai.
Tolong berikan pada Ibu.
Mungkin ini putri Ibu?
Dengar, putri Ibu menghilang.
Ibu akan berterima kasih jika tak ada yang mengejeknya. Paham?
Aku minta maaf.
Maafkan Ibu.
Ibu minta maaf pada semuanya.
Karolina?
Tidak, maafkan aku. Kau ibunya Karolina?
Aku mengenalimu dari foto.
Bagaimana kabarnya? Aku baru pulang dari kerja sukarela di Peru.
Karolina bilang aku takkan bertahan lama di sana, tapi aku berhasil.
Kini aku harus diperiksa apakah aku terkena virus,
kau tak pernah tahu yang bersembunyi di dalam tubuh.
Magda!
Maaf, aku harus pergi.
Kini kau tinggal di mana?
Di asrama di Jalan Litewska.
Sampaikan salamku pada Karolina
dan katakan pasti menyenangkan bertemu dengannya lagi.
Dari Magda. Selamat tinggal.
Silakan masuk.
Aku mau memberitahumu Karolina...
Ya...
Aku sudah tahu semuanya.
Aku turut sedih.
Kalau begitu, apa kau tahu di mana dia?
Sayangnya tidak.
Apa kalian akrab?
Hanya karena klub. Kami mengobrol sesekali.
Saling menyapa, dan itu saja.
Dia juga punya akuarium.
Terima kasih.
Piotr.
Kau sudah pulang? Baguslah.
Aku pulang.
Baguslah.
Kau sudah bilang begitu.
Kau sudah memikirkan kepindahannya?
Belum.
Dia akan kau beri makan saat pulang?
Mungkin kita bisa berhenti berlagak keadaannya berbeda?
Lalu bagaimana keadaannya?
Kau paranormal kelima yang bekerja sama dengan kami?
Rekan-rekanmu menunjukkan beberapa tempat aneh,
lalu kami berlari di semak-semak dan rel kereta api,
dan itu cukup kejam. Kau mengerti?
Ya, tapi Pak Marcin bekerja sama dengan polisi.
Secara tidak resmi. Keluarga biasanya menghubungiku sendiri.
Lalu? Kau berhasil membantu mereka?
Bagaimana caranya?
Jadi, di sekitar sini.
Ya. Dia pergi kuliah seperti biasa di pagi hari,
tapi tak pernah sampai ke kampus.
Beberapa orang melihatnya di sini hari itu.
Kami tak tahu kenapa di sini khususnya. Setelah itu, kami tak tahu apa-apa.
Jadi, ini tempat di mana jejak batin terakhirnya?
Ya... Jejak batin.
Aku tak bisa menjelaskannya padamu.
Saat sepenggal informasi muncul di dunia, itu tetap ada di sini.
Keberadaannya tak bisa berhenti,
bahkan di dalam lubang hitam.
Kami sudah ke sini beberapa kali.
Ada anjing, iklan, televisi.
Sungguh, tak ada yang menemukan hal berguna di sini.
Sebentar.
Bagaimana jika pelakunya suamimu?
Jika suamimu tahu di mana jasadnya,
aku ingin menuntunmu ke sana.
Hal seperti itu terjadi dalam keluarga.
Hanya itu yang bisa kau pikirkan, bukan?
Itu benar-benar omong kosong.
Bagaimana?
Baik, Pak Marcin bilang kau yang membunuh Karolina,
jadi, pasti tahu letak jasadnya dikubur, 'kan?
Piotr, kau tak menganggapnya serius, 'kan?
Piotr, kumohon, ini jelas tak masuk akal!
Tunggu, Piotr!
Tolong berhenti. Piotr!
Tunggu, Piotr!
Maaf, Hania, tapi aku tak bisa terus begini.
Apa?
Aku tak sanggup lagi. Aku tak tahan.
Bukan karena aku tak mencintaimu...
Duduk lebih dekat, aku tak bisa ke sana.
Apa ini?
Di sana!
Sedang apa kau?
Itu dia!
No comments yet. Be the first to leave one.