The first 200 lines.
"Kemenbudpar dan Badan Konten Kreatif Korea"
Serangkaian kasus orang hilang telah dilaporkan di Kota Guam.
Lebih dari sepuluh orang dipastikan hilang.
- Bagaimana aku bisa membayarmu - Polisi yakin ini kejahatan,
- jika aku tidak punya uang? - Bukan kasus orang hilang biasa...
Kamu pikir hanya aku yang salah? Kamu pun salah sebab meminjamkannya.
Sudahlah. Tuntut aku! Astaga, kamu cerewet sekali.
Astaga, tutup saja!
Sial, ini basah.
Kamu Hong Jae Gwang, bukan?
Apa maumu?
Siapa kamu?
Astaga.
Apa-apaan ini?
"Tim SWAT"
Korban akan segera dicari setelah tersangka diamankan.
Belok kiri dan masuki rute pendekatan.
Semua agen, turun!
Mulai operasinya.
"Penginapan Yeonpung"
Hei, Jaksa Cha. Kenapa kamu masuk sampai ke sini?
Kamu janji hanya akan menyaksikan. Ini berbahaya. Mengerti?
Jangan menyulitkan. Tolong keluar.
Lagi pula, ini bukan kasusmu, Jaksa Cha.
Astaga.
- Polisi! Jangan bergerak! - Jangan bergerak!
Apa kamu Lee Woo Gyeom?
Senang bertemu denganmu, Jaksa Cha Yi Yeon.
Bagaimana ini?
Kamu datang lebih awal daripada dugaanku.
Bisakah kamu menunggu lima menit?
Ada pasien yang masih dirawat.
Kamu mau melihatnya?
- Sedang apa kamu? Jangan bergerak. - Tidak. Sebentar lagi selesai.
Kubilang jangan bergerak!
Baiklah. Aku akan diam saja.
Jatuhkan benda di tanganmu dan bekerjasamalah.
Tangkap dia.
Kamu punya hak untuk tidak bicara. Kamu juga bisa didampingi pengacara.
Semua yang kamu katakan kini akan dijadikan barang bukti.
Panggil tim forensik dan utamakan korban dahulu.
- Periksa apakah ada korban lain. - Baik.
Jaksa Cha.
Jangan biarkan pasien itu dioperasi oleh orang lain.
Apa?
Jika metode orang lain tercampur dengan metode operasiku,
dia tidak akan pernah bisa pulih.
Apa maksud perkataanmu?
Kamu tidak akan mengerti meski kujelaskan sekarang.
Kubilang jangan biarkan dia menerima perawatan lain.
Kamu susah payah menemukannya. Dia tidak boleh mati, bukan?
"Penginapan Yeonpung"
Banyak mayat ditemukan.
Satu korban selamat, tapi kondisinya tidak diketahui.
- Butuh bantuan tim penyelamat. - Kubilang dia bukan korban.
Kuulangi. Meminta bantuan tim penyelamat segera.
"Rumah Sang Pembunuh"
- Dia keluar. - Dia keluar.
Jangan terlalu dekat.
- Biarkan kami lewat! - Benarkah uang damainya amat besar.
Kenapa kamu menyangkal penggunaan senjata tajam saat penyerangan?
Sudahkah kamu meminta maaf dengan benar kepada korban?
Aku kooperatif dalam penyelidikan.
Maaf telah menimbulkan kekhawatiran.
Jeffrey, tolong berikan pernyataan terkait situasinya!
Permisi. Sebentar, Semuanya!
Kasus ini ditutup dengan status tidak ada tuntutan.
Jadi, tolong jangan berlebihan.
Bukankah fakta penyerangannya sudah jelas hanya dari CCTV?
Mohon percayai hasil penyelidikan polisi.
- Biarkan kami lewat! - Kamu mengakui memakai senjata?
Hei, matikan musiknya.
Mohon percayai hasil penyelidikan polisi.
Astaga, kamu hebat sekali.
Benar-benar penyelamat hidupku.
Sungguh, dari awal aku sudah percaya pada pengacaraku.
Kamu bisa lolos karena ini pelanggaran pertamamu.
Penyerangan, narkoba.
Satu percikan saja, dan ini akan meledakkanmu. Paham?
Makanya aku membayarmu mahal.
Untuk itukah kamu membayarku?
Apa aku temanmu?
Pak.
"Park Min Seo, Pembayaran tagihan medis"
"Wali, Park Han Jun, tolong datang ke bagian administrasi"
"Rumah Sakit Jaeil"
Aku dalam perjalanan dari bagian administrasi.
Orang itu masih belum bisa dihubungi?
Belum.
Pasti berat sekali bagimu selama ini.
Pak Park,
aku bisa mendapatkan obat untuk penyakit Batten itu.
Tapi prosedurnya sangat rumit.
Karena ini obat kelainan genetik langka,
kamu tahu biayanya mahal, bukan?
Aku tahu. Aku akan siapkan uangnya, bagaimanapun caranya.
Aku harus memberitahumu sebelumnya.
Kamu juga harus siap dengan efek sampingnya.
Efek samping apa?
Kamu tidak tahu? Bukankah istrimu seorang dokter?
Aku belum memberitahunya.
Sebentar.
Bisa lihat ini?
Ini obat penyakit genetik yang dikembangkan perusahaan lokal.
Obat ini juga menunjukkan hasil baik pada penyakit Batten.
Belum lama ini, uji klinis pada anak juga berhasil.
Ini masih dalam tahap persetujuan,
tapi jika kamu berinvestasi sekarang,
tanpa perlu menunggu, aku akan berikan obatnya secepatnya.
Bagaimana keadaan Min Seo?
Meski terlihat baik-baik saja, kemampuan motoriknya memburuk.
Dia juga terus melupakan kejadian kemarin.
- Apa? Ayah! - Hei, Min Seo.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
Anda akan dialihkan ke kotak suara setelah nada berikut.
- Biaya panggilan... - Sial.
"Kumohon, tolong hubungi aku"
"Moon Se Guk, Serom Biotech"
"Warga Negara yang Bahagia, Penuntutan yang Adil"
- Kamu datang langsung dari lokasi? - Ya.
"Jaksa Cha Yi Yeon"
Kamu sudah bekerja keras, Jaksa Cha.
Para detektif yang bekerja keras. Pekerjaan kita baru akan dimulai.
Ini dokumen persetujuannya, bukan?
- Ya. Tapi kamu mau langsung pergi? - Ini harus ditangani dari awal.
Tolong kliping berita malam ini agar bisa kubaca besok pagi.
Baik.
Sepertinya kita akan sibuk lagi untuk sementara waktu.
Tapi bukankah kasus itu pada akhirnya akan dialihkan?
Ayolah. Kamu lupa bahwa kasus yang dia incar pasti jatuh ke kita?
Dia punya latar belakang baik sebagai putri bungsu Grup Sejin,
tapi kenapa dia menyulitkan dirinya sendiri?
Sepertinya karena dia tidak masuk daftar promosi.
Apa masalahnya? Dia tidak akan jadi jaksa selamanya.
Seharusnya dia santai di posisinya, menerima dukungan dari ayahnya,
lalu bekerja sebagai pengacara utama di tim hukum Grup Sejin.
Mungkin salah satu dari dua alasan?
Dia tidak mau mencemarkan nama ayahnya.
Apa maksudmu?
Semua anak konglomerat menempuh jalur elite, bukan?
Para orang tua saling memantau karena pandangan publik,
dan perbandingan di antara mereka tiap tahunnya pasti sengit.
Lalu, apa alasan yang satunya?
Mungkin memang wataknya. Selalu membenarkan hal yang salah.
Aku tidak salah dengar di lokasi kejadian tadi, bukan?
Maksudku, Lee Woo Gyeom tahu namamu.
Lalu?
Apa kalian berdua saling mengenal?
Detektif Gong, untuk sekarang tolong perluas area pencarian.
- Baik, Bu. - Kutanyai langsung Lee Woo Gyeom.
Halo.
Kita akan sering bertemu, jadi, tidak perlu basa-basi.
Bagaimana kamu tahu tentang aku?
Aku pernah melihatmu di berita.
- Ingatanku cukup baik. - Baguslah.
Karena ada banyak hal yang akan kutanyakan padamu.
Waktu itu di lokasi kejadian, kamu bilang merawat korban, bukan?
Ya. Orang itu adalah pasien kanker stadium akhir.
Waktu itu, kankernya sudah menyebar.
Jadi, aku...
Nanti saja kita bicarakan itu.
Apa?
Bukankah kamu yang bertanya lebih dahulu?
Aku hanya memastikan kamu berniat membunuh dia atau tidak.
Baiklah, mari kita periksa satu per satu.
Apa saja yang ada di dalam kulkas?
Kamu sudah melihatnya, bukan?
Jelaskan dengan tepat kenapa kamu melakukannya.
Untuk penelitian.
Untuk penelitian.
Potongan mayat.
Penelitian apa?
- Kamu hanya penasaran, bukan? - Memangnya kenapa?
Karena para detektif tidak memercayaiku.
Bukankah aku harus dengar dahulu? Penelitian apa itu?
Aku sedang membuat obat untuk penyakit tidak tersembuhkan.
Penyakit tidak tersembuhkan?
Obat penyembuh semua penyakit.
Itulah obat yang hendak kubuat.
Tapi untuk melihat apakah obat itu bekerja dengan baik,
aku memerlukan tubuh manusia yang masih hidup.
- Semacam uji klinis? - Ya.
Jadi, aku membawa orang-orang dan melakukan eksperimen.
Apa kamu membunuh mereka saat bereksperimen,
atau kamu bereksperimen setelah membunuh mereka?
Karena mereka mati setelah menerima obatnya...
Tidak.
Sepertinya kuberikan obatnya setelah membunuh mereka.
Ini tergantung pada situasinya.
Tiap kasus berbeda.
Baiklah.
Hal itu akan terungkap saat autopsi.
Ada berapa banyak korban?
Jaksa Cha.
Sampai kapan kamu akan menanyakan hal tidak berguna seperti itu?
Aku sedang mengembangkan obat. Apa kamu tidak penasaran soal itu?
Dalam sebuah penyelidikan, skala kejahatan diungkap pertama.
Tolong katakan.
Hasil analisis DNA menunjukkan ada lebih banyak korban.
Di mana orang-orang ini?
No comments yet. Be the first to leave one.