The first 200 lines.
Raja Qi Berburu pada musim gugur di pinggiran kota.
Anak panah habis dan tidak mendapatkan apa-apa.
Tidak pandai dalam menunggang kuda, hingga kehilangan kuda.
Terlebih lagi atasan tidak tahu arah jalan, membuat prajurit terjebak dalam hutan.
Hidup kita dalam bahaya.
Kau asal bicara.
Sekali lagi bicara, kupotong lehermu.
Jangan!
Jangan membunuh Pejabat Setia.
Pergi kau, dasar tak berguna!
Yang Mulia, jangan lakukan ini.
Kita sudah mau sampai di istana keRajaan.
Kita sudah berjalan begitu lama, tapi kembali ke tempat semula?
Kita tersesat.
Berburu macam apa ini?
Yang Mulia, berada di istana terus tidak baik.
Sekarang kita saja tidak tahu ada di mana.
Di tengah hutan, kenapa bisa ada pedang di situ?
Jangan disentuh, pedang ini kelihatannya terkutuk.
Semakin kau larang, semakin ingin kusentuh.
Silakan Yang Mulia.
Baik, kau yang menyuruh.
Jangan bergerak.
Siapa kalian, berani sekali masuk ke Tanah Terlarang Gunung YeCha.
Hantu!
Lindungi Raja!
Tunggu, aku tak bisa melihat apa-apa!
Jangan menariknya!
Jangan menarik apa?
Lepaskan!
Lihat perbuatanmu, kenapa mencabut pedang itu?
Kau juga ikut mencabutnya!
Kau dalam masalah. Kau melepas siluman rubahnya.
Tidak masuk akal, di dunia ini, mana ada Siluman rubah?
Dari mana kabut ini?
Ini merupakan fenomena biasa.
Lupakan saja, kau sudah melepasnya. Kau mau apa lagi?
Mereka akan menjadi manusia dan membahayakan dunia.
Ini salahmu juga. Kau juga ikut mencabut.
Aku tidak tahu, tetapi leluhur yang mengatakannya.
Tidak ada ampun bagi yang melepaskan Siluman rubah.
Kalau begitu, kau yang duluan dihukum, jangan menyalahkanku.
Kau!
Perdana Menteri Yan! Jenderal Tian! Sejarawan!
Kalian berdua mau memberontak?
Kau tak boleh membunuhnya, dia calon suamimu.
Dia adalah pasangan yang ditakdirkan untukmu, Raja Qi Xuan.
他就是齐宣王 Jadi dia adalah Raja Qi Xuan?
Ya, aku mendengarnya saat aku berhadapan dengan bawahannya.
Yang Mulia.
Wanita tadi sangat menyeramkan. Siapa dia?
Tadi saat aku berhadapan dengannya,
kudengar adalah orang Gunung YeCha.
Penerus generasi ke 98 Zhong Wu Yen.
Yang Mulia, aku dengar, dia ahli bela diri dan sastra.
Strategi perang, semuanya bisa.
Dan ahli dalam masalah rumah tangga dan pekerjaan.
Sayangnya, dia terlalu jelek.
Padahal kalau dilihat secara penampilan masih masuk kriteria.
Malah menampilkan diri warna-warni.
Kenapa berpenampilan seperti ini? Sayang sekali.
Yang Mulia, ini masih bisa dihapus.
Tadi aku tak sengaja menabrak dia.
Ternyata hanya cat warna biasa.
Bagaimana Yang Mulia?
Aku mau dia menjadi ratu.
Apakah kau tidak tergesa-gesa?
Keputusanku mutlak.
Raja dari Qi Guo, Raja Qi Xuan ingin bertemu.
Tengah malam begini, ada apa berkunjung?
Seperti pepatah, di pasir pantai yang indah,...
ada seorang gadis cantik dan pria sejati.
Kenapa panjang lebar berbicara, langsung ke intinya saja.
Aku, Raja, ingin kau Zhong Wu Yen menjadi Permaisuriku.
Ingin mahar apa, silakan sebutkan!
Silakan langsung ke intinya!
Aku tidak takut untuk jujur padamu.
Hidupku ditakdirkan untuk Raja Qi Xuan.
Jika kau adalah Raja Qi Xuan,...
maka tanpa syarat, aku akan menikah denganmu.
Apa semudah itu?
Kau Raja Qi Xuan yang asli atau bukan?
Mutiara saja tidak cukup.
Jika kau tak percaya, datanglah ke istanaku.
Akan kutunjukkan batu giokku padamu.
Tidak perlu.
Sebelum Guru Xian sekarat, beliau memintaku mengajukan 3 pertanyaan.
Jika jawabanmu sama dengan yang ada di dalam tas kecil itu,
berarti kau adalah suamiku.
Aku Raja Qi Xun, berilmu dan tahu segala hal.
Tanya saja.
Bagus.
Apa itu tiga pemandu utama?
Tiga Pemandu utama adalah...
Mudah sekali.
Raja...
Dewa Tulah apa?
Bukan Dewa Tulah, tapi kau dan aku.
Tidak boleh memberitahu!
Tiga Pemandu Utama... dulu waktu kita sekolah, pasti mempelajarinya.
Aku tahu. Aku baru saja mau memberitahu.
Itu adalah...
Apa?
Tidak tahu.
Tidak tahu?
Tidak apa-apa, masih ada 2 pertanyaan lagi.
Apa itu lima kebajikan utama?
Aku tahu lima kebajikan utama.
Lima kebajikan utama.
Tidak boleh memberitahu.
Siapa yang perlu jawaban? Kalian tak perlu memberitahuku.
Akan kuajarkan kalian lima kebajikan utama. Yaitu...
Apa?
Aku menyerah.
Menyerah?
Masih ada 1 pertanyaan, kau harus jawab dengan benar.
Jangan terlalu sulit.
Apa itu 6 Kesenian?
Kenapa?
Kau tidak tahu juga?
Berilah aku kesempatan Kakak...
Kenapa kau tak belajar dengan benar dulu?
Sekarang pernikahan yang ditakdirkan ini hancur karenamu.
Bukan begitu, Kepala Pimpinan?
Jawabannya benar semua.
Wu Yen, yang memiliki takdir pernikahan denganmu, Raja Qi Xuan.
Jawaban yang akan dijawab adalah "tidak bisa", "menyerah",
dan "berilah satu kesempatan, kakak".
Karena dia memang tidak mengerti apapun.
Raja yang tidak berpengetahuan.
Semua benar.
Betul, aku memang tidak berpengetahuan dan tidak berilmu.
Untung saja aku tidak mendengarkan kalian.
Aku hampir celaka karena kalian.
Dasar kalian.
Selamat Yang Mulia, semoga beruntung.
Ternyata dulu aku begitu malas.
Ketika umur lima tahun, aku sudah mulai bolos.
Umur delapan tahun, tidak ikut latihan bela diri.
Umur sepuluh tahun, ikut berperang, tapi menghindar.
Umur lima tahun, aku mulai belajar
empat buku dan lima klasik dalam bijak dan kebajikan.
Umur delapan, berlatih senjata pedang dan tombak.
Mempelajari bela diri dari beberapa sekolah.
Umur sepuluh, aku sudah memimpin pasukan untuk bertempur.
Ternyata, semua yang kupelajari,
adalah untuk menutup kekuranganmu.
Guru, ternyata kau seorang jenius.
Kalau begitu, mari kita segera mulai pernikahan kita.
Tunggu, aku masih ingin ajukan satu pertanyaan lagi.
Lagi?
Apa lagi?
Kau harus menjawab pertanyaan ini.
Baiklah.
Aku begitu jelek, kenapa mau menikahiku?
Menikahi seorang wanita yang anggun.
Penampilah hanyalah lapisan yang dilihat orang.
Ilmu tetap merupakan hal yang paling indah.
Aku merasa lega mendengarnya.
Sejujurnya, aku juga seorang wanita cantik.
Jangan bercanda, tetapi aku tidak keberatan.
Siapa yang bercanda?
Aku tidak bercanda. Aku terlihat cantik sekali.
Mulutmu manis sekali.
Kau tak percaya, suamiku?
Bantu aku menghapus make-up ini.
Baik.
Cantik, bukan?
Tak diragukan lagi.
Kenapa?
Kenapa?
Bagaimana ini? Apakah menular?
Kenapa? Ada apa dengan mukaku?
Jangan menghapusnya lagi.
Kutukan cinta ini tidak dapat dihapus.
Kecuali, kau ingin menikahiku.
Siapa kau?
Aku adalah siluman rubah.
Kau dan Raja Qi Xuan yang membebaskanku.
Sekarang aku menyukai kalian berdua.
Tapi, aku lebih menyukaimu, cantik.
Bagaimana denganmu?
Bagaimana ini bisa terjadi?
Kau merusak penampilanku dan merusak pernikahanku!
Jika kau tak menerimaku, aku akan mundur.
dan menjadi wanita untuk meperdaya Raja Qi Xuan.
Aku belum menentukan mau menjadi pria atau wanita.
Pikirkan baik-baik.
Kau tak boleh merebut suamiku!
Yang Mulia.
Kau tak boleh pergi tanpa pamit.
Itu memberi kesan buruk.
Kau saja yang nikahi dia. Dia buruk!
Yang Mulia mencari istri yang bajik dan berbudi luhur.
Permaisuri seperti ini susah untuk ditemukan.
Wanita itu tidak berpenampilan cantik, tetapi memiliki sifat kebajikan.
Cantik dan berbadan bagus lebih susah dicari.
Tolong!
Yang Mulia, ada yang berteriak minta tolong.
Kita sedang lari, jangan ikut campur urusan orang lain.
No comments yet. Be the first to leave one.