The first 200 lines.
Tunggu.
Kita sudah sampai.
Aku akan masuk sekarang. Hati-hati di jalan.
Masih ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Ada apa?
Kau menyuruhku mempertahankan apa yang kucintai?
Aku menyukaimu.
- Apa? - Aku tahu
aku tidak sehebat itu sekarang.
Tapi aku akan berakting dengan serius.
Aku sudah memesan audisi dan akan terus mencoba sampai diterima.
- Ji-su... - Aku akan berpakaian bagus
di dekatmu
agar aku tidak mempermalukanmu.
Aku juga akan pindah ke tempat bagus yang bisa kau kunjungi.
Aku tidak bisa sering mengajakmu ke restoran mewah
tapi aku berjanji akan mengajakmu ke sana
untuk perayaan besar.
Aku ingin
jatuh cinta kepadamu.
Aku...
Tae-seop.
Apa yang kau lakukan?
Apa pun yang kulakukan, itu bukan urusanmu.
Benarkah bukan?
Kau tahu Ui-yeong dan aku saling menyukai.
Seperti yang kukatakan di hotel
aku tidak suka melihatmu berada di dekatnya.
Ya, aku ingat itu.
Tapi aku juga menyukainya.
Aku tidak berhak memedulikan perasaanmu
atau mundur untukmu.
Tae-seop...
Kalian bertiga!
Halo.
Sedang apa kalian di luar selarut ini?
Wajahmu tampak pucat, Nona.
Apa mereka mengganggumu?
- Tidak. - Haruskah aku menelepon polisi?
Bukan seperti itu.
Aku baru mau masuk.
Baiklah, selamat malam.
Dia bisa menjawab kita secara terpisah.
Maaf, Ui-yeong.
Sebaiknya kau masuk.
Kalau begitu, selamat malam.
Sampai jumpa.
Ui-yeong!
Pikirkan perkataanku, ya?
Kau tidak pergi?
EPISODE 8
Aku pulang.
Hei.
Kau baru pulang kerja?
Tidak, aku bertemu teman
sepulang kerja.
Siapa? Seung-jun?
Kau tampak kelelahan. Kau berolahraga dengannya?
Ibu tahu? Aku lelah.
Aku mau tidur. Selamat malam.
Tentu.
Siapa yang menyangka
kencan buta akan menyebabkan kekacauan ini?
Seharusnya aku mengajaknya berkencan lebih awal
tapi aku membiarkan pria lain mendahuluiku.
Aku belum pernah merasa seperti ini.
Itu tidak akan berarti apa pun baginya.
Aku mengikuti hatiku
bukan logikaku.
Ya, jika aku terus berusaha, akan ada kesempatan.
Kau akan lebih bersenang-senang denganku daripada dengan pria itu.
Astaga, bagaimana ini?
Kita kehabisan persediaan fasilitas.
Kita harus memesan lagi.
UU Daur Ulang berlaku bertahun-tahun lalu
dan akhirnya kita kehabisan fasilitas sekali pakai.
Hotel lain berubah dari sekali pakai
menjadi bisa diisi ulang bertahap, bukan?
Ya, beberapa mulai menjual fasilitas sekali pakai
seharga 1.000 hingga 2.000 won.
Yang lain menjual
yang ramah lingkungan atau berkualitas lebih mahal.
Menurutmu mana yang lebih baik, Nona Lee?
Nona Lee?
Nona Lee?
Apa? Ya.
Itu
tergantung apakah kita melihat fasilitas
sebagai layanan atau barang yang menguntungkan.
Kurasa itu harus dianggap sebagai produk layanan.
Menurutmu begitu? Kenapa?
Tamu kita akan merasa tidak nyaman dan tidak puas tanpa itu
membuat mereka berpikir
kualitas layanan hotel kita menurun.
Kau benar.
Jadi, apa yang harus kita lakukan?
Mari kita lihat. Apa yang harus kita lakukan?
Kau sungguh luar biasa.
Bagaimana kau bisa melamun dan sadar begitu saja?
Apa terlihat jelas?
Mudah sekali membicarakan masalah pekerjaan
tapi kenapa makin kupikirkan, makin aku bingung soal perasaan?
Kau butuh udara segar? Atau kopi?
Ya, kopi akan...
Tidak, aku akan melewatkan kopi hari ini.
Kau bisa pergi membelinya. Aku akan bersih-bersih di sini.
Terima kasih.
"Lee Ui-yeong"?
Ui-yeong, ini dikirim untukmu.
Pak Song memesankannya untukmu.
- Aku mau satu. - Tentu.
Sejak kapan kalian jadi cukup dekat untuk saling membelikan kopi?
Ui-yeong, tingkat polusi udaranya tinggi hari ini.
Pergi keluar bukan ide bagus.
Semoga harimu menyenangkan!
Lihat, Ui-yeong!
Apa? Kopi?
Apa? Kenapa kau punya banyak kopi?
Ji-su menyuruhku membawakan ini untuk seluruh tim.
Dan dia bilang
"Jangan beli kopi di tempat lain.
Jika kau tidak menemuiku, aku akan menemuimu."
Dia menyuruhku memberitahumu itu.
Apa? Itu aneh.
Kenapa semua orang bersaing membelikan kopi untuk Ui-yeong?
Apa yang aneh soal itu?
Itu hanya kopi.
Ini hanya kebetulan.
Ini bagus untuk kita.
Ini seperti pesta kopi!
Ini pesta!
Aku berharap itu hanya kebetulan satu kali...
- Datang untuk rapat? - Ya.
Namun, insiden kopi itu adalah awal dari pertarungan panjang.
Hei, kancing kemejamu terbuka.
Aku membukanya untukmu.
Seorang pria berusaha mengubah pikiranku.
Panas!
Apa?
Baiklah, aku pergi!
- Nikmati kencanmu! - Sampai jumpa.
Tae-seop.
Aku berniat mengantarmu pulang dalam perjalanan.
Kau lapar?
Belum.
Dan seorang pria yang bertekad mempertahankanku.
SONG TAE-SEOP
Kau di kantor sekarang?
Melihat langit biru pagi ini membuatku sangat bahagia.
Aku tahu kau sibuk, tapi jangan lupa menatap langit
dan semoga harimu menyenangkan!
Aku merasa baru tiba di kantor, tapi sudah jam makan siang.
Jangan lewatkan makan siang hanya karena kau sibuk.
Makanlah perlahan
agar perutmu tidak panas.
Semoga siangmu menyenangkan!
SEMOGA SIANGMU MENYENANGKAN!
Seorang pria yang rajin, bahkan dalam hal menggoda.
UI-YEONG! KAU SEDANG APA? SIBUK?
Kau pasti sudah makan siang. Kau tidak mau kopi?
Akan kubuatkan latte untukmu, kesukaanmu.
Ayo minum kopi.
Dan seorang pria yang menggodaku kapan pun dan di mana pun.
Minumanmu sudah siap.
MAAF KAMI TUTUP
Ui-yeong!
Hei!
Sia-sia saja kau datang jauh-jauh.
Aku kasihan padamu.
Efisiensi tidak penting saat aku melakukan yang kusuka.
Kita lihat saja apa ini benar-benar sia-sia.
Baiklah. Silakan.
Ibu mertua yang mengelola restoran favoritmu
atau ibu mertua selebritas?
Hentikan. "Ini atau Itu" harus dilarang.
Aku bahkan tidak condong ke salah satunya.
Permainan ini membuatku lelah. Jangan mulai.
Aku belum pernah melihat pemain yang dilema
dengan kedua pilihan di tangannya.
Kurasa butuh bakat untuk menjadi buaya darat.
Mempermainkan pria...
Itu sangat rumit dan tidak sopan. Kenapa orang melakukannya?
Beri tahu aku.
Bagaimana kita bisa memahami hati para pemain
jika kita hanya dipermainkan?
Apa maksudmu "kita"?
Bukan urusanmu.
Mungkin lebih baik mereka dipermainkan olehmu.
Aku mungkin dipermainkan oleh orang yang punya kawanan ikan.
Maksudmu "sekumpulan ikan", Bodoh.
Perutku sakit.
Kenapa kau makan makanan pedas padahal tahu akan sakit?
Aku sangat merindukan Ceker Ayam Pedas Songi.
Itu cukup pedas untuk menghilangkan stresku.
Tidak sebanding dengan kekacauan kapsaisin ini.
Hei, menurutmu ibunya
bukan, pemiliknya
menunggu kita, kecewa karena kita tidak pergi belakangan ini, bukan?
Kenapa kau mengkhawatirkan tempat favoritmu di tempat lain?
Kau terlalu lembut.
No comments yet. Be the first to leave one.