The first 200 lines.
Siapa kau?
Siapa dia?
Tuhan! Ya Tuhan!
- Diam, Angela. - Tidak.
- Biarkan dia melakukan yang dia inginkan. - Tidak.
Silakan.
Tidak!
Tidak! Kakek!
Tidak!
Tolong!
Tolong!
Kumohon, jangan bunuh aku.
Oke, semuanya.
Tolong tak usah buru-buru dalam menjawab pertanyaan ini.
Lihatlah baik-baik Tuan Boffano, pria di depanmu.
Anda pernah melihat dia sebelumnya?
Tidak, Pak, belum.
Maaf, aku tidak bisa mendengarmu. Bisakah Anda bicara di mikrofon?
- Tidak, Pak, belum. - Tidak juga di TV atau koran?
Tidak, Pak.
- Anda membaca koran? - Kalau punya waktu.
- Berapa sering itu? - Tak pernah.
Aku ibu tunggal dan aku mencoba menjadi pematung.
Aku punya pekerjaan dan seorang anak yang perlu diurus.
Aku merasa bodoh mengatakan aku tak mengikuti berita,
tapi memang tidak. Aku tak punya waktu.
Maksudmu, kau belum pernah dengar tentang kasus ini?
Aku pernah dengar sesuatu.
Saat aku memberi tahu anakku aku akan jadi juri
anakku bilang aku mungkin akan dipilih untuk kasus mafia besar.
Aku bilang, "Kasus mafia besar apa?"
Dia bilang, "Louie Boffano.
Dia akan diadili karena 'meledakkan' orang-orang itu."
Dia bilang, "meledakkan" artinya membunuh.
Aku bilang, "Oke, aku tahu. Siapa Louie Boffano?"
Dia bilang, "Dia si spaghetti besar."
Oke, saudara-saudara, cukup.
Bu, aku ingin Anda mengerti.
Persidangan ini mungkin akan panjang dan kau bisa diasingkan.
Kalau kau bilang ini mungkin berat untukmu,
aku akan membebaskanmu dari kewajibanmu.
Aku bisa cari seseorang untuk mengurus putraku
- saat aku diasingkan. - Jadi kau bersedia?
Ya, aku bersedia.
Mobil ini terdaftar
atas nama Annie Laird. Seminary Lane 48, Pharaoh, NY.
Terima kasih. Jaga dirimu.
- Apa kau menjadi bintang hari ini? - Tidak, aku kalah terus.
- Kenapa? - Kau tahu di mana Jesse
dalam Dragon Rider? Kubah kelima. Aku tak percaya.
Aku tak bisa mencapai kubah kedua tanpa dihajar Troll Slayer.
- Mungkin Nintendo bukan keahlianmu. - Itu Sega.
Kau perlu fokus pada sesuatu yang lain, misalnya pekerjaan rumahmu.
Kau menjadi bintang di pengadilan negeri hari ini.
Aku bilang kau menyebut Louie Boffano spaghetti besar.
Jagoan.
- Kau ada di kasus itu? - Kalau mereka memilihku.
Dia baru saja menjemput anaknya.
Kami berjalan ke barat di Ratner.
Terima kasih, Eddie.
Terus ikuti dia. Aku akan periksa rumahnya.
Ya, baik.
Mereka membunuh godfather sebelumnya
dan cucu laki-lakinya.
Itu membuatku mulai memikirkanmu. Aku sudah beri tahu soal tanggung jawab.
Oke! Itu bukan ide bagus, tapi sedikit seru.
Aku butuh sedikit keseruan.
Eddie, apa yang terjadi?
Kami tiba di semacam gereja.
Mungkin dia orang gila agama. Kurasa kita bisa lepaskan yang satu ini.
Seperti, tak ada yang beres di sini.
Eddie, kau terlalu rewel.
- Dia sedang kerja. Tenang. - Ya, terserah.
Apa pun tentang persidangan itu, kau harus hentikan.
- Kau tidak baca koran. - Terserah, lakukan saja.
Sementara juri mempertimbangkan
kau harus tinggal dengan Nyonya Kolodny.
- Untuk berapa lama? - Entahlah. Mungkin 1-2 minggu.
Selama yang dibutuhkan.
- Katakan padaku kau bercanda. - Aku tak bercanda.
Kau masuk, kau keluar dan kau katakan, "Bersalah."
Hentikan.
Katakan, "Setrum bedebah itu!"
- Butuh berapa lama memangnya? - Entahlah. Kau bisa diam?
- Enam detik? - Oliver.
- Oliver. - Oliver.
DAFTAR BELANJA
Akhiri dengan: "Dengan tulus ikhlas, John Slivey,
Devotional Services, Inc."
Oliver!
Matematika... sekarang!
TUHAN ITU LAKI-LAKI
KARDINAL DONELLY MENEGASKAN
Dia berjalan ke mobil bersama anaknya.
- Bagaimana menurutmu dia? - Apa maksudmu?
Aku tak berpikir apa-apa.
- Apa menurutmu dia seksi? - Ayolah, dia seorang ibu.
Menurutku dia seksi dan pintar.
Ini bukan ibu-ibu biasa.
- Menurutku dia masalah. - Menurutku dia brilian.
PESAN DARI SPONSOR KAMI
Dia membuat patung yang harus kau rasakan.
Keluar dari sana. Dia menuju ke tempatmu.
Mereka baru saja belok ke jalan masuk. Segera keluar dari sana.
Astaga. Cepat keluar dari sana.
Mereka tiba di pintu depan. Keluarlah lewat belakang.
Apa yang kau lakukan?
Mereka masuk pintu depan. Keluarlah dari belakang.
Aku ingin tinggal di sini.
Ayolah.
Aku lapar.
Ada yang bisa dimakan?
- Bu! - Tugasmulah memberi makan aku.
Aku tak bisa, aku terlalu sibuk... mempecundangimu di Dragon Rider!
Nyalakan mesinnya, dan aku akan telepon pizza.
- Kau mau pesan yang mana? - Pesan yang pakai sosis.
Pergi sana.
- Sosis itu enak. - Aku mau pesan pizza ukuran besar.
Gunakan kapakmu! Berputar.
Mati kau, bedebah!
Pukul dia lagi.
- Jangan biarkan dia lolos. - Aku dapat dia!
- Aku berhasil. Hore! - Oke.
Bunuh dia.
- Tenang, Momba. - Oke.
Dia tepat di sana.
Jangan sampai kena tinjunya.
Akan kupukul dia. Kau tak bisa lari dari murka Momba!
...sang Momba!
- Hei, Lainie. - Hei, Annie.
- Apa dia di sini? - Ya, dia akan segera keluar.
TERJUAL
Mark Cordell.
Dia sangat sopan,
tapi dia bisa mengintimidasi.
Dia tahu yang dia kerjakan.
Dia suka Alice Aycock dan Christy Rupp.
Dia tidak suka Warhol.
Dia mengoleksi untuk dirinya sendiri, teman, dan beberapa kolektor besar.
- Kolektor besar. - Seperti?
Sato Makamoto. Bidi Karamora.
- Karyaku akan dikirim ke Jepang? - Entahlah.
- Kau tidak bertanya padanya? - Tentu, tapi jawabannya kabur.
Dan kau puas dengan itu?
Itu, dan cek senilai 24,000 dolar.
Yang separuhnya adalah milikmu.
DUA BELAS RIBU DOLAR
Ya Tuhan, aku butuh ini.
Annie Laird? Kukira kau orangnya.
Inez bilang kau mungkin mampir.
Aku membeli beberapa karyamu. Aku Mark Cordell.
- Oh! Hai. - Hai.
- Aku punya cek di tasku. - Itu tak sebanding dengan nilainya.
Jangan begitu.
Bagaimana kau mengenalku? Apakah kita pernah bertemu?
Inez menunjukkan fotomu padaku.
Dia bilang karyaku akan dikirim ke Jepang. Apakah itu benar?
- Mungkin. - Jadi itu artinya
- aku takkan melihatnya lagi? - Belum tentu.
Apa kau punya waktu untuk makan siang?
Aku seharusnya di pusat kota
pukul dua untuk tugas juri.
Aku tak ingin membuatmu terlambat.
Mungkin sebentar saja.
- Apa yang pertama? - Coba kuingat...
Yang pertama kali.
Saat orangtuaku berpisah, aku tinggal bersama nenekku.
Aku benci itu.
Aku membuat model padang rumput liar.
Aku menyimpannya di bawah tempat tidur.
Ada semak belukar.
Duri-durinya dibuat dari staples. Sungai dibuat dari kertas timah.
Aku akan meraih ke bawah tempat tidur...
Aku takut kegelapan.
Aku akan meraih ke bawah tempat tidur dan menyentuhnya
dan bermimpi aku berada di sana.
- Dan begitulah kau mulai mematung? - Ya.
Jadi. Bagaimana denganmu? Apa kau takut kegelapan?
Tidak banyak kegelapan di rumahku.
Di sana banyak anak.
Aku yang paling muda.
Itu benar-benar rumah gila.
Kebun binatang.
Omong-omong...
Kau ingin tahu ke mana karyamu akan dikirim?
Apa kau tahu Jepang?
Seni kontemporer menjadi semacam mata uang di sana.
Nilainya sangat tidak konstan.
Sangat liat dalam arti yang menarik.
Tunggu... aku tak mengerti.
- Aku tak menangkap maksudmu. - Itu tidak penting.
Kami akan menjual karyamu. Mencatatkan penjualan enam digit.
Ulasan di Forum Seni. Tempat di Pameran Seni Basel.
Tapi itu pekerjaanku.
Dengar, Tuan Cordell...
- Panggil saja Mark. - Oke, Mark...
Dengar...
- Boleh aku panggil kau Annie? - Kau boleh memanggilku apa saja.
Tapi karyaku bukan semacam mata uang!
Menurutmu apa yang kudapat dari ini?
No comments yet. Be the first to leave one.