40 Hari Bangkitnya Pocong

40 Hari Bangkitnya Pocong

Download Indonesian Subtitle

Release info

40 Hari Bangkitnya Pocong 2008 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:29:10

Tags

webdl
Published on: 2024-09-29
Downloads: 24
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 188 lines.

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Ya Sin.

Demi Al-Quran yang penuh hikmah.

Sungguh engkau, Muhammad, adalah salah seorang dari rasul-rasul

yang berada di atas jalan yang lurus

sebagai wahyu yang diturunkan Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Halo, selamat siang. Elektronik Mas.

PC atau Mac, ya, Mas?

Oh,

sepertinya tidak bisa.

Sedang banyak yang rusak karena musim virus, itu pun harus mengantre.

Di mana tempatnya? Aku saja yang ke situ, Rik.

Kamu yakin bisa?

Biasanya pun aku yang memperbaiki.

Aku harus pergi dari sini.

Ya, sudah, Mas. Saya boleh minta alamatnya?

Sebentar, ya.

Kita akan mengirim teknisi kita sekarang ke sana.

Teknisi kita berangkat sekarang. Ditunggu, ya, Mas. Terima kasih.

Rik, di mana Jessi?

Aku tidak tahu!

Aku tidak main-main! Aku harus bicara dengan Jessi. Aku telepon tidak diangkat,

aku SMS juga tidak dibalas. Di mana dia?

Mungkin tidak, ya, ada hubungannya karena kalian sudah putus?

Mengapa? Tidak suka caraku berbicara?

Dengar, No! Aku bukan Jessi yang bisa kau intimidasi seperti itu.

Dan aku minta padamu beri tahu anak-anak...

- Jessi! - Nino!

Jessi!

Jessi!

Jessi!

Mengapa AC makin dingin, ya?

Mas, AC sentralnya bisa dikecilkan sedikit, tidak?

Ya? Ada apa?

Mencari siapa, ya?

Aku dari Elektronik Mas, mau mencari yang bernama Kevin.

Katanya ada komputer yang rusak?

Kupikir mereka akan mengirim teknisi.

Kebetulan semua teknisi sedang sibuk.

Aku sendiri seorang pemrogram dan mengerti masalah komputer.

Tapi kalau kamu tidak percaya, aku bisa kembali lagi.

Oh, aku percaya. Masuk saja. Aku Kevin.

Aku Jessi.

Maaf, ya.

Aku tidak terbiasa melihat perempuan yang mengerti komputer.

Aku juga tidak terbiasa melihat laki-laki memakai baju merah jambu.

Maaf berantakan. Aku tidak tahu akan ada perempuan yang ke sini.

Mau minum apa? Dingin atau panas?

Dingin saja. Terima kasih.

Ini komputernya.

Sudah kubilang, ya?

Aku ambil minum dahulu.

Hei!

Daffi?

Ke sini dengan Mama!

Dengar, Daffi. Jangan mengganggu kakak itu, mengerti?

Nanti rusak meja mama kamu.

Tante tidak suka gadis itu.

Dia ke sini memperbaiki komputer, Tante.

Tapi tante melihat cara kamu memperhatikan dia.

Apakah pantas kamu melakukan itu dalam keadaan seperti ini?

Tante,

dia ke sini karena komputer saya rusak.

Dan kalau saya menyukainya,

itu urusan saya.

Peranti kerasnya tidak bermasalah.

Mungkin ini cuma virus biasa.

Tapi aku tidak membawa perangkat lunak antivirus untuk ini.

Tapi bisa diperbaiki?

Bisa.

Kevin, makan dahulu.

Saya makan di luar.

Kamu pulang lewat mana?

Bersama-sama saja?

Tidak usah, aku bisa sendiri.

Di sini jam sebegini mana ada kendaraan.

Ada apa?

Boleh bersama-sama?

Pakai motor tidak apa-apa, ya?

Aku menyesal tidak ikut denganmu. Aku, 'kan, mau melihat tampangnya.

Yang biasanya lumayan untukmu, selangit untukku, Jessi.

Apalagi kamu tahu, setiap hari aku bertemu model Emil begini.

Oh, iya. Foto, dong .

Kau gila? Mana mungkin aku memfoto orang sembarangan.

Jess, foto diam-diam saja dengan ponsel. Tidak akan ketahuan.

Pokoknya Jess, jangan rusak malam ini.

Indahnya kencan pertama itu takkan terulang, Jess.

Kau lihat saja nasibku sekarang.

Biasanya nonton di bioskop, sekarang apa?

Cuma nonton DVD bajakan terus.

Iya, 'kan?

Aku tidak mau tahu. Kamu harus mendapatkan fotonya dan tunjukkan padaku.

Kalau tidak, aku tinggal mendatangi rumahnya dan mengatakan

kalau sepupuku Jessi yang tertutup dan sedang jomlo butuh pasangan.

Kau tinggal pilih. Aku datangi atau kau tunjukkan fotonya padaku?

Jangan pikir aku tidak akan nekat, Jess.

Dah .

Kacau.

Ada apa dengan ponselmu?

Oh, tidak.

Itu model terbaru, 'kan?

Kameranya bagus, tidak?

Aku belum pernah mencobanya.

Boleh?

Kaget, ya?

Mengapa?

Maaf.

Kamu sering sekali, ya, minta maaf.

Mungkin didikan orang tua.

Satu kata yang sederhana...

bisa memecahkan banyak masalah.

- Mas... - Minum punyaku saja.

Aku tidak apa-apa.

Jess?

Maaf, ya.

Gara-gara makan jadi kemalaman.

Terima kasih sudah mengantarku pulang.

Sampai besok.

Sehabis makan siang, ya?

Jadi, kau tidak perlu mengantarku pulang gara-gara kemalaman.

- Jessi! -

Diantar siapa tadi, Jess?

Itu bukan urusanmu.

Kita sudah putus, No!

Jess, tolong, Jess!

Aku cuma bisa bicara padamu, Jess. Aku tidak bisa hidup begini terus!

- Aku tak bisa makan, tak konsentrasi. - Minggir!

Aku tak bisa...

Nino, itu bukan urusanku!

Jess, tolong! Tolong, Jess!

Cuma kamu yang bisa mengerti kondisiku.

Apakah kamu bisa melupakan semua yang sudah kita lewati? Apakah kamu mau?

Apakah kamu bisa?

Seandainya aku bisa melupakan, Nino!

Jessi!

Dengarkan aku, Jess.

Kau akan membutuhkanku, Jess.

Dan kau akan merasakan apa yang aku rasakan, Jess.

Kau tidak usah sok peduli dengan orang lain, Nino!

Aku sudah tahu kau itu orang yang tidak punya hati.

Jess!

Jess! Jessi!

Pergi, No! Atau aku akan berteriak.

Nino, jangan iseng! Nyalakan listriknya!

Nino?

- Jess, ini aku. -

Jessi, ini aku, Jess!

- Jessi, ini aku. - Nino!

- Jessi, jangan takut. Ini aku. - Nino!

Jessi, ini aku. Jangan takut.

Jessi, jangan takut. Ini aku.

Pocong itu dekat sekali, Rik.

Lalu Nino muncul.

Kau tidak curiga kepadanya?

Jess, Nino akan melakukan apa pun untuk bisa kembali bersamamu.

Dia mudah saja mematikan lampu lalu berpura-pura jadi pocong. Iya, 'kan?

Kamu tidak asyik, Rik.

- Bodoh kamu. - Aduh!

Jess, tidak ada apa-apa. Percayalah kepadaku.

Apa perlu kutelepon tim peliput TV?

Honornya pasti lumayan. "Rumah kos Berpocong".

Hei! Kau bilang sekali lagi, malam minggu besok batal!

Dengan kamu memang batal terus.

Karena otakmu idiot.

Kamu juga bodoh mau pacaran denganku.

Sudah, ya.

- Apa? - Apa?

Hei!

Kamu sedang apa?

Ini...

Aku mengambil uang. Uangku jatuh.

Itu memang kamu sekali. Uang seratus pun dicari.

Kamu mau ke mana? Tunggu dahulu.

Kau harus mengembalikan duplikat kunci kos yang kau buat diam-diam. Cepat!

Mana?

Jessi.

Kita harus terus bersama, Jess.

Aku sudah ditemani Rike.

Tidak ada orang yang mengerti kita, Jess.

Tidak ada.

Rik, bangun, Rik.

- Jess? -

Pergi!

Jangan ganggu aku lagi!

- Jess, ini aku. Buka pintunya. -

Rike?

Iya. Aku baru mengambil minum tadi.

40 Hari Bangkitnya Pocong subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left