Pressure Cooker

Pressure Cooker

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Pressure Cooker S01 WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-01-06
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Setiap pria dan wanita, harus berjuang sendiri-sendiri.

Persaingannya sengit.

Selamat datang di acara memasak yang mempertanyakan

apa kualifikasi untuk mencapai puncak industri kuliner?

Chef paling sukses belum tentu juru masak terbaik.

Chef itu pemimpin.

Ayo cepat.

- Perfeksionis. - Chef harus menginspirasi.

- Harus banyak akal. - Harus bermental baja.

Chef adalah penyintas.

Kesebelas chef kawakan

dengan latar belakang dan keahlian berbeda,

telah tiba untuk bersaing

di Pressure Cooker.

Memperebutkan hadiah $100,000 dan kesempatan meniti karier ke atas.

Aku banyak berkorban demi berusaha menafkahi keluargaku.

Motivasiku masih ada. Semangatku membara.

Saatnya raih mauku.

Namun, mereka tak akan dinilai oleh juri selebritas di sini.

Mereka akan saling menilai.

Ketika chef menilai chef, kritik akan sulit diterima.

Makanan lautnya sangat gosong.

Tak layak disajikan di piring.

Agak hambar.

Sial.

Hidangan yang mereka masak sama penting dengan respek yang didapat

dan hubungan yang dijalin.

Apalah aku tanpamu?

Ketika banyak yang berwatak keras di satu tempat,

cepat atau lambat, pasti ada cekcok.

Masakannya mentah dua kali.

Turunkan egomu. Aku serius.

Mereka akan putuskan siapa yang tinggal dan pulang.

Bisa memasak bukan berarti aman.

- Taktiknya berubah. - Ini masalah strategi.

Pada akhirnya, mereka akan mengambil keputusan terberat.

Kau memilih berdasarkan kepribadian? Tingkat ancaman? Aliansi?

Pilih berdasarkan keahlian saja.

Siapa yang kau mau lawan besok?

Kau dikhianati. Itu cara eliminasi yang kejam.

Siapa yang pantas menang?

Aku pasti menang.

Saatnya bertempur. Aku pejuang.

Apa pun jadinya, aku siap.

Selamat datang di Pressure Cooker.

Ya ampun.

Aku Robbie Jester.

Usiaku 36 tahun dari Newark, Delaware.

Aku punya tiga bisnis.

Chef sekaligus pemilik, aku menjabat keduanya.

Begitulah umumnya bisnis restoran. Tak mudah, bukan untuk orang lembek.

Kurasa di sinilah keajaiban terjadi.

Hadiah 100,000 dolar akan membantuku membuat kemajuan

dan menciptakan peluang untuk timku.

Semua ini dambaan chef.

Aku ingin membuat mereka bangga dan mengusahakan yang terbaik.

- Ada orang di sini? - Hai!

- Hei! - Aku Robbie.

- Christan. Salam kenal. - Salam kenal.

Kurasa saat orang melihatku,

mereka berpikir, "Rambutnya bagus. Aku suka gaunnya."

Setinggi dirimu, ya.

Mereka tak tahu aku chef yang sangat terampil.

Sudah 16 tahun kutekuni industri ini.

Aku bisa mengikat rambutku, lalu berkotor ria.

Selamat datang di rumahmu, tapi kini kuambil alih.

Aku Liv Bin. Aku chef eksekutif dan pemilik bersama

toko makanan Italia di Melrose Hill, Los Angeles.

- Hai! - Salam kenal.

- Liv. - Robbie.

Banyak orang butuh waktu lama meningkatkan kariernya

dan aku pernah berselisih dengan chef yang merasa terancam

atau minder karena jabatan yang kumiliki di usiaku.

Aku tak sabar!

Aku ingin menjadi chef wanita termuda yang meraih bintang Michelin.

Jika aku menang, pasti jalanku jauh lebih mudah.

Halo!

- Apa kabar? Aku Ed. - Hai.

- Robbie. - Salam kenal.

Aku punya teman mirip dirimu.

- Halo. - Halo!

- Hai! - Halo.

- Aku Ed. - Lana.

- Robbie. Selam kenal. - Lana.

- Sama. - Dari mana asalmu?

Aku dari Kota New York.

New York bagian mana?

- Bronx. - Aku dari Bronx.

Kini aku tinggal di Harlem.

Aku tinggal di Minnesota.

Apa?

- Hei! Halo. - Halo.

Baju terusanmu bagus!

Kenapa kita belum minum-minum?

Apa-apaan ini?

- Rosé prosecco. - Asik!

Aku mengelola dapur dan membantu membuka restoran.

Tunggu! Biar kutuang yang berikutnya.

Di dapurku, penting sekali mempunyai tim

yang berada di sisiku untuk membantuku.

Nona-nona, serahkan kepadaku.

Sous chef-ku pernah menebusku keluar dari penjara.

Terima kasih, Xavier.

- Hei! - Yo, halo!

- Halo! - Hei.

- Ambilkan dia minum. - Siapa namamu?

- Mike. - Christan.

Di restoran tempat kerjaku, julukanku Big Mike.

Badanku terkecil, tapi lagakku seperti orang terbesar.

Makanya orang sepertiku sangat kompetitif.

Sebelum kau minum, apa zodiakmu?

Apa zodiakmu?

Zodiakku?

Aku tak begitu paham.

Aku tak pernah melakukan ini, aku hanya terbiasa memasak.

Sedikit bicara, banyak memasak. Aku cukup senang begitu.

- Hei. - Hei!

- Liv. - Halo, aku Renee!

Aku chef pribadi dan juru katering sejumlah artis terkenal.

- Apa kabar? - Aku Lana.

- Aku suka bajumu. - Terima kasih. Hei.

Aku sangat kompetitif.

Aku ingin tahu siapa musuhku, apa kelemahannya,

bagaimana cara memanfaatkannya?

Senang bertemu kalian.

Aku kemari untuk menangkan uang, Sayang. Ayo!

- Dari mana asalmu? - Atlanta.

- Aku suka Atlanta. - Kota maju.

Aku ke kelab striptis di sana demi sayap ayamnya.

- Hei! - Halo!

Namaku Brian Nadeau.

Aku dan istriku punya restoran Italia di Cranston, Rhode Island.

Apa kabar?

- Baik. Eddie. - Brian.

- Kau Brian? - Hei. Brian.

Istriku di pelayanan, aku di dapur.

Ada batas di restoran yang tak boleh kami lewati.

Dia tetap di sana, aku di sini. Bercanda.

- Hei. - Hai!

Namaku Caroline Gutierrez. Aku punya bisnis chef pribadi.

- Halo! - Apa kabar?

- Baik. Aku Caroline. - Jeana.

- Salam kenal. - Aku Renee.

Aku lahir di Miami, pindah ke Los Angeles saat usiaku 20 tahun.

Tadinya aku model dan masih mencari tahu ambisiku.

Rasanya kurang memuaskan.

Lalu, aku menemukan jalan ke dunia kuliner.

Bersulang!

- Bersulang! Selamat datang! - Terima kasih.

Saat mulai bekerja di dapur, aku tak dianggap serius.

Aku sangat ingin memulai bisnisku sendiri

sebab aku selalu merasa harus berjuang lebih keras dari orang lain.

- Bisa dipilih untuk ini... - Senang rasanya.

Bisnisku sangat sukses,

tapi aku di sini untuk mendapatkan gedung restoran yang kuimpikan.

- Aku penasaran... - Halo!

- Wah! - Hei!

- Dia terakhir! Ini dia. - Halo. Aku Sergei.

Namaku Sergei Simonov.

Aku chef eksekutif, sudah 10 tahun menekuni industri ini.

- Sergei? - Sergei.

Pernah bekerja dengan chef hebat.

Aku yakin dengan kemampuanku.

Terima kasih. Buihnya banyak.

Di kompetisi ini, strategiku adalah berteman dengan semua orang

dan menemukan kelemahan mereka.

Aku ingin cari tahu siapa yang terkuat.

Aku tak mau asal menyingkirkan. Aku ingin berteman.

- Ya! - Bersulang.

- Bersulang! - Wah!

Aku mau memeriksa dapur. Siapa mau ikut?

Ayo lihat dapurnya.

Impresi pertamaku kepada Sergei, aku tak menyukainya.

Kamar perempuan.

Tinggal di rumah bersama banyak chef.

Ranjangnya kependekan buatku.

Entah bagaimana ke depannya, tapi...

Tiga sobat, ya? Jangan bawa wanita ke kamar ini.

Ya.

Permainan dimulai.

Klienku punya oven Wolf dan Thermador. Oven 20,000 dolar.

- Yang benar saja. - Untuk memasakkan mereka.

Ya.

Aku bangga mengetahui semua oven, bahkan oven yang aneh.

Mike adalah pria yang unik.

- Di sini ada nitrogen cair? - Ya, ini.

Dia tampak seperti pria nyentrik yang mudah grogi.

Tak sabar melihat hasil masakannya.

Setruk dicetak.

Kau diamkan airnya...

Teman-teman, ada setruk!

- Luar biasa. - Setruk?

- Ya ampun. - Ada setruk!

Sebagai chef, kami sangat mengenali dan akrab dengan suara pencetak setruk.

Suaranya sangat khas.

Begitu mendengar suara setruk dicetak,

pikiranku langsung, "Aku harus masak apa lagi?"

- Apa isinya? - Ada setruk.

- Wah. - Ayo. Pesanan siap.

"Selamat datang di Pressure Cooker .

Pressure Cooker subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left