The first 200 lines.
Silakan duduk.
Tn. Santos dan Nn. Chan akan segera datang,
silakan duduk, semuanya.
- Terima kasih. - Di mana toiletnya?
Di sisi kanan koridor,
toilet pria ada di sebelah tangga.
Terima kasih.
Petugas Cheung.
Nn. Chan.
Kita sudah sering berbincang di telepon, senang berjumpa denganmu.
Senang berjumpa denganmu.
Di mana Lok Ying-choi?
Ia sedang ke toilet.
Petugas Ma.
- Aku tak perlu diantar. - Terima kasih.
Baiklah, itu saja.
Biar kuantar.
Tidak perlu.
Maaf, aku sedang berbincang dengan seorang teman,
makanya aku terlambat.
Apa kabar?
Halo.
Aku Cheung Ka-yan.
- Senang jumpa denganmu. - Sama-sama.
Senang jumpa denganmu.
Aku Jack Santos,
aku mengundang kalian semua kemari untuk mendapatkan detil
mengenai kasus penemuan jenazah Wu Ying-yung,
yang telah aku teliti sebelumnya.
Jangan khawatir, ini tidak serius, kita hanya berbincang.
- Mollie, silakan mulai. - Oke.
Laporan kami menunjukkan bahwa pada 10 Maret 2021,
telah ditemukan mayat di Unit 146 di Jalan Tong Fat, Cheung Sha Wan,
yaitu di bawah tangga di sebuah rubanah.
Bisa jelaskan informasi dari awal hingga saat ini?
Ya, pada 10 Maret 2021,
kami menemukan mayat manusia.
Setelah dilakukan pemeriksaan forensik,
dapat diverifikasi bahwa mayat berjenis kelamin pria
dan telah tewas sejak delapan tahun lalu.
Waktu kematian sekitar akhir 2012
atau awal 2013.
Petunjuk terpenting yang kami temukan saat menemukan mayat ini
adalah bahwa pada 2021,
sebuah restoran bernama Lun Yuen
tengah berencana membangun penyambung antara dua toko.
- Apa ini? - Tulang manusia!
Apa yang sedang dilakukan kru renovasi?
Katanya, mereka tengah menggali lubang melalui kanal di sini.
Berdasarkan keterangan saksi dan laporan orang hilang,
menjelang akhir 2012,
ada seorang penyewa yang menghilang,
yaitu Wu Ying-yung.
Sebulan setelah ia menghilang,
istrinya, Yan Fung-ping, mengakhiri sewa unit atas nama suaminya.
Saat kasus ini dimulai,
Yan Fung-ping telah meninggal dunia tiga tahun lalu.
Kemudian melacak anak laki-lakinya, Wu Tsun Tung.
Kala itu, ahli forensik menyarankan
kami mengambil sampel DNA dari Wu Tsun-tung dan mayat itu,
untuk pemeriksaan ilmiah dan memverifikasi identitas mayat.
Akhirnya, dapat dikonfirmasi
bahwa mayat itu adalah suami Yan Fung-ping,
yang bernama Wu Ying-yung.
Oke.
Jadi, kau menghubungkan kasus hilangnya Wu Ying-yung,
lalu melacak anaknya.
Istrinya telah meninggal dunia saat insiden terjadi.
Setelah menghilangnya almarhum,
sang istri kemudian tinggal bersama dengan seseorang bernama Chan Wing-chiu.
Ini Chan Wing-chiu.
Kau mencurigai adanya unsur perselingkuhan?
Ya,
karena hanya sebulan setelah hilangnya Wu Ying-yung,
Yan Fung-ping mengakhiri sewanya,
dan tinggal bersama pria yang tinggal di apartemen yang sama,
tapi di unit yang berbeda, yaitu Chan Wing-chiu.
Apa kau mengenal Wu Ying-yung?
Tidak.
Kau meniduri istrinya, dan kau bilang tak mengenalnya?
Aku dan istrinya baru saling kenal setelah ia menghilang.
Berdasarkan informasi kami,
mereka membawa Wu Tsun Tung tinggal di Shenzhen selama dua tahun.
Karena Wu Tsun Tung masuk SMA di tahun 2015,
mereka kembali ke Hong Kong demi anaknya.
Motif pembunuhannya cukup jelas.
Namun, Yan Fung-ping telah meninggal.
Pada 20 Oktober 2017,
Yan Fung-ping meninggal karena leukimia di Rumah Sakit Queen Elizabeth.
Kami tak bisa menginterogasinya
dan tak bisa mengetahui motif apa yang ia miliki.
Namun, itu aneh.
Menurut informasi kami,
sekitar setengah tahun sebelum Wu Ying-yung menghilang,
dua penyewa lain di unit ini, sama-sama pindah.
Kami melacak dan menginterogasi mereka.
Kau sungguh tak mengenal almarhum Wu Ying-yung?
Tentu saja, buat apa aku mengenalnya?
Ia seorang preman, sepertinya bukan orang baik,
dan tubuhnya dipenuhi tato.
Ia selalu memukuli istri dan anaknya,
pokoknya, ia pria yang menyeramkan.
Bagaimana denganmu?
Ya, dia cukup kejam,
bicara tentang kekerasan dan membunuh sepanjang hari,
dan juga bermulut kotor.
Kami tak pernah bersinggungan.
Tak pernah?
Bagaimana denganmu? Apa kau sering mengunjungi istrimu?
Aku jarang berkunjung untuk bertemu.
Biasanya, kami bertemu di luar
atau aku mengundangnya untuk datang.
Jadi, aku tak tahu soal Yung Codet yang kau maksud.
Mengenai para penyewa,
ada seorang wanita lain bernama Fung Yim.
Apa kau mengenali almarhum Wu Ying-yung?
Tidak sama sekali.
Berdasarkan catatan sewa pemilik,
orang yang menyewa unit ini bernama Cheung Chi Man,
tapi itu bukan kalian.
Aku sepupunya.
Mengapa gunakan namanya untuk menyewa tempat ini?
Apa alasannya?
Apa kau tinggal di sana?
Tak ada alasan khusus, dan kami tak tinggal di sana.
Kau memiliki unit di Tai Kok Tsui,
mengapa menyewa unit lain untuk istrimu?
- Aku... - Petugas.
Aku tinggal di sana karena aku tak punya pilihan lain.
Jelaskan.
Aku dulu bekerja di sebuah kantor akuntan.
Namun, karena keserakahanku,
aku mencuri sejuta dolar dari perusahaan,
berniat meminjamnya untuk berjudi di Makau
Aku tak mengira akan kehilangan semuanya.
Aku kembali dengan ketakutan, tak tahu harus berbuat apa,
dan butuh tempat sembunyi
di mana tak ada yang bisa menemukanku.
Aku tak tahu bagaimana mengembalikan uang yang kucuri.
Aku sadar tak ada artinya untuk terus kabur,
jadi, aku menyerahkan diri,
dan dihukum selama satu tahun setengah di penjara.
Baguslah kau jujur,
karena kami sudah tahu catatan kriminalmu sebelumnya.
Namun, aku ingin bertanya kembali,
kalian sungguh tak mengenal Wu Ying-yung?
Petugas, percayalah,
aku tak berhubungan dengan si Yung Codet sama sekali.
Aku tak mengenalnya
dan aku tak mengurusi urusan orang lain.
Mereka tak mau mengakui
dan mengklaim mereka tak ada hubungannya dengan kasus ini.
Setelahnya, kami menemukan penyewa pria yang masih tinggal di sana,
namanya Ho Cheuk Man.
Silakan lanjutkan.
Ia adalah gangster yang dijuluki Yung Codet,
karena ada luka sayat di wajahnya.
Ia keji, kotor, galak dan jahat.
Ia tinggal di salah satu kamar dengan istri dan anaknya,
dan selalu memukuli istrinya. Pria yang sangat kejam.
Idiot yang tidak patuh!
Apa kau lihat-lihat?
Akan kupukul juga kau!
Aku bahkan tak boleh lihat? Memangnya kau siapa?
Tak perlu kejam begitu, oke?
Setelah banyak interogasi,
kami tidak bisa menemukan bukti definitif apa pun.
Jadi, kami klasifikasikan kasus ini
sebagai penemuan mayat dan penyebab kematiannya tak diketahui.
Kami menemukan lubang yang disebabkan pukulan keras benda tumpul di tengkorak,
tapi, apa itu penyebab kematiannya?
Atau, apakah itu terjadi setelah korban tewas?
Kami tak punya jawabannya.
Namun, menurut laporan medis,
lubang itu disebabkan oleh benturan dari benda tajam dan keras.
Karena sudah lewat delapan tahun,
sulit untuk menyimpulkan apa penyebab kematiannya.
Aku mengerti.
Sejak memulai investigasi hingga kini,
sepertinya sudah dijelaskan semua.
Keputusan membuka kembali investigasi ini
adalah karena kemunculan seseorang bernama Lok Ying-choi.
Itu adalah kau, 'kan?
Aku ingin bertanya,
mengapa kau memilih untuk membuka kembali investigasi?
Jadi, ya.
Aku dipindahkan dari satgas anti narkoba.
Setelah menerima kasus ini,
aku merasa ada beberapa aspek yang perlu diinvestigasi lebih lanjut.
Sebenarnya, ini satu-satunya kasus yang aku miliki pada saat itu,
jadi aku berusaha keras.
Memainkan Suona Horn?
Ya.
Namun, kini hanya rekaman,
tak ada penampilan langsung, jadi, aku tak ada pekerjaan.
Tak ada pekerjaan?
Jadi, apa yang kau lakukan?
Hanya kerja serabutan.
Dengar,
banyak sekali aturan di rumah duka.
No comments yet. Be the first to leave one.