Season 2

Release info

Work Later Drink Now S02E11-12 KOREAN WEBRip VIU
A Commentary by tedi
Retail VIU

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-01-15
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Lee Sun Bin"

"Han Seon Hwa"

"Jung Eun Ji"

"Choi Si Won"

"Work Later, Drink Now 2"

"Aku baru bicara dengan Ji Yeon, Ji Goo"

"Kubilang aku tidak peduli tentang hidupnya"

"Tapi dia harus tahu"

"Bahwa dialah"

"Yang merusak persahabatan kita"

"Kita harus merelakannya sekarang"

"Jangan menunggu dan tidurlah. Aku tidak akan pulang hari ini"

"Hujan. Kamu akan tidur di mana?"

Astaga.

"Bagian 11, Kendi Minuman Keras yang Pecah"

Astaga.

Kamu akan pindah?

Ada banyak yang harus kukerjakan.

Begitu rupanya. - Masuklah.

Kamu tadi tidak makan banyak samgyeopsal, bukan?

Aku hanya ingin makan ramyeon.

Begitu rupanya.

Kalau begitu, boleh aku minta...

Sedikit?

Tunggu! Jangan.

Itu karya seni.

Ini karyamu?

Kamu bisa duduk di sofa merah.

Yang itu? - Ya. Maafkan aku.

Itu hanya sampah. Kamu bisa menginjaknya.

Baiklah.

Tapi jangan daun itu. Itu karyaku.

Benarkah?

Hati-hati.

Benar. - Baiklah.

Astaga.

Sofa bean bag itu satu-satunya hal yang bisa kusebut perabot di sini.

Begitu berbaring di sana, kamu tidak bisa bangun.

Itu sangat nyaman.

Itu sangat adiktif.

Aku pernah tidur di sana selama dua hari.

Sudah selesai.

Kamu tertidur?

Ada tali di atasmu.

Kamu bisa berdiri dengan memegang itu.

Bagus sekali.

Makanlah ramyeon ini.

Lezat, bukan? - Ini sangat kenyal.

Benar.

Tunggu.

Bukankah tadi kamu bilang tidak bisa minum alkohol?

Maksudku, aku tidak bisa minum dengan orang yang tidak kusukai.

Begitu rupanya.

"Aku menghasilkan uang dari kanal origami"

"Saat kali pertama melihat tanganmu di YouTube"

"Aku menyukainya karena bergerak perlahan di dunia yang sibuk ini"

"Aku hanya duduk di sini membuang uang"

"Yang kudapatkan dari seni kertasku"

"Kurasa ada yang ingin kulakukan, tapi aku gagal melakukannya"

"Ada lebih banyak hal yang tidak berhasil daripada yang berhasil"

"Dan jika kamu bertanya bagaimana aku akan bertahan dalam hidup"

"Ada lebih banyak hal yang tidak bisa kujawab"

"Entah apa kamu menyadarinya, tapi aku pernah masuk penjara remaja"

"Itu tidak penting dalam hidupku, tapi namaku"

"Adalah Han Woo Ju"

"Aku sudah dewasa, tapi masih membenci ibuku"

"Sudah lama aku tidak memahaminya"

"Tapi aku tidak tahu cara menghentikan kebencian kronis ini"

"Usiaku 30 tahun lebih dan masih tidak tahu apa yang ingin kulakukan"

"Entah apa mengajar lebih baik daripada pengantaran barang"

"Ataukah pengantaran barang lebih baik daripada origami"

"Namaku Ji Goo, tapi aku tidak yakin"

"Apakah kehadiranku di Bumi adalah hal yang baik"

"Aku juga tidak menganggap pria atau berkencan itu menyenangkan"

"Satu hal yang membuatku nyaman dalam hidup adalah teman-temanku"

"Tapi itu menjadi hal yang paling tidak nyaman bagiku sekarang"

Aku pernah mengalami kelumpuhan tidur saat SMA.

Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.

Bangunkan aku, Kawan-kawan!

Ji Yeon! In Hye!

Tolong aku.

Aku sudah bangun,

tapi tidak bisa bergerak selama beberapa menit.

Aku benci teman-temanku yang tidak bisa mendengar tangisanku.

Mimpi buruk hari itu kembali setelah 15 tahun.

Ayo!

Aku mengalami kelumpuhan tidur.

Bangunkan aku.

Ji Goo.

Kang Ji Goo.

Ji Goo.

Ji Yeon.

Bangunkan aku.

Bantu aku, Teman-teman.

Bangunkan aku.

Teganya kalian melakukan ini kepadaku!

Selamat pagi.

Halo. - Sampai jumpa, Ibu.

Bersenang-senanglah.

"TK"

"Layanan Kurir Daejin"

Hening sekali.

Saat kamu bangun, jangan bersuara

dan kirimi aku pesan.

Perutku sakit.

"Bubur Gandum Sekali Makan"

Ada yang aneh, tapi entah apa itu.

"Spageti"

"Mi gelas"

Bu Han.

Ya, Direktur.

Ada apa?

Adikku menderita hiperakusis.

Jadi, dia bereaksi sensitif bahkan terhadap suara sekecil apa pun.

Dia berhenti bekerja.

Dia bereaksi sensitif terhadap suara mesin fotokopi,

mengetik, dan bahkan suara kuku mengetik di ponsel.

Bahkan suara elektronik yang halus tidak diizinkan di rumah kami.

TV, radio,

microwave, dan pelembap udara tidak diizinkan.

Bagaimana kamu mengeringkan rambutmu?

Angin alami.

Bagaimana dengan penyedot debu?

Kami menggunakan sapu. - Astaga.

Bahkan suara air dari pancuran di bawah

terdengar seperti petir di telinga adikku.

Jadi, tolong mandi dengan tenang,

sambil berjongkok.

Bukankah namanya gangguan jika seserius itu?

Kurasa dia harus ke rumah sakit.

Sudah kubilang adikku adalah pasien dengan gangguan.

Begitu rupanya.

Kang Ji Goo.

Kenapa kamu terlihat seperti itu?

Aku mengalami kelumpuhan tidur semalaman.

Kamu baik-baik saja?

Lupakan saja. Di mana kamu tidur?

Di suatu tempat.

Kamu senang membuatku khawatir?

Sudah kubilang jangan khawatir dan tidur saja.

Bagaimana bisa?

Maafkan aku.

Aku benci kalian semua.

Kamu pulang dengan selamat?

Sebenarnya aku terjaga,

tapi berpura-pura tidur.

Kupikir kamu akan merasa tidak nyaman.

Tidak!

Lakukanlah.

Benarkah?

Mari kita lakukan.

Aku sungguh akan melakukannya.

Baiklah.

Jika kamu merasa malu, jangan buka matamu.

Jika kamu merasa tidak nyaman...

Tunggu. Kamu terlalu banyak bicara.

Maafkan aku.

Aku sudah memulainya,

jadi, tidak bisa berhenti di tengah jalan.

Apakah

sudah selesai? - Ya.

Bukankah itu terlalu singkat?

Tidak!

Aku sangat menyukai pria.

Selamat pagi. - Selamat pagi.

Aku perlu bicara denganmu.

Anggota termuda.

Kukira kamu bekerja dengan baik.

Siaran bukanlah lelucon.

Kamu harus sedikit mengalah dalam situasi seperti ini, Nak.

Kamu sedang dimarahi.

Aku bisa membaca emosi orang saat melihat mata mereka.

Tim ini

mungkin hanya untuk daftar tambahan di resumemu.

Tapi bagiku,

ini acara yang diluncurkan Sutradara Kang dan aku

setelah berbulan-bulan tanpa tidur.

Kamu mengencani asisten sutradara bukanlah urusanku,

tapi tim ini bukan tempat bermain-main

di mana kamu bisa bertindak bodoh.

Kamu pikir mudah membawa bintang ternama

yang bercerai 30 tahun lalu memutuskan untuk tampil bersama?

Kami mengunjunginya setiap hari, memohon

dan membujuknya. Kami bekerja keras...

Aku juga suka acara ini. Aku juga ingin melakukannya dengan baik.

Tapi kamu tetap melakukannya?

Teman-temanku sangat menyukai pratinjau itu.

Astaga.

Kamu masih tidak tahu apa masalahnya.

Apa yang harus kulakukan dengannya?

Aku akan pergi.

Pokoknya, maaf sudah merepotkanmu karena ini.

Aku juga meminta maaf kepada Sutradara Kang lewat pesan.

Kamu mengirim pesan kepadanya?

Ya. Dia bilang dia juga menonton klipnya di YouTube.

Dia tertawa, mengatakan itu konyol.

Kalian semua gila, ya?

Aku hanya mengatakannya.

Aku akan bekerja sampai kalian menemukan penggantiku.

Aku permisi.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left