The first 200 lines.
Apa kabar, Kanalku? Selamat datang.
Ini kawanmu...
Aliff!
Aku sudah kembali ke rumah lama di video "Ada Hantu".
Di belakangku, kau lihat?
Tapi aku tidak datang sendirian.
Aku tidak cukup gila untuk datang sendirian.
Aku datang dengan yang biasanya.
Teman-teman kenakalanku.
Hadirin sekalian,
mari kita sambut
Bariah, Sasha, Talha, dan juga Jimmy!
Ya!
Kemarilah, kenapa kalian berdiri di sana? Jangan malu.
Kita bahkan tidak punya 100 juta pengikut.
Ayo.
Kalian harus ingat wajah-wajah ini.
Kalian melihat mereka? Kenapa?
Karena mereka yang pernah mencoba mengerjaiku.
Tapi pada akhirnya, kami semua dikerjai oleh han...
Oleh setan.
Tapi kalian pasti bertanya,
kenapa kami semua di sini.
Kembali ke rumah angker ini.
Pemirsa.
Sebenarnya kami di sini karena Bariah.
Jadi, mari tanya dia.
Ba.
Kemarilah.
Kemarilah.
Ceritakan kisahnya.
Kisah apa?
Tentang mimpimu.
- Ke kamera? - Ya, ke kamera.
Hai.
Ceritanya, sebenarnya...
Dua pekan lalu, saat aku tidur,
aku mendengar seseorang memanggil namaku.
Bariah.
Bariah.
Bariah.
Saat kubuka mataku,
aku sadar aku tak lagi ada di kamarku.
Bariah, sayangku.
Kembalilah kepadaku.
Jangan bunuh aku!
Ya, itu hanya mimpi, bahkan tidak nyata.
Tapi tempat itu tampak sangat familier.
Untuk memastikan,
aku melihat-lihat seluruh rumahku.
Dan dalam pencarianku, aku menemukan foto.
Fotoku bersama mendiang nenekku.
Lokasi di foto itu
sama dengan di mimpiku.
Sebenarnya, itu tempat aku sering bermain saat masih kecil.
Seperti taman bermain.
Anehnya, kali terakhir kita di sini,
kami tidak pernah melihat ruangan itu.
Foto.
Ba, tunjukkan fotonya.
Fotonya.
Kami punya fotonya, Kawan-Kawan.
Jadi, itu menunjukkan bahwa itu bukan omong kosong.
Kami punya bukti untuk ditunjukkan kepada kalian.
Kau lihat?
Lihat.
Mengerti?
Itulah alasan kami di sini.
Kami mencari ruangan misterius itu.
Ruangan yang baru saja diceritakan oleh Bariah.
Jadi, malam ini, aku akan melakukannya secara berbeda.
Kalian tahu aku, aku tidak pernah melakukan hal yang sama.
Malam ini, aku akan menyiarkan semuanya secara langsung.
Tidak ada potongan, tidak ada suntingan
Jadi, apa pun yang terjadi di dalam,
kalian akan melihatnya secara langsung.
Malam ini, kami akan direkam dengan tiga kamera berbeda.
Ini kamera pertama.
Ini yang kedua.
Hadirin sekalian, kamera terakhir,
kami punya kamera ketiga.
Jadi, malam ini kami punya tiga kamera.
Itu akan mencakup semua sudut yang mungkin di rumah.
Aku baru ingat, tunggu.
Aku punya ide.
Ini dia!
Ini bukan benda biasa.
Lihat?
Apa ini? Apa itu pena?
Ini bukan sekadar pena, Talha.
Ini bisa menerjemahkan bahasa apa pun ke bahasa Malaysia.
Kau mengerti? Aku akan mencobanya.
Lihatlah.
Apa kabar?
Bagaimana kabarmu?
Sekali lagi.
Terima kasih.
Terima kasih.
Apa aku cantik?
Apa aku cantik?
Sasha.
Pena ini
bukan pacar, kau tahu?
Ini menerjemahkan, tak menjawab kau cantik atau tidak.
Boleh kucoba?
Bodoh.
Kau menggemaskan.
Sini, biar kucoba.
Jalang.
Kau menggemaskan.
Terjemahannya salah.
Penamu tidak akurat.
Bisakah kalian tak merusak otak penaku?
Ratingnya U, kau tahu? Sudah disetujui oleh LPF.
Tunggu.
Apa hubungannya penamu dengan pencarian kita?
Siapa tahu saat kita mencari ruangannya,
kita bertemu hantu Jepang, ini bisa menerjemahkannya untuk kita.
Kita bisa berkomunikasi.
Jangan bermain-main.
Baik, mari kita serius.
Baik, sebelum kita masuk,
aku ingin mengingatkan kalian
untuk menonton siaran langsung ini sampai akhir.
Kenapa? Kami bahkan tidak tahu yang akan terjadi malam ini.
Kami bahkan tidak tahu ada apa di dalam.
Entah kami akan menemukan ruang misteri Bariah
atau kami akan menemukan hal lain.
Ayo, jangan membuang waktu.
Sha, boleh aku berdiri di sana?
- Entahlah. - Ayo, cepat!
Talha, jangan main-main.
Baiklah.
Cepat.
Sudah siap?
Kamera siap?
Baiklah, ayo.
- Aliff, tunggu. - Apa?
Aku merasa
tidak enak, bagaimana jika kita melihat...
- Jika kita melihat apa? - Jika kita melihat hantu
seperti tempo hari, lalu bagaimana?
Ayolah, Jimmy.
Kau punya Master Qi dari Feng Shui.
- Kau bisa memindai dan melakukan tugasmu. - Tidak lucu!
Tempo hari, kita tak tahu rumah ini berhantu.
Sekarang kita tahu rumah ini berhantu.
Itu maksudku, Aliff.
Aku...
Aku merasa sedikit gugup.
Gugup, kau selalu gugup.
Hei.
Kita serius sekarang, bisakah kau tak menyebalkan?
Tenang, Bariah.
Aku bicara tentang hal nyata, 'kan?
Dan kita siaran langsung sekarang.
Sudah banyak yang menonton. Kita tidak bisa mundur sekarang.
Ini sudah viral.
Mengerti? Harus komitmen.
Ayo.
Kita ladeni saja dia.
Hei.
Jangan terlalu dekat.
Gelap sekali.
Bukankah lebih mudah memakai genset seperti sebelumnya?
Aku tidak perlu memindai rumah ini, Qi-nya tidak bagus.
Teman-Teman.
Kau sadar kita sedang siaran langsung?
Kenapa kau memakai genset untuk melihat?
Kita punya senter.
Terlihat persis seperti kali terakhir kita datang.
Tentu saja terlihat sama.
Setelah kasus kita, tak ada yang mau masuk ke rumah ini.
Ba.
- Dari mana kita mulai mencari? - Ya, Ba.
Kita...
Siapa yang bermain piano?
Mungkin Jimmy?
Jimmy?
Aku di sini.
Hei.
Jika kau di sini, siapa yang bermain?
Sudah kubilang, kalian tidak menurut, jangan datang ke sini.
Ayo pergi sebelum makhluk itu muncul.
Apa yang kau katakan?
Mari kita lihat.
Kau ingin melihatnya? Ayo.
Aliff, kau gila.
Ya, aku gila.
Aku tak sabar untuk...
Aku tak sabar untuk tahu.
Ayo, Semuanya.
Aliff.
Kita semua di sini, Aliff.
Yang bermain pasti hantu.
Hantu?
Kali ini kita akan lihat.
Apa hantunya menjelma menjadi aku atau bukan?
Aliff.
Aliff.
No comments yet. Be the first to leave one.