Season 1

Release info

[๐‚๐จ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ž๐๐ซ๐ข๐ฌ๐จ๐ง] ๐’๐ข๐ฅ๐ž๐ง๐ญ ๐“๐ซ๐ฎ๐ญ๐ก (๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”) ๐’๐ŸŽ๐Ÿ๐„๐ŸŽ๐Ÿ‘ ๐๐… ๐–๐„๐
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐Ÿ’๐Ÿ’:๐Ÿ๐Ÿ— || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ || *๐‘ช๐’“๐’†๐’…๐’Š๐’• ๐’•๐’ ๐˜Œ๐˜ท๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜‹๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ช (๐‘ท๐’†๐’๐’†๐’“๐’‹๐’†๐’Ž๐’‚๐’‰) || เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-01-28
Downloads: 13
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Korban tewas adalah Hideyuki Sakuma, 40 tahun.

Ini kasus besar.

Divisi Satu Polisi Prefektur akan datang dan buat posko.

Lakukan semaksimalmu.

Lama tak jumpa, Junichi.

Kau muncul di hadapannya sebagai detektif.

Kalau kau bertemu Bu Makiko Iwamoto,

gali lebih banyak informasi.

Soal kebohongannya.

Reuni untuk kita berempat.

Ayo, kita buka kapsul waktu itu.

Kita sembunyikan pistol yang dulu bikin geger.

Detektif Tobina ke sini

dan tak lama kemudian insiden terbaru terjadi?

Apa yang akan kukatakan bersifat rahasia.

Aku beri tahu ini karena kita terlibat kasus ini,

tapi kalian harus rahasiakan ini.

Peluru dari jasad korban ditembakkan

dari milik Kazuo Kiyoharaโ€ฆ

Peluru itu berasal dari pistol milik ayah Keisuke.

Dipastikan itu pistolnya.

Itu tak mungkin.

Pistol di kapsul waktu

dan dikubur di sini,

itu senjata yang bunuh Sakuma.

Sepertinya baru digali.

Mau pakai kombinasi apa?

Apa saja,

kita tak akan buka lagi.

Benarkah?

Kita ingat saja, jaga-jaga.

Pakai apa?

Kalau 1029?

Tidak jadi.

- Maaf. - Tidak apa-apa.

Kita pakai tanggal lahirku.

Kombinasinya?

- Satuโ€ฆ - Nolโ€ฆ

- Duaโ€ฆ - Sembilan.

Hilang.

Salah satu dari kita sudah membuka kapsul waktu

dan mengambil pistol itu.

Peluru yang ditemukan di tubuh kakak Naoto

- benar dari pistol ayahku? - Ya.

Peluru dari pistol punya alur laras,

dan alur laras

pistol polisi itu terdaftar.

Apa mungkin orang lain menemukan dan mengambil pistol itu?

Ayo, kita mulai memastikannya.

Ada yang beri tahu orang lain lokasi

atau kombinasi kapsul waktu ini?

Tidak.

Aku tak bilang pada siapa pun.

Aku juga tidak.

Kalau begitu, hanya kita saja.

Biar kupastikan satu hal lagi.

Di antara kalian

ada yang buka kapsul waktu ini?

Aku tak membukanya.

- Aku juga tidak. - Aku juga tidak.

- Kenapa bisa hilangโ€ฆ - Hei!

Kalau kau, Junichi?

Kau juga bisa membuka kapsul waktu.

Aku tak membukanya.

Kau beri tahu orang lain?

Tidak.

Maaf.

Kau, Naoto?

Bukan! Bukan ituโ€ฆ

Itu karena aku dulu mengusulkan menguburnya dalam kapsul waktu.

Aku terus memikirkannyaโ€ฆ

Ayo, kubur kapsul waktu setelah upacara kelulusan.

Kapsul waktu?

Setelah lulus, sekolah akan ditutup.

Jadi, tak ada yang ke sana lagi, 'kan?

Ya, ayo lakukan.

Ada sesuatu

yang mau kukubur di kapsul waktu.

Ini juga salahku mengambil pistol itu.

Aku menyembunyikannya di laci meja di rumah,

tapi aku menyesal mengambilnya,

jadi aku lega saat bisa menguburnya di kapsul waktu.

Ini salahku juga,

karena aku yang mengajak ke hutan.

Karena perampok bank bersenjata masih buron,

semua siswa SD dan SMP di kota ini

harus pulang berkelompok.

- Apa? - Yang benar saja.

Bahkan setelah tiba di rumah, kalian dilarang keluar,

kecuali ditemani orang tua atau wali.

- Apa? - Tidak mungkin!

- Hei! - Hei!

Persetan sistem kelompok!

- Pasti kau bilang begitu. - Ya!

Lalu bagaimana?

- Kita tetap ke sana. - Serius?

Kita pergi, Keisuke?

- Tentu. - Ya.

Kau ikut, Maki?

Kurasa aku tak punya pilihan. Aku juga ikut!

Baiklah!

Tidak ada gunanya mengungkit itu sekarang.

Semua sudah telanjur, sudah tak bisa kita ubah.

Biar kupastikan hal terakhir.

Apa alibi kalian Sabtu malam,

- di malam kejadian itu? - Hei, tunggu dulu.

Seperti diinterogasi.

Aku hanya mau tahu siapa yang membuka kapsul waktu.

Tapi bukan cuma itu.

"Orang yang bunuh kakak Naoto ada di antara kita."

"Mengakulah sekarang."

"Angkat tangan, kau ditahan." Itu maksudmu!

- Bukan begitu maksudku! - Cukup!

Kita sudahi hari ini.

Tidak apa-apa, Junichi?

- Oke. - Ayo.

Keisuke, bisa bicara?

Heiโ€ฆ

Aku tak bermaksud bertengkar.

Polisi tahu Makiko berbohong.

Makiko berbohong?

Apa benar Makiko ke Smile Sakuma Jumat itu

karena putranya mengutil?

Apa?

Tidak mungkin Masaki mengutil.

- Kau sungguh tak tahu? - Ya.

Sepertinya Makiko tak minta saranmu.

Apa cerai separah itu sampai tak minta saranmu?

Bukan urusanmu.

Polisi curiga soal mengutil,

berarti mereka menduga Makiko dan Sakuma

punya hubungan tertentu.

Jangan remehkan polisi.

Sial.

Tidak apa-apa.

Maksudmu apa?

Entahlahโ€ฆ

Tapi semuanya akan baik-baik saja.

Baiklah.

Sabarlah. Aku akan jujur.

Kenapa tak sekarang?

Aku bisa, tapi Makikoโ€ฆ

Ada hal penting yang dipertaruhkan bagi Makiko.

Aku meremehkan hal penting bagi Makiko.

Itu sebabnya kami berpisah.

Tapi aku punya klien tetap di toko ini dan juga

soal Masaki.

Sejak SD, dia menargetkan masuk SMP Hamadai

dan bahkan ikut bimbel juga.

Baiklah.

Aku akan bicara pada Makiko malam ini dan pastikan ke polisi besok.

Baik. Ayo, pulang.

Boleh aku bertanya juga?

Soal apa?

Apa yang kau pikirkan

saat tahu aku dan Makiko menikah, lalu bercerai?

Biasa saja.

Saat kecil, Makiko menyukaimu.

Itu masa lalu.

Apa kau berpikir, "Kenapa menikah dengan Keisuke? Dulu kau menyukaiku."

Tidak mungkin.

Atau, "Kau dan Keisuke bercerai?"

"Kau pasti bahagia selamanya denganku."

Tidak pernah terlintas.

Kenapa kau tak menghubungi Makiko?

Saat lulus dan pindah,

kau tak terpikir menghubungi Makiko?

Kalau terpikir, pasti kulakukan.

Kau benar.

Tapi kau sempat menghubunginya, 'kan?

Tidak.

Saat aku melihatmu di Yokohamaโ€ฆ

Jangan main tangan.

Junichi, kau petugas polisi, dan aku mahasiswa.

Makiko sekolah kecantikan di Yokohama

sekaligus kerja di kafe.

Terima kasih menunggu.

Terima kasih.

Hati-hati.

Ada yang menatapmu, Iwamoto.

Apa?

Terima kasih menunggu. Mau pesan apa?

Kau Makiko Iwamoto, 'kan?

Apa?

Apa?

Keisuke?

Ya.

Tidak mungkin!

Aku tak sengaja bertemu dia, jadi kusapa.

Begitu, ya.

Aku bertemu kalian berdua.

Aku tak bilang pada Makiko kalau aku melihatmu.

Aku tak mau kau merebut Makiko dariku.

Aku tak akan merebutnya.

Meski tidak, dia akan mendatangimu.

Kurasa begitu.

Hei!

Kau selalu begitu.

Ayo, pulang.

Dia tidur.

Silent Truth subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Silent Truth

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left