Season 1

Release info

Re ZERO Starting Life in Another World Director's Cut 2020 S01E01-13 JAPANESE WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Murni Retail NF Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2023-01-01
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bahaya. Ini benar-benar bahaya.

Subaru, ada apa?

Begitu. Jeleknya di sini.

Jangan masuk! Cepat lari!

SHONEN AVEX

RASA NATTO MISO PEDAS

Jangan yang natto.

Tunggu aku...

Totalnya 363 yen.

Koin peringatan.

Aku...

pasti akan...

menyelamatkanmu.

Siapa pun juga bakal lelah kalau main gim video seharian di kamar.

Apa yang terjadi?

Dilihat bagaimanapun, ini seperti sungguhan.

Itu artinya...

Berarti ini...

Jangan-jangan,

aku dipanggil ke dunia lain?

Mungkin bisa kuanggap dunia fantasi

dengan latar budaya abad pertengahan.

Di dunia makhluk setengah-manusia,

mungkin bakal ada perang dan petualangan juga.

Lalu di dunia ini, aku...

Hei!

Awas!

Ini dia! Giliranku sudah tiba!

Ini mungkin awal-awal aku bakal bisa pakai sihir!

Berbahaya!

Hebat!

Luar biasa!

Sepertinya terlalu dini untuk pakai sihir.

Tidak bisa kubaca.

Hei, Nak. Pakaianmu aneh.

Kau pengembara, ya?

Apa ini?

Ini apel.

Dia bisa paham bahasaku, tapi masalahnya...

Apa?

Uang dari negara mana itu?

Uang begitu tak berlaku di Lugunica.

Berarti kau ini miskin, ya?

Pergi sana! Jangan ganggu daganganku!

Apa boleh buat.

Pertama-tama, aku keliling dulu cari informasi.

Tempat ini hanya untuk setengah-manusia.

Aduh! Mataku!

Kenapa berbeda dari harapanku?

Bukankah aku dipanggil ke dunia lain?

Mana status hebatku sebagai protagonis?

Sial.

Ponselku masih berfungsi.

TIDAK ADA SINYAL

Percuma kalau tidak ada sinyal!

Lagi pula, perlengkapan awalku cupu sekali.

Harusnya berikan modal awal yang banyak

agar generasi kekinian seperti aku bisa puas!

Excalibur atau semacamnya saja tidak punya!

Lalu, kalau dipanggil ke dunia ini

harusnya ada cewek cantik yang menemani aku.

Jangan bilang aku ditelantarkan di sini?

Datang juga!

Cewek cantik yang memanggilku ke sini...

Kau ini bicara apa?

Kalau masih ingin hidup, serahkan semua hartamu!

Gawat. Yang datang malah kejadian wajib.

Awas, minggir!

Kalian yang di sana!

Minggir!

Datang juga!

Apa dia cewek cantik yang memanggilku ke sini?

Memanggil?

Entah apa maksudnya, tapi sekarang aku sibuk.

Maaf, ya! Hidup itu tidak mudah!

Apa? Kenapa begitu?

Yang tadi tak membuat kalian berubah pikiran, ya?

Malah aku tambah marah gara-gara ada pengganggu.

Pastinya, ya.

Tapi, tenang dulu, Natsuki Subaru.

Sudah sewajarnya manusia yang dipanggil ke dunia lain

pasti punya kekuatan super.

Akan kuhajar para tukang begal ini demi masa depanku yang cerah!

Waktunya mengumpulkan pengalaman!

Baru kali ini aku memukul orang.

Ternyata aku ikut sakit juga.

Tapi, di dunia ini aku memang sudah diatur jadi kuat.

Adrenalinku mulai meningkat! Akan kuhabisi semuanya!

Maaf, ini semua salahku. Ampun, jangan bunuh aku.

Kurang ajar, kau! Bangsat!

Jangan pikir ini tak menyakitkan!

Sudah cukup.

Siapa kau?

Kali ini, kalian kumaafkan.

Karena itu, kembalikan barang yang kalian curi.

Barang yang kami curi?

Aku mohon. Itu sangat penting bagiku.

Aku akan berikan barang lain, asal jangan yang satu itu.

Patuhlah dan kembalikan padaku.

Kau datang bukan untuk menolongnya, ya?

Cowok berpakaian aneh itu?

Kalau kau tanya hubungan kami, aku tak kenal dia.

Berarti bukan urusan kami.

Soal barang curian, cari orang yang tadi lari.

Ya, ke sana. Dia kabur ke arah sana.

Kelihatannya kalian tidak bohong.

Aku harus cepat mengejarnya.

Tapi, terlepas dari itu...

Aku tak bisa biarkan situasi ini.

Sihir?

Kurang ajar kau!

Penyihir atau apa pun itu, kubunuh kau!

Kau pikir bisa menang lawan kami berdua?

Benar juga.

Dua lawan satu mungkin tak adil.

Maka, dua lawan dua biar adil.

Kau pengguna roh?

Benar. Kalau kalian menyerah, tidak akan kukejar.

Cepat putuskan. Aku sedang buru-buru.

Dasar jalang!

Kalau ketemu lagi kau pasti bakal kami tiduri!

Kalau berani macam-macam, aku kutuk kalian tujuh turunan.

Itu juga kalau kalian punya keturunan.

Aku tertolong, terima kasih.

Jangan bergerak.

Lihat, 'kan?

Kau langsung berpaling karena berpikiran kotor.

Sepertinya kecurigaanku tak salah.

Masa?

Aku pikir itu cuma insting berahi pria,

bukan karena maksud jahat.

Pack, kau diam saja.

Kau tahu siapa yang mencuri lencanaku, 'kan?

Maaf, aku sama sekali tidak tahu apa-apa.

Masa? Sungguh?

Apa kau hanya pejalan kaki?

Sebaiknya kau cepat kejar dia, Nona.

Biar aku bantu...

Harusnya jangan memaksa bangun.

Bagaimana ini?

Bukan urusan kita, 'kan? Lagi pula, dia tidak mati.

- Kita biarkan saja. - Sungguh?

Ya, sungguh.

Tapi kau ingin menolongnya, 'kan?

Tidak.

Lagi-lagi kau ini.

Pokoknya aku tidak akan menolongnya!

Wajah marahnya manis sekali.

Dunia fantasi memang mantap.

Aku rebahan di pangkuan seseorang?

Kau sudah bangun?

Ternyata pangkuan cewek cantik lembut dan empuk, ya.

Mustahil!

Setidaknya aku ingin membuatmu senang sampai kau bangun.

Hentikan dulu suara genitmu itu.

Mana mungkin aku salah lihat kucing jadi tokoh utama wanita!

Jadi, tak sia-sia aku membesarkan wujud untuk membuatmu senang.

Siapa juga yang senang?

Maaf, ya.

Kalian menemaniku sampai aku bangun.

Jangan salah paham.

Aku di sini karena ada yang harus kutanyakan padamu.

Menyembuhkan lukamu dan menjadikan Pack sebagai bantal pangkuan,

itu demi diriku.

Makanya, kau harus membalas budi.

Rasanya aku seperti berutang banyak, padahal itu hanya bantuan kecil, 'kan?

Tak bisa begitu.

Kau tahu seperti apa bentuk lencanaku yang dicuri, 'kan?

Lencana?

Maksudmu lencana untuk menunjukkan identitas?

Di tengahnya ada batu permata.

Kira-kira sebesar ini.

Maaf, apa pun itu, aku tetap tak tahu.

Kalau begitu, ya sudah.

Tapi, karena kau bilang kau tak tahu apa-apa,

berarti itulah jawaban atas bantuanku.

Apa?

Ya sudah, aku buru-buru, jadi, aku duluan.

Lukamu harusnya sudah sembuh,

tapi lain kali jangan sendirian masuk gang sepi, soalnya berbahaya.

Aku bukan khawatir, hanya menasihati.

Soalnya kalau terjadi lagi, percuma aku menolongmu.

Jadi, jangan terlalu berharap, ya.

Maaf, ya. Dia orangnya susah jujur.

Jangan diambil hati, ya.

Susah jujur?

Ini bukan hal sepele.

Dia lagi buru-buru mencari barang yang dicuri,

tapi malah menolongku.

Belum lagi, dia sampai menjelaskan pada orang asing sepertiku

agar tidak berutang budi.

Cara hidup begitu...

hanya bakal merugikan dirinya sendiri.

Hei! Tunggu dulu!

Kenapa? Asal tahu saja, aku tak punya banyak waktu.

Sekarang reaksimu malah berbeda.

Benar juga, barang berhargamu dicuri, 'kan?

Biar kubantu mencarinya.

Tapi kau bilang tak tahu apa-apa.

Setidaknya aku ingat wajahnya. Kalau ketemu lagi, pasti tahu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left