The first 128 lines.
KISAH ORISINAL OLEH GEORGE MORIKAWA
THE FIGHTING!
Semoga ada tangkapan besar hari ini.
PENYEWAAN KAPAL MANCING MAKANOUCHI
Baik.
Ibu! Biar aku saja. Ibu urus pelanggan saja.
Baiklah, kuserahkan kepadamu.
Ini dia.
Maaf sudah menunggu. Aku akan segera siapkan semuanya.
Kami tahu jalan ke kapal. Kami jalan duluan.
Begitu? Aku minta maaf.
- Cacing laut! - Ini!
- Kotak pancing! - Ini!
- Kau bawakan sisanya. - Tentu!
PENYEWAAN KAPAL MANCING MAKUNOUCHI
Selamat berlayar!
RONDE 1 LANGKAH PERTAMA
SMA SWASTA ZOSHIRUSHI
Hei, siapa yang mau ke bioskop nanti?
- Ada beberapa film bagus. - Aku ikut!
Aku juga! Aku suka film!
Baiklah. Aikawa dan Norimitsu. Ada lagi?
- Aku juga! - Baiklah!
Ada satu kursi lagi. Siapa pun yang mau ikut...
Kenapa tak ikut juga, Makunouchi?
Apa? Tak apa jika aku ikut?
Tenang saja.
Kita baru pindah kelas. Kita semua orang asing sekarang.
Baiklah. Kalau begitu... tunggu.
Aku harus membantu kapal mancing lain malam ini.
- Ada apa? - Oh, maafkan aku.
Keluargaku menyewakan kapal mancing. Ibuku sendirian,
aku harus membantunya malam ini.
Benarkah? Sayang sekali.
Mungkin lain waktu!
Aikawa! Ayo!
Sebentar!
- Waktu itu dia juga menolak. - Dia sangat membosankan.
Aku jadi ingat, kudengar dia dihajar orang aneh tempo hari.
Aku yakin dia tipe yang mudah dirundung.
Itu kesempatanku untuk berteman.
Kenapa aku selalu membuat semuanya canggung?
Mungkin aku harus lebih supel.
Tapi tak mungkin aku tak membantu pekerjaan.
- Hei! Ippo! - Ya?
Sebelah sini!
Oh, Umezawa. Aku akan menyingkir!
Hei, ada yang bau.
Kau benar. Aku juga menciumnya.
Oh? Apa yang bau?
Kau dan cacingmu bau!
Kau tak tahu?
Saat kau main-main dengan cacing setiap hari, baumu mulai seperti cacing!
Maafkan aku! Tapi itu bisnis keluarga!
Mau bagaimana lagi.
Aku muak akan itu.
Karena kau, seluruh sekolah bau cacing tanah.
Sebenarnya, itu bukan cacing tanah. Itu cacing laut.
Berengsek! Kau pikir bisa mengkritikku?
Kenapa memukuliku seperti ini, Umezawa?
Apa menyenangkan mengganggu orang yang lebih lemah darimu?
Jika anaknya bau sekali,
aku yakin bau ibumu lebih buruk dari bau muntahan.
Jangan kau...
Kenapa menatapku seperti itu?
Apa?
Bukan apa-apa...
Kapan kau akan belajar membela diri, Pengecut?
Astaga. Ini pemandangan yang menyedihkan.
Mereka tak terlihat kuat bagiku. Anak-anak nakal ini...
Siapa kau?
Jangan memaksakan diri dalam bertarung, Bodoh.
Apa?
Kau yang memaksakan diri!
Kalian ini apa? Kipas angin listrik?
Hanya karena menghindari beberapa pukulan, jangan berlagak... Apa?
Jadi, siapa yang memaksakan diri? Kalian atau aku?
Kami tak akan melupakan ini!
Luar biasa...
Hei! Bangun, Nak!
Kubilang bangun!
Apa?
Bos! Dia siuman!
- Hei. Kau baik-baik saja? - Apa? Ya...
Di mana aku?
Baru kali ini melihat sasana tinju?
Sasana tinju?
Benar sekali.
Satu-satunya tempat yang kutahu punya kotak P3K.
Terima kasih banyak!
Aku sungguh berutang budi padamu!
Cukup. Jika kau sudah siuman, cepatlah pulang.
Aku benci orang yang mengganggu orang yang lebih lemah,
tapi orang yang hanya meringkuk dan menerima saja
sama memuakkannya bagiku!
Aku yakin bau ibumu lebih buruk dari bau muntahan.
Maaf sudah mengganggumu.
Tunggu! Kembali ke sini!
Keterlaluan... Jika sampai membuatmu menangis,
tunggu saja. Akan kutunjukkan sesuatu yang menyenangkan.
Itu dia! Sekarang, anggap saja samsak ini adalah dia dan tinjulah!
Tapi itu tak terlihat...
Berhenti mengeluh dan lakukan saja! Kau akan merasa lebih baik.
Ya, Pak!
Kalau begitu... Apa...
Seperti ini?
Rasakan itu! Aduh!
Jika lelah didesak, jangan menahan diri! Seperti ini!
Ya, Pak!
- Kenapa kau berteriak, Bos? - Diam. Bukan apa-apa.
Jangan menahan diri...
Itu dia! Itu semangatnya! Lihatlah.
Dia tak terlihat senang, 'kan?
Sekarang taruh bebanmu ke pijakanmu.
Pijakanku?
Saat kakimu menyentuh lantai, putar pinggulmu.
Putar bahumu ke dalam juga.
Ya, Pak!
Langkah, pinggul,
dan bahu.
Baiklah, kalau begitu.
Apa?
Rasanya luar biasa!
Kulakukan seperti katamu, dan samsaknya terbang setinggi ini!
Kau lihat? Bagaimana?
Itu benar-benar membantu! Aku tak pernah merasa begitu ringan!
Aduh...
- Ke sini! - Aduh... Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.