The first 200 lines.
Manis sekali.
Aku pesan tiga es latte dan kopi biasa.
- Juga sedotan tambahan. - Baik.
Kompres dengan es, Stan...
dan ibuprofen untuk pereda rasa sakit.
- Terima kasih, Dok. - Ya.
Hai, Levon. Ini kopimu.
Satu lagi di sini.
Hai. Maddy...
aku tak melupakanmu.
Terima kasih, Sayang.
Bisakah kau membantu dengan satu masalah lagi?
- Tentu. - Terima kasih.
Apa prognosisnya?
Anggrek butuh lebih sedikit sinar matahari...
tidak lebih.
Aku akan mengurusnya.
Akan kukembalikan pekan depan.
Dex dan aku akan pergi ke pernikahan itu...
akhir pekan ini.
Bagaimana hubunganmu dengan Dex?
Semalam saat makan malam...
dia meminta nomor jaminan sosialku.
Romantis sekali.
Kurasa dia ingin menambahkanku...
ke rekening pensiunnya.
Atau melakukan pemeriksaan kredit?
Apa pun itu, itu bergerak maju.
Masih belum melamar, ya?
Belum. Tapi aku memberikan beberapa petunjuk.
Dex, dia bisa sangat terganggu...
saat sahamnya turun.
Jadi, aku hanya berdoa pasar naik.
Tess, kau sudah melewatkan...
target "pernikahan musim semi" -mu.
Musim semi Australia di bulan September.
Apa yang akan terjadi dengan Dex...
saat kau menjadi fellow di Northwestern?
Aku belum lulus program fellow itu.
Kau tahu ini sulit dengan Dex...
karena dia sangat mencintai Boston.
Aku tak mau menakutinya.
Kedengarannya dia perlu ditakuti...
untuk menghargai yang dia dapatkan darimu.
Jangan khawatir. Aku punya rencana.
Kau punya pasien.
Hai, Sam. Kudengar kau pulih secara ajaib.
Halo. Aku dr. Harper, kau?
Gugup.
Dokter, sebelum kau menyuntikku...
aku harus memberitahumu, aku punya fobia jarum.
Bisakah kau membantuku memegang ini...
dan berhati-hatilah karena ini sangat rapuh.
Tapi aku pernah terluka saat masih kecil.
Aku disuntik dan itu mengacaukanku.
Hati-hati.
Seperti yang kukatakan, aku sungguh...
Apa itu suntikannya?
Itu tak buruk sama sekali.
Peraturan pertama...
selalu alihkan perhatian pasien.
Bagus.
Amber. Bagaimana calon pengantin?
Baik. Aku bersemangat.
Aku akan kirim tautan ke Commodore Club.
Luar biasa. Tepat di tepi danau.
Ada lapangan golf dan spa.
Semua orang di pesta pernikahan...
mendapat bungalo sendiri.
Kau selalu hidup mewah.
Kenapa pernikahanmu berbeda?
Aku tak sabar. Hei, bagaimana keadaanmu?
Apa aku sudah bilang...
aku memikirkan ulang bunganya?
Lagi?
Ada apa dengan Delphinium?
Aku baru sadar itu akan berbenturan...
dengan gaun pendamping pengantin.
Baiklah.
Ingat saran yang kuberikan...
tentang gaun pesta dansamu di SMA?
Tutup matamu.
Tutup diri dari dunia.
Sekarang bayangkan...
warna apa yang kau lihat saat menuju altar?
Gaun pendamping pengantin merah muda...
dan merah muda cocok dengan biru.
Jadi, ya, aku akan mempertahankan Delphinium.
Tessie, apa jadinya aku tanpamu?
Tak ada, karena aku akan segera ke sana.
Aku tak sabar.
- Apa Dex juga begitu? - Tentu saja.
Kami makan malam hari ini...
untuk membahas semua rencana perjalanan.
- Hore. - Hore.
Hei. Maaf aku terlambat.
Aku mampir untuk mengambil...
pengisi daya yang kau minta...
lalu aku mampir ke rumah agar bisa berganti pakaian.
- Kau tampak sensasional. - Terima kasih.
Ayo cari meja. Aku kelaparan.
Sayang, sebenarnya ada seseorang...
yang aku ingin kau temui lebih dahulu.
Tapi aku sudah mengurus pasien seharian.
Aku belum makan apa pun.
Tentu saja. Apa yang kupikirkan?
- Holbrooke bisa menunggu. - Tn. Holbrooke?
Bos barumu?
Ya, aku bertemu dengannya di sini.
Aku berjanji kau akan menyapanya.
Tidak... Tak masalah. Kita harus menyapa.
Bagus.
- Tn. Holbrooke. - Dex.
Ini pacarku, dr. Tess Harper.
- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.
Dia staf di RSU Bayside...
dan entah bagaimana masih sempat memimpin...
penggalangan dana untuk Harborwalk.
Sungguh? Itu sangat mengesankan.
Hidupku mudah.
Dex bekerja sepuluh kali lebih keras daripada aku.
Dex, jika kau memilih sahammu...
dengan cara yang sama kau memilih pacarmu...
masa depanmu cerah.
Selamat makan malam.
- Sampai jumpa. - Jaga dirimu, Dex.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Kau sempurna tadi.
Terima kasih sudah memujiku di depan Holbrooke.
Cukup obrolan pekerjaan untuk satu malam?
Tentu saja.
Pernikahan Amber akhirnya akan memberi kita...
kesempatan untuk bersantai.
Aku sudah memesan tiket pesawat. Lusa.
Aku memesan kursi lorong untuk kita.
Ada barbeku, golf.
Aku sudah memesan pijat di spa untuk kita.
- Baiklah. - Coba tebak?
Seseorang dari komite seleksi program fellow...
akan berada di sana. Dia teman ayah Amber.
- Itu bagus. - Ya.
Ya, kupikir pernikahan akan menjadi tempat bagus...
untuk bicara dengannya.
Serta bagi kita untuk melihat-lihat...
Chicago. Lagi?
Itu dua jam dari tempatku dibesarkan.
Aku juga bisa lebih sering bertemu ibuku...
dan firmamu punya kantor di sana.
Kau bisa mengajukan pemindahan.
Aku tahu. Aku hanya perlu memahami ini.
Ayolah. Ini Chi-town.
Kota Berangin. Lapangan Wrigley.
Aku lebih suka Taman Fenway.
- Setuju untuk tak setuju. - Baiklah.
Tess, untuk apa Chicago?
Kau punya semua yang kau butuhkan di sini.
Tapi Northwestern adalah pemimpin dalam inovasi.
Di Bayside, kami harus memperebutkan...
termometer digital.
Ya, ada banyak yang bisa disukai dari kota ini.
Tess, mari kita lalui pekan ini...
sebelum merencanakan sisa hidup kita.
Baiklah.
Tapi sementara itu, kemasi sepatu golf itu...
karena kita akan bersenang-senang.
Baiklah.
Sudah berapa lama kalian saling mengenal?
Amber dan aku masuk SD, lalu kuliah bersama.
Ya, Amber selalu bertugas untuk terlibat masalah.
Tugasku adalah datang dan memperbaikinya.
- Benarkah? - Ya.
Saat Amber belajar mengemudi...
dan menabrak kotak surat...
aku yang disalahkan.
Atau saat dia membanjiri asrama...
dengan mandi busa, aku yang menemukan pelnya.
Aku bahkan berkencan ganda dengannya...
dan menertawakan leluconnya agar tak gagal.
Tipikal Tess.
Tapi saat tiba di Chicago...
aku akan bersantai dan bersenang-senang.
Kau, bersantai?
- Seperti apa kelihatannya? - Lucu sekali.
Aku bisa bersantai.
Aku bisa tenang.
Santai dan tenang.
Mendinginkan mesinku.
Saat kau lulus program fellow...
Jika aku lulus program fellow itu.
Peluangnya masih kecil.
Lagi pula, hidupku menyenangkan di sini.
- Kau yang bicara atau Dex? - Baiklah, aku ketahuan.
Tapi kuberi tahu...
setelah empat hari di pernikahan hangat...
di sanggraloka luar biasa itu...
Dex akan jatuh cinta dengan Chicago...
dia akan melamarku.
Lalu secara praktis bersikeras...
agar aku mengambil program fellow itu.
Jika tidak?
No comments yet. Be the first to leave one.