The first 200 lines.
Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Sejumlah tokoh dan peristiwa
telah didramatisasi atau direkayasa untuk kebutuhan cerita.
Dia manis sekali.
Lihat pohon-pohon ini. Cantik sekali, bukan?
- Ibu baik-baik saja? - Ya, Ibu baik-baik saja.
Kami berusaha mendapatkan investor,
yang jujur saja, membuat kami sadar diri.
Michael menyuruhku pasang wajah memelas, kerja keras demi sesuap nasi.
Itu majalahmu. Kau mengharapkan apa?
Memang.
Aku senang, tapi aku tak mau orang membaca George dan langsung teringat padaku.
Aku ingin itu punya identitasnya sendiri.
Kau pikir ayahmu menang pemilu murni karena prestasinya? Tidak.
Dia memanfaatkan pesonanya, daya tariknya, nama besar ayahnya,
lalu dia pakai jabatannya untuk berbuat baik dan buktikan dirinya.
Ibu tahu betapa pentingnya bagimu berdiri di kaki sendiri,
tapi, Sayang, banyak kesempatan terbuka untukmu.
Tak perlu susah payah membangunnya hanya demi pengakuan.
- Tolong jangan dibahas lagi. - Maksud Ibu,
nama belakangmu tak perlu jadi beban yang harus kau hindari.
Ini sebabnya Ibu berharap kau lebih sering meminta saran Maurice.
Ya, tapi kami sudah berdiskusi.
Dia akan selalu ada untukmu.
Kenapa Ibu berkata begitu?
Maksud Ibu, kau harus memanfaatkan nasihatnya.
Ayo kita jemput Caroline, lalu pulang.
Ibu tak mau dipotret
tampak lemah dan lesu.
Hilang sudah masa-masa ketika gaya Ibu membuat koran laku keras.
Jangan merendah. Ibu jalan-jalan di Fifth Avenue dengan kostum kelinci pun
akan membuat orang bertanya dari mana Ibu membeli kostum itu.
Bakal ada model melenggang di catwalk sambil melompat-lompat.
- Sudah. - Dengan ekor kelinci.
Tolong jangan buat Ibu tertawa.
Maaf. Ibu baik-baik saja?
Ya, Ibu baik-baik saja. Sakit ini ada hikmahnya.
Ibu yakin tak mau jalan-jalan lagi?
Tidak, sebenarnya Ibu agak lapar.
Baguslah. Nafsu makan itu pertanda baik.
Terima kasih, Tony.
Di sini seperti rumah kaca.
- Mau kubawakan ke atas? - Ya, tolong, Tony. Terima kasih.
"Kau ada dalam setiap bayanganku. Michael Jackson"?
Ibu mendapatkan kontrak bukunya.
Daryl? Kukira kita sudah dijauhi karena insiden anjing itu.
Dia cukup murah hati, ya.
Kau baru memuji setelah orangnya sudah tak ada.
Entah apa isi kepala orang-orang di pesawat
saat melihatmu membawa abu itu.
Menurutmu kenapa aku berusaha dapat lisensi pilot?
- Baiklah, dah. - Baiklah.
- Yakin tak mau dibantu? - Tidak. Terima kasih.
Baiklah.
Bawa pergi sekalian paparazi itu, ya.
Baiklah.
Mau lewat pintu belakang, Pak Kennedy?
Tak perlu.
Terima kasih.
John!
Ayo, lebih cepat, kita hampir sampai.
Kuusahakan. Jangan sampai aku menabrak.
Astaga. Kau siap?
Ya, kurasa begitu.
New York, silakan cemburu.
Astaga.
Aku merasa seperti berhalusinasi.
- Astaga, penisku kelihatan, ya? - Ya, lebih baik dari opsi lainnya.
Mau di sini dulu? Siapa tahu ada yang mengenalimu.
Tak kusangka kau mewujudkannya.
Aku cuma menaruh fotomu di tumpukan.
Ayo berfoto.
Ayo.
- Aku mau kau ikut berfoto. - Tak usah. Ini momenmu. Ayo.
Senyum.
Lompat.
Mau bawa pulang sisanya?
Untuk apa? Makananku kau habiskan.
Aku minta kentang goreng
dan kau bilang dengan tegas aku boleh ambil sebanyak yang kumau.
Soalnya aku tak punya pilihan lain.
Sudah minta bon, 'kan?
Mau buru-buru ke mana?
- Tidak, aku cuma⦠- Hei, John.
Aku tak punya uang tunai.
Apa?
Dari sekian banyak bar gin.
Aku suka sekali menu yang dilaminasi.
John, ini temanku, Michael.
- Salam kenal. - Salam kenal.
Kau punya sepeda baru.
Ya.
Yang terakhir kulaporkan dicuri, tapi belum ada kelanjutan.
Kuncinya tetap belum ada.
Yah, pelan-pelan.
Mulai dari helm dulu, lalu ke tahap berikutnya.
Menutupi rambut ini? Tidak mau.
- John, pesananmu sudah siap. - Terima kasih, Joe.
Sama-sama.
Senang bertemu kau.
Senang bertemu kau juga.
Danβ¦
Turut prihatin atas ibumu.
Terima kasih, ya.
- Senang bertemu kau, Mike. - Sama-sama.
- Sampai jumpa. - Dah.
Kita ke mana lagi setelah ini?
Kita mau abaikan kejadian barusan?
Ada saus tomat di wajahmu.
Aku mencintaimu Utang 650.000 dolar
Jackie Sayang,
Kau menginspirasiku semalam Aku takkan lupa
Jackie-ku,
Semoga kau bahagia dan sehat di hari ultahmu.
Aku melihat-lihat foto dan teringat kembali malam kita bertemu.
Salam sayang, EThel
Ibu sedang apa?
Ibu tak mau surat-surat pribadi Ibu diabadikan di Smithsonian.
Tak perlu Ibu bakar.
Surat-suratnya terlihat aman dan tersegel.
Ibu tak mau semuanya disimpan untuk konsumsi publik atau pribadi.
Ada alasan orang tak suka membaca tulisan kecil.
Jadi tak seru lagi.
Kenapa Ibu melakukan ini sekarang?
Berbeda denganmu, Ibu tak suka menunda sampai saat-saat terakhir.
Omong-omong, bagaimana kehidupan cintamu?
Bukan mau ikut campur, Ibu cuma penasaran.
Bisa dibilang aku dalam masa peralihan.
Niatku tak membuat orang kesal, tapi malah kubuat kesal.
Khususnya satu orang yangβ¦
Dia istimewa.
Konfrontasi memang bukan keahlianmu.
Sosok istimewa ini pernah masuk berita?
Tidak.
Jujur, itu yang membuat menarik. Dia tak tertarik soal itu.
Dia tahu betul siapa dirinya.
Saat dia menatapku, kelihatan dia tahuβ¦ Aku takβ¦
Tahu siapa kau.
Ibu ingat malam pertama Ayah dan Ibu di Gedung Putih.
Dia melihat Ibu dan berkata,
"Tak disangka kita di sini, ya."
Kata Ibu, "Ya, jelas. Menurutmu bagaimana kita bisa sampai di sini?"
Bisa dibilang, hidup kami berdua sebenarnya adalah perwujudan mimpi Ibu.
Bukannya Ibu pernah membayangkan berada di Gedung Putih,
tapi ayahmu bisa saja bahagia hanya berlayar atau berkuda seumur hidupnya,
sementara Ibu, entah karena apaβ¦
Ibu selalu tahu hidup Ibu ditakdirkan berbeda dari orang lain.
Ada sesuatu yang lebih.
Aku sudah baca sebagian penghormatan.
Kenapa nadanya begitu?
Kalau bukan dalam bentuk lampau, itu cuma obituarium.
Bukankah menyenangkan masih hidup, jadi bisa membacanya sendiri,
tahu Ibu penting bagi orang lain?
Bukan sanjungan itu yang Ibu persoalkan.
Tapi dari mana asalnya, bagaimana itu bisa ada.
Terkadang Ibu bertanya-tanya
bagaimana Ibu akan dikenang jika Ibu takβ¦
- Jika Ibu bukan⦠- Apa?
Janda Amerika.
Ibu bukannya tak terharu oleh curahan kasih sayang itu, tapiβ¦
Rasa iba dan pengakuan itu
adalah dua hal yang sangat berbeda.
Ibu sungguh percaya semua ini hanya karena kasihan?
Bukan begitu.
Ibu rasa semua berpikir kita melewati hal yang sama,
bahwa apa yang terjadi di Dallas
adalah luka semua orang.
Ibu pernah bilang tak punya pilihan selain melanjutkan hidup setelah itu,
semua bakal begitu.
Tapi Ibu salah. Ibu punya pilihan.
Kita tumbuh di ruang tamu orang.
Mereka merasa mengenal kita, merasa kita bagian dari keluarga mereka.
Makanya setiap kali kita melakukan hal yang dianggap tak pantas
atau bertentangan dengan persepsi mereka tentang kita, mereka langsung menghujat.
Karena di pikiran mereka, kita tak ada tanpa mereka.
Masyarakat selalu memegang bunga sekaligus batu.
Jangan lupakan itu.
Terima kasih sudah datang.
Kita seperti bertukar rahasia negara.
- Aku pernah diserang di taman. - Apa?
Saat itu aku 15 tahun, naik sepeda ke kelas tenis.
Seorang pria memukulku, mencuri sepedaku, lalu kabur.
Kenapa selalu ada masalah sepeda? Bukankah kau punya Dinas Rahasia?
Punya, tapi ibuku selalu bersikeras agar mereka menjaga jarak.
Dia tak suka aku menjalani hidup
seperti pangeran manja yang sok berkuasa.
Kau masih diizinkan bersepatu roda.
Mungkin karena lebih sulit dicuri daripada sepeda.
Dulu ibuku suka mengirimku kerja ke peternakan, kapal nelayan,
latihan bertahan hidup di hutan.
Dia selalu ingin aku menjadi pria sejati, entah apa pun maksudnya.
Dia mungkin takut salah mendidikmu dan merasa dirinya tak cukup.
Dia tak mau kau merasa lebih kehilangan dari yang sudah terjadi.
Kenapa kau lebih memahami keluargaku daripada mereka sendiri?
Tidak, aku hanya tahu tak ada kekuatan yang lebih besar daripada ibu tunggal.
Seharusnya dengan beban seberat itu, mereka diberi kelonggaran,
tapi mereka dipaksa tersenyum dan menerima
didikte oleh lelaki yang mengecewakan mereka.
Kau merasa ayahmu mengecewakan ibumu?
Kurasa dia mengecewakan banyak orang.
Bagaimana keadaan ibumu sekarang?
No comments yet. Be the first to leave one.