The Big Brunch

The Big Brunch

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Big Brunch S01 WEB-DL HBOGO
A Commentary by tedi
Murni Retail HBO GO Belum sinkron versi apapun

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-12-01
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebagai koki, kau punya tiga peran.

Kau mentor, pelatih, dan koki.

Makanan adalah hasratku.

Ini caraku menyatukan orang-orang.

Semua orang punya seseorang dalam hidup mereka...

Yang melakukan hal luar biasa.

Kami memulai program yang menyediakan makanan...

Untuk pegawai industri jasa yang tak bekerja...

Saat COVID menyerang.

Mengubah komunitas mereka menjadi lebih baik.

Kami terbuka untuk semua orang, entah mereka punya uang atau tidak.

Mereka hanya butuh kesempatan besar untuk menuju tingkat berikutnya.

Aku ingin mendukung para peternak...

Karena mereka mencurahkan cinta ke dalam produk mereka.

Jadi, kami membuat acara untuk merayakan sepuluh koki...

Yang masing-masing membuat perbedaan besar di komunitas mereka.

Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku sangat bangga pada kalian.

Entah mereka membagi gairah kuliner mereka...

Dengan murid-murid generasi baru...

Mendidik orang-orang tentang keindahan warisan mereka...

Atau merayakan kekuatan keluarga.

Orang-orang bisa merasakan cinta dalam masakannya.

Masing-masing koki ini datang dengan impian mereka sendiri.

Buku masak.

Memperluas sekolah kulinerku.

Membuka tempat acara.

Pasar makanan.

Restoranku sendiri.

Dokumenter.

Inkubator konsep dadakan.

Aku memiliki beberapa kenangan terindah...

Dalam hidupku di meja sarapan siang...

Dan kami tak sabar membuat lebih banyak lagi...

Dengan sepuluh koki hebat kami.

Ini kesempatan besar mereka.

Inilah The Big Brunch.

- Apa kabar? - Halo, Semuanya.

- Apa kabar? - Hai.

- Luar biasa. - Apa kabar?

- Hai. - Hai.

- Apa kabar? - Kau nyata?

Semuanya nyata.

- Selamat datang. - Astaga.

Bagi kalian yang tidak tahu, namaku Dan.

Kau tampak sangat tampan.

Terima kasih banyak.

Mencoba memenangkan hatiku. Aku mengerti.

Aku di sini untuk menjadi teman, orang kepercayaan...

Serta pemandu sorak kalian melalui seluruh proses ini.

Aku juga punya andil dalam memilih kalian semua.

- Terima kasih. - Ini suatu kehormatan.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Ada juri-juri luar biasa yang menunggu kalian...

Di ruang makan.

- Haruskah kita lanjutkan turnya? - Ya!

Baiklah. Bayangkan jika kalian menolak.

Ayo.

Seluruh dapur ini luar biasa.

Ini seperti bagian belakang rumah ke bagian depan rumah.

- Hei. - Selamat datang di ruang makan.

- Astaga. - Astaga, ini menakjubkan.

Sambutlah para juri.

- Hai. - Astaga. Baiklah.

- Hai. - Apa kabar?

- Senang bertemu kalian. - Astaga. Hai.

Astaga.

Halo.

Aku sangat bersemangat memperkenalkan rekan pengkritikku.

Ini Sohla El-Wayly.

Dia seorang kontributor New York Times Cooking...

Koki terkenal...

Dan salah satu 100 Inovator Baru majalah Time.

- Itu luar biasa. - Ya.

Halo, aku Sohla.

- Halo. - Hai.

Hai. Aku suka memasak...

Aku suka mengajari orang memasak...

Dan aku sangat bersemangat untuk mengenal kalian semua.

Aku menyukai Sohla.

Dia cukup cerdas, punya selera yang bagus...

Dan tak takut untuk mengutarakan pikirannya atau berkata jujur.

Aku sangat menghormati itu.

Dan Will Guidara...

Mantan pemilik Eleven Madison Park yang legendaris.

- Astaga. - Di bawah kepemimpinannya...

Tempat itu memenangkan tiga bintang Michelin.

Astaga.

Dan menduduki peringkat pertama...

Dalam daftar 50 Restoran Terbaik di Dunia.

Ya.

Aku sangat senang berada di sini...

Untuk mendukung pertumbuhan profesional kalian...

Dan mewujudkan impian bisnis kalian.

Dia panutanku.

Keramahan dan profesionalisme selalu menjadi nomor satu bagiku...

Dan mengetahui bahwa dia akan mencicipi hidanganku...

Langsung membuatku sangat gembira.

Nah, haruskah kita bahas hadiahnya?

- Ya! - Ya!

Pemenang The Big Brunch akan membawa pulang...

Tiga ratus ribu dolar...

Yang kita tahu akan membantu mewujudkan impian kalian.

- Astaga. - Ya.

Nadege, kau seperti kehabisan napas.

Aku tidak menduga akan sebesar itu.

Aku masih terkejut.

Apa kita siap untuk mulai?

- Ya! - Baiklah.

Jadi, setiap sarapan siang akan memiliki tema unik...

Dan terdiri dari dua hidangan...

Yaitu hidangan pembuka dan utama.

Kami akan menilai kalian berdasarkan rasa, presentasi...

Dan spesifikasi suara kalian.

Begitulah kami akan memutuskan siapa yang maju dalam kompetisi ini.

Tema sarapan siang hari ini...

Adalah kalian.

Kami ingin tahu lebih banyak tentang kalian.

Dan untuk hidangan pembuka...

Kami ingin hidangan yang merayakan awal cinta kalian terhadap makanan.

Kami memberi kalian satu jam untuk menyiapkan hidangan ini.

Aku akan datang untuk memeriksa progres kalian.

Apa kita sudah siap?

- Ya. - Tentu saja.

Mari sarapan siang.

- Ya! - Baiklah.

Mari kita lakukan!

Sekarang, kita tunggu makanannya.

Aku suka ada jendela besar...

Dan kita bisa melihat semua ini terjadi.

Silakan.

- Aku sangat bersemangat. - Aku sangat bersemangat.

Bagaimana kabar kalian hari ini?

Sangat baik, terima kasih. Apa kabar?

Luar biasa. Aku baik. Maksudku, apa kalian haus?

- Aku akan pesan Caesar. - Klasik.

Aku orang Kanada.

- Apa ini khas Kanada? - Ini jelas...

- Yah... - Ya.

Itu Bloody Mary dengan jus Clamato.

- Karena mengandung sari kerang. - Aku belum pernah minum Clamato.

- Cukup enak. - Bagaimana kalau kita mulai...

- Dengan mencicipi sedikit? - Bagus.

- Mari kita lakukan. - Luar biasa. Terima kasih.

Tentu saja.

- Bagaimana kabar kalian? - Baik.

- Baik. - Ya.

Kita memasak sekarang.

Aku memulai bisnisku saat berusia 13 tahun...

Dengan membuat resep ini.

Scone keping cokelat dengan mentega madu kocok.

Aku dari keluarga Italia yang besar...

Di mana semuanya berpusat pada makanan berikutnya.

Nenekku, Rosemary, benar-benar mahir membuat roti.

Beliau melihatku dan paham bahwa itu bukan sekadar hobi.

Itu benar-benar gairah sejati...

Dan inilah yang seharusnya kulakukan.

Aku ingat pertama kali...

Makanan terasa menyenangkan adalah saat ibu tiriku...

Aku biasa berkunjung di akhir pekan...

Dan ibu tiriku membuat lady finger...

Tapi itu hanya roti bakar kayu manis.

Namun, kupikir, "Makanan juga bisa jadi pelesetan."

Jadi, aku akan membuat versi sangat mewah...

Dari lady finger roti bakar kayu manis.

- Lebih mudah diakses. - Ya.

- Minuman siap. - Sudah waktunya.

Sudah waktunya. Caesar.

Astaga.

- Tunggu. Ini dia. - Terima kasih.

Jadi, pertama kita harus mencoba...

- Untuk mengetahuinya. - Ya.

- Bersulang. - Untuk sarapan siang.

- Untuk sarapan siang. - Terima kasih.

- Terima kasih, Xia. - Tentu saja.

- Baik, aku sangat suka ini. - Ya?

- Aku mau semuanya. - Sempurna. Kita berhasil.

Luar biasa, Xia. Terima kasih banyak.

Boleh aku minta itu juga? Aku pesan dua minuman.

Ya? Baiklah.

Bukan sarapan siang jika tak ada minuman.

- Tajam. Di belakang. - Di belakang.

Ini sarapan siang Haiti yang sangat tradisional.

Espageti ak aranso.

Hidangan spageti dengan haring asap yang enak.

Aku belajar cara membuat hidangan itu dari ayahku.

Dia koki yang fenomenal.

Mungkin orang terbaik yang pernah melakukannya...

Tapi jangan beri tahu dia aku mengatakan itu.

Brooklyn, New York

Buat aku terlihat kurus, Brian.

Aku datang ke negara ini saat usiaku tujuh tahun.

Aku datang untuk tinggal dengan ayahku.

Mari kita siapkan semuanya.

Ayahku sopir taksi.

Dia biasa bekerja di malam hari dan tidur di siang hari.

Aku yang berbelanja ke swalayan...

Jadi, aku belajar memasak di usia sangat muda.

Dia sudah memasak sejak masih bayi.

Saat tumbuh besar dengan ayahku...

Aku belajar bahwa makanan adalah sebuah cara...

The Big Brunch subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left