Creature

Creature (Yaratılan)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Creature 2023 S01 TURKISH NF WEB h264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

web
Published on: 2023-10-20
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

INI SEBUAH KARYA FANTASI,

TAPI BERFANTASI ADALAH KEBENARAN MANUSIA.

Pernah berpikir kenapa orang takut pada mayat hidup?

Orang tak takut akan kematian.

Mereka sudah tahu itu ada.

Mereka takut akan kemungkinan mayat hidup bisa bicara.

Karena mereka mungkin bilang tak ada apa-apa setelah kematian.

Bagaimana keadaan pasukan?

Mereka lelah, Kapten. Kami lelah.

Kita berhenti sebelum gelap. Satu upaya terakhir.

Gigih!

Kita akan mendirikan tenda sebelum malam tiba.

Ada harta karun di balik gunung itu.

- Saling mendukung. Saling membantu. - Ayo!

- Ayo! - Ayo!

Ayo!

BERDASARKAN NOVEL "FRANKENSTEIN" KARYA MARY SHELLEY.

CREATURE KARYA ÇAĞAN IRMAK

- Kita makan apa? - Bersyukurlah untuk apinya.

Kita hangat, tapi juga lapar.

Ini, Kapten.

Kami pikir kami akan temukan burung atau rusa,

tapi tak ada apa pun.

Ini tempat terkutuk.

Jangan biarkan siapa pun kemari untuk sementara, Koki.

Aku muak dengan makanan kering.

Astaga.

Tuhan selamatkan kita! Siapa kau?

Osman! Muharrem!

- Cepat! - Ada apa?

- Cepat! - Dengan nama Tuhan.

Sembuhkan dia.

Siapa kau? Apa ini?

- Kau siapa? Tunggu! - Apa yang terjadi?

Siapa itu?

- Ini. - Wajahnya terbakar.

Apa itu? Apa itu Iblis?

Tempat ini terkutuk.

Itu iblis!

Diamlah!

Jangan takut. Kalian lebih baik dari ini.

Tak mungkin iblis!

Dia mungkin orang gila, atau buronan...

Dia bukan orang gila.

- Kurasa dia bicara. - Diam!

Lalu apa? Siapa kau, Saudaraku?

Aku Ziya.

Aku membangkitkannya.

- Tuhan ampuni dia. - Ya, Tuhan.

Ampuni kami, Tuhan.

Lepaskan aku.

Asiye. Asiye...

Asiye akan berpikir kau anak kotor. Lihat tanganmu.

Kotor sekali.

- Diam. - Kerahnya terlalu ketat, Bu!

Tak apa-apa. Ketatnya tak membunuhmu.

Bertahanlah untuk hari ini, atau kita dianggap buruk oleh para tamu.

Memangnya kenapa? Dia masih kecil.

Tamu macam apa itu?

Anak malang itu.

Kematian adalah kehendak Tuhan, tapi dia masih sangat kecil...

Lima kali delapan sama dengan 40.

Lima kali sembilan sama dengan 45.

- Lima kali sepuluh sama dengan 50. - Mereka datang.

- Gülümser. - Masuklah.

- Selamat datang. - Ayo, Husnü.

- Kalian terlambat. - Pasti dingin.

Maafkan aku, Pak. Rodanya lepas di jalan.

Gülümser, masuklah. Tak perlu repot-repot.

- Dari kebun kami. - Semoga berlimpah. Terpujilah.

- Ini Asiye? - Matanya indah.

Ziya, kenapa kau sembunyi? Cium tangan Paman Hüsnü.

Perempuan sulit dibesarkan, Pak. Terutama di desa.

Mendiang ibunya tak punya keluarga, seperti aku.

Tenang saja, Husnü.

- Ayah, jangan pergi! - Kau bagian dari kami.

Kami belum dikaruniai anak lagi setelah Ziya.

Mereka akan tumbuh sebagai saudara.

Turun. Dan naik.

Turun.

Dan naik.

Turun. Dan naik. Bagus.

Jadi, jantung membuat darah beredar di tubuh kita.

Lihat papan tulis, Anak-Anak.

Arah ini barat, dan arah itu timur.

Mengerti?

Kalian tak pernah jera!

Kenapa kalian terus mendaki gunung itu?

Tak ada harta karun di sana!

Sudah sering kubilang, tapi tidak!

Dasar pria bodoh! Astaga!

Tuhan tolong aku.

Kaki ini membeku. Sudah nekrosis.

Ini harus diamputasi!

Tidak, Dokter! Kumohon!

Ziya, keluar.

- Aku mau tinggal. - Keluar!

Ayah sudah sangat marah.

Saudaraku, jangan diam saja. Pegang tangan dan kakinya.

Berhenti menatap dan kemari!

Pegang dia.

Seharusnya kalian pikirkan ini sebelum mendaki.

Pegang dia!

Lihat, Asiye.

Kita pikir apelnya mati,

tapi ini sumber kehidupan untuk hal lain.

Cacing akan memakannya, masuk ke tanah, dan menjadi pupuk bagi tanah.

Benih buah ini akan menghasilkan pohon baru.

Itu berarti alam terus berputar.

Jadi, kematian tak bisa disembuhkan hanya untuk manusia.

Kenapa begitu?

Ibuku juga dikubur,

tapi bumi belum melahirkan ibu lain.

Akan ada.

Aku bersumpah.

Akan ada...

Asiye.

Akan ada...

Asiye...

Aku bersumpah.

Akan ada.

Kuberi tahu, kita akan kelaparan.

Akan kurelakan bagian hartaku demi sepotong makanan.

Sial.

Ayo, Nak.

Buka matamu.

Bagus. Lalu kaki satunya.

Asiye! Jangan lari, Sayang!

Dia menjadi sangat tomboi.

Tukang air!

Kau sangat tak tahu malu.

Orang-orang akan membicarakanmu.

Harusnya, urus saja diri mereka sendiri, Bu.

Kau terlalu lembut dengan mereka, Nak. Ibu beri tahu.

...segar dari sungai! Si tukang air datang!

Lihat cara teguknya. Aku jadi haus juga.

Air yang kita bawa sudah habis.

Tukang air, kemarilah.

Coba lihat kali ini apa.

Tuangkan ke sini.

Metode Penyembuhan Mistik.

Airmu pahit, Tukang Air. Asal kau tahu.

Dari mana kau dapat ini?

Kutitip dari Istanbul.

Buku-buku ini tak berharga.

Ditulis oleh penipu yang menjual sihir dan...

Ayah, aku tak setuju.

Banyak metode masa kini yang berakar pada tradisi mereka.

Ayah tak mempertanyakan itu.

Ayah cuma mau tahu apakah bukumu jujur.

Ayah tahu kenapa kau memesan buku ini dari Istanbul,

tapi sudahlah.

Kenapa begitu?

Untuk menemukan tanda Kitab Kebangkitan.

Begitu, 'kan?

Ziya.

Kau akan jadi anak manja yang mengejar legenda,

atau dokter yang bijaksana?

Berhenti mencari kitab itu.

Itu tak ada. Itu bohong.

Bagaimana jika itu benar?

Kau ingin Ayah tunjukkan kebenarannya?

Karena kau akan jadi dokter,

ikut Ayah dan lihat kebenarannya.

Anak-Anak, jangan singgung mereka. Jangan tatap wajah mereka.

Di sana.

Kami tak ingin mengajak kalian.

Kalian bisa bermimpi buruk.

Ny. Ofelya tetangga kita.

Wajahnya secantik bulan.

Saat dia tertular kusta,

dia ditempatkan di sini

bersama yang lainnya.

- Selamat datang, Tn. Muzaffer. - Terima kasih.

- Gülfem. - Kuantar sendiri.

- Bagaimana semuanya? - Ny. Ofelya!

Ini aku. Gülfem.

Gülfem?

Sayangku.

Tetanggaku yang setia.

Selamat datang. Senang bertemu kau.

Astaga.

Aku membawakanmu makanan.

Dan Muzaffer membuat salep baru.

Katanya, yang ini berbeda. Lebih manjur.

Semoga nyerimu berkurang.

Apa itu Ziya?

Oh, anakku. Dahulu, dia sangat kecil. Sekarang, dia sudah besar.

Kuharap kau tak membawa anak itu.

Apa itu Asiye?

Kau menceritakanku tentang dia.

Tidak! Berhenti, Anakku!

- Sedang apa kau? Ziya. - Jangan sentuh aku.

- Ziya! - Lepaskan, Anakku Sayang.

- Dengarkan, Ziya! - Lepaskan, Nak.

Ziya!

"Itu tak menular lewat sentuhan." Tentu Ayah tahu!

Yang tak boleh kusentuh adalah keputusasaan kita.

Kita bisa apa?

Ayah berusaha semampu Ayah, memberi mereka obat!

More Indonesian subtitles for Creature

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left