Predators

Predators

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Predators S01 WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-09-06
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 190 lines.

Predator di seluruh planet.

kekuatan tak tertandingi

Kecepatan.

Strategi.

Kehati-hatian.

Dan kerja sama tim.

Tapi sulit untuk tetap ada di puncak.

Saat dunia di sekitar mereka berubah,

mereka harus beradaptasi lebih cepat untuk mempertahankan kekuasaannya.

Di Serengeti, Tanzania,

persaudaraan citah yang terkenal.

Mereka menguasai wilayah perburuan yang luas ini.

Namun, status mereka diserang.

Saingan mendekat.

Pertarungan tak lagi hanya untuk tetap di puncak,

tapi untuk tetap hidup,

saat mereka mencoba mempertahankan aliansi mereka.

CITAH

DINARASIKAN OLEH TOM HARDY

Selama enam tahun terakhir,

citah jantan, Luka dan Kovu, telah menguasai

wilayah mereka di dataran selatan Serengeti Afrika.

Kovu, dengan hidung belangnya,

adalah pemburu nan cerdik dan teliti,

otak dari operasi ini.

Sementara Luka, dengan tubuh berototnya,

adalah makhluk yang sangat kuat.

Mereka selalu bersama.

Tapi mereka bukan saudara.

Mereka lahir terpisah 80 km.

Sebagai jantan muda, jalan mereka berseberangan,

dan selama bertahun-tahun mempelajari aturan sabana bersama,

ikatan mereka yang tak terpatahkan ditempa.

Sementara betina menyendiri,

citah jantan bersatu.

Tapi kekuatan Luka,

digabungkan dengan pikiran tajam Kovu,

telah membuat mereka bekerja sama dengan baik,

mengalahkan semua saingan

dan mendominasi mangsa terbesar.

Kini berusia delapan tahun,

pasangan ini sangat teritorial.

Tempat berburu yang mereka miliki adalah sabana yang luas.

Ada eksposur berbatu untuk berlindung.

Kolam untuk minum.

Dan setiap tahun,

dibanjiri kawanan zebra, wildebeest, dan gazelle.

Mereka dengan gigih mempertahankan wilayah ini dari jantan tetangga.

Jadi, betina yang datang ke sini

adalah betina yang dikawinkan.

Mereka adalah lambang predator puncak.

Keberhasilan seluruh populasi bergantung pada jantan kuat seperti mereka ,

kawin dan mewariskan gen mereka.

Luka dan Kovu menjadi ahli dalam permainan ini.

Tapi aturan dunia mereka berubah.

Kini bulan Agustus,

dan musim kering Serengeti mulai terasa.

Matahari membakar rumput.

Kawanan menuju utara untuk mencari air.

Predator yang tersisa berebut persediaan makanan yang menyusut.

Tapi kejutan menyakitkannya adalah selama tiga tahun,

wilayah ini dilanda kekeringan.

Bulan-bulan musim kering di bulan Juni hingga Oktober makin panas.

Saat dunia Luka dan Kovu menjadi tempat yang membahayakan,

menjaga wilayah mereka lebih penting dari sebelumnya.

Jadi, aturan mereka jelas.

Penyusup tetap di luar atau dibunuh.

Tapi delapan kilometer jauhnya...

di perbatasan barat wilayah mereka...

telah terjadi pelanggaran.

Sekelompok empat putra yang kuat,

dipimpin oleh ibu mereka yang luar biasa,

yang dikenal sebagai keluarga Solaro.

Mereka punya keangkuhan dan kekuatan dalam jumlah.

Bahkan para hiena tampaknya merasakan kekuatan mereka.

Melihat Ibu menguntit gazelle,

anak-anak cepat belajar cara berburu.

Untuk saat ini, keempat putranya tetap di sisi Ibu.

Tapi segera, kawanan bersaudara ini akan menjadi lawan

untuk mempertaruhkan wilayahnya sendiri.

Mustahil Luka dan Kovu membiarkan putra-putra Solaro berbagi area mereka.

Di musim kering ini, takkan ada cukup makanan untuk semua.

Tapi melawan empat jantan,

mereka akan kalah jumlah.

Satu hal yang bisa membantu mereka

adalah menjauh dari sini.

Seratus enam puluh kilometer ke utara, melewati sungai dan lembah,

satu setengah juta wildebeest dan zebra berpindah.

Betina hamil harus terus merumput untuk membuat susu.

Saat hujan kembali, dataran di wilayah Luka dan Kovu

adalah tempat rumput termanis akan tumbuh.

Jadi, kawanan itu harus ke sana.

Saat kawanan tiba, akan ada cukup zebra dan wildebeest

untuk memberi makan semua citah di seluruh area ini...

dan putra-putra Solaro tak perlu melanggar batas.

Namun, tak semudah itu.

Menghalangi jalan kawanan seperti ular hitam yang licin...

Sungai Mara.

Tepian curam,

air dalam,

tak ada jalan memutar.

Saat tepi sungai dipenuhi hewan-hewan,

migrasi mereka mungkin telah mencapai batasnya.

Jika kawanan tak bisa mencapai dataran selatan,

Luka dan Kovu tak hanya akan kelaparan.

Mereka mungkin menghadapi perang area dengan Solaro bersaudara.

Tapi sekarang, anak-anak punya masalah lebih besar.

Asap.

Kekeringan membuat rumput sangat kering.

Api menyala dengan sangat mudah.

Luka dan Kovu pernah melihat kebakaran hutan.

Mereka tahu itu bisa menyebar dengan cepat.

Saat panasnya naik, mereka hanya bisa melihat neraka panas.

Tak ada yang bisa mereka lakukan.

Mereka harus mundur ke tempat aman.

Saat api berkobar tak terkendali,

mereka yang tak bisa lari, bersembunyi.

Sementara bangau putih turun,

untuk memakan serangga yang lolos dari kobaran api.

Api mengoyak jantung wilayah Luka dan Kovu.

Semua yang mereka usahakan akan hilang.

Pada pagi hari, apinya padam,

lalu seluruh wilayah mereka berubah.

Hanya sisa-sisa tanah hangus.

Seekor hiena, hangus terbakar oleh api,

menyeruput telur burung unta panggang.

Musang muncul ke lanskap kosong.

Gazelle terakhir sudah pergi.

Sampai hujan kembali,

wilayah yang dulu kaya ini akan tetap tandus.

Anak-anak tak punya pilihan selain meninggalkannya.

Tanpa wilayah, mencari makanan akan menjadi tantangan besar,

dan kemampuan mereka untuk menarik betina kini hampir habis.

Mereka harus mencari tempat baru.

Tapi itu pemandangan yang ramai.

Jika mereka pergi ke timur, mereka akan melewati batas padang rumput

ke tempat petani membunuh citah untuk melindungi ternak.

Jadi satu-satunya pilihan mereka adalah ke barat,

jauh ke dalam jantung Serengeti,

tempat yang diperintah oleh hiena, singa, dan citah saingan,

Semua berlomba untuk makanan yang sama.

Nasib keduanya kini bergantung pada

kedatangan wildebeest dan zebra.

145 kilometer ke utara,

kawanan menghitung langkah selanjutnya.

Untuk bertahan hidup, mereka harus menyeberang.

Namun, armada buaya menunggu.

Mereka adalah predator puncak dunia air ini.

Mereka tak makan berbulan-bulan.

Para tetua yang menjalankan tantangan ini, tahu waktu adalah segalanya.

Tak ada kesempatan kedua.

Batuan basah jadi licin berbahaya, yang bisa mematahkan kaki dan tulang.

Yang terluka berjalan pincang ke tempat aman.

Mereka yang terluka parah tak berdaya melawan buaya yang maju.

Tapi sementara mulut buaya penuh,

ratusan ribu lainnya berhasil melewatinya.

Dengan hidung mereka ke arah angin, mereka melanjutkan perjalanan ke selatan.

Bagi Luka dan Kovu, kawanan ini tak bisa segera tiba.

Kini bulan September,

dan kekeringan makin melanda.

Singa berlindung dari terik matahari.

Hiena perampok berpatroli di dataran.

Keluarga Solaro mendekat,

kini melewati wilayah hangus yang pernah dipegang oleh Luka dan Kovu.

Tak menyadari ancaman yang membuntuti mereka,

pasangan ini kini mencoba beradaptasi dengan terus bergerak,

saat mereka terus mencari rumah baru.

Biasanya, mereka mendapat air dari mangsa yang mereka makan.

Tapi dengan kesempatan berburu nan langka,

anak-anak sangat kehausan.

Masalahnya, beberapa lubang berair yang belum kering

kini dipenuhi singa.

Tak mungkin kawanan singa akan berbagi sumber daya berharga ini dengan citah.

Akhirnya, mereka mencapai kolam kosong.

Namun, kekeringan memengaruhi segalanya.

Setetes saja cukup untuk memberi tahu Luka kalau airnya busuk

dan tak aman untuk diminum.

Tak ada apa-apa untuk anak-anak di sini.

Debu mencekik udara...

dan jerapah mencari daun hijau yang tersisa.

Pencarian wilayah baru membawa mereka ke dataran tinggi yang tandus.

Tak ada tanda-tanda gazelle yang akan mereka buru.

Namun, ini bukan saatnya pilih-pilih.

Anak-anak lapar ini akan makan apa pun yang mereka tangkap.

Kovu merasa ada makanan yang bersembunyi di sini.

Mereka berdua memindai semak belukar, mencari petunjuk.

Garis hitam di bawah mata mereka menyerap sinar matahari,

meningkatkan penglihatan mereka.

Naluri berburu mereka dipicu oleh gerakan sekecil apa pun.

Jadi, jika kelinci itu diam saja...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left