The first 200 lines.
Ini bukan ruang kelas.
Kelasnya di ujung sana. Ayo.
Itu Bu Seo, 'kan?
Biar kubantu.
Jangan curi punyakuโฆ
Kak Ji-yeon. Ada apa?
Biar kubawakan.
Tapi aku harus ke kelas. Besok ada simulasi ujian.
Mari kuantar ke kelasmu.
Kau tahu tempatnya?
Ya, aku tahu.
Sayang!
Kenapa? Dia kenapa? Sayang?
Ke rumah sakit dulu, Kak. Ayo bawa dia ke rumah sakit.
Aku akan menghubungimu. Biar kuantar.
Ayo.
Tunggu.
Ayo pergi.
Kau tak apa-apa?
Kita mau ke mana?
Aku menelepon Dr. Kim. Kita akanโฆ
Pulang saja.
Rumah sakit dulu, ya?
Aku mau istirahat di rumah. Nanti saja.
Kata dokter Bu Seo begitu, aku juga memeriksanya.
Jika berhenti meminumnya, dia tak apa-apa.
Butuh waktu, tapi dia akan pulih.
Teganya orangโฆ
Melakukan hal seperti itu.
Dia suaminya dan keluarganya.
Kita harus berpura-pura tak tahu.
Bu Seo juga sangat berhati-hati.
Aku juga masih memeriksanya. Kita butuh waktu.
Kita harus bagaimana?
Mengelola perusahaan dengan baik?
Aku mau istirahat.
Kau tak apa-apa sendiri? Mau pulang saja?
Aku akan menghubungimu.
Baiklah.
Waktu ituโฆ
Saat kau menemuiku di bandara,
kau tahu soal ini?
Ya.
Baiklah.
PAPAN BULETIN INTERNAL ADA APA DENGAN JARIM?
APAKAH BENAR CEO JARIM DEMENSIA? SAHAMKUโฆ
Ini tidak benar. Ayo ke rumah sakit.
Seharusnya aku memberitahumu dulu.
Terkadang gejalanya muncul.
Kenapa tak memberitahuku?
Seharusnya kau ke rumah sakit dulu.
Kenapa menderita sendirian? Aku sedih.
Aku sudah ke rumah sakit.
Apa kata dokternya? Kenapa kau jadi begini?
Ini efek samping obat.
Sumbernya obat yang sudah tak kuminum.
Apa Ji-woo juga di sana? Aku memakai sepatunyaโฆ
Benar juga. Aku harus menelepon Ji-woo.
- Semuanya syok. - Aku saja.
JI-WOO
Namun, kenapa reporter itu ada di kantor?
Aku memanggilnya.
Kenapa?
Aku harus mencari informasi. Sayang, aku menelepon dulu.
Aku hampir celaka, 'kan?
Ya.
Jika Kyeong-do tak ada, aku pasti masih meminum obat itu.
Aku selamat berkat dia.
Ya.
Kau marah?
Ya.
Tidak.
Kakak pasti takut karena sendirian.
Aku tak tahu dan bersikeras pergi ke Inggris.
Aku cuma mau kabur dan menyelamatkan diri.
Kau pasti sangat frustrasi saat itu.
Ya. Aku sangat frustrasi sampai mengancam Kyeong-do.
Kak Ji-yeon.
Aku akan berusaha sekuat tenaga.
Jadi, tak perlu stres lagi.
Kau harus santai, tidur lelap, dan makan teratur agar cepat pulih.
Percayalah padaku. Kau tahu kemampuanku begitu aku fokus.
Aku tahu. Dahulu Ayah juga mengatakan itu.
"Jika tekad Ji-woo sudah bulat, tak ada yang bisa menghentikannya."
- Kak. - Ya?
Bercerailah.
Belum saatnya.
Kenapa kau tahan melihatnya tiap hari?
Aku belum punya alasan resmi untuk menceraikannya.
Dia suami yang rajin dan penyayang di luar.
Jadi, aku menunggu.
Jika aku terus memojokkannya, dia pasti akan jatuh.
PANGGILAN MASUK LEE KYEONG-DO
Jangan menyalahkan Kyeong-do.
Aku yang bersikeras.
Aku memintanya tak memberitahumu sampai aku bicara dulu.
Dia pasti juga stres karena itu.
PANGGILAN MASUK PAK KIM
Ya, Pak Kim.
Ji-woo pasti tidur. Lampunya mati.
Mungkin dia minum miras? Mau kuperiksa?
Ji-yeon sudah di sini, tak apa-apa.
Kau beristirahatlah, tidur saja.
Baik. Terima kasih.
Aku kemari karena khawatir.
- Sudah, ya. - Baik.
EPISODE 10
- Asisten Manajer Lee. - Ya.
Apa hidupmu berjalan lancar?
Semua lancar.
- Kau tampak murung. - Aku tidak murung.
Hei,
ikut aku ke pembacaan tarot. Ada tempat bagus.
Selamat bersenang-senang.
Aku mau ikut.
Tak usah. Memangnya bocah kaya perlu mencemaskan apa?
Ayolahโฆ
Pak Asisten Manajer,
mau kopi?
Boleh.
Kak Kyeong-do, aku ditelepon An Da-hye.
Apa katanya?
Dia mau bertanya dan minta bertemu. Aku gugup.
Buat janji. Kita pergi.
Baik, tapi kau yang masuk.
Dia akan marah dan diam.
Tapi aku takut.
Hei, kudengar ada keributan. Sial.
Kenapa kau kemari?
Pahit sekali. Hei, pakai pemanis. Kau pakai berapa seloki espreso?
Pahit? Wajahmu yang pahit.
Apa maksudmu? Keributan apa?
JARIM. Perusahaan pacarmu.
- Minum ini. - Hei.
Aku cuma memeriksa fakta.
Kau menulis artikelnya?
Ada apa?
Kenapa?
Hei, kembalilah bekerja.
Kenapa selalu aku?
Orang dewasa sedang bicara. Keluar.
- Apaโฆ - Cepat!
Baiklah. Astaga.
Baik.
Sebelum menulisnya, wawancarai dokter CEO Seo dulu.
Jadi, itu demensia?
Aku akan jadwalkan wawancaranya. Periksa faktanya.
Kau berlagak seperti menantu mereka, menjadwalkan pertemuan dengan dokternya?
Hei, aku serius.
Baik, aku paham.
Jika ini lancar, berikan aku pekerjaan di Tim Humas JARIM.
Aku pandai menulis konferensi pers.
Kau pasti sudah gila.
Hei. Pak Lee.
Tunggu aku. Galak sekali. Pak Lee!
Syukurlah kau bekerja dengan baik setelah bergabung.
Aku masih belajar.
Kau sudah bicara dengan kakakmu? Apa katanya?
Hati-hati.
Berpura-puralah tak tahu apa-apa.
Dia menyuruhku jangan khawatir
dan fokus pada perusahaan, bertanya kepadamu jika perlu.
Aku menyuruhnya beristirahat. Apa pentingnya perusahaan?
Benar.
Bagaimana dengan Lucas? Ada kemajuan?
Perusahaan sedang ribut.
Ini baru reda jika ada kabar baik.
Para eksekutif menggosipkan kakakmu.
Jika harga JARIM tiba-tiba anjlokโฆ
Kang Min-woo sudah lama merencanakan menjual perusahaan.
Dia narasumber artikel Cho Jin-eon.
Aku juga cemas soal itu.
Tapi itu di luar kemampuanku.
Mereka ragu karena aku dianggap pembuat onar.
Aku butuh bantuanmu, Kak Min-woo.
Kita harus melindungi perusahaan.
Tak perlu sungkan.
Pokoknya, jangan terlalu khawatir, Ji-woo.
Tetap tenang, paham?
Ya.
Jika kita membawa Ro-a kembali, itu akan menghibur Kak Ji-yeon, 'kan?
Banyak sekolah internasional yang bagus di sini.
Jika Ro-a di dekatnya, Kak Ji-yeon pastiโฆ
Kau sudah dewasa.
Jika kau seperti ini lebih cepat, kakakmu tak akan stres
dan merasa didukung.
Lebih baik telat daripada tidak sama sekali.
Badai pasti berlalu.
Ayah mertua pasti senang.
PANGGILAN MASUK LEE KYEONG-DO
TAK TERJAWAB LEE KYEONG-DO
PANGGILAN MASUK LEE KYEONG-DO
Ya.
Sudah makan malam?
Cuma sedikit.
Kau?
Aku juga.
Apa kau kecewa padaku?
Aku tak tahu apa yang kurasakan.
Aku bersyukur, tapi frustrasi.
No comments yet. Be the first to leave one.