The first 200 lines.
- Ini aku bawa satu ya, Mas. - Terima kasih, ya.
Tolong dibantu, Mas.
- Permisi, Mas. - Ya, silakan.
- Minta satu ya. - Sabar, nanti dibagi.
- Mau, Pak? - Ya.
- Sudah siap? - Ya, ini mau ditambah lagi.
- Kopinya buat di luar, ya. - Ya, Mbak.
- Sudah siap semua, Bu? - Sebentar lagi, Bu.
- Kue-kuenya cukup ini? - Masih cukup sampai malam, Bu.
Terima kasih.
Ibu-Ibu, sayurannya cukup?
- Ya, masih cukup, Bu. - Terima kasih.
Harus adem, Mbak.
Ya, Bu. Mawarnya yang banyak.
Biar aura pengantinnya keluar.
- Bu, yang bersih dan rapi, ya. - Ya, Bu, sudah.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Cantiknya.
Ibu.
Sudah selesai, Mbak.
Terima kasih, ya.
Almarhum Bapak pasti bangga kepadamu sekarang.
Aku tahu, Bu.
Bapak juga pasti bangga sama Ibu.
Membesarkanku sendirian
sampai bisa mandiri.
Rina.
Setelah menikah, Ibu sudah tidak bisa menjagamu lagi.
Menikah itu
bukan cuma janji nikah dan pesta saja.
Tapi perjalanan panjang.
Kau harus pastikan kalau tidak ada yang mengganjal di belakang.
Kalau ada hal yang belum selesai,
siapa pun di masa lalu,
dari pihakmu atau Pram,
harus diselesaikan.
Tidak ada, Bu, yakin.
Syukurlah.
Ibu hanya ingin kau benar-benar bahagia.
Terima kasih ya, Bu.
Ya sudah.
Acaranya sebentar lagi mulai.
Mati lampu ya, Mbak?
Sepertinya ya, Mbak.
Tolong dicek, acaranya sudah mau mulai.
Oh, ya, Bu.
Bu, ada apa?
Kayaknya korslet. Pak Pono sedang cek.
Sudah, kau di kamar saja.
Ya, Bu.
Siapa ya?
Ada apa, Mbak?
Tidak apa-apa.
Astagfirullah.
Ibu!
- Mbak! - Ada apa?
Kenapa, Rina?
- Astagfirullah. - Astagfirullah.
Kok bisa ada tikus?
- Ada apa? - Pak!
Ini kenapa airnya hitam?
Ini kayak darah.
Darah apa, Pak?
Darah kok warnanya hitam?
Aku tidak tahu.
Pertanda buruk ini.
Gimana rasanya balik lagi ke Wonosobo, Bu Manajer?
Jujur, aku sudah tidak ingat.
Tapi rasanya sama.
Sejuk, bersih.
Tapi aku sudah bukan Bu Manajer lagi.
Tapi istri Pak Manajer.
Ya, tetap Bu Manajer.
- Rin. - Ya?
Terima kasih ya
Kau sudah mau rela berkorban buat kita.
Meninggalkan kariermu.
Aku juga sudah lelah penempatan sana sini.
Alhamdulillah kau naik jabatan.
Pindah ke kantor Wonosobo.
Disediakan rumah juga.
Ya, alhamdulillah ya, Rin.
Rin?
Ada apa?
Aku kepikiran kejadian sebelum siraman itu lo, Mas.
Rin, kita sudah sering bicara soal itu.
Hal gaib itu tidak ada.
Ya, tapi orang-orang di rumah kepikiran yang sama.
Kalau cermin retak itu
ya memang kualitasnya jelek.
Listrik mati gara-gara korslet, kelebihan muatan.
Kalau foto jatuh ya memang yang memasang saja tidak benar, Rin.
Terus lumpur?
Tikus?
Air siraman yang berubah jadi hitam?
Ibu juga bilang,
lagi cekcok sama tetangga sebelah.
Ibu duga pelakunya memang dia.
Orangnya iseng begitu.
Lagi pula, Rin,
sampai hari ini semua baik-baik aja.
Tidak ada yang celaka, 'kan?
Rin.
Masih banyak hal lain yang lebih penting
yang perlu kita pikirkan.
Hidup baru kita.
Aku sudah tidak sabar lo ingin punya anak denganmu.
Aku juga.
- Dua. - Dua?
Wah, ya 11.
Bu!
Mas Pram sudah datang!
Mas Pram!
Kotor, Pak.
- Pak. - Mas Pram.
Bu, bagaimana kabarnya?
Alhamdulillah, baik, Mas.
- Alhamdulillah. - Bagaimana perjalanannya? Lancar?
Alhamdulillah lancar.
- Alhamdulillah. - Nah, ini.
Ini istriku, Rina.
Rin, Pak Muri dan Bu Dar ini diperintah kantor
buat bantu bersih-bersih rumah seminggu sekali.
- Tinggalnya dekat sini. - Di situ.
Silakan.
Rumahnya sudah siap, sudah bersih. Sudah kinclong!
Ayo, masuk.
- Asalamualaikum. - Alaikum salam.
Lampu-lampunya sudah diganti yang baru.
Oh, ya.
- Kamarnya juga sudah siap. - Ya.
Baik.
- Bu? - Ya, Mas?
Ini apa ya?
- Pak? - Ya?
- Bapak! - Ya, Bu?
- Apa? - Ini kok bisa ada tanah di sini?
Lo, ruangan ini sudah aku pel, tidak ada tanahnya.
Ini apa?
Ya sudah, tidak apa-apa.
Tolong dibersihkan saja, Pak.
- Ya, Mas. - Ya, Mas.
- Aku mau lihat kamar dulu ya. - Ya, Mas.
Panas banget ini.
Ya, tidak ada kipas angin, Mas?
Tidak ada.
Besok aku minta sama kantor ya.
Permisi, Mbak Rina.
Bu Dar, ada apa?
Mbak Rina jadi bikin pengajian pindahan rumah?
Kalau jadi, aku, Pak Muri, dan tetangga-tetangga siap bantu.
Jadi, Bu. Terima kasih, ya.
Oh, ya, sama-sama.
Lo?
Ada kipas angin, Mbak?
Dari kantor Mas Pram.
Semalam kepanasan.
Lo? Aneh.
Di sini jarang, Mbak,
ada yang bilang kepanasan.
Di sini dingin terus.
Silakan masuk.
Ditaruh di sana saja, ya.
Bu Dar, pisangnya sudah matang.
Oh, ya, ini gelasnya tolong diisi kopi.
Baik.
Halo?
Rin, aku pulangnya agak telat ya.
Ada urusan yang harus diselesaikan di kantor.
Nanti kalau Pak Ustaz sudah datang,
tolong buatkan wedang jahe.
Itu minuman kesukaannya.
Ya, Mas.
- Oh, ini mbaknya. - Bu.
Asalamualaikum Pak Ustaz?
Silakan.
Silakan duduk, Pak.
Mas Pram agak terlambat.
Pak Ustaz mau minum wedang jahe?
Atau teh hangat?
Baik, aku tinggal sebentar ya, Pak.
- Pak Muri? - Ya, Mbak?
Pak Ustaznya mana?
Pak Ustaz?
Ya, tadi menunggu di dalam.
Aku tidak tahu.
Tadi pakai baju hitam.
Pak Ustaz tidak suka pakai baju hitam.
Biasanya pakai baju putih.
- Titip ya, Pak. - Ya, Mbak.
Mas.
Rin.
Pak Ustaz.
Tadi kebetulan ketemu di jalan, jadi, sekalian bareng.
- Silakan, Pak. - Ya.
- Ayo, Rin. - Pak Ustaz.
- Mas. - Ya?
Tadi ada orang, kakek-kakek.
Aku pikir Pak Ustaz.
Dia sempat masuk.
No comments yet. Be the first to leave one.