The first 200 lines.
Putra Mahkota.
Kami rasa sebaiknya Anda duduk di ujung.
Tepatnya di sini.
Simon dan ibunya akan duduk di sini.
Ini tak akan terlalu lama.
- Kurasa ini akan cepat selesai. - Ya.
- Sudah minum pilnya? - Sudah.
- Kau mau air? - Tidak, aku baik-baik saja.
Kemarilah, Sayang.
Kancingkan kemejamu agar tampak lebih serius.
Ayolah.
Ya, kita berkumpul di sini hari ini
karena ada klip intim itu.
Konsekuensi dari video ini merugikan bagi kedua penggugat,
Yang Mulia Putra Mahkota Wilhelm dan Simon Eriksson.
Namun, persidangan
akan memperburuk situasi dengan media saat ini.
Bersama kalian, kami ingin membahas kemungkinan upaya penyelesaian.
Ya, kami telah menyusun proposal kompensasi untuk kedua penggugat.
Saya ingin menekankan
bahwa klien saya merelakan banyak hal dengan menempuh upaya penyelesaian ini.
Dalam persidangan, bukti dan kesaksian
tidak akan menjamin hukuman.
Pertanyaannya adalah apakah video itu bisa dianggap vulgar.
Apa?
Memperlihatkan dua orang berjenis kelamin sama berciuman,
sebagai gay,
tidak menjadikan seseorang tak terhormat zaman sekarang.
- Video itu relatif polos. - Polos? Kenapa Anda berkata begitu?
Bu, kumohon.
Dia mencoba menghancurkan hidup mereka.
Setelah pidato Pangeran,
Gerakan Pemberontakan Nordik membakar bendera kebanggaan gay di Bjärstad.
Kami ditelepon tengah malam, mendapat surat kebencian di rumah kami!
Saya ingin keadilan untuk putra saya!
Bisa rehat? Saya ingin berunding dengan klien.
Ya, kita bisa rehat sebentar.
Kita harus membahas itu lain kali. Tepat. Ya, baik. Dah.
Hei, ayolah. Semua ini akan beres.
Tak semudah itu jika mereka melihatku seakan-akan aku ini
orang yang menyebalkan.
Oke, ya, kau orang yang menyebalkan.
Terasa menyenangkan bisa menerima fakta bahwa terkadang kau menyebalkan, bukan?
- Apa kau menganggapku menyebalkan? - Tidak.
Kau menganggapku jahat?
Tidak. Tentu tidak.
August, kau harus mengakui
betapa ironisnya melihat dirimu, dari semua orang menyebalkan,
telah menjadi ancaman bagi mahkota.
Aku menyukai monarki.
Tapi pertanyaan pentingnya, apakah monarki menyukaimu?
Keluarga Kerajaan tak ingin membawa ini ke pengadilan.
Kau melawan August dan salah satu pengacara terbaik di Swedia sendirian.
Tawarannya sangat murah hati.
Dia bersedia membayar berapa?
Sejumlah 1,2 juta.
Aku datang ke Swedia
bukan untuk mengajari anak-anakku menerima suap.
Aku mengerti itu, tapi ini bisa berakhir buruk.
Mereka akan menggali semua fakta kotor.
Mereka seperti klan. Metode mafia!
Aku cuma ingin ini berakhir.
Wille bilang August harus menjual wastu ayahnya untuk membayar kita
dan itu hukuman terburuk untuk August.
Aku tak tahan lagi.
Aku mau ke toilet.
Hai.
Hai.
Aku tak percaya kau di sini.
Aku juga.
Aku hanya berharap bukan
karena alasan ini.
Tidak, ini tak seperti yang kubayangkan.
Kau membayangkan seperti apa?
Aku bisa...
menunjukkannya.
Oke. Ayolah.
Tapi Ibu...
Apa?
Ibu.
Mereka tak akan mulai tanpa kita, Simon.
Ayolah.
Nyaman.
Inikah yang kau bayangkan?
Bukan.
Ini lebih baik.
Putra Mahkota, kita harus melanjutkan.
Kami segera ke sana.
Kami mengusulkan agar kita memeriksa perjanjian ini bagian per bagian,
dan jika salah satu pihak perlu membuat perubahan,
kita masukkan satu demi satu sebelum kita tanda tangani.
Maaf, tapi kami tak mau melanjutkan.
Saya tak akan mengajarkan anak-anak saya bahwa sejumlah orang berada di atas hukum.
Saya setuju bahwa memang penting
untuk mengajari anak-anak bahwa kita tak bisa terbebas dari hukum.
Itu juga berlaku untuk Simon dan Putra Mahkota.
Jika kita mencapai kesepakatan,
August tak akan melaporkan Simon
karena menjual obat ayahnya pada siswa di Hillerska.
Atau Putra Mahkota
karena mengancam nyawa August dengan senapan.
Semua ini... Itu salahmu sejak awal.
Kau menipu Simon. Dan kau mengonsumsi obatnya.
Kau juga.
Atas kesediaan August untuk tutup mulut
dan ganti rugi finansial bagi pihak-pihak terkait,
kami butuh jaminan dari Keluarga Kerajaan
bahwa August akan menjadi penerus takhta setelah Putra Mahkota.
Tak penting kau punya gelar atau tidak. Kau tak akan jadi bagian dari keluargaku.
Lihat aku!
Aku tak akan mengizinkanmu mengambil takhta!
Kau tak perlu mengizinkanku.
Benarkah?
- Benar. - Kenapa?
Dengan rekam jejakmu, kau akan mengacaukan semuanya sendiri.
Jadi, aku yang mengacau? Begitukah?
Masalahmu dimulai jauh sebelum ada aku. Kau tahu itu.
Benarkah?
Aku bukan tipe orang yang suka menghajar orang.
- Kau tahu? Kau menjijikkan... - Hentikan!
SEKOLAH HILLERSKA
Semuanya sudah ditandatangani sekarang dan kita harus melupakan ini.
Baik, Bu, tapi...
Wilhelm, Ibu tak mengharapkanmu memaafkan August.
Aku tak berharap kalian bisa akur.
Tapi tak boleh ada skandal seperti ini lagi,
terutama jika melibatkan kalian.
Menurut kalian
bagaimana reaksi Erik jika melihat tingkah kalian seperti ini?
Erik tak akan memaafkannya.
Sebentar lagi usiamu 17 tahun. Dalam setahun,
kau harus bisa menggantikan Ibu.
Kau mengerti?
Kau mengerti?
Ini bukan permainan.
Aku berjanji, Yang Mulia.
Aku dan Wilhelm akan menjaga sikap kami.
Setidaknya untuk Erik.
Jauhi aku dan aku juga akan menjaga sikapku.
Ya Tuhan.
Tuhan...
Tolong!
Haruskah aku...
Atur napas.
- Panggil orang! - Baik.
Erik!
Erik.
Kita harus bepergian.
Ayo pergi ke suatu tempat!
Hari ini matahari bersinar cerah, besoknya bersalju. Apa-apaan ini?
Negara sialan ini.
Jujur, aku sangat mengkhawatirkannya.
Ya, siapa yang tidak?
Dia memakai celana olahraga yang sama berhari-hari. Itu sungguh gila.
Apa aku gila jika menurutku dia seharusnya sudah berhenti bersedih?
Ayolah, maaf, tapi... Ya, Sara menjengkelkan. Lupakanlah.
Dia tak dicampakkan. Itu akan berbeda.
Tapi putus hubungan dengan teman bisa lebih buruk.
- Itu tak benar. - Ya.
Harus ada intervensi.
- Hai. - Selamat pagi.
Selamat pagi.
Apa kabar?
Aduh!
Tunggu! Aduh!
Berhenti melebih-lebihkan.
Kau bisa memperingatkanku!
50 poin.
50 poin. Hei, ini telingaku.
Masih dua bulan sebelum kelulusan. Akan seperti ini sampai hari itu tiba.
Ini perburuan poin kelas tiga! Banyak yang dinantikan.
Akan ada pesta 50 hari, Valborg, acara komedi...
Lari saat kelulusan, resepsi, dan berkeliling dengan truk...
Dan makan malam tahunan terakhir dengan guru-guru.
Kau menantikan itu?
Nyaman. Mereka manis.
Kirim pesan ke siapa?
AKU MERINDUKANMU
Wille kembali hari ini.
- Sungguh? - Astaga!
Ini berita besar, bukan?
Oke.
Ini pertama kalinya kita melihatnya sejak hari jadi.
Maksudku, dia...
Bagaimana Simon dan dia...
Bagaimana dengan mereka? Apa mereka pacaran? Benar-benar pacaran?
Bolehkah aku bicara jujur dan terbuka denganmu?
Terkait hubunganmu.
Aku tak akan memutuskan Simon.
Tak ada yang mengatakan itu,
tapi kurasa jika situasi ini kita manfaatkan,
itu bisa membantu kita memodernisasi citra monarki
sebagai bagian dari Swedia yang toleran.
Kau akan membuat generasi baru pendukung monarki.
Kita harus fokus pada tugasmu.
Ada kegiatan amal atas namamu pada ulang tahun ke-17.
Ini akan menjadi tugas resmi pertamamu sebagai Putra Mahkota.
Aku dan J-O menyusun jadwal untuk musim panas.
Bisa kita lihat sebagai sekolah Putra Mahkota
untuk menebus semua hal yang belum kau siapkan.
No comments yet. Be the first to leave one.