The first 200 lines.
SERIAL TELEVISI INI DIBUAT UNTUK TUJUAN HIBURAN
SEMUA KARAKTER, LATAR, ENTITAS
DAN LATAR BELAKANG DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Kau serius?
Kau pikir aku punya waktu untuk bercanda?
Lada bilang dia tidak akan rujuk dengan gadis itu.
Dia bilang sudah melupakannya.
Dia berputar-putar.
Jangan terlalu baik.
Kenapa?
Karena nanti aku makin jatuh cinta.
Mereka baru mulai berkencan, tapi dia sudah mengabaikan rumah.
Aku tidak percaya itu kebahagiaan sejati.
Homoseksualitas bukanlah kecacatan.
Kita punya pengumuman yang lebih menarik untuk mereka.
Dokter Wisanu dan dr. Fahlada
akan menikah.
SEBELUMNYA
Kesepakatan apa yang kau buat dengan ibuku?
Sejujurnya, aku tidak tahu dia akan mengatakan itu.
Begitukah?
Lalu kenapa kau menurutinya?
Begini...
Karena aku sangat ingin menikahimu.
Kapan kita jatuh cinta?
Kapan aku pernah mencintaimu seperti kekasih?
Aku tahu. Aku bisa menunggumu.
Nu.
Sudah ada orang yang kucintai.
Jangan menyia-nyiakan waktumu denganku.
Tapi keluarga kita ingin kita menikah.
Kita tidak bisa apa-apa.
Kau sungguh akan menikahiku
padahal kita tidak saling mencintai?
Jika itu keinginan orang tua kita,
aku akan melakukannya.
Tapi aku tidak mau.
Kenapa Ibu melakukan ini?
Aku bukan benda. Ibu tidak bisa memperlakukanku seperti itu.
Aku punya hati.
Tapi aku ibumu.
Ibu berhak memilih yang terbaik untukmu.
Tidak.
Tidak dalam kasus ini.
Aku tidak akan menerimanya.
Itu sebabnya Ibu harus melakukan ini karena kau keras kepala.
Meski tahu aku tidak ingin menikahi Nu,
Ibu masih memaksaku.
Bisakah kau menikahi orang yang ingin kau nikahi?
Ibu.
Kumohon.
Sekali ini saja, jangan kekang aku.
Tidak.
Kau harus menikahi Wisanu.
Dia yang terbaik untukmu.
Apa yang menentukan itu? Apa itu "terbaik", Bu?
Apa yang Ibu katakan adalah yang terbaik.
Kau tak berhak mempertanyakan alasan Ibu.
ADA TIGA PESAN BARU
GRUP RUMAH SAKIT
SELAMAT, DOKTER
KIRIMI AKU UNDANGAN PERNIKAHANMU
SUDAH KUSIAPKAN GAUN UNTUK DIPAKAI
ASTAGA
SELAMAT
GRUP RUMAH SAKIT
PEWARIS DUA KELUARGA BESAR, SANGAT MENGHARUKAN
PEWARIS DUA KELUARGA BESAR, SANGAT MENGHARUKAN
PEWARIS DUA KELUARGA BESAR, SANGAT MENGHARUKAN
Dokter.
Earn.
Kau sudah melihat berita, bukan?
Duduklah.
Earn.
Aku tidak menduga ibuku akan memberikan wawancara seperti itu.
Tolong mengertilah,
aku berusaha...
Hei.
Kau lelah?
Ya.
Aku sangat lelah.
Aku di sini untukmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Sama-sama.
Kemarilah.
Lepaskan sandalnya, Dokter.
Geser kakimu sedikit.
Rasanya nyaman.
Jangan sampai kau lelah karena masalahku.
Aku tak akan lelah karena masalahmu, Dokter.
Kau berjanji?
Aku berjanji.
Mau menemui Lada?
Ya.
Tunggu.
Kurasa dia sedang bersama pasien.
Tidak apa-apa. Aku akan menunggunya. Terima kasih.
Kurasa kau hanya akan membuang waktu.
Aturlah pertemuan dengannya lain kali.
Tidak apa-apa. Aku sudah di sini.
Aku akan menunggu di ruang dokter.
Baiklah.
Pria baik memang tak pernah berhasil.
Terimalah permintaan maafku.
Jika sungguh menyesal, jangan diulangi.
Mungkin ini egois,
tapi aku sangat menyukaimu.
Sungguh?
Kau mengatakan itu padahal kau menyakitiku?
Kau tahu aku tidak bisa menolak ibuku,
tapi tetap melakukan ini.
Meskipun aku tak punya siapa pun, kita tak bisa saling mencintai...
karena aku tak bisa mencintai orang sepertimu.
Lada.
Bukankah kau terlalu keras kepadanya?
Dia tidak seburuk itu.
Buktikan padaku.
Dia tahu aku tidak menyukainya, tapi tetap ingin menikahiku.
Mungkin dia pikir nanti kau akan mencintainya.
Tidak mungkin.
Lada, aku ingin bertanya.
Apa kau tak pernah berencana mencintai pria?
Ya.
Aku mencintai seorang wanita
dan wanita itu Earn.
Kau yakin sudah siap akan akibatnya?
Ya.
Kalau begitu, pertahankan Earn.
Semoga lekas sembuh.
Dokter.
Aku harus minta maaf mewakili Lada.
Dia mungkin sedang banyak pikiran dan itu membuatnya kesal.
Kurasa dia kesal karena aku.
Kau berjuang keras belakangan ini,
terus berusaha memenangkan hati Lada.
Kau begitu ingin menikahinya?
Keluarga kami ingin kami menikah.
Kau ingin menikahinya
hanya untuk menyenangkan keluargamu?
Ya.
Pernikahan kami akan membantu memajukan bisnis keluarga.
Tapi apa kau mencintai Lada?
Sejujurnya...
aku mulai ragu.
Kau sangat memahami bisnis,
tapi apa kau memahami hatimu sendiri?
Hatiku sendiri?
Hatiku?
Ya.
Pernahkah kau menanyakan keinginan hatimu?
Mungkin hatimu
menginginkan hal lain.
Jadi, sudah bicara dengan Lada soal pernikahan?
Belum.
Basa-basi saja sudah cukup sulit.
Nu.
Bu.
Kurasa Lada menyukai orang lain.
- Aku juga... - Nu.
Kau tidak bisa mundur sekarang.
Aku sudah mengumumkan pernikahan kalian ke media.
Selain itu, bisnis keluarga kita dipertaruhkan.
Kau harus menikahi Lada
atau semuanya akan hancur.
Baik, Bu.
- Besok? - Ya.
Besok ada sesi pelatihan manajemen rumah sakit di Pattaya.
Ibu ingin kau hadir.
Kenapa aku?
Karena pada akhirnya kau akan mengelola rumah sakit kita.
Harus kau.
Apa aku pergi sendirian?
Wisanu juga ikut.
Jadi, Ibu ingin aku menghadiri pelatihan,
atau ingin aku ke Pattaya bersama Wisanu?
Pekerjaan lebih penting daripada masalah pribadi.
Turuti saja permintaan Ibu.
Ya, Lada pergi pagi-pagi sekali. Dia akan segera tiba.
Terima kasih banyak.
Aku sudah mengatur agar kamar Lada di samping kamarmu.
Kau harus memberikan kesan yang baik.
Aku punya harapan tinggi untuk perjalanan ini.
Ya.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Sampai jumpa.
Halo, Dokter.
Halo.
Sedang apa kau di sini?
Di mana...
Di mana Lada?
Tunggu.
Apa katamu?
Kau ingin aku menghadiri pelatihan menggantikanmu?
Ya.
- Di Pattaya? - Ya.
- Dengan dr. Wisanu? - Ya.
Apa kau gila?
Ibumu akan membunuhku.
Jika tidak pergi, kau tidak boleh meminumnya.
No comments yet. Be the first to leave one.