Alkhallat+

Alkhallat+ (الخلاط+)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Alkhallat 2023 ARABIC WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-01-19
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

ALKHALLAT+

Turky! Di mana hiasan tanganku?

- Bagaimana kutahu? - Kau lihat?

- Tak ada di sini. Ketuk dulu. - Astaga!

Ibu! Kemarilah.

Lihat. Bukankah ini agak longgar?

- Tidak, Sayang. - Ibu yakin tak longgar?

- Cepat. Perjalanannya jauh. - Parfum!

- Lupakan. - Berhenti bernyanyi trill, cepat!

- Hati-hati! - Jangan cemas.

- Cepatlah! - Sabar sedikit.

Ini bukan waktunya bernyanyi trill. Perjalanannya jauh.

- Astaga! Mereka bernyanyi trill! - Tak apa. Ayo.

Tak peduli sedikit pun! Aku harus menyetir 100 km sekarang.

- Kenapa kau belum siap? - Aku... Hampir.

- Ayo cepat! - Aku ingin minum. Aku haus.

Ayo, Saud.

- Saud? Ayo cepat. - Ya?

- Hei. - Halo.

- Ada yang bisa bantu aku? - Mungkin selanjutnya kau yang menikah.

Ya... Tidak.

- Ibu! - Ya Tuhan!

- Kenapa mondar-mandir? Kau kenapa? - Aku harus ke toilet.

- Cepat dan bersiaplah! - Baiklah.

- Cepat, panggil mereka. - Baik.

Ibu! Di mana celanaku?

Tutup pintunya!

Ayo pergi. Kita harus pergi. Cepatlah.

- Ya? - Kau lihat celanaku?

Celana apa? Bagaimana aku tahu?

- Kau kehilangan apa? - Celanaku.

Astaga! Kau bahkan belum berpakaian?

Tak ada privasi di rumah ini. Astaga!

- Cepatlah! Jangan bernyanyi trill. - Ibu!

Bu, hiasan tanganku tak ada. Bantu aku.

Bahkan di hari pernikahanku, tak ada yang mau mengerti!

Ibu, aku menemukan celanaku.

- Aku akan bersiap. - Jangan lupa kabari para pria.

Kenapa itu salahku? Tak ada yang bisa menggantikanku?

Cepatlah.

Baiklah. Tak apa-apa, Ayah.

Ini bekas

atau baru?

Bajingan!

- Ayo! - Di mana Faysal?

Dia akan menyusul. Ayo, jalan!

Berhenti!

Kubilang berhenti!

Berengsek kau!

Seseorang, tolong!

Kemari kau! Aku akan menangkapmu!

Pencuri!

Tangkap dia! Dia pencuri!

Faysal, cepat ulurkan tanganmu!

Bajingan!

Berhenti.

- Faysal, cepat ulurkan tanganmu. - Kemari!

- Berhenti, aku akan masuk. - Berhenti!

- Tak bisa berhenti. Mendekat! - Tolong!

- Ayo! - Tidak, jangan melambat.

Terus jalan. Tancap gas.

Pencuri! Di sana!

Kalian berengsek!

Aku melihatmu. Kulihat wajahmu, Berengsek!

- Hei! Apa yang kau lakukan? - Lihat saja nanti!

Itu bukan untukmu, tapi untuk pria di belakangmu.

Jangan melambat. Terus jalan.

Berhenti, kau bajingan!

- Pelan-pelan! - Lebih cepat!

Kemarilah! Akan kutangkap kau.

Ulurkan tanganmu, Faysal. Astaga!

Kami mengalahkanmu!

Tancap gas, Yehia.

Kotak persnelingnya macet.

Dia makin dekat. Cepat!

- Kalian mau ke mana? - Maju!

- Dia mendekat. Cepat. - Kalian mau ke mana?

Kenapa menatapku?

Maaf, Kawan.

Kau sudah kutangkap! Kemarilah, Berengsek! Jangan bergerak.

Sudah kubilang kau akan kutangkap.

Aku sampai harus mengejarmu, Berengsek!

Kau ingin lari? Jangan ke mana-mana.

- Kutangkap dia. Sudah kuikat. - Kembali ke dalam.

Dia siap ditahan. Semua siap.

Tak bisa datang lebih cepat?

Perjalanan kami jauh. Aku juga akan menerima tamu.

Jangan salahkan aku.

Ya.

Baiklah, lupakan saja.

Sudahlah. Akan kuatasi.

Ayah, jangan berhenti di depan pintu.

Ayah, jangan di depan pintu. Maju sedikit.

- Cukup. Kita sudah sampai. - Ayo.

- Ayah, maju. - Kita tamu, tapi terlambat! Keluar.

- Astaga! - Cepat.

- Cepat. - Suruh dia keluar.

- Ayolah. Kumohon, cepat. - Cepatlah.

- Sabar. - Aku ayah mempelai wanita,

ini mempelainya. Jangan macam-macam.

- Selamat. - Jalan.

Ayo.

Ikat dia ke jok, cepat kemari.

Jangan bergerak, ya?

Aku tak akan ke mana-mana.

Astaga! Dasar sial!

Aku terus menyuruhnya memegang tanganku.

Dia terlepas dari tanganku.

Aku bahkan tak tahu kenapa bisa begitu.

Sudahlah.

Kau sudah bilang tujuh kali.

Karena aku tak mendorongnya. Aku hanya menjelaskan.

Kita bisa apa sekarang? Dia sudah tamat.

Kasihan, dia tak punya keluarga yang mencarinya.

Dia akan dipenjara dan kita... Kita pergi saja.

Penjara apa?

Jika dia diinterogasi, dia akan buka mulut.

Mereka akan tahu nama kita, dan tamatlah kita.

Astaga!

- Semoga panjang umur! - Apa kabar?

Kalian sangat terlambat.

Kami baru tahu ternyata ban kami dicuri.

- Si pencuri itu... - Apa?

Aku memukul dan mengikatnya, lalu kubawa kemari sampai polisi tiba.

- Lalu? - Ceritakan semuanya.

Dia keluar untuk merokok dan melihat pencurinya.

- Tidak! - Ya.

Allah Maha Penolong, Abu Musleh. Dasar anak muda...

Ini tehnya. Abu Musleh, kau mau?

- Ada selasih? - Tidak, akan kuambilkan.

Beri selasih untuknya.

- Terima kasih. - Aku sudah tua.

- Panjang umur, Abu Musleh. - Terima kasih.

Baiklah. Kita harus apa sekarang?

Kau dalangnya. Katakan apa rencananya.

Ya. Dalangnya.

Intinya, kita harus berpencar.

Berpencar? Bersama pun kebingungan, apalagi jika kita berpencar.

Untuk saat ini. Kita harus awasi semua pintu keluar dan masuk.

Pintu masuknya hanya satu.

Sebenarnya... Itu benar.

Dengar. Untuk misi pertama ini, kau boleh memimpin

dalam misi ini.

Jadi, aku pemimpin yang akan kau ikuti?

Aku perintahkan kau menjadi pemimpin eksekutif.

Dengar aku.

Kita harus berbaur dengan para tamu.

Tapi penampilan kita tak mendukung.

Ya. Aku juga tak suka pakaian kita.

Tidak, kau sudah bagus.

Tapi aku akan menonjol. Aku tak berpakaian seperti mereka.

- Bisa ikuti saja rencananya? - Diam! Baiklah.

- Tetap di sini. - Baik, pergilah. Jangan galak.

Halo. Ya.

Kau memakai apa?

Katamu kita harus berbaur. Aku berbaur dengan pelayan kopi.

Hei, lihat aku. Membaur dengan ini? Itu kain lamé.

Kau menarik perhatian.

Kau pikir penampilanmu dengan kuffiyah bagaimana?

Kusewa dari pria di luar seharga 50.

Kau membayar 50 riyal? Akan kuambil dari bagianmu...

- Sajikan kopinya. Cepat. - Ya. Tentu.

Kemarilah.

Apa?

Semoga kau keracunan!

Bodoh!

Hentikan, Anak Nakal! Cukup!

Pencuri!

Semoga Allah menghukummu, Pencuri!

Minggir! Cukup!

Berhenti. Sumpah, generasi kalian busuk.

Dengan atau tanpa gula?

Ada selasih.

Aku tak suka.

Tidak. Ada selasih.

- Ayah? - Itu bukan aku.

- Ayah! - Kenapa kau...

- Mau kuambilkan kopi? - Ayah!

Dengan nama Allah. Semoga Allah mengampuniku.

Ayah?

Jangan ganggu ayahmu.

Semoga dia diberkati, dia...

Kenapa gemetar?

Tidak. Bukan apa-apa.

- Dalam keadaan sehat. - Ayah!

- Permisi. - Silakan.

Ya? Ada apa?

Ada selasih. Dia punya selasih. Ayah mau?

Kau ganggu obrolan Ayah untuk itu? Ayah tak mau.

- Ada selasih, Pak. - Lupakan. Pergilah.

- Dia tak mau? - Terima kasih.

- Lalu kau? - Tidak usah.

- Baik. - Mau duduk?

Tidak.

Hai.

Kau membuat kaget, Nak.

Hei, Nak...

- Tak lucu. Sama sekali tidak lucu! - Hei!

- Takut? - Tak lucu!

Ini tak seram. Mau kutaruh padamu?

More Indonesian subtitles for Alkhallat+

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left