The first 200 lines.
Sudah mau naik SMP ya.
A Qin, kamu sudah bisa mulai menikmati hidup.
Membayangkan saja aku tidak berani.
Lihat saja dia lagi ngapain.
Chen Jia Ling, jangan main lagi.
Sini, tes seragam kamu pas atau tidak.
Coba lihat cocok tidak?
Rambut kamu begitu panjang. Apa diizinkan sekolah?
Nanti mau digunting ke tempat A Tao.
Gunting seberapa pendek?
Sedikit saja.
-A Tao -Sini, sini...
A Qin.
Cepat sapa!
Tante A Tao.
A Ling pintar.
Kamu sudah besar. Jangan duduk sini lagi.
Ayo turun!
Oh iya.
Sudah mau naik SMP kan?
Iya.
Sudah gadis ya.
Jadi gadis yang cantik.
Sini... Biar saya bantu.
Mau gunting seberapa banyak?
Ibuku bilang sedikit saja.
Betul, sedikit saja.
Baik, sedikit saja.
Sini.
Mau makan es kacang hijau tidak?
Mau.
Di sana ada komik. Boleh dibaca.
Tante pergi ambil es dulu.
Anak baik.
Ok, tunggu sebentar ya.
Ibu.
Sudah.
Sudah siap.
Cantik kan.
Cantik sekali.
Kamu membohongiku.
Ini peraturan sekolah. Bukan aku yang putuskan.
Sudah naik SMP harusnya serius belajar.
Mana ada waktu untuk urus rambut.
Betul.
Sedikit saja.
Kamu bohong.
A Ling. Sekarang rambut pendek lagi tren.
Orang yang suka nonton
selalu ingin memotong rambut pendek Demi Moore.
Ini bukan model rambut Demi Moore.
Jadi kamu sekarang maunya apa?
Ibu sudah menghabiskan banyak uang
membelikan kamu seragam,
membayar uang les, beli buku ujian.
Kalau kamu tidak belajar dengan serius,
dan masuk kelas unggulan,
kamu jadi pekerja di pabrik aja.
Tidak mungkin.
A Ling begitu pintar.
Pasti bisa masuk kelas A. Betul kan?
- Jaga perilaku kamu. - Tenang, rambut masih bisa tumbuh panjang.
Tidak sopan.
Tidak apa-apa.
Berapa harganya?
Lain kali saja tidak apa.
Baik, terima kasih.
Ayo!
Cepat pulang.
Sini kasih ke tante.
Jangan sedih. Rambut masih bisa panjang.
Ayo!
Sudah ya.
Duduk yang benar.
Jangan dimakan pancinya.
Ehmm...
Anak baik.
Halo.
Ok, jangan lihat saya.
Jangan nangis... Jangan nangis dulu.
Ya...
Jangan, Ok.
Ayah, Ayah di mana?
Kamu... Ya sudahlah.
Makan saja pelan-pelan.
- Ayah di mana? - Xiao Qian Qian.
Sini...
Ayah sudah datang
Sini... Ayah sudah datang...
Ayah di sini. Bagaimana?
Senang bermain dengan putri kecilku?
Ngobrol sedikit tentang filosofi dengannya.
Oh ya?
Dek, kamu pintar sekali.
Lihat, kamu tadi makan piza kan?
Dan donat.
Dilihat dari cara masak kamu,
pasti bisa jadi koki bintang tiga.
Dan pastinya koki Michelin bintang tiga.
Betul kan?
Kamu kelihatan beda sekali setelah jadi Ayah.
Kamu juga.
Kamu sekarang sudah jadi tour guide kan?
Tour guide bahasa Inggris.
Sudah lewat ujian, tapi belum mengikuti pelatihan.
Tour guide bahasa Inggris?
International. Ling internasional.
Sekarang pandemi sudah agak masuk.
Aku sudah bersiap berjuang
untuk kehidupanku selanjutnya.
Bagus.
Apa kamu masih terbiasa setelah meninggalkan Taipei?
Lumayan.
Aku merasa nyaman setelah pulang ke Tainan.
Hampir setiap punya waktu
untuk diriku sendiri.
Yang terpenting,
setiap bisa bersama keluarga.
Bisa bertemu mereka setiap hari.
Wanita seksi.
Waktunya sarapan.
Sudah waktunya makan siang.
- Maaf... - Maaf...
Kenapa kamu tiba-tiba pulang?
Jadi kamu tinggal sendirian?
Iya.
Bagaimana dengan pacarmu?
Tinggal di tempat masing-masing.
Itu tidak benar.
Seingatku dalam kitab "Yi Jing" atau buku herbologi "Ben Cao Gang Mu"
tertulis "Yin" dan "Yang" tidak harmonis
- akan mengakibatkan kekuatan "Qi" melemah. - Lebih baik tinggal masing-masing.
Masih belum kapok?
Betul juga.
Ini.
Kukembalikan padamu.
Apa itu?
Ya...
Rumah yang dibeli Ibumu waktu itu.
Kita... hampir saja.
Tahu...
Kamu...
Tidak usah kasih aku.
Sekarang kakak dan kakak iparku yang tinggal di sana.
Bukan, waktu itu aku.
Pokoknya kutemukan waktu membereskan rumah.
Terus kupikir harus kukembalikan padamu.
Terus taruh di tempatku juga aneh kan.
Iya juga.
Ini pegang.
Ini dikasih nenekmu.
Nantinya rumah ini juga milikmu.
Wah ada rumah nih.
Kenapa kamu ceroboh kali.
Bukankah di sini ada tombol.
Tekan saja.
Tarik, lalu lepas.
Ok.
Bukankah begitu keren?
Chen Jia Ling.
Apa kamu merasa kalau aku mirip...
Beckham, sang Ayah bergaya?
Mirip.
Mirip bukan?
Kalau begitu cepat punya anak.
Tidak mau.
Kehidupanku baruku baru saja akan dimulai.
Terserah, yang penting kamu senang.
Sebenarnya, aku kira kamu akan menyesal
setelah meninggalkan Taipei.
Aku, Chen Jia Ling tidak pernah menyesal.
Aku menyesal, aku menyesal.
Kapok kan? Biar sakit sampai setengah mati saja.
Sudah, ayo.
Nona Chen, sebentar.
Sini, ikut aku.
Kenapa ini?
Sini ikut saya.
Mau bilang apa?
Sini.
Nona Chen, dengarkan saya.
Kamu jangan khawatir.
Sekarang kamu sangat aman.
Saya kurang paham. Apa yang maksudmu?
Coba kamu pikir.
Bulan ini sudah berapa kali kamu datang ke UGD?
Lasak kan? Digigit sampai begitu.
Dokter.
Dokter, dia digigit lebah.
Dia digigit lebah.
Sini, cepat baring dulu.
Pahanya kena paku. Ada orang tidak?
Pahanya terkena paku.
Apapun mau dikerjakan sendiri.
Chen Jia Ling, jangan ketiduran...
Ah bukan begitu.
Kamu salah paham.
Pacarku tidak memukulku.
Dia tidak...
Nona Chen.
No comments yet. Be the first to leave one.