Release info

11 Pengunjung
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2016-01-19
Downloads: 37
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

JSDF dikirim ke Wilayah Khusus.

Itami dan lainnya kembali ke Jepang untuk berikan kesaksian kepada parlemen.

Setelah selesaikan misi itu, mereka kembali lagi ke Wilayah Khusus.

Saat itu, mereka disambut oleh beribu orang ketika menuju gerbang

dengan sorakan yang meriah.

Dan sekarang...

Hampir lima bulan berlalu semenjak Jepang dan kekaisaran mulai berperang.

Setelah pertempuran di Italica,

Arnus jadi sangat damai.

Kebudayaan dan barang dari Jepang mulai bercampur di balik gerbang,

membuat para penduduk ingin berkunjung ke Arnus,

dan sedikit demi sedikit, area di sekitar kamp pengungsian berubah jadi kota.

Sementara itu, Pinya Co Lada, yang sudah lihat Jepang secara langsung,

kembali ke ibu kota, dan berharap dapat ciptakan perdamaian.

Dengan didampingi oleh Kouji Sugawara, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri.

Negosiasi rahasia akan segera dimulai.

Jadwal Anda hari ini adalah makan siang bersama Tn. Cicero,

dan pesta makan malam bersama Pangeran Dussie.

Dan di antara jadwal itu, ada pertemuan dengan Shandee.

Anda bergadang lagi?

Jangan terlalu memaksakan diri, itu tak baik untuk kesehatan Anda.

Aku tahu.

Tapi, nasib kekaisaran bergantung pada perundingan damai dengan Jepang.

Sekarang bukan waktunya untuk khawatirkan kesehatanku.

Apa ini?

Daftar tawanan yang sudah dibebaskan.

Empat belas?

Seharusnya ada 15 orang di kelompok pertama.

Bukankah Anda yang suruh saya untuk sisakan satu ke Tn. Cicero?

Oh, ya.

Benar juga.

Apa Anda baik-baik saja?

Kalau aku bilang tidak, apa kau mau gantikanku?

Itu tak mungkin.

Kalau begitu, aku harus berusaha.

Ayo. Tn. Sugawara sudah menunggu.

Jadi itu, Arnus.

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

ZainuddinAri mempersembahkan

ku tak berharap begitu banyak

tokku ni nanimo nozomu koto nante nai

ku sadar akan tempat di mana ku seharusnya

mi no hodo ha shitteiru sa

bahkan, bila kupikirkan itu

sonna boku desae mo

ku tetap takkan melepaskannya

oku no hou ni yuzuritakunai

layaknya ku tak lebih sebagai "gadis yang baik"

ii kou tte ito ha aru rashii

lindungi sesuatu ternyata tak mudah seperti yang kubayangkan

mamoru tte angai to muzukashii ne

tapi bukan berarti ku kan menyerah

akirameru wake janai kedo

gapai langit biru hingga terhubungnya jalan yang baru

aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue

tak apa, bila masih sulit 'tuk pahami satu sama lain

hito to hito wakariaenai dakedo iinjanai

pintu yang hendak kubuka ini kan ubah segalanya

hiraita tobira ha subete wo kaete yuku

layaknya fajar yang kan menghilang

sore ha akatsuki no you ni

Pengunjung

Ini bisa buat perut saya sakit.

Kan sudah kubilang, kau perlu perut yang kuat untuk makan semua ini.

Memang benar.

Nanti saya akan bawa obat sakit perut dari negeri saya.

Baguslah!

Cicero La Martos.

Sepanjang sejarahnya, Klan Martos sudah jadi salah satu keluarga penting bagi kekaisaran,

dan dia punya pengaruh yang besar terhadap senat.

Dan juga, dialah salah satu pendukung perang yang bisa diajak berdiskusi.

Setelah kekalahan telak di Arnus,

Pasukan Kekaisaran dibangun ulang.

Lalu, senat terbagi jadi dua kelompok karena perbedaan tujuan.

Kelompok pertama adalah fraksi kekaisaran,

yang ingin satukan seluruh kekuatan pasukan di bawah kekuasaan kaisar

untuk habisi para penjajah.

Dan satunya lagi adalah fraksi senat, yang inginkan kedamaian?

Benar.

Karena kaisarlah yang mulai perang secara sembrono, mereka ingin hentikan perang itu.

Mereka ingin pasukan baru berpihak pada senat,

sehingga mereka bisa manfaatkan kekuatannya

untuk bujuk Jepang agar kembali ke sisi lain gerbang dengan damai.

Dengan kata lain, pihak pendukung...

Ya.

Mereka akan bantu kita asalkan mereka tak dirugikan.

Oleh karena itu, target pertama kita adalah...

...sang pendukung perang.

Tn. Cicero,

beliau adalah Tn. Sugawara, duta besar dari Jepang.

Salam kenal. Saya datang dari Jepang.

Nama saya Sugawara.

Maaf, "Jepang"?

Maaf kalau tak sopan, tapi saya baru dengar nama negara itu.

Negara seperti apa itu?

Benar juga.

Negara yang indah, yang punya empat musim, hutan dan air yang bersih.

Air, ya?

Itu pasti negara dengan begitu banyak keindahan alam, ya.

Saya bawa beberapa barang dari negara saya.

Saya harap Anda mau menerimanya.

Semua ini dibuat oleh pengrajin dari negara saya.

Maafkan saya, Tn. Sugawara.

Sepertinya negara Anda punya banyak pengrajin yang berbakat, ya.

Tapi, saya sama sekali tak tahu negara Anda.

"Jepang" itu ada di mana?

Negara kami berada di sisi lain gerbang.

Sayangnya, saat ini kami sedang berperang dengan kekaisaran.

Putri Pinya!

Semuanya, keluar dari ruangan ini!

Aku ingin bicara empat mata dengannya.

Apa yang Anda pikirkan?

Bertemu dengan musuh secara rahasia,

bahkan sampai bawa salah satu utusan mereka ke sini?

Kalau sampai ketahuan,

sekalipun Anda seorang putri, Anda tetap takkan selamat.

Tn. Sugawara!

Jangan pikir kau akan kubiarkan lolos begitu saja!

Ini.

Ini nama keponakanku yang ikut dalam ekspedisi!

Saat ini dia sedang ditawan di negara saya.

Dia masih hidup?

Ya.

Putri Pinya sudah tawarkan diri jadi penengah

dengan pertukaran pembebasan tawanan.

Dan sebagai gantinya, kau ingin aku untuk atur jalannya negosiasi?

Tidak, itu adalah tugasnya Putri Pinya.

Begitu rupanya.

Jadi, kau ingin agar aku tak ikut campur?

Malam ini, aku akan antarkan kabar gembira kepada keluarga Dussie.

Apa kau ingin ikut bersamaku?

Keluarga Dussie?

Kalau tak salah, mereka juga kirimkan anggota keluarganya dalam ekspedisi.

Dengan senang hati, saya terima ajakan Putri.

Dan saya harap, semoga Anda akan tetap ingat dengan keponakan saya.

Di sini tampaknya mulai ramai pengunjung, ya.

Ini bermula sebagai tempat para pengungsi

dan sekarang sudah jadi kota kecil.

Bagi warga di sini, apa pun yang kita bawa dari Jepang akan dianggap sebagai hal baru bagi mereka,

jadi itu masuk akal.

Dan aku dengar bangsawan kekaisaran menyukai barang-barang yang dijual di sini.

Begitu, ya.

Ya, biarlah.

Barang-barang di sini juga bagus-bagus dan bisa jadi oleh-oleh buat kita pulang nanti.

Ini menguntungkan bagi kedua belah pihak, 'kan?

Kurasa tak seperti itu.

Dampak dari peningkatan pengunjung di kota juga buat kita jadi kekurangan tenaga kerja.

Alasan kota ini dapat bertahan adalah karena Nn. Myui pinjamkan para pelayannya.

Tapi, itu berpengaruh buruk.

Pengaruh buruk?

Beberapa bar dan restoran tempat mereka bekerja jual alkohol,

dan beberapa tentara muda kita jadi pelanggan tetap di sana.

Sesekali mereka juga butuh istirahat, 'kan?

Ya, kalau mereka mulai kelewatan, tinggal ditegur saja.

Ya.

Apa yang kaulakukan?

Pergi sana!

Pantatku ini sama sekali tak pantas disentuh oleh orang kotor sepertimu!

Berengsek, jangan sombong du—

Aku belum pernah melihatmu di sini.

Apa kau tahu aku ini siapa?

Pendeta Emloy.

Kalau kau mau menurut,

aku akan lepaskanmu.

Tapi, kalau kau masih mau cari masalah,

aku siap melayanimu, kok.

Ta-Tak perlu!

Dasar pengecut.

Sedang patroli, Rory?

Belakangan ini banyak orang lalu-lalang.

Seperti kakek gila tadi, bikin repot, deh.

Terima kasih atas bantuannya.

Kau ke sini mau cari makan?

Tidak, aku hanya dipanggil kemari.

Silakan!

Tuka?

Tuka!

Lagi cari seseorang, ya?

Ya, begitulah.

Jangan-jangan lagi cari cowok, ya?

Bukan, bukan.

Apa dia selalu begitu setiap hari?

Ya.

Setiap menjelang sore,

dia selalu berkeliling kota untuk cari ayahnya yang sudah meninggal.

Mau sampai kapan kita biarkannya terus begitu?

Aku mengerti perasaanmu, sih.

Apa perlu kita harus paksa dia untuk terima kenyataan?

Ya, harus.

Seseorang takkan bisa jalani hidupnya kalau tak bisa terima kenyataan.

Kalau terus begini, dia hanya akan sia-siakan waktunya saat ini.

Aku merasa kasihan.

Benar juga, sih.

He, Kurokawa. Kalau kita menjelaskannya dan berkata,

"Ayahmu sudah meninggal."

Menurutmu, bagaimana perasaannya nanti?

Dia mungkin akan kehilangan akal sehatnya.

Kalau itu terjadi, apa kau mau jaga dia?

Bahkan kalau kau bisa,

More Indonesian subtitles for Gate

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left