The first 200 lines.
Aku menemukan kemeja wangi.
Yah,
lumayan.
Jika kau ingin aku memecahkan jerawat ini, berhentilah menggeliat.
Bennie, pegang lampunya agar aku bisa pecahkan dengan dua jari.
Astaga. Aku bahkan tak membersihkan telingaku sendiri.
Ayah, semalam saat kubilang butuh pembalut,
maksudku bukan kampas rem.
Kau terlambat. Aku tuli setelah pukul 21,30.
Maaf. Kukuku tersangkut sesuatu.
Kau mungkin harus menemui dokter.
Lucretia, kau tak membuat kopi? Apa yang kau lakukan di sini?
Semuanya.
Mereka bahkan bukan anak-anakku!
- Aku bahkan bukan bibinya. - Bersihkan telinga tak membangun ikatan?
Omong kosong.
Pagi hari jauh lebih baik saat Regina di sini.
Kita tak hidup di dunia itu selama sebulan terakhir.
Aku muak dengan ini. Kapan Ibu pulang?
Dengar, mental ibumu sedang terganggu.
Ya, mental kita semua terganggu.
Setuju.
Kita melewati ini setiap pagi.
Dengar, jangan menggegasnya. Dia hanya pergi sementara.
Dia belum siap kembali purnawaktu.
Jadi, kita masih harus bekerja sama dan mempermudah hidupnya,
yang berarti kau, Bennie Upshaw, harus benar-benar membantu.
Baiklah. Aku akan membantumu.
Bukan sekarang. Maya harus keramas malam ini.
Baiklah, bukan masalah. Aku tak keberatan.
- Apa akan membantu jika aku membuat kopi? - Astaga, kau favorit baruku.
Aaliyah, kau punya apa?
Keram dan kampas rem.
Aku tak bisa menemukan pasangan sepatu ini.
Apa aku boleh hanya pakai kaus kaki ke sekolah?
Tidak. Jika melakukan itu lagi, kita akan dapat kunjungan.
Ayah, jika tak ada makanan di sini, boleh aku minta 20 dolar lagi?
- Aku juga. - Baik.
Jika ada satu anak lagi yang mengemis, kita akan seperti di The First 48.
Aku tak percaya mengatakan ini, tetapi aku setuju dengan Bennie.
Bisakah kita punya satu pagi saat ibu kalian tak melihat kekacauan?
Ya, kita harus menjadikan rumah ini tempatnya kembali.
Ayo hentikan ini!
Apa ini saat yang buruk untuk bilang kau kehabisan filter kopi?
Gunakan tisu.
- Habis juga. - Astaga.
Lucretia, kau tak pergi ke Costcos?
Jangan salahkan aku. Kau tak mau aku pergi ke Costco.
- Costco menjual peti mati. - Baik. Itu...
- Kau akan membelinya untuk menguburku. - Entahlah!
Aku tak punya uang, Bung.
...khawatirkan itu.
- Hei. - Hei.
- Hei. - Hei.
Selamat pagi.
Hei, Sayang. Apa kabar?
Kau baik-baik saja? Kau tampak sehat.
Aku baik-baik saja.
Pagiku sangat tenang.
Aku bahkan sempat membeli latte.
Menyenangkan.
- Kalian siap pergi ke sekolah? - Waktunya sekolah.
Aku baru akan mulai menyayangi anak-anakku yang manis.
Ini rumah yang bahagia.
Aku mungkin akan mengatakan ini lagi kepada kalian berdua.
Terima kasih sudah menjaga rumah ini.
- Kami bisa diandalkan. - Selalu.
Lepaskan!
PLAZA MEDIS SAGE
Aku tak tahu apa masalahnya.
Aku di rumah kakakku. Aku hanya ingin pulang,
tetapi begitu aku di sana, semuanya terasa salah.
Ya.
Kau kena serangan jantung di dapurmu.
Aku menyebutnya pemicu.
Ya, tetapi bukan itu.
Aku punya permainan seru.
Menurutmu apa itu?
Kau terapisnya.
Kau takkan menerima uang kakakku dan menyuruhku melakukan semuanya.
Seperti saat kau memberiku PR.
Aku memberimu buku untuk dibaca.
Itu buku yang kau tulis.
Dan aku harus membelinya.
Yang kau lakukan lucu sekali.
Hidup terapis sulit di sini.
Medicare mempersulitku.
Dengar, bisa kau fokus?
Aku?
Ya, kau. Kau yang datang kemari untuk membahas sesuatu.
Kenapa kau tak mau pulang?
Andai aku tahu. Aku...
Aku hanya bingung sekarang.
Dengar, kau melakukan banyak hal luar biasa di sini.
Aku tak mengatakan itu kepada semua orang.
Aku sudah menghadapi banyak kegila...
Dan bagaimana perasaanmu?
Jangan lakukan itu.
Sekarang, jika serius ingin pulang,
kau mungkin bisa mendapatkan manfaat dengan membawa perspektif lain.
Aku mengerti.
Kau tak bisa mengobatiku, jadi kau menyerahkanku kepada orang lain?
Kuharap begitu.
Maksudku mungkin baik bagiku untuk bertemu dengan suamimu,
menanyainya apa yang membawamu ke sini.
Astaga.
Sekarang kau mencoba membuatku kesal.
Dan kau berusaha menguras uangku.
Mustahil Bennie Upshaw datang ke terapi.
Lebih baik aku meminta orang lain untuk melihat ini.
Mungkin ada yang kita lewatkan.
- Setidaknya tanyai dia. - Kau saja.
- Dia suamimu. - Ini idemu.
Ini pemulihanmu.
Waktu habis.
Aku menang.
Baiklah. Aku akan menanyainya.
Aku tahu apa yang akan dia katakan.
Kau tahu aku takkan pergi ke terapi.
Itu untuk orang bermasalah.
Aku punya masalah.
Aku berhenti kerja sementara. Tinggal dengan kakakku.
Ayolah. Kau harus melakukan ini.
Kau bilang masalahmu tak ada kaitannya denganku.
- Aku tahu kau berbohong. - Tentu saja dia berbohong.
Kau akar masalah semua orang.
Jika kau tahu lebih cepat, aku bisa menghemat banyak uang.
Berhenti mengomporinya. Bennie tak terlibat.
Aku teringat akan sesuatu.
Aku mengirimimu tagihan terapi terbaru
dan, maaf, aku kelebihan sepuluh menit pada hari Selasa,
tetapi dia menagih kita selama satu jam!
"Kita"?
Kurasa kita baik-baik saja.
Dr. Edmunds hanya berusaha mendapatkan perspektif berbeda.
Perspektif adalah kata lain untuk aku.
Dan kau di garasiku mencoba membuatku datang,
berusaha melibatkanku.
Baiklah. Jangan pergi. Tak usah membantu.
Aku akan mencari tahu apa yang terjadi tanpamu.
Mungkin butuh waktu lebih lama.
Lebih lama?
Bennie, pergilah ke terapi agar aku dapat rumahku kembali.
Luangkan waktu selama yang kau butuhkan karena kau menyenangkan.
Saudari.
Bennie, kau takkan membahas pernikahan kita.
Kau hanya akan memberikan pendapatmu atas apa yang terjadi.
Seperti pernyataan korban?
Mari kita pergi ke tempat yang kita tahu.
Tinggalkan dia dan cari tempatmu sendiri.
Meski itu akan jadi hari yang menyedihkan saat kau pergi.
Sudah kuduga.
Lihat bagaimana kalian mengeroyokku sekarang?
Itu yang akan kau dan terapis itu lakukan.
Aku akan membayar untuk itu.
Tidak, Bennie.
Aku takkan datang.
Aku takkan tahu apa pun yang terjadi.
Wanita itu akan memberitahumu semuanya.
- Wanita suka bercerita. - Tidak boleh.
Mungkin aku tak menjelaskan ini dengan benar.
Kau masuk, melakukan percakapan pribadi,
dan aku takkan mengetahui apa pun.
Tidak sama sekali. Sejauh yang kutahu, kau takkan merasa seperti ada di sana.
Sejauh yang dia tahu, aku sedang ada di terapi sekarang.
Entahlah. Sepertinya istrimu memercayaimu.
Ya, aku tahu kau masih baru, tetapi kita harus memihak keluarga.
Kau benar. Maafkan aku.
Aku hanya senang ada di sini.
Hei, kau akan makan semua naco itu?
Ya.
Bagaimana dengan keju yang menetes itu?
Hei, Bung.
Kejuku adalah milikku, mengerti?
Aku pantas mendapatkan ini. Aku tak punya waktu sejak Regina pergi
dan aku akan mengatakan ini, aku punya terlalu banyak anak.
Dari atas sini, mungkin kita semua sedang terapi.
Ayolah.
Apa yang terjadi? Kita mencetak skor?
Permainan belum dimulai.
- Mereka baru mengeluarkan meriam kaus. - Di atas sini!
- Di atas sini! - Di sini.
Apa yang aku lakukan?
Kaus itu takkan sampai ke sini sampai besok.
Sialan!
Anak tangganya banyak sekali.
Kau baru tiba? Bukankah kita mulai bersama?
Kau tahu lututku diganti.
Dua kali.
Namun, kaus ini mengenaiku.
Berikan kepadaku.
Sialan! Kenapa basah?
Karena aku nyaris gagal jantung, Bajingan.
Aku tak keberatan ini basah selama aku tahu penyebabnya.
Kita butuh kawan yang lebih baik.
- Kalian merusak terapiku. - Hei.
Terapi itu mustajab.
Aku dan ibuku membuat banyak kemajuan saat kami melakukan terapi pasangan.
Tolong katakan kau punya kekasih bernama "ibuku".
Dulu aku berpikir begitu,
No comments yet. Be the first to leave one.