The first 200 lines.
- Sung Tsai-ning! - Sung Tsai-ning!
- Kejutan! - Kejutan!
Aku tak paham denganmu.
Apa yang membuatmu kesal?
HARI PERTAMA SALING MENGENAL
Sudah kubilang aku pergi dengan rekan kerja pria kemarin
jadi, kursi penumpangnya kusesuaikan.
Sekarang kau kesal karena itu?
Jadi, ini miliknya?
Apa aku terlihat seperti orang bodoh?
Dengarkan aku, Tsai-ning.
Tsai-ning!
Tsai-ning.
Sung Tsai-ning.
Jangan marah.
Bukankah bagus jika kita bahagia bersama seperti ini?
Tapi kau selingkuh dariku.
Ayolah. Kenapa kau serius sekali?
Kita belum menikah.
Benar, bukan?
Lihat gadis lain.
Mereka tidak keberatan saat hal seperti ini terjadi.
Bersikap baiklah dan masuk ke mobil.
Tidak!
Aku mau putus denganmu.
Apa masalahmu?
Awas!
Apa yang kau lakukan?
Itu bukan urusanmu. Diam!
Sung Tsai-ning.
Kau akan memohon untuk kembali kepadaku.
Kau tidak bisa hidup tanpaku!
Sebentar lagi.
Apa yang kau lakukan?
Ada apa?
Ayolah. Aku di sini lebih dahulu.
Maafkan aku.
Terima kasih.
HARI KEDUA SALING MENGENAL
Kurasa kau sudah keterlaluan.
Gadis macam apa yang mencium sembarang pria di jalanan?
Aku mencium gosip.
Ini tidak seperti yang kau pikirkan.
Kau mau ke mana?
- Makan siang. - Ayo. Waktunya makan siang.
- Baiklah. - Ayo.
- Ini jam makan siang. - Ya.
Ayo, Tsai-ning.
Baiklah.
Kita hampir sampai.
Di depan sana.
Ayo, Tsai-ning.
Apa kita sudah sampai?
Apa?
Kita sampai.
Sung Tsai-ning!
Tunggu.
Ini kartu pegawaimu.
Namaku Luke.
Tak perlu berterima kasih kali ini.
Lari!
- Siapa itu? - Siapa itu?
Kau tidak mengenalnya?
Dia tampan.
- Dia tinggi. - Jangan konyol.
Tenang.
- Yang itu bagus. - Tidak apa-apa?
Minumlah sedikit.
HARI KE-14 SALING MENGENAL
Ayo menonton film.
Baik. Sudah lama sekali, ya.
Ya.
Bagaimana pekerjaanmu melatih ski air?
Tidak ada masalah. Belakangan ini banyak anak-anak.
Mereka berisik sekali.
Teganya kau melakukan itu padaku.
Bayinya tidak salah.
Kau dalam masalah besar.
Kalau begitu, kita impas.
Hai.
Halo.
Senang bertemu denganmu.
Aku ibunya.
Apa yang terjadi di antara kalian berdua?
Ibu, aku akan bertanggung jawab.
Satu, dua, tiga.
Lagi.
Satu, dua, tiga.
HARI KE-90 SALING MENGENAL
Permisi.
Halo?
Ya. Aku akan segera ke sana.
Baiklah, sampai jumpa.
Tsai-ning.
Ada masalah dengan perahuku, jadi, mereka membutuhkanku di sana.
Tapi kita baru sampai.
Aku tahu, tapi mereka tak tahu cara mengatasinya.
Aku akan segera kembali.
- Pergilah. - Maafkan aku.
- Hati-hati. - Baiklah.
KAU AKAN DATANG PUKUL BERAPA?
SUDAH SELESAI?
KAU TERLALU LAMA. KAU MASIH AKAN KEMBALI?
KAU TIDAK SENANG?
TENTU SAJA
JIKA KAU TIDAK SENANG, TOLONG LIHAT KE SEBELAH KIRIMU
Sebelah kiriku?
SESUATU YANG BAIK AKAN SEGERA MENGHAMPIRIMU
SESUATU YANG BAIK AKAN SEGERA MENGHAMPIRIMU
Semoga.
JIKA KAU BILANG "SEMOGA," LIHATLAH KE SEBELAH KANANMU
KEAJAIBAN AKAN TERJADI DALAM 30 DETIK
Di mana kau sebenarnya?
DI MANA PUN KAU INGIN AKU BERADA
Aku ingin kau bersamaku.
Aku di sini bersama...
Hei.
Kau tidak perlu trik ini.
Katakan saja dengan tulus.
Kalau begitu, aku secara tulus mengatakan
aku mencintaimu.
Bagaimana denganmu?
HARI KE-2.224 SALING MENGENAL
Ada apa?
Menjadi sahabatmu sangat menyedihkan.
Aku yang membuat persiapan.
Aku fotografernya.
Di hari pernikahanmu, aku akan jadi penerima tamu, bukan?
Ya.
Lalu, apa yang kau lakukan?
Aku akan menjadi pengantin pria.
Dasar bodoh.
Aku berhenti.
Hei, aku YouTuber profesional.
Yang kau minta dariku akan menyia-nyiakan bakatku.
Kau hanya punya 30.000 pengikut.
Kau tak cukup profesional.
Aku akan segera punya satu juta pengikut.
Sudah berapa lama kau menjadi YouTuber?
Tiga tahun.
Lihat?
Tapi kau menyebut dirimu YouTuber profesional.
Kenapa kau ingin menikah?
Tsai-ning baik.
Dia lembut dan manis.
Banyak yang bisa kami bicarakan.
Aku akan menjadi suami paling bahagia.
Lalu?
Lalu
ibuku akan senang
memiliki seorang putri.
Kau yang menginginkan dia, bukan ibumu.
Hei, aku berusaha menang. Kembalikan!
Kurasa Tsai-ning tak akan setuju.
Kita lihat saja besok.
Baiklah.
Kita lihat saja nanti.
Apa?
Di mana kau?
Dalam perjalanan.
Ke mana?
Ke neraka atau hotel?
Apa maksudmu? Kubilang aku dalam perjalanan.
Kau pikir aku bodoh?
Ayolah. Kami semua menunggumu.
Baiklah.
Kenapa Ibu tidak bersuara?
Ada apa?
Kau membuatku takut.
Untuk apa aku bersuara?
Aku mau pipis.
Sarapan ada di meja. Makanlah sebelum berangkat.
Tidak, aku terlambat.
Ini hari besarku.
Ayolah.
Kau memintanya kemarin.
Aku mengantre untuk membelinya.
Tapi aku terlambat.
Kemarilah. Peluk aku.
Jangan bilang begitu.
Sampai jumpa.
Hei!
- Jangan lupa cincinnya. - Benar juga.
Kau sangat pelupa.
Semoga lamarannya lancar!
Baiklah. Sampai jumpa.
Silakan dilihat.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Hei, Petugas!
Kenapa kau menilangku?
Dilarang parkir di sini.
Tapi aku sudah melakukannya sejak kecil.
Apa?
Kau datang atau tidak?
Aku akan ke sana.
Kau baru masuk ke mobil.
Cepatlah.
Kau mengawasiku?
Tidak perlu.
Jika tidak segera datang
No comments yet. Be the first to leave one.