The first 200 lines.
Sudah waktunya.
Semua, dengarkan baik-baik.
Ayo.
Para polisi ini akan tamat.
Jangan main-main. Fokus pada misinya!
Lalu, sistemnya akan runtuh, mengerti? Kita adalah Persaudaraan.
Area yang menjadi sorotan adalah Jalan Ayrton Senna.
Lalu lintas sedang di Jalan Tol Marginal Tietรช
menuju Castelo Branco sore ini.
POLISI SIPIL
POLISI SIPIL POLSEK 109
Sial.
- Alatnya bekerja, Sayang? - Bicaralah dengan mesin ini.
- Aku sudah terlalu menderita. - Kasihan.
Tidak, serius.
Aku akan membunuh seseorang hari ini.
Stop. Kebencian hanya membawa kebencian.
Mereka datang.
Tidak, lupakan saja.
- Apa ini? - Lihat itu!
- Selamat! - Ya Tuhan. Tamatlah aku.
Pria ini tahu cara berbohong. Aku tak curiga!
- Kau tak tahu? Dia aktor. - Bohong demi kebaikan.
Aku hanya mau anak ini mengikuti nasihat ayah baptisnya.
- Semoga dia lebih pintar dari itu. - Lihatlah kejutan kami untuk Aurora.
Cantik sekali!
Aku tahu kalian melakukan ini hanya demi kue.
Sepuluh tahun setelah kematian pemimpin mereka,
Edson Ferreira alias Edinho Savage,
Persaudaraan tumbuh lebih terorganisir dan kejam,
mengaku tanggung jawab atas kerusuhan itu.
Sudah ada 25โฆ tidak, tunggu,
29 kerusuhan penjara di berbagai wilayah negara bagian.
Ini. Untuk gadis pemberani kita.
- Kalian manis sekali. Boleh kubuka? - Semoga kau suka.
Tentu saja!
Menunduk!
Kau tak apa?
Apa itu bom?
- Biar kuperiksa. - Apa yang meledak?
- Hati-hati. - Hati-hati, ya?
- Apa-apaan? - Kau melihat sesuatu?
Sial, itu salah satu mobil kita!
Ayo!
- Mereka mengepung kita! - Tahan mereka!
Berlindung, Dalva!
Tidak, menunduk!
Persaudaraan sialan!
- Dalva, tetaplah di sini! - CEPOL!
Ada penembakan di Polsek 109!
- Menunduk! - Itu Persaudaraan!
Sialan!
Ayo!
- Bajingan! - Lari!
Ada polisi di sini!
Cepat lari!
- Dalva! - Romero!
Dalva. Ada apa? Kau tertembak?
Aku pendarahan. Romero, lihat!
Kau kesakitan? Bisakah kau rasakan bayinya bergerak?
- Ayo pergi. - Ayo.
Pergi! Aku akan melindungi kalian!
Ada apa?
Air ketubanku pecah!
- Pergi! - Pergi!
- Mereka memblokir jalan. Kirim bantuan! - Pergi!
CEPOL! Mereka menembaki Polsek 109!
Buka jalur komunikasi! Kami diserang!
Itu Persaudaraan!
Kami butuh bantuan segera!
Perhatian kepada semua unit!
Perintahnya hanya bergerak dalam tim, bersenjata, dan memakai rompi.
Semua personel ke teras.
Jalan belakang aman. Lewat sini.
Lewat sini. Ya.
Bantu aku!
Hei! Di sini!
Tenang.
Tolong!
Tak ada jalan keluar.
- Aku akan mengambil mobil. - Aku ikut.
- Ayo! - Ayo!
Pergi, Semuanya!
- Di sana! Semuanya pergi! - Ayo!
Mereka bersenjata lengkap!
โฆwajib menggunakan rompi antipeluru. Komunikasi darurat saja.
CEPOL, ini unit 45.
Tembakan dilepaskan ke arah polisi militer.
Minta bantuan!
M51 mengejar orang-orang
yang menyerang polisi militer di Freguesia!
Dimengerti, M51โฆ
Ayo!
Prioritas! Kami butuh tiga kendaraanโฆ
Buka! Cepat buka!
Minggir!
Petugas polisi militer ditembak di Jalan Artur Orlando.
- Apa-apaan? - Mereka menyerang semua orang!
Kami dalam perjalanan.
CEPOL, seorang petugas damkar ditembak di dekat Estaรงรฃo da Luz.
- Kontraksinya sering. - Tak apa-apa.
Kita akan keluar dari sini.
Petugas tertembak. Minta bantuan segera. Prioritas utama.
Aku tak tahan.
Dimengerti.
Semua akan baik-baik saja, Sayang.
Sebentar lagi sampai.
CEPOL. Bronze 25 Echoโฆ
- Menunduk, Dalva. - Apa? Ya Tuhan!
Menunduk!
Apa-apaan? Apa-apaan ini?
Ya Tuhan!
Pergi! Cepat!
Tolong!
Sialan!
CEPOL! Prioritas!
Tembakan ke mobil polisi di belakang Polsek 109!
Bronze 28 Echo.
Serangan granat di gedung pengadilan Santana.
Astaga, mereka mendekat!
Dalva, kau baik-baik saja?
Bernapaslah, oke?
Serangan meluas ke unit polisi.
Kami dapat perintah untuk kembali.
Sialan!
Minggir!
Sialan!
- Ada apa, Dalva? - Berhenti! Bayinya akan lahir!
- Oke. - Di mana saja.
Sakit sekali!
Sialan!
Oke.
Ayo!
Stop!
Aku tak bisa.
Ayo.
Aku tak bisa.
- Sakit. - Kau bisa melakukannya.
- Tenang. - Sakit sekali.
Sayang. Lihat aku.
Kau bisa melakukannya.
Oke?
Aku di sini bersamamu.
Semua akan baik-baik saja. Ya?
- Oke. - Semua akan baik-baik saja.
- Oke. - Lakukanlah.
- Aku tak bisa! - Kita bisa melakukannya. Oke?
- Napas. - Aku butuh dokter!
- Bernapaslah. - Aku butuh dokter. Ini takkan berhasil.
Tak ada cara lain. Sayang, hanya ada aku dan kau.
- Tidak akan berhasil. Aku tak bisa. - Dorong. Dorong, Sayang.
- Kau bisa melakukannya. - Aku tak bisa.
- Aku tak bisaโฆ - Lihat aku!
Kau bisa lakukan ini.
Kau bisa.
Ayo. Bernapaslah.
Lakukanlah.
Bernapaslah.
Dorong. Aku ada bersamamu.
Hanya kau dan aku.
Bernapaslah, Dalva.
Aku bersamamu. Bernapaslah.
Dorong.
Dorong.
Dorong.
Dalva, sebentar lagi.
Putri kita akan lahir. Sebentar lagi.
Dorong. Lakukanlah, Sayang.
Dorong, Dalva.
Sedikit lagi.
Lakukanlah.
Itu dia! Dorong lebih keras! Jangan berhenti mendorong!
Teruskan!
Teruskan!
Itu dia!
STATE OF FEAR
DUA HARI SEBELUMNYA
Aku rindu pergi ke acara pagode bersamamu.
Apa? Apa aku tidak salah dengar?
Kau merindukan pagode?
Kau baik-baik saja?
Sulit sekali mengeluarkanmu dari rumah.
Kuharap aku bisa keluar kota bersamamu.
Tak peduli ke mana.
Sepakat.
Saat kau keluar, kita akan melihat pagode setiap hari.
Baiklah, Penasihat.
Saat aku keluar, aku akan senang mematuhimu.
Aku senang karena tahu aku punya pengaruh sebesar itu.
Jika mereka tahu sebesar apa, itu akan terlihat buruk.
Sudah waktunya.
Ayo.
Ada apa?
Sudah memutuskan untuk bertukar tempat?
Kau tetap di sini dan aku keluar?
Ada apa?
Rumor pemindahan itu beredar lagi.
Tapi kau tak perlu khawatir.
Apa maksudmu?
Siapa yang mereka pindahkan? Di mana? Kapan?
No comments yet. Be the first to leave one.