The first 200 lines.
Hai, ini aku.
Ya. Kami baru saja mendarat.
Baiklah, bagus.
Kita baru sampai selama lima detik dan dia sudah menelepon Kristen.
Astaga, mulai lagi.
Kau tak mau dia berpikir kau sangat ingin menemuinya, 'kan?
Turtle benar, E. Buat dia berpikir kau sibuk.
Dia pacarku, Bodoh.
Aku tak peduli yang dia pikirkan. Aku tak perlu main-main lagi.
- Katakan pada mereka, Vince. - Ayolah, tahu apa aku soal pacaran?
Pacar macam apa yang tak datang saat kau bekerja di tempat jauh?
Pacar yang sedang sekolah.
Aku pernah sekolah, memang sesulit apa membolos?
Tidak sulit jika kau harus ikut Kejar Paket C, Turtle.
Ya, tapi 3 bulan tanpa bercinta, E. Itu sulit.
- Kau hampir perjaka lagi. - Menurutmu kenapa dia menelepon?
Selaput daranya seolah kembali.
Vince, apa kau pernah tak bercinta selama tiga bulan?
Vince tak akan sampai tiga hari.
Tidak, tunggu. Itu tidak benar. Tahun kedua di SMA.
- Benarkah? - Saat itu kau sakit.
- Ingatan yang bagus, E. - Itu tidak dihitung, Bung.
Johnny, apa pizanya masih ada?
Tidak ada. Maaf, Dik. Sudah kumakan di atas Grand Canyon.
Harusnya ada Eddie's di sini. Piza LA payah.
Mengapa sulit sekali mendapatkan piza enak di LA?
Air keran. Makanya kau juga tidak bisa dapat bagel enak.
- Kecuali di Fairfax. - Memangnya air di Fairfax berbeda?
Ya, Vince. Orang Yahudi mengimpornya dari Borough Park.
Aku serius.
Kalau benar, mengapa kau tak bisa dapat piza enak di Fairfax?
Orang Yahudi tidak buat piza, Bodoh.
Jadi, menurut teorimu, Drama...
Harusnya aku bisa dapat piza bagel enak di Canters.
Salah, E. Mozarella kosher rasanya mirip tahu.
- Kau sudah memesan mobil, Turtle? - Haruskah?
Tidak, kita harus berjalan pulang.
Libur musim panas telah berakhir, E. Saatnya menyiapkan prajuritmu.
Dia bukan prajuritku, aku mewarisinya.
- Sialan kau. - Aku benci sistem baru ini.
Lihat itu.
Kau menelepon mereka agar tidak mendereknya?
Kupikir akan lebih keren jika kuberikan ke Kamdagri.
Aku duduk di depan!
Aku benci sistem baru ini.
Ingat. Tukang kebun, pembersih kolam renang...
Pengantar koran, dokter hewan, perusahaan alarm...
Satelit, Gelson's, penatu, dan bereskan paket MLB-nya.
Hubungi Busey, Vince. Kita akan menerima hadiah itu.
Semoga itu bukan potret dirinya.
Turtle, bisa bawa masuk barang-barang ini?
Vince. Aku ingin pekerjaannya. Tugasnya mudah.
Turtle, ayolah. Kau seperti pemenang lotre tiga kali.
- Kau mau ke mana? - Sudah tiga bulan, Vince.
- Kau tak akan bertahan lima menit. - Lima detik.
Apa yang kau lakukan?
Kau membuatku berpikir. Antar aku ke rumah Stacy.
Tidak, Jamie.
Tidak, Stacy.
Apa?
Apa yang harus kami lakukan?
Saling memuaskan saja, Dasar pecundang.
Jangan lupa tasmu.
Bisa bantu aku membawanya?
Ya, aku akan bawa Ahnold. Ayo, Ahnold. Kita masuk.
- Apa? - Aku sedang haid.
Sial.
- Kau serius? - Ya. Waktunya tidak tepat, ya?
Ya.
Tapi kau tahu...
Maksudku, mungkin...
Apa?
Kau tahu, ini sudah tiga bulan. Mungkin kita melakukan yang lain.
- Tidak. - Kenapa?
Karena itu akan tidak adil bagiku.
Aku juga sudah menunggu tiga bulan untuk bercinta denganmu.
Ya, tapi wanita lebih mudah menahannya.
Tidak. Eric. Kurasa aku menjijikkan. Aku merasa gemuk dan buncit.
Tidak. Kau cantik.
- Malam minggu. - Apa?
Kita bisa benar-benar mabuk...
Dan karena kau manajer hebat yang menghasilkan banyak uang...
Kita bisa menyewa kamar di Hotel Beverly Hills atau apa.
Banyak uang? Aku dapat 6.000 dolar di film itu.
Baiklah. Kita bagi dua sewa kamarnya.
Kita akan melakukan seks terhebat.
Lalu sekarang bagaimana?
Hanya berciuman.
- Dia bahkan tak beri oral seks? - Atau memberimu masturbasi?
Itu omong kosong.
Kau sudah seperti pendeta 3 bulan, setidaknya dia bisa melayanimu.
Itu agak egois, E.
Jika aku yang datang dan Kristen kehilangan satu kaki...
Aku tetap akan melakukannya.
Jadi, kau akan bercinta dengan gadis yang sedang haid, Drama?
Siapa yang tak akan melakukannya?
Aku pernah melakukannya, meski tak kuharapkan.
Kalian menjijikkan. Aku tak pernah melakukannya.
Kau harus coba, Putra Altar, sebab gadis yang haid lebih liar.
Dan tidak perlu pelindung.
- Ya, seperti Hari Bendera. - Tapi selama satu minggu.
Tahan liftnya!
Apa kabar, Bung? Bagaimana keadaanmu?
Teman-teman, aku Llyod. Asisten baru Ari.
- Apa kabar, Bung? Aku Vince. - Aku tahu kau siapa.
Jika Ari menyulitkanmu, beri tahu aku, ya?
Apa yang terjadi dengan Emily?
Aku tak tahu. Mau kuambilkan minum?
- Air. - Air boleh juga.
Aku tak usah.
Untuk apa kau bersikap menyebalkan?
Orang hebat seperti Ari seharusnya punya asisten seksi.
Johnny, beberapa orang mungkin menganggap pria itu seksi.
Aku bukan salah satunya.
Ayo, Turtle. Kita pergi.
Kami mampir ke sini hanya untuk melihat perlakuan Emily padamu.
Payah.
Anak-anak sudah kembali di kota.
Kau suka Gaysian Lloyd?
Dia manis, 'kan? Dan dia meliputi dua kuota.
- Kau memecat Emily? - Aku harus melakukannya, E.
Untuk memastikan kau tidak meniduri asistenku.
Kau tak akan coba meniduri Lloyd, 'kan?
Kau benar-benar memecatnya?
Tidak, James Cameron mencurinya. Dia pindah ke Lightstorm.
Jadi, bagaimana film kecilmu?
Sejujurnya, salah satu pengalaman terbaik dalam hidupku.
Bagus. Kau sudah lega sekarang, 'kan?
Sebenarnya aku ingin bicara soal itu.
Aku bertemu dengan Neil LaBute di New York.
Dia ingin aku main dalam dramanya di London.
Enam bulan, 300 dolar per minggu.
Tapi dengan keahlian negosiasimu, kau bisa mendapatkan 400 untukku.
Dan naskahnya sangat bagus.
Baiklah, Ari. Aku hanya bercanda.
Aku siap bekerja. Apa yang kau punya?
Hai, Mary.
Hai, aku Carla. Asisten baru Adam.
Mau kuambilkan minum?
Ya, apa kau punya Diet Creamsicle Shasta?
Johnny. Turtle.
Adam.
Kau punya ruangan sendiri.
Dan kau punya asisten sangat seksi.
Ya, dan itu semua karena orang ini.
- Benarkah? - Tidak juga. Silakan duduk.
Jadi, aku sudah kembali dan siap.
Bagus. Ada hal menarik terjadi, Johnny.
Aku menghubungi NBC.
Acara TV?
Kupikir setelah "Queens Boulevard" kita bisa dapat film.
Ini film (movie). Acara Movie of the Week.
Tapi aku punya sedikit masalah.
Mereka mengembalikan foto-fotomu.
Foto itu kubuat tahun 1992. Bagus sekali. Apa masalahnya?
Masalahnya adalah mereka merasa terganggu...
Saat berharap melihat pria berumur 24 tahun.
Apa ini terlihat seperti dirimu?
- Kau siap? - Ayo, Ari. Kami siap.
Anak-anak ini tidak sabaran.
Di beberapa negara kakimu dipotong jika mengganggu sang Master.
Bagaimana kalau kujejalkan kakiku ke bokongmu?
- Kau merindukanku, ya? - Ari. Ayolah.
Baiklah. Kau siap?
"Aquaman."
- "Aquaman"? - "Aquaman", Sayang.
Ini "Spiderman" di dalam air.
- Apa ada naskahnya? - Tidak, aku tahu dia benci membaca...
Jadi, aku punya beberapa gambar untuk kalian.
- Katakan padanya, E. - Katakan apa?
- Kami tahu film berikutnya. - Apa? Belt Parkway?
- Tenang. Ini film studio. - Benarkah?
- Ini film besar. - Tunjukkan padanya.
Apa ini, mini seri Showtime? Ayolah.
Bukan, itu "Medellin". Kisah tentang Pablo Escobar.
- Seks, narkoba, dan salsa. - Kau sudah membacanya?
Aku tahu soal ini. Film ini dibuat di Universal.
Film ini akan jadi seperti "Scarface" baru.
- Film favorit kami saat remaja. - Benarkah?
"Baiklah, ini kisahnya."
"Aku berasal dari selokan. Tidak apa-apa."
"Aku tak berpendidikan. Aku tahu itu."
"Itu tak akan menghentikanku." "Aku akan melaju ke puncak, Ari."
Ini jenis film studio yang ingin kami lakukan, Ari.
Apa yang akan kau lakukan, Ari?
Aku tertarik, tapi aku juga sangat tertarik dengan "Aquaman".
Aku ada janji makan siang dengan Dana Gordon.
Apa aku harus datang?
Tidak, kecuali kalau kau mau memarkirkan mobilnya...
- Atau menyajikannya creme brulee. - Terserahlah.
- Tak akan berhasil tahun ini, Ari. - Apa maksudmu?
Aku tak boleh bercanda dengannya? Apa masalahnya?
- Ayolah. Kami harus adu argumen. - Biarkan dia. Dia sedang sedih.
- Kenapa, E, apa yang terjadi? - Dia tak bisa bercinta.
Astaga. Kau bercanda?
Mau kupanggilkan Llyod agar dia bercinta denganmu?
Tidak mau? Kupikir kalian masih berpacaran.
Waktu yang tidak tepat untuk pulang.
- Kau persis sepertiku. - Bagaimana?
Aku tak mau bercinta dengan istriku setelah dia bermain tenis.
No comments yet. Be the first to leave one.