The Ultimatum: Marry or Move On

The Ultimatum: Marry or Move On

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Ultimatum Marry or Move On S01 NF WEBRip DDP5 1 x264-KOGi
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
x264
BRip
Published on: 2023-05-21
Downloads: 2
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

Aku tahu Hunter jodohku saat liburan bersama pertama kali.

Dia penyabar, membiarkan aku memimpin.

Fokus pada tujuan, bukan?

Aku yang pertama membahas soal ultimatum dengan Hunter.

Aku siap mengambil langkah selanjutnya.

Dan aku berkata pada Hunter, "Kita bertunangan atau putus."

- Silakan. Duduklah. - Selamat datang. Hei.

Aku yakin kami ada pada tahap dalam hubungan,

dan dalam hidupku, di mana aku bisa menjawab pertanyaan itu untuk kami.

Tapi kau tak siap menjawabnya.

Jika kau siap, pasti sudah dijawab.

Baiklah, ada benarnya.

Tapi, baiklah.

Aku ingin yang kuinginkan, yaitu cincin.

Di akhir, aku akan menjawabnya.

Satu dari dua pilihan.

Kami bertemu di kampus.

Aku bekerja di bar.

Dia masuk ke bar.

Saat melihatnya, aku terpesona. Aku tahu dia jodohku.

Colby.

Maaf.

Sudah kubilang aku suka bersentuhan.

Aku siap menikah.

Sepenuhnya siap.

Aku siap melamar Madlyn.

Aku hanya ingin

dikenal sebagai suaminya.

- Hai! - Masuklah.

Hai, Semuanya!

Hai, aku Madlyn.

Aku mencintainya.

Dia siap dipilih olehku.

Tapi aku belum siap menikah.

Memilih seseorang untuk seumur hidup,

itu pilihan yang sangat berat.

Aku tak begitu percaya setiap orang hanya punya satu jodoh.

Apa aku berpikir ada peluang aku bisa bahagia bersama orang lain? Ya.

Kurasa wajar membayangkan rasanya

menjalin hubungan berbeda.

Itu sebabnya kuberikan ultimatum pada pacarku.

Ini ultimatum tentang dia menikahiku atau…

Aku melupakannya, dan…

Aku pantas mendapatkan hatinya.

Dan jika dia tak bisa melihat itu,

akan kucari orang yang bisa.

Hal paling menakutkan dari pengalaman ini…

Kemungkinan kehilangan dia.

Dan…

Aku akan hancur jika dia memilih pria lain.

Tapi pasti ada seseorang yang memiliki hal yang kucari,

yaitu cinta.

Halo, Semuanya.

Kalian di sini karena pasangan kalian memberikan

ultimatum.

Aku Nick Lachey.

Aku Vanessa Lachey.

Dalam hubungan kalian, salah satunya sudah siap menikah,

dan satunya lagi tidak begitu yakin.

Shanique, kau memberikan ultimatum kepada Randall.

Dia nyaman mengikuti arus.

Aku ingin pastikan kami membangun hubungan

yang mempertimbangkan pernikahan.

Selama berpacaran, kutunjukkan banyak kualitas

seorang istri yang hebat.

Aku suka memasak,

namun tidak mencuci piring. Aku tak suka mencuci piring.

Aku siap mengandung anak pertamaku.

Anak selanjutnya beberapa tahun setelahnya.

Kau bantu bersih-bersih, dan kulakukan yang terbaik merawat anak.

Aku ingin cincin di jari ini.

Kau sudah siap, karenanya memberi ultimatum?

Ya. Dan kurasa dia juga siap, hanya tak sadar.

Aku berpikir sebaiknya

aku melunasi dulu utangku di masa lalu

agar bisa hidup bahagia demi dia.

Itu alasanku, namun dia tak memahaminya.

Aku tak mau memikirkan Shanique meninggalkanku, jika…

Aku memutuskan tak menikahinya sekarang.

Dia merasa siap menikah.

Dan jujur, aku lebih sering menolaknya,

karena tahu belum siap.

Dan aku tahu… Jujur, kurasa dia belum siap.

Pernikahan baginya hanya pesta pernikahan yang mewah dan megah.

Dia boros, dan aku merasa

itu harus berhenti sebelum membicarakan anak,

sebelum ingin menikah, dan hidup bersama seseorang

yang mengkhawatirkan kondisi keuangan.

Jujurlah.

Ketakutan akan berkomitmen selalu berakhir di satu pertanyaan.

Apakah ada orang lain yang lebih cocok?

Ini peluang sekali seumur hidup.

Kalian akan mengalami dua visi berbeda

dari kehidupan pernikahan kalian.

Perhatikan baik-baik satu sama lain.

Setiap orang cocok dengan beberapa pasangan berbeda.

Dan kalian akan memikirkan pernikahan dengan sungguh-sungguh.

Kalian akan cari tahu apa ada orang lain,

selain pasangan kalian, yang mungkin cocok dengan kalian.

Sebagai calon jodoh. Sebagai calon pasangan menikah.

Jika ragu untuk menikahi pasangan saat ini,

risikonya adalah mereka akan temukan orang yang siap.

Dikelilingi oleh pria dan wanita lain

yang memberi ultimatum, ada nilai di sini.

Aku bisa bicara pada pasangan yang memiliki permasalahan sama.

Juga mencari tahu apa aku terkoneksi dengan seseorang.

Untuk memberikan Alexis, jawaban atas ultimatum,

pertanyaan itu harus kujawab.

Aku belum siap melamar Alexis sekarang.

Tapi jika bertemu orang yang tepat,

aku akan siap bertunangan besok.

Psikolog sepakat

ultimatum bukan cara bagus meminta orang menuruti kemauanmu.

Tapi cara terbaik mendapatkan jawaban yang dibutuhkan

dalam jangka waktu tertentu.

Aku suka itu.

Aku selalu berkata takkan pernah memberi ultimatum pada pria, dan itu…

- Aku 29 tahun dan aku… - Dia bohong.

Tidak. Lima tahun kemudian, itu berubah.

- Tapi lihat hasilnya! - Hei!

Kami berpacaran selama lima tahun.

Kubilang, "Apa yang kita lakukan?"

Aku sudah tinggal bersamanya. Aku merenovasi rumahnya.

Ada bar di kolam renang. Kubilang, "Apapun yang kau mau."

Aku ingin anak di kolam renang.

- Saat itu aku ambil langkah. - Itu yang menentukan.

Kau lihat cincin itu? Tampak indah.

Itu pengalaman kalian? Ajari aku.

Tangan ini menjawab, "Ya!"

Karena kau tak mau. Aku bercanda.

Sebenarnya…

Jika mau jujur dan terbuka, kami sempat putus.

Kami berpacaran dengan orang lain.

Dan kami menyadari

jika kami bisa mengatasinya, kami luar biasa bersama.

Tapi butuh memacari orang lain,

untuk sadar aku tak masalah dengan hal yang kukira mengganggu dan menahanku.

Sama sekali tidak.

Yang utama adalah perasaanku padanya,

nilai mereka karena ingin bersamaku, dan tahu semua tentangku.

Kami mendapat perspektif.

Malam ini adalah malam terakhir kalian sebagai pasangan.

Pada akhir pekan, kalian akan memilih pasangan baru.

Tinggal bersama selama tiga pekan dalam pernikahan percobaan.

Lalu kalian akan melalui pengalaman yang sama persis

dengan yang datang bersama kalian.

Melihat lima wanita lain yang akan dikencani Jake,

ada bagian dari diriku yang ingin menarik tangan Jake dan lari.

Aku ingin bilang tidak terganggu,

tapi ini cukup menegangkan.

Selama pengalaman ini, ajukan pertanyaan penting,

dan bahas hal sulit yang harus didiskusikan

sebelum menikah.

Sebagian akan merasa seperti jatuh cinta.

Sebagian mungkin mendapati mencintai dua orang.

Itu akan terasa membingungkan bahkan mengejutkan.

Dan kuberi tahu, akan terasa demikian.

Tapi itu intinya.

Ketidakhadiran membuat perasaanmu makin kuat.

Atau membuat perasaanmu hilang.

Pilihan yang harus diambil di akhir proses ini,

bukanlah pilihan mudah.

Di akhir pengalaman ini…

Itu tenggat waktu ultimatum,

dan kalian harus memilih.

Menikahi orang yang datang bersama kalian

atau berpisah selamanya.

Atau ada orang baru yang lebih cocok dengan kalian?

Saat ini mereka orang asing, tapi bisa jadi calon pasangan kalian.

Siapa pun dari pasangan lain

bisa jadi orang yang kalian cari.

Kami ingin kalian pergi

bertunangan dengan orang yang kalian inginkan seumur hidup kalian.

Orang yang tepat untuk dinikahi.

Seperti yang satu ini.

Aku mencintaimu.

Baiklah. Nikmati malam terakhir ini sebagai pasangan.

Semoga sukses.

- Untuk cinta. Bersulang. - Semoga sukses.

Untuk cinta.

Orang…

Pernah memberikan ultimatum, namun tidak seperti ini.

Namun, ini sangat nyata.

Jika kau ingin keluarga dan ingin menikah,

membangun keluarga dengan seseorang,

dan sudah siap namun mereka belum,

kurasa tak apa jika kau bertindak dan tak menetapkan hati.

Dan bilang, "Aku butuh ini."

Aku ingin komitmen seumur hidup.

Ini malam terakhirku bersama Colby

sebelum memulai hal ini.

Entah kami akan tetap bersama atau tidak, keadaan akan berubah.

Aku agak mual

karena hal ini sungguh nyata. Tapi aku tertarik pada Randall.

Ya, aku ingin lebih mengenal Randall.

Ini ultimatum. Bertunangan atau putus.

MALAM TERAKHIR BERSAMA

Ada enam pasangan lain yang akan kita kenal.

Dan kau mungkin akan tertarik pada seseorang.

The Ultimatum: Marry or Move On subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Ultimatum: Marry or Move On

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left