The first 200 lines.
Hei, saat aku membayar ini tadi,
kasirnya bertanya berapa buah sendok yang kubutuhkan,
dan tanpa pikir panjang, aku langsung bilang, "Dua".
Kenapa aku tak bisa jujur saja, ya?
Maksudku, aku tak masalah makan sendirian.
ES KRIM VANILA
Mungkin aku terdengar seperti
berpura-pura tegar, tapi aku sungguh baik-baik saja.
Jika selama sisa hidupku seperti ini, aku akan puas. Kalian setuju?
Benar, 'kan?
Tidak apa-apa.
Segalanya bukan untukku sendiri kalau aku tak sendirian…
KISAH PASANGAN BAHAGIA KAMI
Apa kau Pak Hatano?
Ya.
Aku Momose dan aku akan membantumu.
Pertama-tama, pria ini.
Dia bekerja di balai kota dan berusia 40 tahun.
Dia mencari pasangan yang gemar
bepergian ke luar negeri setiap tahun.
Lalu, pria ini seorang chef Prancis, usia 51 tahun.
Dia penggemar berat musik dan sepertinya minat kalian sama.
Selanjutnya adalah seorang penari.
Usianya 39 tahun. Dia senang memancing…
Ada yang menarik perhatianmu?
Tidak, aku hanya kebetulan memperhatikan betapa telitinya kau.
Misalnya dengan wajah mereka.
Detail hanya akan ditampilkan setelah pendaftaran resmi.
Yakinlah, kami sangat menghargai privasi.
Lagi pula, kami adalah agen mitra terkemuka di industri ini untuk pria gay.
Begitu rupanya.
Mau lihat lebih banyak?
Mungkin beri tahu aku preferensimu?
Misalnya, tipe tubuh. Kau lebih suka ramping atau berotot?
Bagaimana dengan gaya hubungan? Mau dimanja atau sebaliknya.
Sama sekali tak ada?
Coba kupikirkan…
- Seseorang untuk makan es krim bersama. - Maaf?
Kau tahu ember es krim ukuran keluarga yang raksasa itu?
Itu!
Es krim yang langsung dimakan anak-anak Amerika sambil menonton film.
Aku beli satu kemarin.
Tapi aku tak bisa menghabiskannya.
Saat itulah aku sadar.
Aku benar-benar sendirian.
Jadi, kalau harus menyebutkan preferensiku…
Kurasa aku mau seseorang yang mau makan es krim bersamaku.
Manis sekali.
Pasangan untuk berbagi es krim raksasa.
- Tapi… - Tapi?
Entahlah. Ini mulai terasa konyol.
Siapa yang anggap serius perkataan pria gay paruh baya seperti itu?
Aku pun berpikir begitu.
Sama sekali tidak!
Jangan khawatir.
Aku akan menghabiskan es krim itu sendiri. Maafkan aku.
- Pak Hatano! - Ya?
- Cinta dan revolusi. - Apa?
"Manusia dilahirkan untuk cinta dan revolusi."
Itu kutipan dari Dazai.
Dazai?
Pertimbangkanlah untuk bergabung dengan kami.
PLAZA NAKAYOSHI
COBALAH MEMBERI MAKAN HEWAN!
Lucu sekali!
Mereka bereaksi buruk terhadap obatnya,
mereka muntah dua kali kemarin.
- Benarkah? - Pukul 01.00 dan 03.00.
Astaga.
Apa?
Apa?
Astaga…
Hai.
Meninggalkan si manis seperti ini?
Bahkan Chan dan Chasu pun akan marah, ya?
Apa?
Kalau begini terus, apartemenmu akan menjadi kebun binatang, Hatano.
- Tunggu… - Apa?
Mereka berdua ditelantarkan dan kau menampung mereka, Pak Hatano?
Ya, dan seekor kura-kura juga.
Luar biasa.
Tapi aku tak bisa menampung lebih banyak lagi.
Tempatku bahkan tak mengizinkan hewan peliharaan.
Benarkah?
Ya, tapi sejauh ini sepertinya baik-baik saja.
Hei, mungkin kita harus memasang tanda.
"Dilarang membuang hewan di sini!"
Baiklah.
Baiklah, jangan nakal, ya? Kita semua akan tinggal bersama sekarang.
Mari kita rukun, ya?
Astaga, hampir saja.
Di sini longgar.
- Permisi… - Ya?
Gunakan ini kalau mau.
Terima kasih.
Aku sudah pesan keiknya,
sudah pesan barangnya,
dan pesan bukunya.
Aku senang sekali.
FORMULIR PEMESANAN
- Maaf soal itu. - Tidak apa-apa.
Terima kasih.
Kau sudah memesan semua itu?
Ya, buku, permainan, dan semacamnya.
Yang ini untuk keik Natal.
Memesan itu seperti memberi diriku sendiri sesuatu untuk dinantikan.
Aku akan menatap formulir pemesanan itu dan tersenyum.
Hari ini aku memesan osechi.
Osechi? Luar biasa!
Maaf melantur.
Tidak, aku yang bertanya.
Idemu itu sangat bagus.
Aku merekomendasikannya.
Bisakah itu diperbaiki?
Ya.
Bagian ini mulai longgar, jadi aku memperkuatnya dengan klem.
Apa itu?
Ini.
Dengan ini…
Selesai.
Kokoh.
Mengenai ini. Apa yang harus kulakukan?
Kau bisa membuangnya.
Baiklah.
Sampai nanti.
Terima kasih lagi.
RYOTA YOSHIDA
SAKU SAKUTA
Suami?
Pria tadi mungkin juga gay, seperti aku.
Kalian tahu, 'kan?
Kami tak bisa mengajukan formulir pendaftaran pernikahan.
Tetap saja
dia pasti ingin melakukannya.
SAKU SAKUTA
Ayo kita makan malam.
Penting?
PENTING
PEMBERITAHUAN PENGUSIRAN
"Apartemen ini melarang ketat peliharaan. Harap segera kosongkan."
Teman-Teman…
tampaknya kita akan pindah.
Kau dengar aku?
Kau datang ke sekolah hari ini, 'kan?
Ya.
Aku akan menunggu.
Soal pertemuan orang tua-guru, bisakah ayahmu…
Dia tak bisa cuti kerja.
Dia bilang akan memikirkan tanggalnya.
Tapi kelulusan hanya tinggal setengah tahun lagi.
Aku mau menghubungi ayahmu sendiri. Bisa kau berikan nomornya padaku nanti?
Kau bisa mendengarku?
Ya.
Akan kulakukan.
Lalu, bisakah kau mengirimkan lembar kariermu hari ini?
Baik.
Baiklah, aku akan tunggu…
- Hewan peliharaan dilarang? - Ya.
Apa yang kau pikirkan?
Kau seharusnya menghubungi kami lebih awal.
Jadi, kita bisa mencari yang lebih baik.
Tempat itu dekat tempat kerja dan murah.
Kenapa kau tak beli rumah saja?
Apa? Kenapa?
Begini,
kali ini, kau beruntung menemukan tempat yang tepat untukmu.
Tapi siapa yang tahu apa kau bisa menyewa di sana selamanya?
Saat kau bertambah tua, menyewa tempat baru
menjadi jauh lebih sulit.
Aku tahu.
Terlebih lagi untuk seorang penyendiri.
Aku tahu.
Itu sebabnya aku menyuruhmu membeli.
Tapi aku tak punya uang sebanyak itu.
Itulah gunanya pinjaman.
Meskipun aku mengambil pinjaman sekarang,
pinjaman rumah 35 tahun…
Apa itu mungkin?
- Entahlah? - Ayolah.
Itu seharusnya di sini…
- Aku akan periksa. - Baik.
Selamat datang! Lewat sini.
Baiklah.
Terus. Ya, berhenti!
Senang bertemu denganmu. Beberapa hari yang lalu,
aku berbicara denganmu di telepon.
Aku dari Perusahaan Properti Hibino. Namaku Okabe.
Senang bertemu denganmu juga. Aku Inokashira, pemilik properti.
Ini…
Aku akan bergantung padamu mulai sekarang.
Aku Hatano. Senang bertemu denganmu.
Silakan, lewat sini.
Terima kasih.
Ayo. Mari.
Selamat datang.
Tempat ini luas sekali! Luar biasa!
Tapi ini lumayan tua.
Tidak.
Ini juga jauh dari stasiun.
Karena hanya ada satu kamar terisi, rumah ini bisa dibilang kosong.
No comments yet. Be the first to leave one.