The first 200 lines.
PEMADAM KEBAKARAN AFRIKA SELATAN 21 DESEMBER
Apa yang telah kulakukan?
Apa yang telah kulakukan?
Aku tahu hal buruk akan terjadi.
SERIAL NETFLIX
12 JAM SEBELUMNYA
Dorong!
Ini semua salahmu.
Penderitaan adalah bagian dari proses melahirkan.
Kita harus menderita untuk menghargai kebahagiaan.
Seharusnya aku tak terbujuk olehmu.
Semua akan baik-baik saja. Bernapaslah.
Tidak. Kau saja. Aku sudah muak dengan ini.
Beauty...
Aku tahu kau tak mau anakmu Kaprikornus, tapi kini sudah terlambat.
Maksudnya acara tujuh bulanan.
Beauty, tolong kembali ke bak. Simulasinya belum selesai.
Kita sudah melakukan ini kira-kira 100 kali.
Persiapan adalah kuncinya.
Begitu juga dengan memisahkan ibu kita, sesuatu yang kalian semua lupakan.
Beauty, acara itu adalah ritus peralihan yang transenden.
- Itu sangat indah... - Africa.
Itu bukan peralihan, tapi pertandingan tinju.
- Ibunya Cassper Nyovest dan... - Kenapa demikian?
Ayo bernapas.
Baiklah.
Beauty, tenang, ya? Ini cuma tujuh bulanan.
Setelahnya, kita liburan Natal.
Jika menyangkut keluarga kita, Natal selalu kacau.
Ya, tapi Tumi tak datang tahun ini. Apa lagi masalahnya?
Tarik napas.
- Tenang. - Oke.
Karena Bibi Dineo kini kaya raya,
dia seharusnya bisa menyewa jasa boga.
Sut, dia mungkin dengar.
Mungkin jika kalian berhenti bergosip, kita tak akan terlambat.
Jika kau membantu, semuanya sudah beres.
Dan merusak gaunku?
Dia berlebihan, ini cuma tujuh bulanan.
Aku mendengarmu, dan itu peluncuran.
Aku mengadakan peluncuran bayi.
Kalian tahu?
Kalian ketinggalan zaman.
Bibi Grace...
Kenapa dia?
Terpengaruh Valencia.
Mengikuti gaya Twala membuatnya gila.
Tumi berbuat benar dengan pergi liburan.
Aku ingin di Rusty Dusty bersama Moipone daripada di sini bersama Dineo.
Kalian berdua, ayamnya belum siap!
Kumasak itu beberapa jam lalu.
Sebelum atau sesudah listrik mati?
Pasti karena pelepasan.
Apa?
Pelepasan beban?
Bukan karena Eskom.
Shadrack!
Shadrack!
Kapan kau akan mulai menghormatiku dengan memanggilku kakak?
Aku sibuk.
Memangkas.
Bukan mencukur, paham?
Ketel itu membuat listriknya korslet lagi.
Perbaiki. Kita harus pergi.
Aku bahkan belum menyarap.
Shadrack! Perbaiki itu, lalu kau bisa menyarap setelah selesai.
Astaga. Tolong beri aku kekuatan Ayub untuk menghadapi musuhku.
Ayamnya harus dimasak.
- Tidak, Bibi Grace. - Ayo.
- Aku lelah. - Aku juga.
Succulent.
Ayo pergi sebelum mereka memakanmu.
Shadrack!
Dineo, aku datang!
Semuanya sudah tertata rapi.
Precious.
Ini berantakan.
Seperti dugaanku.
Temanya adalah "Pesta Kerajaan".
Tapi malah seperti China Mall.
Tinggalkan tugasmu.
Atau kau akan kujadikan pengangguran.
Aku ingin semua bekerja.
Waktunya sempit.
Pergi.
Apa itu?
Itu penarik atensi.
Bu Sello meminta kami memasangnya.
Penarik atensi?
Apa itu menarik bagimu?
- Singkirkan segera. - Singkirkan.
Sial!
Raja Box Office, Thabang Moleya.
Jadi, kau lebih suka bagaimana, aku berdiri atau duduk?
Mana yang lebih bergaya presiden?
Kau tahu yang kupikirkan? Ayo ke kolam renang indoor .
Rumah baru kami indah dengan pencahayaan bagus.
Tidak, seperti kata kami, silakan duduk di sana, Pak Twala.
Sangat formal.
Panggil aku Menteri.
Oke, Pak Menteri.
Jadi, dengan semua masalah yang mengganggu negara kita,
menurut Anda pesan apa yang diterima rakyat
terkait Anda membeli pondok mewah?
Haruskah mereka menggeledah perabot Anda untuk uang receh?
Begini, aku menciptakan lapangan kerja.
Banyak yang diuntungkan dari ini.
Misalnya industri baja.
- Baja. - Kita bisa belajar kapan saja.
Sibusiso!
Kemarilah dan beri tahu bangsa ini bahwa kau, darah dagingku,
adalah otak di balik KwaTwalasberg.
Ayah tahu namanya bukan itu, 'kan?
Ya, itu semantik. Selama mereka tahu itu pondok Ayah, tak apa-apa.
Secara teknis bukan milik Ayah...
Cut!
Anda tak bisa mengatakan itu. Itu tugasku.
Maka lakukan tugasmu. Dia merusak wawancara.
- Pak Twala... - Menteri.
Pak Menteri. Kurasa putra Anda bisa memberi kontribusi berharga.
Tidak. Ya, aku mau.
Tapi aku tak suka kamera.
Dan kami harus pergi ke acara tujuh bulanan.
Tak akan lama.
Ponselku berdering. Harus kuterima.
Kita harus memotong bagiannya. Dia tak punya karismaku.
Themba.
Kakak, pukul berapa acaramu?
Kenapa berbisik?
Bicaraku memang begini.
Kau kabur dari Shaka , ya?
Aku hampir masuk ke mobil dan menjemput pengasuh dari Maseru,
karena aku tak sanggup menangani ini.
Themba?
Hei, ada apa? Kau masih terhubung?
Kurasa dia menemukanku.
Sbu, maaf, kami cuma perlu satu atau dua pertanyaan sebelum selesai.
- Siapa itu? - Pewawancara Ayah.
Mereka butuh pendapat putranya.
- Aku juga putranya. - Dengar, T.
- Sudah dulu. Jangan terlambat. - Kak... Acaranya jam berapa?
- Sial. - Sial!
Bagus.
Dia akan mengulanginya seharian.
- Ayo berangkat. - Sekarang?
Acaranya sudah dimulai? Aku salah baca undangannya?
- Sial. - Sial!
Bukan, ayah diwawancara, tapi aku tak di sana.
Sbu membebaskan orang tuamu dari masalah keuangan.
Lantas? Sayang.
Seberapa sulit menyeimbangkan pembukuan, mencari investor, dan membeli pondok?
Oke, Themba, di mana pondokmu?
- Ayolah, kau tak mengerti? - Apa?
Sejak Sbu kembali dari London, mereka tak memedulikan kita.
Kau tak menyadarinya. Kau sungguh tak sadar.
Itu cuma asumsimu.
Pondok ini untuk seluruh keluarga Twala.
Kini, tolong bersiaplah karena kita selalu terlambat.
Sial.
Sial!
Terima kasih kembali, Dineo.
Precious sibuk.
Jadi, kuputuskan mengurus ini sendiri.
Apa pendapatmu?
Hei!
Ini baru bagus.
Apa maksudmu?
Setiap orang memiliki tugas.
Dekorasi bukan tugasmu, Valencia!
Aku membayar mahal untuk ini. Tak akan kubiarkan kau merusaknya dengan...
Ini peluncuran bayi putriku.
Kau beruntung dilibatkan.
Aku mungkin seorang Kristen, tapi aku tak takut...
- Apa... - Apa yang terjadi?
- Tak ada. - Tak ada.
Kami membahas urutan acara hari ini.
Bagus.
Aku tak mau ada kejutan.
Jangan unggah di media sosial, jangan ada drama.
- Dan jangan... - Bertengkar.
- Meski si iblis ini berjalan... - Ibu.
Astaga. Bibi melakukan semua ini?
Ini menakjubkan.
Kuakui, kali ini Bibi luar biasa.
Tidak?
Kalian bersiap-siaplah.
Semua terkendali. Benar?
Beauty...
Beauty.
Aku merindukan ini.
Intinya, pondok baru yang kami, keluarga Twala, miliki
pasti akan membuat kami dikenal.
Mungkin ukurannya seluas milik Cyril.
Menurutku tidak.
Ya, kau benar.
Mungkin lebih besar.
Tapi siapa yang mengukurnya, bukan?
Astaga. Oke.
Cut!
Itu tugasku.
No comments yet. Be the first to leave one.