The first 139 lines.
Apakah atlet terlahir sebagai atlet?
Bagaimana dengan astronaut atau bintang pop?
Tidak ada yang tahu ketika mereka lahir.
Lalu, bagaimana dengan penyihir?
Maaf, aku sudah mencemarinya.
Aku sudah selesai mencuci.
Ini akan segera kembali normal.
Mata air ini telah dimantrai!
Tidak pernah membosankan. Indah sekali.
Sihir memang luar biasa!
Dunia ini penuh dengan sihir.
Ini merupakan keajaiban praktis yang sudah menjadi kebutuhan.
Tapi kita tak tahu cara kerjanya.
SIHIR AWAL MULA
Hanya penyihir yang bisa merapal mantra.
Orang biasa hanya bisa menerima sihir.
Kita tak bisa menjadi penyihir.
Mereka yang terlahir sebagai penyihir sangat beruntung.
Wahai Seprai, berubahlah menjadi jubah terbang!
Celaka!
Tunggu! Tidak! Bukan terbang yang begitu maksudku!
Ada kereta pegasus!
Baru kali ini aku melihatnya di darat!
Ibu! Ada kereta pegasus di luar!
Ibu!
Ibu!
Maaf! Aku tak melihatmu.
Tidak apa-apa. Aku yang salah karena berdiri di depan pintu.
Sulit dipercaya!
Lihat ini! Aku tak percaya mereka punya ini.
Bukankah sulam bunga kupu-kupu sudah kuno?
Lupakan itu, lihat ini! Ini renda rajut motif Harian!
Luar biasa!
Ini sangat laris di ibu kota.
Para pelanggan itu pasti datang dengan kereta pegasus!
Tidak, bukan aku.
Permisi, Bu, apa masih ada renda seperti ini?
Ya, sebentar!
Coco, bantu Ibu kalau kau di sini.
Apa yang Tuan butuhkan?
Aku butuh kain sewarna asap, aku bisa menunggu kalau kau sibuk.
Aku bisa membantumu.
Kau?
Coco cukup pandai.
Begitu, ya?
Boleh aku melihat kereta pegasusnya kalau sudah selesai?
Apa?
Ada kereta pegasus!
Kereta pegasus?
Kau tak akan main-main dengan barang pelanggan, bukan?
Tenang, aku hanya melihat-lihat!
Aku tak akan bilang aku mau jadi penyihir lagi.
Hanya kalau selesai lebih cepat.
Hore!
Terima kasih sudah menunggu! Mau beli berapa?
Ini.
Aku akan menyiapkannya.
Fokus sekali.
Tanganmu juga stabil.
Garis pola yang bersih dan potongan yang mantap.
Terlebih lagi, hasil kerjamu sangat cermat dan akurat.
Aku tak tahu ada perajin yang hebat di desa ini.
Ini adalah sihir.
Tidak! Hasil kerjaku sama sekali tidak seperti itu!
Sihir itu lebih misterius, lebih berkilau, lebih berharga, dan indah.
Itu lebih…
Lebih…
Itu lebih murni.
Aku ini bicara apa?
Kau sangat menyukai sihir, ya?
Boleh aku tahu alasannya?
Saat masih kecil, aku dibawa ke festival di ibu kota.
Aku bertemu penyihir bertopeng di sana.
Halo, Nona Kecil.
Mau beli buku bergambar tentang sihir?
Sihir? Aku suka buku bergambar, tapi apa itu sihir?
Sihir adalah keajaiban yang memberi warna pada dunia.
Kereta pegasus yang melayang di langit
dan mata air abadi yang menjaga kemurnian airnya.
Bahkan
jalan batu susun yang bersinar saat kau menginjaknya.
Semua itu adalah sihir.
Ini sangat cantik!
Sihir sangat menakjubkan! Aku suka sihir!
Beli sekarang, dapat tongkat gratis!
Jadi, kau ditipu untuk membeli itu?
Katamu ingin makan stroberi bakar.
Aku tadi mengejar kupu-kupu, lalu bertemu orang dengan topi runcing.
Kau sudah mengatakannya.
Jadi, ini buku bergambar tentang sihir dengan tongkat gratis!
Baiklah, Coco, waktunya pulang. Malam semakin larut.
- Ibu! - Ya?
Saat besar nanti, aku akan jadi penyihir yang mewarnai dunia!
Itu mustahil.
Kenapa?
Coco.
Kau tak bisa menjadi penyihir kecuali kau lahir dengan kekuatan sihir.
Orang biasa tak punya bakat untuk menjadi penyihir.
Mari pulang, Coco.
- Coba lihat! - Apa?
Jalan ini bercahaya saat aku menginjaknya.
Kalau begitu, kalau masih bersinar sampai kita tiba di rumah,
mungkin Coco juga bisa menggunakan sihir.
Sejak itu, aku terus mengamati bukunya… Mungkin aku tak bisa merelakannya.
Bisa ceritakan lebih banyak tentang…
Apa itu?
Coco?
Hei, berhenti. Jangan bergerak.
Tenanglah.
Apa yang kau lakukan? Astaga.
Diam. Sakit…
Kalian tak apa-apa?
- Coco. - Apa yang terjadi?
Bukan salahku. Itu tiba-tiba rusak.
Itu bohong. Tanerl menyelinap ke bawahnya!
Dasar pengadu!
Kepalanya membentur bagian bawahnya, lalu terbalik.
Astaga! Apa yang terjadi?
Kereta pegasus kita…
Padahal kita meminjamnya dari Ayah.
Maafkan kami. Anak-anak desa ini sudah berulah.
Percuma saja minta maaf.
Kami tak bisa pulang tanpa kereta!
Aku tak tahu harus bagaimana.
Permisi.
Aku bisa memperbaikinya.
Tampaknya, kerusakannya tak terlalu parah.
Maaf, tapi kau siapa?
Maaf, aku lupa tanda pengenalku.
Qifrey, sang penyihir, siap melayani.
Topi runcing.
Kau bisa memperbaikinya?
Ya.
Terima kasih, Tuan Penyihir.
Sama-sama.
Aku tinggal merapal ulang mantra di bagian bawah kereta.
Mohon bantuannya.
Serahkan kepadaku.
Tapi aku tak bisa melakukannya di luar.
No comments yet. Be the first to leave one.