The first 200 lines.
Gigi Emas merasa terhormat menerimamu, Lord Lannister.
Aku punya 500 prajurit, bersenjata dan penuh semangat.
Aku membawa seribu kesatriaku sendiri
juga pemanah dan pasukan tujuh kali lebih banyak.
Saat kita selesai dengan bedebah Dataran Sungai
Anak Sungai Merah akan sesuai dengan namanya.
Kami siap bergerak sesuai perintahmu, Tuan.
Kurasa kau akan segera menuju Harrenhal.
Aku ingin kau mengirim gagak ke Landasan Raja.
Beri tahu saudaraku kita siap berangkat
begitu Pangeran Aemond bisa bergabung dengan kita
di atas Vhagar.
Lalu sampai Pangeran memberikan jawabannya, Tuan?
Pasukanku telah berjalan jauh.
Mereka sangat tidak sabar untuk dijamu di bentengmu.
Dia berani memanggilku.
Dengan segera!
Apa Klan Lannister begitu lemah
hingga tak bisa berjalan dari Gigi ke Harrenhal tanpa dikawal?
Ada naga besar di Dataran Sungai, Yang Mulia.
Pasukan saudaraku kuat, tapi...
Aku Pemangku, bukan anjing yang bisa disuruh patuh.
Beri tahu saudaramu jika tidak segera membawa pasukannya ke Harrenhal
naga Daemon tak akan jadi masalah utama baginya.
Kekesalanmu benar, Aemond, tapi tampaknya...
Aku juga punya tugas untukmu, Ser Tyland.
Kita akan bersekutu dengan Triarki.
Aku sudah muak dengan blokade terkutuk ini.
Pangeran, jangan bersekutu dengan Kota-Kota Merdeka.
Kapten kapal mereka adalah tentara bayaran berbahaya
lebih dari bajak laut...
Mereka sangat dekat di seberang Laut Sempit.
Kapal Lannister dan Hightower butuh berbulan-bulan untuk tiba.
Triarki akan senang jika bisa meneror Ular Laut lagi.
Biarkan mereka melemahkan blokadenya
sementara sekutu sejati kita bergerak ke timur.
Triarki mungkin menerima syarat, tapi mereka tak bisa dipercaya.
Ayahmu tahu ini.
Bagaimana dengan surat kita ke Klan Greyjoy?
Hasilnya nihil.
Kraken Merah menunggu, mencari celah menguntungkan.
Namun, kita bisa menawarkannya keuntungan, jika perlu.
Tawaran pernikahan, mungkin, kepada Ibu Suri?
Tidak bisa.
Sayang sekali.
Ibu Suri berbicara dengan bijak, Yang Mulia.
Walau blokadenya bisa dihancurkan, apa kita akan mengundang penjarah ini
ke perairan kita begitu dekat dengan Landasan Raja?
Kurasa ini saatnya kau berangkat untuk Harrenhal.
Yang Mulia, jika Daemon menang di Dataran Sungai
aku tak punya pasukan lagi untuk menantangnya.
Kau tahu kita kehilangan banyak di Rook's Rest.
Makin lama kita menunggu, makin besar peluang dia menang.
Lannister akan bergerak dari barat, gunakan kekuatan kita yang ada
paksa Daemon dan para Lord Sungai bertarung di dua tempat.
Yang Mulia bicara dengan bijak.
Lebih baik kita menunggu pasukan Hightower
- dan berangkat tepat waktu. - Tak ada waktu.
Butuh dua minggu untuk ke Harrenhal.
Kita harus menyerang sebelum pasukannya dikumpulkan.
Dan kau sendiri?
Aku akan terbang menemuimu saat waktunya tepat.
Aku akan menghadapi pamanku.
Jika dia berani menghadapiku.
Kulihat kita semua setuju.
Yang Mulia.
Ibu.
Aku ingin bicara.
Kuperingatkan kau, Aemond.
Berani itu wajar, tapi terlalu percaya diri...
Ingatkan aku posisimu di Majelis Kecil.
Aku mewakili ayahmu selama tahun-tahun terakhirnya
- dan telah jadi penasihat Aegon... - Bisa dibilang begitu.
Ayah sudah meninggal.
Lalu Aegon...
Kau melayani kerajaan dengan baik
saat dibutuhkan.
Tapi kebutuhan itu berakhir dan kau tidak lagi berkewajiban.
Bukan kewajiban. Majelis butuh suara penengah...
Kita punya lebih dari cukup.
Kau punya ketidaksabaran anak muda dan kesombongannya.
Bukan yang diharapkan dari seorang raja.
Kuberhentikan kau dari posisimu, seperti sebelumnya.
Tentu kau akan senang kembali
ke pekerjaan rumah tangga.
Apa penghinaan masa kecilmu belum cukup terbalaskan?
Kerajaan berterima kasih kepadamu.
Yang Mulia.
Bawa dia masuk!
Ser Steffon Darklyn, Yang Mulia.
Ada yang salah, Yang Mulia?
Tuanku.
Aku mendapati diriku, Ser Steffon, dalam posisi yang amat berat.
Aku telah kehilangan Putri Rhaenys dan naganya.
Aku menduduki pulau, tanpa punya pasukan darat.
Aku tak boleh berperang sendiri, seperti yang terus dikatakan kepadaku
agar aku tak terbunuh atau tertangkap
dan lenyapnya harapan kita untuk menang.
Masih ada Daemon dan Caraxes
juga orang-orang sungai.
Itu masih belum pasti.
Bagaimanapun, aku harus melanjutkan seolah-olah aku berdiri sendirian.
Untuk melakukan itu, aku butuh lebih banyak penunggang naga.
Untuk Vermithor dan Silverwing, juga Seasmoke
yang aku yakin merindukan ikatannya.
Tapi tak ada lagi di keluargamu, Yang Mulia.
Putramu yang lebih muda masih kecil.
Ada Putri Rhaena.
Dia sudah mencobanya.
Tapi naga di sini tak mau menerimanya sebagai penunggang.
- Lalu siapa yang bisa? - Kau.
Kau keturunan bangsawan.
Aku selalu mendengar bahwa Klan Darklyn dan Targaryen
memiliki darah yang sama.
Aku melihat sejarahnya dan itu benar.
Nenek buyutmu, Aeriana, terlahir sebagai putri Targaryen.
Aku berpikir
apakah itu mungkin?
Bahkan mempertimbangkan hal seperti itu...
Aku tidak setuju, Yang Mulia. Risiko hal seperti itu...
Aku hanya seorang manusia biasa.
Naga adalah dewa.
Yang Mulia menghormatiku melebihi yang pantas kudapatkan.
Kau mengerti risikomu, Ser Steffon?
Aku tak memaksamu melakukan ini.
Ini belum pernah dicoba.
Untuk mendapatkan naga, kau juga harus siap mati.
Aku mengerti risikonya dan menerimanya dengan senang hati.
Aku bersumpah untuk melindungi ratuku dengan segenap kekuatanku
dan memberikan darahku untuknya.
Itu sumpahku, Yang Mulia.
Maka mungkin para dewa akan memihak kita.
Saudaraku.
Apa kau mengatakannya?
"Pewaris Takhta Sehari."
Apa kau mengatakannya?
Kau tidak mungkin masih marah soal ini.
Keluargaku baru saja hancur.
Seharusnya kau berada di sisiku.
Tapi kau malah memilih merayakan kenaikanmu sendiri
mentertawakanku.
Tertawa dengan para pelacur dan penjilat!
Tidak.
Kau tak punya sekutu di istana selain aku.
Aku hanya membelamu.
Semua yang kuberikan kepadamu, kau lempar kembali ke wajahku!
Aku sudah memutuskan
- Jangan. - untuk menunjuk ahli waris baru.
Kau harus segera kembali ke Runestone dan istrimu.
Kau harus melakukannya dengan sukarela.
Atas perintah rajamu.
Tidak!
Buka pintunya!
Buka pintunya!
Buka pintunya. Kumohon.
Kumohon.
Kumohon!
Ada yang bisa kubantu, Yang Mulia?
Apa yang kau rencanakan?
Aku ingin tahu apa tidurmu cukup.
- Tempat tua ini... - Apa kau mengejekku?
- Tidak. - Duduk!
Atau mungkin kau pelaku yang merusak tidurku?
Teman di siang hari dan musuh di malam hari?
- Untuk apa? - Mungkin membunuhku.
Mungkin kau membenci keberadaanku di sini.
Mungkin...
kau adalah suruhan Klan Hightower.
Atau kau masih bekerja sama dengan keponakanmu si kaki pengkor?
- Atau Rhaenyra sendiri? - Aku jamin...
Aku jamin, Yang Mulia.
Apa pun permainanmu, Strong
aku jamin
- rajamu selalu waspada. - Ya, Yang Mulia.
Berhenti mengawasiku.
- Kau tidak akan berpamitan? - Ada yang salah denganku.
Seseorang meracuniku.
Makanan, anggur, mungkin udara rawa ini, atau...
Hantu Harren Hitam merapal kutukannya dari Menara Kingspyre?
Omong kosong! Semuanya!
Hantu, kutukan, ranjang weirwood!
- Aku sudah muak! - Ya. Itu caramu, bukan?
Saat ada yang tidak menyenangkanmu, kau lari.
Dragonstone, Stepstones, Pentos, Harrenhal...
Aku bangun dan tak tahu ke mana aku pergi.
Ada yang lebih tua di dunia ini dari kau, aku, atau kenangan hidup.
Kau bukan pemain
tapi bidak di atas papan.
Aku juga, dalam hal ini.
Aku tidak sepertimu.
Dalam beberapa hal, tidak.
Kau kesulitan melihat. Ada kemarahan yang membutakanmu.
Dia bahkan tidak pernah menginginkannya.
Mahkota itu.
Dia tidak memikirkannya.
Mungkin itu sebabnya kakakmu memberikan mahkota itu kepadanya.
Mungkin yang berusaha mendapatkannya
adalah yang paling tidak pantas.
Jangan menguliahiku!
Viserys tak pernah menginginkannya, jika kau ingat.
No comments yet. Be the first to leave one.