The first 200 lines.
Singapura adalah kota penipu.
Antara kau menipu orang atau kau ditipu.
Namun, aku masih yang terbaik di bidang ini.
Lagi pula, aku direktur pelaksana dari dua perusahaan investasi.
Bagaimana lagi aku bisa membeli rumah dan mobilku?
Sayang!
- Jika aku tidak pandai bicara... - Suamiku!
Apa aku akan punya tunangan yang menawan?
Lihatlah perutnya.
Itu karena aku.
Itu sebabnya aku menikahinya.
Hari ini, kami mengambil foto pernikahan kami.
Kau tampak cantik hari ini.
Kau harus melengkapinya dengan ini.
Aku juga punya sesuatu untukmu.
Aku, Chin Wu Huang...
Menerima Teo Bee Poh sebagai istriku hari ini.
Kami dari Departemen Urusan Komersial.
Kau bilang akan segera kembali.
Aku juga tidak menduga hakim akan menghukumku...
Hingga sepuluh tahun semudah itu.
Kau harus menjaga dirimu!
Penjara
Penjara
Penjara
Nama: Chin Wu Huang Usia: 33 tahun
Didakwa atas: Penipuan Hukuman: Sepuluh tahun
Mau apa kau?
Aku mau membuat "keik".
Kenapa?
Tidak pernah melihat orang buang air besar?
Kau mau makan?
Astaga, aku tidak bisa melakukannya jika kau menatapku!
Astaga.
Nama: Ong Beng Kwang Usia: 40 tahun
Dihukum atas: Operasi judi ilegal dan vandalisme
Hukuman: Sepuluh tahun
Permisi.
Ini wilayahku.
Rasanya melegakan.
Anak baru?
Kau baru di sini? Siapa namamu?
- Chin Wu Huang. - Aku Nam Nam.
Yang buang air besar tadi itu Kwang.
- Baiklah. - Dia sinting.
Dia bisa membunuh orang di tengah malam.
Baik, terima kasih.
Kau harus berhati-hati.
- Hati-hati. - Baiklah.
Wanita gila itu membicarakanku?
Tidak.
Hati-hati, sebaiknya kau pakai dua celana dalam malam ini.
Kenapa?
Dia suka "mikrofon".
Apa yang kau lakukan?
Jangan takut.
Kita akan tinggal bersama untuk waktu yang lama.
Aku bisa membantumu memuaskan kebutuhanmu.
Aku tidak punya kebutuhan.
Kau tidak punya, tapi aku punya.
Cium aku.
Kupukul kau!
Aku suka kekerasan.
Cium aku.
Tolong! Tolong aku!
Tolong!
Berhenti membuat keributan!
Kita akan dihukum jika Nyonya mendengar kita!
Aku hanya bercanda.
Aku tidak suka pria.
Sudah kubilang dia tidak suka ini.
Tisu toiletku.
Tidak bisakah kubayar nanti?
Salahmu aku kalah taruhan!
Kau sudah mencuci tangan setelah buang air besar?
Jaga ucapanmu!
Aku sadar kebersihan.
Aku selalu mencuci tangan setelah buang air besar...
Tapi tidak selalu setelah buang air kecil.
Dahulu, aku menipu orang di dunia luar.
Sekarang, aku korban di hari pertamaku di sini.
Ada berbagai macam orang di sini.
Perjalananku masih panjang.
Bagaimana aku bisa bertahan?
Kak.
Kita akan lama di sini.
Jika kau terangsang...
Bisa kuberikan sekarang! Ayo!
Tolong! Aku hanya bercanda! Hanya bercanda.
Jangan harap, aku hanya bercanda!
Kau kehabisan ide baru?
Dia warga tetap di sini.
Baginya, penjara seperti hotel.
Kau baru saja dibebaskan bulan lalu.
Kenapa kembali lagi?
Aku sial.
Aku bertemu sopir taksi ceroboh...
Yang asal menaruh kuncinya, jadi, aku mencobanya.
Aku tidak pernah menduga rumahnya bagus.
Ada TV kabel untuk menonton sepak bola.
Yang terpenting, ada banyak makanan...
Dan banyak uang untuk dikantongi.
Aku hendak pergi, tapi toiletnya tampak mengundang...
Jadi, aku buang air besar dan mandi.
Tahu-tahu saja...
Itulah kisahku.
Betapa sialnya kau.
Dengar, aku Hwee.
Nama: Goh Chun Hwee Usia: 40 tahun
Dihukum atas: Pembobolan berulang kali
Hukuman: Dua tahun
Kakak Hwee.
Pengalaman terburuk kehidupan di penjara itu...
Saat orang terkasihmu berkunjung untuk kali pertama.
Rasa sakitnya menyayat hati.
Mendekatlah. Biarkan aku melihatnya.
Dia menggemaskan sekali.
Semua orang bilang dia mirip denganmu.
Beratnya hanya 3,1 kilogram saat lahir...
Sekarang 6 kilogram.
Duduklah.
Sayang.
Ini sulit bagimu.
Jangan khawatir, aku akan menjaganya dengan baik.
Maafkan aku.
Ayah ingin memelukmu...
Tapi tidak bisa.
Kau harus menjadi anak baik.
Sulit bagi Ibu untuk mengurusmu seorang diri.
Apa dia punya nama?
Belum, aku menunggumu menamainya.
Xiaowei, panggil dia Xiaowei.
Xiaowei?
Nama yang indah.
- Xiaowei. - Xiaowei.
- Xiaowei. - Xiaowei.
Bagaimana kabarmu?
Baik.
Pemerintah memperlakukan kami dengan baik.
Kesejahteraan sangat baik.
Ada makanan, tempat tinggal, dan pekerjaan.
Kami bahkan bisa mengambil kelas untuk meningkatkan diri.
Kami selalu punya tiga hidangan, sup dan pisang.
Satu-satunya kekurangannya adalah...
Apa?
Tidak ada layanan kamar...
Dan kami tidak bisa keluar sesuka hati.
Apa ada yang mendekatimu?
Tidak.
Tidak apa-apa jika ada.
Lagi pula, kita belum resmi menikah.
Xiaowei dan aku akan menunggumu.
Tidak apa-apa jika ada yang mendekatimu...
Tapi jangan berbohong kepadaku.
Jika tidak, aku bisa gila.
Bagaimana hasilnya?
Kaca atau cermin?
Apa itu?
Kaca berarti kau berciuman, dipisahkan oleh kaca.
Cermin adalah ini.
Ayo, mari kita tunjukkan.
Sayang, kau harus menungguku.
Pasti. Aku pasti akan menunggumu.
Cukup.
Itu memualkan sekali. Kalian membuatku ingin muntah.
Akan kutunjukkan sesuatu.
Putriku di usia enam bulan. Dia cantik, bukan?
Dia punya kelopak mata ganda, kau tidak.
Hidungnya pesek, kau tidak.
Wajahnya bulat, wajahmu oval.
Kau yakin...
Dia anakmu?
Jika bukan? Apa anakmu?
Dia sangat menggemaskan. Bisakah aku menjadi ayah baptisnya?
- Aku juga mau. - Kau juga?
Itu akan menjadikannya putri bandit.
Hei, kutantang kau mengatakan itu lagi.
Itu lelucon.
Lelucon?
Pria cenderung keluar jalur dalam hidup.
Itu bukan yang terburuk...
Yang lebih buruk...
Adalah tidak tahu cara kembali ke jalur.
Kasino Tidak Pernah Kalah
- Hei! Lihat! - Apa?
Pemerintah ingin membangun kasino.
Mereka kehabisan ide.
Bukankah pemerintah melarang perjudian?
Sarang perjudian selalu digerebek.
Mereka akan segera membangun kasino mereka sendiri...
Itu sebabnya mereka harus menghilangkan para pesaing.
Aku tahu, itu disebut monopoli.
Apa pun itu, mereka bosnya.
- Mereka bisa mengatakan apa pun. - Astaga.
Dahulu, kasino adalah kutukan ketertiban sosial.
Sekarang, mereka bilang lebih mirip "bank" daripada kutukan.
Mereka selalu benar.
Namun, sejujurnya, ini mungkin bukan ide yang buruk.
Itu lebih baik daripada menyesalinya 20 tahun kemudian.
Orang Singapura suka berjudi.
No comments yet. Be the first to leave one.