Zaara

Zaara

Download Indonesian Subtitle

Release info

Zaara 2022 MALAY WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1h 47m Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2023-10-27
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jah! Hei, Jah!

Sakit!

- Jah! Turun! - Sakit! Lepaskan!

- Lepaskan! - Lihat anakmu, Jah!

Turun, kubilang!

Ada apa ini?

Apa salah Aaraz?

Kau buta, ya?

Lihat ini!

Lihat dia apakan wajahnya!

Dia pakai lipstik dan celak mata! Lihat?

Lihat anakku kenapa!

Anakku laki-laki, bukan perempuan!

Aaraz, berapa kali Mak bilang?

Jangan berbuat ini pada orang lain.

Jah, dengar.

Kau mau anakmu jadi apa?

Laki-laki seperti perempuan? Menurut agama kita itu salah!

Kau mau dia menyimpang?

Kiah, sebelum aku marah,

sebaiknya kau pergi!

Aku akan pergi, tapi kuperingatkan kau,

jangan pengaruhi orang di desa ini untuk menyimpang seperti putramu.

Pergi, Kiah! Pergi!

Ayo, Mawi, pulang! Jangan berteman dengannya!

Anak tidak berguna.

Menyimpang!

Kenapa anak Ayah ini?

Kau terlihat gelisah.

Ayah.

Ayah malu, 'kan?

Punya anak seperti Aaraz.

Aaraz, kau putra Ayah.

Aaraz adalah anugerah Allah untuk Ayah.

Apa yang kalian bicarakan?

Tadi sore,

Kiah datang melabrak.

Dia marah karena Aaraz merias putranya.

Aaraz minta maaf, Ayah.

Aaraz hanya bergurau, 'kan?

Ya, Aaraz hanya bermain.

Tak apa-apa, Aaraz.

Tapi Aaraz punya bakat di situ.

Jangan sedih.

Mak punya sesuatu untuk Aaraz.

Sebentar.

Bu, kalau itu susu, tidak usah.

Aaraz sudah besar. Aaraz malu.

Apa maksudmu susu? Ini.

- Mak ingin memberimu buku. - Buku?

Apa isi buku ini?

Dalam buku ini, ada resep rahasia turun-temurun keluarga kita.

Cara membuat bedak dingin.

Lanjutkan warisan ini, ya?

Mak, kenapa kita harus mencari daun-daun di malam hari?

Kenapa tidak di siang hari?

Karena kalau malam, daunnya lebih segar.

Aromanya juga lebih wangi.

- Paham? - Paham, Mak.

Kita harus bersyukur

karena Tuhan menciptakan tanaman yang baik untuk kita.

Terima kasih, Mak dan Ayah, sudah mengajari Aaraz semua ini.

Sama-sama.

Ini dia daunnya.

Sulit juga menemukannya.

Nah, ini daun gelinggang.

Ini bagus untuk kulit kita.

- Tunggu, biar Mak ambil. - Hati-hati, Mak.

- Hati-hati, Jah. - Mendekat.

Lebih dekat.

- Awas! - Astaga!

- Mak! - Jah!

- Mak! Ayah, tolong mak! - Tolong!

Ayah!

Aaraz!

Mak!

Ayah!

Mak! Ayah!

Mak! Di mana Ayah?

Jangan tinggalkan Aaraz!

Mak!

Ayah!

Mak!

Mak!

Ayah!

Ya Allah, beri kami apa yang baik di dunia dan di akhirat...

Kenapa kalian tinggalkan aku?

- Amin. - Amin.

Aku tinggal dengan siapa?

Astaga.

Aku sendirian.

Bagaimana kalian meninggalkanku sendiri?

Siapa yang akan merawatku setelah kalian pergi?

Aku tak punya siapa-siapa.

Aku tinggal dengan siapa?

Hei, Menyimpang.

Biar kuberi tahu.

Rumah indah itu

yang kau tinggali

adalah rumah ibuku.

Aku ingin kau pergi dari rumah itu!

BUKAN NAMAKU...

Hei, Remy!

Maaf, Bung. Maaf!

Kau dari mana?

Aku menjemput sepupuku. Dia baru pulang dari Australia.

- Benarkah? - Ya.

Laki-laki atau perempuan?

Tentu perempuan, bukan laki-laki.

Pasti mirip dirimu.

Meski wajahku kotak dan jelek begini,

sepupuku cantik sekali.

- Di mana dia? - Kupanggilkan. Sabar.

Maya!

Kemari.

Kau bercanda, ya? Itu sepupumu?

Kalian tidak mirip.

- Dia cantik, tapi kau... - Jelek!

Benar kata kakekku.

Selalu ada satu pisang jelek di antara yang bagus.

Aduh!

- Hai, Mike! - "Hai, Mike"?

- Maya. - Rozaimi.

- Remy saja. - Remy?

- Ya! - Remy!

Perkenalkan, ini sepupuku, Maya.

Dia aktris teater paling populer di daerah kami.

Hanya di daerah?

Aktris utamanya.

Baik.

Bang Budi, ajaklah Remy ke teater untuk melihat Maya berlatih.

Datang, ya.

Dia pasti datang. Tenanglah.

Seperti kata pepatah, di mana ada gula, di situ ada semut.

Terutama semut gatal ini.

Pasti datang.

Kata pepatah, kecil tapak tangan, lahan perumahan ditadahkan.

Rumahnya besar. Muat banyak orang.

- Lucu sekali. Manis. - Ya!

Memang lucu.

Dia suka.

Lihat itu.

Geng Harimau.

Mereka ganas.

Siapa?

Harimau.

Wajahnya tidak seperti namanya.

Lihat? Seharusnya dia dipanggil Penyu.

- Penyu? - Lihat itu?

- Penyu. - Hei! Kau mengejekku?

- Gawat. - Bodoh!

- Mereka mendengarmu. - Ini salahmu.

- Mati. - Kenapa?

Mati. Dia datang dengan anak buahnya.

- Kau mengejekku? - Tidak.

- Hei! - Kurang ajar!

Tidak. Kau salah paham.

Bung.

Astaga, gadis cantik.

Minggir.

Luar biasa. Di mobilku ada.

Kau tahu, pertama kali melihat wajahmu,

kukira kau malaikat.

Maaf, Bung, aku sibuk.

Jangan pegang-pegang. Cukup katakan. Tak usah pegang.

Aduh!

Kau pikir kau siapa?

- Pegang dia! - Penyu. Maksudku, Harimau.

- Lepaskan. - Jangan apa-apakan dia.

Aku harus pergi. Minggir.

Hei!

Kau takut?

Dia takut!

Aduh!

Menari!

Hilangkan rasa sakit.

Kenapa dia lari?

Inilah masalah Remy.

Dia harus pulang tepat pukul 18,00.

Dia begitu sejak kecil. Saat malam tiba, dia ketakutan.

Kenapa?

Dia takut hantu.

Menarik.

Abang mau tanya.

Kau sudah bekerja?

Sudah.

- Alhamdulillah. - Alhamdulillah.

Dia dapat pekerjaan.

Tentu saja.

Tapi sudah berhenti.

Apa?

- Berhenti? - Berhenti?

- Lagi? - Astaga.

Apa masalahmu, Remy?

Kau sudah bekerja di 13 tempat.

Semuanya berhenti.

Jangan sampai Ayah maju.

- Maju apa? - Menghajarmu.

- Astaga. - Sayang.

Jangan bicara begitu.

Zaara subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left